Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
BICARA


__ADS_3

Hari masih pagi,malika sudah bangun sejak subuh,ia segera membersihkan diri dan tidak keluar kamar sebelum matahari mengintip,ia tidak ingin menimbulkan bunyi apapun sebelum tuan rumahnya bangun,karna jika ia hrus berkutat di dapur sepagi ini entah apa yang akan di lakukan darwin padanya kembali,melihat matanya yang selalu tersorot dingin saat menatapnya saja sudah membuat ia gemetar takut karna tak bisa menebak apa yg di fikirkan laki2 itu padanya,apa lagi kalau ia harus memancing kemarahan laki2 berhati es itu,tidak,malika menggeleng2kan kepalanya,ia tidak ingin membayangkan bagai mana darwin bereaksi terhadapnya kelak.TING,suara pesan masuk dari hp milik malika,ia meraih benda menyala itu dri balik bantal tempatnya berbaring semalaman,airmukanya berubah sedikit pias setelah melihat nama yg tertera di layar menyala itu,dari PEMILIK NASIB tulisan di hp nya,malika menarik nafas dalam sebelum membuka pesan itu,bersiap menenangkan diri kalau2 ada kata2 yg hrus mengagetkannya nanti.


"bagaimana malam pertamamu?"


benar saja,malika sedikit mengernyit dengan isi pesan itu,haruskah hal semacam itu ku laporkan juga padanya?fikir malika dalam hati,tapi ia harus membalas pesan itukan?ia berfikir apa yg harus ia tulis untuk menjawab pesan pertanyaan ambigu itu,sedetik berikutnya ia mulai mengetik layar di tangannya.


"biasa saja"balasnya tanpa ingin basa basi,berharap orang tua itu tidak membalas lagi,tapi belum sempat malika melepas jarinya dari layar hpnya,ponsel itu bergetar membuatnya terlonjak kaget hingga hampir menjatuhkannya ke lantai,malika menarik nafas dan menghembuskannya agar terdengar tenang saat bicara nanti.klik ia mengangkatnya.


"kau melewatkannya?"suara bariton disebrang sana terasa begitu mengintimidasi,padahal aku sedang tak menatapnya,tapi kenapa aku merasa kakek itu sedang memelototiku?.fikir malika


"aku fikir terlalu cepat untuk..."


"entah cucukku yang bodoh atau kau yg tidak pintar memikatnya,setidaknya aku tau kalau kalian pasti tidur terpisah,dengar malika,aku memberimu kehormatan sebagai seorang gadis yg seharusnya berada di tempat kotor menjadi seorang gadis yg kini tinggal di tempat yg tidak bisa kau capai sendiri,sekalipun kau menjual dirimu,apa yg aku dapatkan setelah aku berhasil menyelamatkanmu saat itu?bukankah aku sudah cukup baik hanya menyuruhmu menjadi istri dari cucukku?jadi..lakukanlah sesuai statusmu saat ini,lakukan semua tugas seorang istri,kalau kau hanya berdiam diri saja,sebaiknya kau ku pajang di toko pakaian untuk menjadi manekin."klik.suara di seberang sana terputus,malika tau kakek itu mematikannya dengan rasa kecewa padanya.malika menatap layar hp,mendengus kesal.aku yakin kalau darwin adalah cucuk sah si kakek tua itu,cara mereka memaki dan mengintimidasi orang sama persis,kata2 pedasnya yang menusuk dan membuat hati orang terkoyak2 membuat aku ingin memasukan sesuatu ke mulutnya.malika geram tapi juga takut,bagaimana ia bisa menolak permintaan orang itu jika nasib ibu dan dirinya terikat seperti mata rantai yg sulit di putus.


*****


Darwin menggeliat dari bawah selimutnya,menggeliat beberapa kali untuk mengumpulkan nyawa,dengan sudut matanya ia melirik jam didinding,jam 11 siang,sudah waktunya ia bangun,sambil menenggak air putih yg sudah tersedia di atas meja nakasnya,ia berjalan ke pintu kamar mandi pribadinya.


sedang apa ya dia?apa dia tidak bosan berada didalam kamar terus?sejak datang kesini dia tak pernah keluar sama sekali.


darwin bermain dengan fikirannya,benar,meski terkadang ia sedikit keterlaluan dalam kata2nya,ada perasaan tidak tega juga jika harus mengurung wanita itu sendirian di dalam tempat ini.


laki2 itu kini telah rapih dengan stelan kemeja kerjanya,meski tidak menggunakan jas darwin tetap terlihat sempurna untuk ukuran pembisnis muda,lihat saja dengan tampangnya itu,sepertinya tuhan memang mengaruniai semua hal yg baik pada fisiknya,terpahat sempurna seperti sebuah maha karya ciptaan sang maha kuasa.


ia keluar kamar tepat tengah hari,matanya menangkap wajah malika yg ternyata berada tepat di depan tv,tapi knpa gadis itu duduk di bawah sambil memeluk bantal sofa,kenapa tidak duduk di atas sofanya saja,sambil menyeringai sinis darwin menggeleng2kan kepalanya.

__ADS_1


"heh malik"panggilannya membuat gadis itu kaget dan menoleh cepat,ia refleks berdiri melihat darwin yg berjalan duduk di atas sofa sambil merapihkan dasi di lehernya sendiri.


