Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
JANGAN MELEWATI BATAS


__ADS_3

MALIKA terlihat cantik dengan kebaya putih yang menjuntai sampai ke mata kakinya,kain batik coklat memadu padankan penampilannya yang terlihat semakin anggun d tibuhnya yang mungil,tapi ia berjalan hanya mnggunakan tapak kakinya yg bercat kuku merah,sepasang sepatu cantiknya ia tenteng di kedua tangannya,ia berdiri di depan pintu sebuah apartement mewah milik suaminya,memandangnya lekat dengan sisa2 air mata d sudut2 matanya,kakinya hampir bergetar saat ia merasakan ada seseorang yang berdiri tepat d belakang punggungnya.


"kenapa? apa kakekku tidak memberi tahumu kode pin pintu apartement suamimu ini?" seringai senyum sinis dan meremehkan tergambar d sudut bibir darwin,ia memijit beberapa digit d pintu masuknya hingga pintu itu terbuka ia melewati tubuh malika yang mematung disana,masuk dengan wajah acuh yang di buatnya dengan sengaja agar wanita d hadapannya tau kalau ia sama sekali tidak di perdulikan disini.


Darwin melepas jas hitam d tubuhnya meletakkannya dengan sembarang,ia lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa panjang yang terletak tepat dekat pintu masuk,itu adalah ruangan biasa ia menonton tv dan bermain game,ada carpet berbulu dibawahnya,membuat nyaman kaki jika menginjak disana.


malika berjalan menuju dapur yang langsung terlihat saat ia masuk,karna letaknya yang d buat bersebrangan dari tempat duduk darwin saat ini.


"apa kau ingin minum?"malika mencoba berbicara pada darwin yang tengah memijit2 kepalanya dengan sebelah tangannya matanya terpejam,memang...hari pernikahannya ini membuat ia sedikit merasakan migrain.


"katakan...berapa yang kakekku berikan padamu?aku rasa cukup besar sampai kau mau menyutujui permainan rumah2n ini"


dada malika berkedut,ia tau kalau di mata laki2 ini ia sudah tidak punya harga diri lagi,tapi entah knp mendengarnya langsung dari mulut laki2 ini rasanya lebih menyakitkan ketimbang bicara dengan hatinya sendiri.kini darwin bangkit dari duduknya menatap malika yg mematung dengan fikirannya sendiri disana.


"bicaralah,akan ku berikan lebih jika kakekku benar2 membayarmu dengan uang,apa kau tidak mencari tahu tentangku?aku tidak pernah bertahan dengan wanita lebih dari 3 bulan,jadi kalau kau tahu diri,kembalilah ke asalmu sebagai boneka kakekku."


masih menatap malika dengan tatapan intensnya,sebenarnya ia berfikir perempuan kali ini lumayan bagus dan terlihat polos dari wajahnya yg kcil mungil itu,biasanya wanita2 kakek tidak da yg sepolos ini,mereka terkadang terlalu agresif dan berdandan melibihi umur mereka,mencoba menarik perhatian dengan sikap manja yg di buat2,darwin hampir mengenal karakter wanita2 yg dikirim kakeknya d luar kepala,tpi...memang baru kali ini,kakeknya menitipkan wanitanya untuk di nikahi,walau hanya menikah di KUA tanpa da respsi,darwin yang d ancam kala itu hanya manut meski dengan sumpah serapah yg ia lontarkan dalam hatinya,sebenci itulah ia pada kakeknya.


"kau bisa tanyakan sendiri pada kakekmu" malika berbalik ingin melangkah pergi,tidak ingin berlama2 bicara pada darwin yang masih terlihat sangat membencinya,tapi darwin yg sudah mendekat kala itu mencengkram lengan malika,sampai2 tergambar ringisan d wajah gadis itu.

