Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
pertemuan 3 wanita


__ADS_3

malika nampak sumringah saat ia berada di depan gedung besar yg terlihat sangat megah,bagaimana tidak,ini pertama kalinya ia keluar tanpa di ikuti darwin,malika bersemangat sekali ketika kakinya turun dari mobil.


"mau aku jemput jam berapa?." darwin nampak setengah hati melepas malika,ia memegangi tangan istrinya lewat kaca mobil yg terbuka,malika hanya tersenyum lembut membalas remasan tangan suaminya.


"sayang,aku akan memberi kabar nanti, kau kan janji akan membiarkanku menikmati hari ini bersama wulan."


"jangan capek2,kalau mau beli apa2 gak usah mikir2,pakai kartu yg aku kasih kekamu, jangan makan yg sembarangan ya inget ada si dede di perutmu,aku gak mau kamu sama dia sakit gara2 jajan yg sembarangan."


"ya ampun sayang akukan cuma ngemall dan ada wulan juga disini,eh bertiga deh katanya wulan ngajak pacarnya aldo juga,penasaran gak? denger2 dia masih umur belasan ya?."


malika terkekeh,darwin nampak acuh tak ingin tau dan juga tidak terlalu penasaran, ia hanya menatap istrinya dengan setengah hati untuk melepasnya kali ini.


"aku suruh aldo ajah deh ngikutin kalian ya, biar jagain kamu juga."


"sayank,nanti aldo malah pacaran sama pacarnya,aku sama wulan jadi obat nyamuk, gak mau, lagipulakan wulan ambil cuti di suruh kamu biar bisa kesini sama aku,jadi gak ada orang yg bantu kamu di kantor,udah ah aku gak bakal kenapa2, nanti aku kabarin ok."


"apa ben...


"sayank sekertaris ben lagi keluar kota sama kakek,jangan ribet deh,aku kan ada wulan kalo ada apa2 bisa minta tolong wulan."


tapi memangnya akan ada apa? kamikan hanya mau jalan2 di mall. fikir malika yg bingung sendiri pada kekhawatirannya.


"baiklah, aku percayakan kau pada wulan, sini beri aku kecupan dulu." darwin menarik tangan malika yg sejak tadi di genggamnya.


"eh,sayank...ini kan di lihat orang nanti."


"aku tidak peduli,beri aku kecupan atau ku kembalikan lagi kau masuk kedalam mobil."


mau tak mau, malika akhirnya mendekatkan wajahnya pada darwin,untung saja tidak ada orang yg melihat,mungkin mereka nampak sibuk dengan urusannya masing2,dengan cepat darwin mengecup bibir malika yg ranum,ia tersenyum puas saat melihat wajah istrinya memerah.


"kabari aku jika ingin di jemput." ia mengusap pipi malika dengan jarinya yg lembut.


"hm,dadah." tukas malika yg langsung melambaikan tangannya dan menarik diri pada wajah suaminya.

__ADS_1


darwin pergi meninggalkan pelataran mall saat menyuruh malika masuk dan menghilang di pintu kaca besar itu, kini malika berjalan dengan riang menuju tempat janjiannya bersama wulan.


"lika...". suara wulan dan lambaian tangannya membuat malika menoleh kearah wanita cantik itu,ia sudah memasuki sebuah caffe yg membuatnya celingak celinguk mencari keberadaan wulan tadi,langkahnya semakin riang saat mendekat ke kursi yg sudah ada wulan dan satu gadis manis disana.


"maaf,ada drama perpisahan dulu tadi di depan,apa kalian menungguku lama?."


malika menarik kursi di dekat wulan dan gadis manis tadi, ia berada di tengah2 wanita yg sepertinya membuat ia sendiri minder jika terjadi perbandingan disana.


"it's ok lika,kita baru 10 menit berada disini."


tukas wulan, ia benar2 menepati janjinya untuk memanggil malika dengan nyaman saat mereka bertemu di luar, kini 3 wanita itu nampak melempar senyum menyapa satu sama lain.


