
Setelah liburan panjang mereka usai, mereka pun kembali melanjutkan kuliahnya.
Fita dan Nico pun kembali bertemu di kampus. Ketika Fita dan Siska berjalan menuju kantin.
"Hai Nic, mana pajak jadiannya?" Tanya Fita karena biasa tradisi jika ada yang menjadi pasangan baru makan mereka meminta makan gratis.
"Mana ada pajak jadian, kalau mau ayuk ke kantin, kalian makan lalu kasih uangnya ke gue, gue bayarin, hehe!" Jawab Nico.
"Traktirlah" kata Siska.
"Iya benar" kata Fita lagi.
"Ya udah agh kalian berisik, sini ku traktir" kata Nico, karena terlalu malas berdebat dengan mereka para cewek yang bawel bagi Nico.
Ferdi belum menampakan dirinya karena dia pergi ke toilet dulu, dan ketika itu pun Nico ingin ke toilet dan bertemu Ferdi disana.
"Nic, serius lo sudah lupakan perasaan elo sama Fita?" Kata Ferdi yang mengetahui jika yang benar-benar merupakan cinta pertama bagi Nico itu Fita.
"Apaan si Fer, sekarang gue sudah Meilita, enggak ada wanita lain lagi!" Jawab Nico.
"Ya sudahlah terserah elo, karena itu hidup elo, tadi gue cuma nanya, asalkan elo bahagia saja dengan apa yang elo pilih sekarang, jangan jadikan pelampiasan saja ke cewek elo!" Jawab Ferdi, karena dia juga merasa jika Nico gak bisa melupakan Fita begitu saja.
__ADS_1
"Hmm" Nico membuang nafas panjang tidak ingin menjawab lagi, sedikit banyak hati kecilnya pun merasa ragu, apa yang dikatakan Ferdi baginya juga ada benarnya.
Para cewek-cewek tersebut telah menunggu, Nico dan Ferdi pun datang bersama dari wc.
Mereka pun langsung duduk di kursi yang tersedia. Ketika itu Rio pun baru datang karena ada urusan sebentar sama dosen, dia meminta teman-temannya duluan.
"Woh, kalian seperti double date ya" kata Rio spontan.
"Ups, sorry! Lupa Nico sudah enggak jomblo lagi!" Kata Rio lagi.
"Iya apaan si Rio ini" jawab Fita merasa canggung, sedangkan Siska dan Ferdi memang sepasang kekasih.
"Sudahlah, ayok makan!" Kata Nico.
"Nic, sekali lagi dari gue, selamat ya, semoga kalian langgeng, yang serius" kata Fita yang merasa mengucapkan sesuatu yang sakit untuk hati kecil terdalamnya.
"Hm, iya Fit, terima kasih! Ini gue juga lagi berusaha untuk serius untuk semua ini" jawwb Nico.
"Maksudnya berusaha serius?" Kata Fita.
"Hah, eng-gak!" Kata Nico sedikit gugup, Nico hanya belum bisa sepenuh hatinya untuk Meilita, apa lagi melihat Fita di depannya, tetapi bagi Nico, berada didekat Fita sangatlah nyaman, sejuk baginya, ingin selalu memandang Fita, tidak bosan memandangnya dan berada lama dekatnya, beda halnya dengan berada dekat Meilita, Nico merasa nyaman, tetapi tidak senyaman berada dekat Fita.
__ADS_1
"Agh, sudah lupain aja ya, doain saja ya" kata Nico.
"Iya" jawab Fita.
"Aku pun kini benar-benar ingin fokus kuliah ku, dan menyelesaikannya dengan cepat!" Kata Fita.
Ting! Ting! Ting!
Bunyi sms masuk di hp Fita, dia pun segera melihatnya dan ternyata yang mengirimnya pesan adalah Dito.
"Hai beb, lagi apain?" Chat dari Dito, Fita yang terlihat sangat senang menerima chat dari Dito, membuat Nico merasa sesuatu dihatinya yang susah diungkap, padahal bahi dia sekarang dihatinya itu Meilita, tetapi mengapa dia cemburu melihat Fita bisa dekat sekali dengan cowok lain.
"Apaan sih pakai beb-beb-beb, memang bebek?" Balas Fita ke Dito, dan seketika Nico terasa dicuekin.
"Iya bebek cantik" balas Dito.
Fita pun tersenyum, Nico yang melihat senyum tersebut pun berkata dalam hatinya mengapa tidak senyum itu saja buat dia.
"Maaf, ya Nic! Jadi keseriusan chat ma Dito, kangen sama dia juga liburan semester ini dia enggak pulang sih!" Kata Fita.
"Iya enggak apa-apa kog!" Jawab Nico.
__ADS_1
Dalam hati Fita, dia hanya ingin Nico benar-benar bisa melupakan perasaan terhadap dirinya.