__ADS_1


"jangan melewati batas nona,kau tidak bisa memerintahku seenakmu apa lagi mengancamku dengan memakai nama kakekku,kau fikir aku sesenang itu ya mendapat mainan baru dari kakekku seperti kau ini?dengar...akan ku pastikan kau tidak akan bertahan lama seperti yg lainnya."


siapa juga yg ingin berlama2 denganmu,melihat gaya bicaramu saja sudah membayangkan wajah kakekmu yg lgi memlototiku.kau fikir aku sesenang itu juga d berikan kepadamu.malika


darwin menghempaskan tangan malika dengan kasar,tak peduli ada suara meringis dari mulut malika yang keluar karna kesakitan,ia menuju sebua pintu hitam berukir yg da d dlm ruangan ini,membukanya dan membantingnya saat menutupnya kembali,walau tak melihat dengan jelas malika tau kalau itu adalah kamar milik darwin,kini tinggal ia yg beranjak dari tempatnya berdiri sejak tdi,malika menuju pintu kecil yg terletak bersebelahan dengan dapur,itu sebuah kamar kecil yg mungkin biasa d peruntukan untuk pembantu beristirahat,tanpa meminta ijin pada yg punya tempat,malika masuk dan merebahkan tubuhnya d tempat tidur kecil yg da di sana,ia merasa malam ini sangat lelah,banyak hal yang ia fikirkan dan banyak hal yg mungkin akan ia hadapi esok hari,saat itu,sunyi berselimut d kamar sempit yg ia tempati,ingin rasanya memejamkan mata,tapi...sekelebat wajah terus tersenyum d fikirannya"ibu"tanpa ia sadari,malika melewati malamnya dengan terus terisak kecil d balik bantal.


***


Darwin menggeliat dari balik selimut tebalnya,uhuk..uhuk,ia sedikit terbatuk2 meraih gelas air d atas meja nakasnya,ada bau asing menyeruak d sudut2 hidungnya,oh shit..gadis itu pasti memporak porandakan dapurnya,ia lirik jam di dinding kamrnya,masih jam 9 pagi untuk ia yg biasa beraktifitas di jam 1 siang,akhirnya ia bangun,terpaksa menuju kamar mandi yang da di dalam kamarnya,tidak butuh waktu lama ia membersihkan diri karna ia mandi sambil menahan kesal membayangkan gadis itu yang mengacak2 dapurnya,setelah berpakaian santai kaos abu2 dan jins belelnya ,darwin membuka pintu kamarnya bersiap memarahi siapa saja yg da d dapurnya.ia melihat malika yg berdiri menghadap kompor sambil memegang spatula,nampak sedang membolak balikan sesuatu,itu berarti posisinya membelakangi arah darwin yg keluar dari kamarnya,ia tak menyadari darwin yg sudah berjalan ke arahnya,tapi...ups...seketika darwin melambatkan langkah kakinya,karna ia menyadari wanita d depannya berkaos putih kebesaran dengan rambut sebahunya yg basah dibiarkannya jatuh tergerai hingga percikan2 air yg membasahi rambutnya membuatnya merembas ke baju putihnya hingga membayanglah pengait berwarna hitam d bawah bahu malika,membuat bajunya transparan karna rambutnya yg basah,d tambah ia hanya memakai celana pendek yg hampir tertutup baju kebesarannya,nampak d mata darwin gadis itu seperti tidak memakai celana.


brengsek...knpa pagi2 aku hrus tersiksa dengan pemandangan yang menggiurkan ini.darwin


"apa yg sedang kau lakukan? kau sedang menggodaku ya?" darwin terus mendekatkan wajahnya,tercium wangi shampo dari rambut malika yang basah,ketakutan muncul d sorot mata malika,tangan yg sekarang di genggam darwin gemetar kecil menahan takut.