"memangnya kau itu pembantu di sini?sofa besar dan panjang ini bisa buat kau duduk dan tiduri sekalian tau"seperti biasa,kata2 yang keluar dari mulut itu terdengar meremehkan dan sinis,malika mengernyit mencoba memahami,kenapa tidak bilang saja duduk di sofa jangan bersimpuh di atas carpet.malika


"apa kau akan keluar?"akhirnya malika bertanya tanpa menanggapi kalimat yang keluar pertama kali dari mulut darwin tadi.


cih..dia mengabaikanku.darwin


"hemm,aku juga punya pekerjaan,kau fikir aku ini pengangguran ya?"


malika sedikit mendekat,sejak tadi ia memang menunggu darwin keluar kamar untuk bicara.


"emm..apa aku juga boleh keluar?aku akan pulang sebelum kau pulang"


seringai smirk muncul d bibir jahat darwin,ia menatap tajam pada wajah imut itu,baru tadi ia memikirkan tentang gadis ini tapi akhirnya dia memberanikan diri juga untuk bicara ya.darwin menyandarkan bahunya ke sandaran sofa.


itu menyakitkan,malika mencoba menahan kata2 penghinaan itu dengan memasang wajah sedikit mengelak.


"aku tidak di ambil dari jalanan oleh kakekmu,kau bisa tanya ke kakekmu atau sekertarisnya,lagipula aku bukan dari jalanan juga,aku juga bekerja dulu"kata2 malika terhenti karna ia tak yakin harus menjelaskan hidupnya pada darwin yg sepertinya tidak tertarik sama sekali,baginya mungkin ia hanyalah sampah kotor yg bru di bersihkan dengan air kolam di rumahnya karna terpaksa ia simpan atas paksaan sang kakek.


"apa?apa pekerjaanmu dulu?"darwin bertanya namun dengan wajah acuh


"aku...pelayan di kafe malam"


"apa sejenis wanita penghibur?"kali ini darwin tersenyum melecehkan dan merendahkan,ia sudah tau wanita2 kakeknya kebanyakan dari tempat seperti itu.berani sekali kau menggigit bibirku padahal itu bukan yg pertama bagimu bahkan mungkin tubuh mungilnya itu sudah beberapa pria yg menyentuhnya.sialan.fikiran darwin berspekulasi sendiri,membuat ia geram dan merasa marah pada malika yg berwajah polos itu.

__ADS_1


"tolong..jangan menganggap aku seperti itu,aku hanya bekerja menuangkan minuman ke para tamu,aku tidak menjual diriku"ada air mata menganak sungai d sudut mata itu.


"berhenti berslikap polos di depanku,aku juga tidak peduli sekalipun kau ******* di tempat itu"darwin berdiri dari duduknya,mendorong tubuh malika dengan menyentuh sebelah bahunya dengan telunjuknya,berjalan melewati malika mengambil sepatunya di lemari khusus sepatunya dan kembali melihat malika yg masih mematung pilu disana,apa aku keterlaluan? ya...kau sangat keterlaluan darwin,kau tidak lihat malika hampir menangis disana.


"heh malik"panggil darwin dengan nada sedikit meninggi


"aku sudah bilangkan,kalau aku tidak akan membiarkan kau betah berlama2 denganku,jadi kalau kau mau kabur atau lari dariku silahkan saja,aku akan sangat senang jika kau seberani itu menentang kakekku,kau tahu...dia pandai menyiksa orang yg ingin lari darinya,jadi..keluarlah kalau kau ingin keluar"darwin menunjuk pintu apartementnya dengan menggerakkan dagu di wajahnya,lalu senyum smirk itu muncul lagi,membuat malika terdiam menahan gemeretak kesal di dadanya,aku tau kalau kau sejahat kakekmu.ucap malika dalam hati menatap laki2 pongah itu dengan kebencian sampai ke urat nadi.


iya begitu,tatap aku dengan kebencianmu,sampai akhirnya kau tidak bertahan dengan segala tingkahku yg selalu melukaimu,dan memohonlah pada kakekku untuk melepasmu dariku,karna aku tidak ingin ada apapun rasa yg nantinya tertinggal dalam dadaku,sekarang saja setiap melihat wajahmu yg di buat polos begitu,merepotkan diriku untuk terus memukul2 dadaku agar tidak berdenyut sekeras aku habis berlari.darwin


"apa kau tidak ingin makan sesuatu sebelum keluar?kau melewatkan sarapan tadi"kata2 yg harusnya keluar makian malah suara lembut seperti seorang ibu yg menyuruhnya segera menuju meja makan,malika berjalan menuju dapur,di atas meja kecil dengan dua kursi itu sudah tersedia makanan pesanan ia tadi,karna darwin melarangnya untuk menyentuh dapurnya,mulut darwin sedikit menganga melihat reaksi wanita aneh itu,bagaimana bisa ia menahan semua kekesalannya merubah sikapnya seketika,selain berisik,ternyata dia juga pandai berakting ya.


"aku akan makan di luar,kau tidak lihat ini waktunya jam makan siang"


"apa kau akan pulang malam?"


"kenapa?kau ingin menungguku?"


"apa kau ingin aku menunggumu?"


kenapa dia senang sekali membalikan pertanyaan.Darwin


"hemm..tunggulah..aku ingin lihat sesetia apa kau padaku"setelah beberapa detik menatap malika,darwin melangkah keluar apartementnya,ia membuang senyum acuhnya,sekarang terbayang di kepalanya akan banyak pertanyaan dan kata2 yg membisingkan memenuhi tempatnya setiap ia pulang nanti,malika benar2 membuat orang yg sangat benci bicara menjadi orang yg akan sangat berbeda di hadapannya kelak.


maaf ibu,aku belum bisa menemui sekarang,mungkin nanti jika si arogan itu berubah fikiran membolehkanku keluar apartementnya karna bosan melihat wajahku berkeliaran setiap kali ia memandangi ruangannya.malika

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2