"siapa si cantik ini?."


malika menatap nisa kagum,meski ia sudah tau dari wulan status gadis itu tapi tetap saja malika merasa sangat terkesan oleh paras gadis itu, dia sangat2 cantik,sangat muda dan sangat imut.


"thanisa,panggil saja nisa kak." nisa memperkenalkan diri dengan sopan.


"aku sudah bilang kalau kau calonnya aldo." wulan menimpali,nisa nyengir malu2.


"kak darwin juga punya selera yg bagus memiliki istri cantik seperti kakak." nisa melempar membalas pujian.


"ya tuhan,aku sedang hamil muda nisa,aku sedang masa2 dimana mudah sekali insecure atau gelisah jika membahas masalah diri sendiri,jadi jangan katakan itu jika hanya untuk menghibur ibu hamil sepertiku."


malika terkekeh,nisa malah berkernyit heran.


"kakak memang benar2 cantik,jika aku boleh jujur kakak dan kak wulan lebih cantik kakak, maaf kak wulan tapi aku senang blak2an atau berterus terang,kak wulan juga cantik dalam fersi yg berbeda." nisa mengangkat dua jarinya sambil nyengir dihadapan wulan.


"ok,lagi pula aku terlihat paling cantik di mata ben,dan aku puas akan hal itu,orang lain tidak perlu melihatku cantik lagi,karna aku puas hanya dengan kekasihku yg mengatakan kalau aku lebih cantik dari wanita manapun."


wulan membela diri dengan pede dan wajah yg nampak di buat sombong.


"sudahlah,kita cantik di mata para lelaki kita, aku juga begitu,puas jika hanya darwin yg melihatku cantik,tak perlu pendapat orang lain,bukan begitu nisa."

__ADS_1


malika menyudahi perdebatan aneh ini, ia menatap nisa gemas yg nyengir sambil mengangkat dua jempol jarinya.


"apa kita akan pesan makan dulu?." tanya wulan


"hm?tapi ini baru jam 10 lewat 15 menit, masih beberapa jam lagi untuk menuju makan siang."


malika menatap jam di tangan.


"mau camilan? disini punya kue2 yg lumayan enak loh."nisa nampak bersemangat


"apa boleh dengan coffelatte dingin?." wulan


"aku mau strawberryshake dengan susu yg banyak."


"ok,kak lika yg tlaktirkan?." nisa lagi2 nyengir


"eh,kamu anak kecil sukanya ditlaktir2 ya,cepat pesan sana,jangan lupa kue2nya pilihkan yg enak2 ya."


"yess,siap." nisa langsung ngacir memesan semua pesanan kedua kakak2 cantiknya,wulan geleng2 kepala karna melihat tingkah nisa yg mudah akrab dengan siapa saja,malika juga nampak nyaman dengan nisa.


"gadis yg polos dan menggemaskan." ucap malika dengan senyum manisnya.


"hm,dia pintar menyesuaikan diri."


"ayo kita ajak dia nonton."


"dia pasti sangat senang dan tidak akan menolaknya,saat aku bilang akan ngajak dia ngemall dengan lika juga dia sangat antusias,katanya dia ingin berteman juga dengan istri tuan darwin yg dekat dengan aldo seperti saudara,sepertinya dia sangat menyukaimu."


"benarkah? wah...dia benar2 manis,kau sendiri bagaimana? aku dengar sekertaris ben sudah bertemu dengan keluargamu? apa yg terjadi?ceritakan padaku." malika nampak antusias menatap wulan,ia benar2 penasaran.


"itu...apa harus aku ceritakan ya."


wulan tertawa kecil di tutupi tangannya yg nampak lentik dan putih,teringat lagi dimana ben dan ayahnya yg duduk bersama saat makan malam di rumahnya saat itu.

__ADS_1


bersambung.....😉


__ADS_2