"darwin...ap-apa yg sedang kau lakukan?"meringis malika sambil membuang wajahnya ke samping agar tak semakin dekat dengan tatapan darwin,tapi entah apa yg merasuki darwin pagi ini,ia sama sekali tak ingin melepas cengkraman tangannya pada wanita d hadapannya ini,sebelah tangannya sudah meraih tengkuk kepala malika,mendorong wajah wanita itu dengan sedikit paksaan agar wajahnya kembali mendekat ke hadapan wajah darwin,lalu..tanpa hitungan dan aba2 apapun,darwin ******* kasar bibir berrona merah jambu itu dengan bibirnya yg terus bergerak semaunya,malika menahan nafasnya,sekuat tenaga tangannya yg masih d cengkram darwin mendorong tubuh darwin meski tiada hasil,lelaki dihadapannya seperti orang kerasukan yg menerkamnya tanpa belas kasih,tiba2 malika membuka mulutnya membuat darwin senang dikira dapat menerobos lebih dalam lagi,tapi...nyatanya sedetik kemudian...


"aauuuuu"


darwin tersadar dari perbuatannya,hingga tanpa sadar ia menarik diri mendorong tubuh malika dengan menghempaskan cengkramannya membuat malika terdorong beberapa langkah kebelakang,darwin memegangi bibir bawahnya yg memerah sedikit lecet bekas gigitan dari gigi putih milik malika tadi,perih dan sakit di sekitaran bibirnya membuat air mata sedikit mengembang di sudut2 matanya.

__ADS_1


"kau...sudah gila ya?" darwin berteriak memelototi malika yang kini bisa bernafas lega lepas dari cengkraman kuat milik darwin tadi.


"maaf...aku fikir kau tidak sadar melakukannya tadi,jadi aku fikir untuk menyadarkanmu aku harus berbuat sesuatu"tukasan malika yg seperti di buat2 sendiri demi menyelamatkan diri


"memangnya siapa yang mau secara sadar melakukan itu padamu?"darwin meringis lgi menahan sakit d bibirnya


"justru itu...lain kali aku akan berbuat lebih kalau2 kau tidak sadar melakukan sesuatu padaku lagi" malika memungut spatula yg tadi terjatuh dengan wajah polos yg tidak di buat2,seolah2 ia melakukan hal yg benar barusan,darwin menatapnya kesal,bukan karna ciumannya yg berakhir gigitan lecet d bibir bawahnya,tapi rasa gengsinya yg mengakui kalau ia kalah bermain kata2 dengan wanita di hadapannya ini.


"apa...kau mau sedikit salep bibir,itu bisa menyembuhkan sariawan dan bekas luka disekitaran mulut,aku punya satu d tasku,akan ku ambilkan jika..."kata2 malika terputus,disambung dengan teriakan darwin yg kesal dan marah2


"SUDAHLAH...jangan mengacak2 dapurku,kau tau kamarku jadi bau karna asap2 tak jelas dari masakanmu"


tapi aku lapar,dari kemarin sore aku tidak makan apa2 karna banyak menangis dan banyak berfikir.malika


tentu saja kata2 itu hanya d ucapkan d kepalanya saja,karna darwin langsung pergi meninggalkan dapur dan keluar apartement dengan membanting pintu,malika menghela nafas panjang,menatap punggung yg menghilang d balik pintu berkunci digit itu.


seharusnya kau tidak melewati batas,jika kau tidak menyukaiku,dan jangan melakukan hal seperti tadi jika kau tidak menyukaiku,lakukan itu pada orang yang kau sukai,bodoh.Malika


jangan melewati batas darwin,wanita itu hanya akan singgah seperti yang sudah2,tapi entah knpa aku berdebar tadi,mengapa melakukannya membuat aku ketagihan dan ingin memaksanya lagi tadi,untung saja aku menahan diri tadi,saat dia terus bicara dan...cih..ternyata dia berisik dan banyak bicara.Darwin,seringai senyum smirk terlukis d wajahnya yg sempurna dan terlihat dingin.

__ADS_1


__ADS_2