Cinta Yang Ingin Kembali

Cinta Yang Ingin Kembali
45- Tidak Mendapat Izin


__ADS_3

Semenjak menghadiri pesta pernikahan Siska secara bersamaan dengan restu papa mama Fita, kini dia kian berani meminta izin kepada orang tuanya jika ada hal khusus seperti menghadiri pesta, atau pun acara gathering.


Mama Fita kini tidak sekeras dulu, tetapi tetap mencegah Fita untuk jauh lebih dekat.


Fita lagi mengantar berkas kepada Nico, di ruangan Nico, sedang membaca-baca berkas yang ada.


Fita duduk dikursi depan meja Nico, setelah selesai dengan berkasnya Nico menghampiri Fita.


Didalam pikiran Nico, dia sedang ingin merencanakan suatu liburan dengan waktu yang singkat ini.


"Fit, besok kita liburan ya!" Kata Nico.


"Mau kemana?"


"Kepantai mau?" Tanya Nico dengan memandang kedua mata Fita.


"Maauuuu banget!" Jawab Fita dengan semangatnya, karena dia sudah lama tidak berlibur dan merasakan penatnya bekerja, walau bekerjanya bersama Nico, tetap saja bagi dia ada penatnya dan butuh refresingnya.


Nico yang melihat raut wajah Fita yang sangat bahagia memdengar pantai pun, berbangga hati, bisa membuat kekasihnya senang.


"Terima kasih sayang" kata Fita.


"Tapi Fit, pantai dekat aja ya, dan sabtu siang kita pergi, minggu sore pulang lo!" Kata Nico.


"Yaah, kog bentar enggak asik" Fita ngambek.


"Enggak ada cuti kita" jawab Nico.


"Bilang ke mama apa donk" Fita

__ADS_1


"Acara kantor aja!" Jawab Nico.


"Ok, dicoba" jawab Fita.


Fita sedang memikirkan cara ngomong yang terbaik bagaimana ke mamanya.


Sesampainya di rumah, Fita bolak balik melihat mamanya, mau bicara tidak berani.


"Fit, harus berani" batin Fita.


Fita pergi ke kamar mamanya.


Tok! Tok! Tok!


"Maa!" Panggil Fita kepada mamanya yang kini berada dalam kamarnya.


"Ma"


"Em"


"Ma, Fita boleh enggak izin sabtu nanti ada acara kantor kepantai yang dekat kota kita ini" kata Fita.


"Sama Nico" tanya mamanya.


Fita hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban "iya" dari pertanyaan mamanya.


"Enggak, mama enggak mengizinkan"


"Tapi ma, ini acara kantor" mohon Fita padahal hal tersebut dia berbohong.

__ADS_1


Mama Fita tetap kekeuh tidak mengizinkan Fita pergi.


"Ma, kasih Fita pegi ya, please!" Mohon Fita.


"Tidak" kata mama Fita dengan suara mengeras.


"Kenapa teriak-teriak?" Tanya papanya yang berjalan menuju mama Fita berada, tadinya papa Fita berada di Wc ku.


"Fita minta izin kepergi ke pantai bersama Nico" terang mama Fita.


"Oh" jawab Papa Fita.


Fita masih menunggu jawaban dari mamanya untuk mengizinkannya.


"Mama tidak mengizinkan mu, jika tetap memaksa resign saja kerjanya!" Mama Fita berkata dengan nada lebih keras.


Bagi mama Fita, cukup baginya memberi Fita kebebasan dalam bekerja dikantor tersebut, apa lagi menjadi sekertaris Nico.


Fita merasa sedih dan putus asa. Baginya mengapa mamanya belum bisa menerima Nico, "kami enggak bersalah ma!" Tangisnya dalam hati


"Sudah Fita balik sana kekamar mu!" Kata mama Fita.


"Sudah la ma, capek papa lihat mama begitu terus, papa sudah bilang, anak-anak tidak ada salah, dari urusan orang tuanya dulu" kesal papa Fita.


"Iya pa, tapi mama enggak mau lagi yang namanya bertemu, berteman dengan Chintia" jawab mama Fita, membela diri dia.


"Iya semua salah mama, apa yang mama bilang itu gak ada benarnya!" Kata mama Fita.


Fita pun kembali kekamarnya dengan perasaan sedihnya, hanya pergi gini saja sudah tidak di izinkan.

__ADS_1


__ADS_2