Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
79- Restu


__ADS_3

Nico hari ini diundang oleh orang tua Fita kerumahnya untuk makan malam. Nico tidak tau mengapa, tetapi dia berpikir mungkin ungkapan terima kasih dari orang tua Fita.


Tentu Nico merasa senang, karena setidaknya dia bisa bertemu dengan Fita.


Nico pun mempersiapkan dirinya.


Dirumah Fita.


Fita sedang berbaring didalam kamarnya pun merasa sangat bosan.


Tok! Tok! Tok!


"Mama masuk ya!" Seru mama Fita dari depan kamar Fita.


"Hm, ya ma!" Ucap Fita.


"Siap-siap ya nanti malam, akan ada tamu spesial, dandan yang cantik" ucap sang mama, sambil duduk dikasur Fita.


Fita yang mendengar perkataan mamanya benar-benar merasa hanya saja dia tidak mau menolak secara langsung.


"Iya" jawab Fita malas. Mamanya mengerti mengapa Fita terlihat tidak begitu semangat.


Malam tiba.


Nico sudah berada diteras rumah Fita berbicara dengan papanya, kemudian mereka mengajak Nico untuk masuk kedalam rumah untuk makan malam terlebih dahulu.


"Fero, mana kakak mu kog enggak keluar" ucap mama Fita.


"Enggak tau ma, malas dia sepertinya!" Ucap Fero asal.


"Kak Nico" ucap Fero kaget, melihat Nico datang bersama papa dia.

__ADS_1


"Pa, ketemu kak Nico dimana?" Tanya Fero penasaran.


"Kita yang mengundangnya datang" ucap papanya.


"Jadi" kata Fero mengantung.


"Iya, sudah sana cepat seret kakak mu kesini" ucap sang mama.


Nico terkekeh ternyata mama Fita bisa bercanda.


Papa Fita tersenyum melihat sangat istri begitu sangat menerima Nico.


"Kak, keluar tuh jodoh mu sudah datang" ucap Fero bermaksud mengoda sang kakak.


"Iih, malas!" Ucap Fita.


"Keluar kak, perintah mama!" Kata Fero lalu kembali turun kebawah.


"Ups" Fita berlari lagi kekamarnya berganti pakaian yang lebih rapi.


"Kog Nico disini" deg-deg jantung Fita melihat Nico didapurnya bersama orang tua dia.


Lalu cepat-cepat dia pun kembali kedapur dengan wajah malu-malunya.


"Kog kamu disini" ucap Fita malu-malu, wajahnya memerah.


"Hm" gumam Nico.


"Aku diundang sama mamamu!" Ucap Nico santai.


Karena makanan sudah siap, mereka pun segera memakan masakkan mama Fita.

__ADS_1


Setelah selesai mereka bersantai diruang tamu.


"Nico, kami panggil kamu kesini karena ingin menanyakan keseriusan kamu sama anak kami, Fita" kata papa Fita tanpa basa basi.


Nico terperanjat, dia kaget dengan ucapan papa Fita.


Fita pun membesarkan matanya, melebarkan telingganya setelah papanya mengucapkan begitu.


"Maksud om?" Tanya Nico binggung.


"Ya, kamu serius menjalanin hubungan dengan anak saya, kami sekarang memberikan kalian restu untuk bersama, bahkan membina rumah tangga" kata papa Fita.


Fita sangat terkejut dengan apa yang papanya katakan, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Serius om" langsung saja Nico menjawab dengan semangatnya.


Nico langsung saja berlutut dibawah kaki mama dan papa Fita, memberikan hormatnya, dan rasa bersyukurnya karena restu itu. Membuat orang tua Fita tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Pa, ma! Ini serius, ini benar?" Tanya Fita yang sedari tadi diam.


"Iya nak!" Ucap mamanya, Fita langsung memeluk mamanya. Dia sangat bahagia bisa bersama Nico.


"Masalah mama dengan Tante Chintia bagaimana, masa lalu mama gimana" tanya Fita heran.


"Itu semua sudah selesai, dan hanya salah paham saja" ucap mama Fita tersenyum.


Bertambahlah bahagia Fita mendengar semua itu.


"Makasi ma, pa" ucap Fita Riang.


Orang tua Fita pun sangat bahagia melihat Fita sebahagia ini.

__ADS_1


__ADS_2