
sampai di lobi hotel,darwin berlari tanpa menghiraukan luka di tangan dan wajahnya, fikirannya masih di penuhi dengan adegan dimana istrinya malika di sentuh oleh laki2 yg bahkan hingga saat ini ia belum tau namanya, ia hanya ingin melihat wajah istrinya saat ini, ia ingin mulut istrinya sendiri yang memberi tahunya siapa dan apa yg terjadi antara dua orang itu dengannya,ada hubungan apa antara mereka?.
masih dengan dada yg berkecamuk memikirkan kening malika di cium dengan entengnya oleh laki2 lain,itu membuat darah kecemburuan darwin berdesir dan ingin sekali ia menguliti malika saat ini untuk menghilangkan jejak tangan dan mulut kotor orang itu.ah..brengsek,sungut darwin,ia memukul dinding pintu yg kini di dalamnya ada malika istrinya.
"brak" suara pintu di buka dengan kasar, nampak malika terlonjak kaget saat ia sedang duduk di sisi tempt tidur,ia melihat darwin yg penuh luka dengan mata sembabnya,segera ia mendekat menghampiri tubuh darwin yg kini terpaku di dekat pintu yg baru saja tertutup rapat.
"sayang". suara malika bergetar,ia langsung memeluk darwin sambil meremas sisi jas yg di kenakn darwin.
"siapa dia sebenarnya?apa hubungan kalian?". darwin melepas paksa pelukan itu,ia mencengkram lengan malika dengan sangat kencang,matanya masih memburu,masih ada sisa2 kemarahan disana,dan malika tahu, suaminya pasti sedang cemburu yg menggila.
"ayo obati lukamu dulu". tukas lika,ia mencoba tenang menghadapi kemarahan darwin yg mungkin akan memancingnya pada pertikaian yg sia2.
"jelaskan padaku sekarang". darwin menahan langkah malika yg ingin meraih kotak obat di atas nakas.
"kau ingin aku jawab apa?menjelaskan siapa? bang arya atau tuan dion?mereka dua laki2 yg sama2 membuat aku takut."
mata malika menganak sungai,hatinya sakit dalam ketakutan jika darwin tidak mempercayai setiap kata2nya.
darwin mengendurkan cengkraman tangannya,ia membuang nafas kesal,meski masih marah dan dadanya masih terasa memanas,ia mencoba toleransi pada istrinya yg mengungkap kalau salah satu orang itu adalah kakak tirinya yg ******** itu.
matanya kini tajam menatap tubuh istrinya, terbayang lagi kening malika yg di cium oleh laki2 tak bermoral bernama dion itu,seketika rasa cemburu menguasai seluruh nafasnya, tubuh malika hanya miliknya,fikirnya.
lalu seketika tangan darwin mencekal lengan malika yg kini kaget atas perubahan sikap suaminya,ia lalu diseret oleh darwin menuju pintu kamar mandi,darwin menendang pintu itu keras2,membawa tubuh malika masuk kedalam bilik tempat mandi,memutar kran shower,membuat tubuh mereka basah tersiram air yg jatuh deras dari atas kepalanya.
malika akhirnya menangis,ia limbung atas perasaannya,perlakuan darwin seperti memberi tahunya kalau tadi ia sudah berkhianat pada suaminya,kini ia harus menerima hukuman apapun yg akan darwin lakukan padanya.
"khmmmmmmeemmm". itu sebuah ciuman panjang,dengan tiba2 darwin menghisap bibir malika tanpa aba2 atau kata2 yg membuat malika tahu perasaanya saat ini,darwin hanya bertindak dengan tubuhnya,di bawah pancuran air yg menderas,dan dingin air yg kini menusuk,darwin belum melepaskan ciuman panjangnya,ia berkali2 menyentuh bibir malika dengan sangat lembut namun dengan tempo yg sedikit memburu, menelusupkan lidahnya yg kini bekerja dengan rajinnya menari di dalam mulut istrinya,jangan tanya bagaimna malika sekarang,tentu saja ia menikmati perbuatan darwin saat ini.
lengan darwin kini melingkari pinggang istrinya,ciumannya kali ini turun ke leher putih milik malika,darwin berlama2 di sana mengecupnya menjilatnya dan memberikan hisapan keras pada kulit putih disana,ada suara lenguhan yg keluar dari mulut malika, membuat darwin semakin memburu dengan ciumannya,tangannya kini menarik semua yg menempel pada tubuh malika,dengan mudah gaun yg kini basah terjatuh dan teronggok di bawah kaki mereka.
melihat kilatan nafsu yg mulai menguasai mata suaminya,malika tak tinggal diam,ia menyambut undangan tubuh darwin yg menegang sekujur tubuhnya dengan sangat bergairah,tangannya kini mulai membuka kancing2 kemeja,menarik jas dan dasi yg tadi masih menempel hingga terlepas dari tubuh darwin,kini darwin bertelanjang dada,sekali lagi bibir mereka bertemu,saling berpagutan membalas kecupan demi kecupan dan saling mencium kencang di bibir masing2,hingga mereka kehabisan nafas.
__ADS_1
entah kenapa darwin nampak antusias melakukannya,ia memperlakukan malika dengan lembut,tapi juga sesekali ia seperti sedang memburu sesuatu di tubuh istrinya, setelah mereka melakukannya di dalam bilik mandi,kini darwin menggendong tubuh istrinya dengan masih menyatukan tubuhnya yg sama2 basah,mereka menuju ketempat tidur,dengan pelan ia meletakan tubuh malika, lagi2 darwin **********,meremas2 dada istrinya hingga membuat malika menggeliat dan mengerang menikmati setiap sentuhan tangan darwin.
mata sayu itu saling bertemu tatap saat darwin berada di atas tubuh istrinya, dengan sangat lembut,darwin menciumi kening malika berkali2,seakan2 ingin menghilangkan sesuatu yg tertempel disana,sesekali darwin mengecup wajah malika.
"sshhh..sayang." malika menatap darwin,seolah memberi tahu kalau ia mulai kelelahan.
"sedikit lagi,aku akan sampai sayang." dengan cekatannya darwin membalikan tubuh malika, posisi paforitnya,adalah mengeluarkannya sambil meremas bokong istrinya dan melihat punggunng mulus lika sampai ke pinggangnya yg ramping,guncangan tubuhnya dalam posisi itu membuat nafsu darwin meninggi ke ubun2 dan ingin segera melepaskan apa yg harus di keluarkan oleh tubuhnya.
malika sudah menuju kelangit ketujuh berkali2 saat darwin menyelesaikan apa yg harus di selesaikannya,kini tubuh mereka sudah dalam posisi normal,berbaring di bawah selimut yg menutupi tubuhnya hanya sampai ke bagian dada,sebelah tangan darwin menjadi bantalan kepala malika,tubuh malika bergeser merapat ke dada bidang milik darwin,hidungnya mengendus2 wangi tubuh darwin disana,malika memeluk erat pinggang darwin yg masih berlapis kulit.
"ceritakan semuanya padaku."
tukas darwin tiba2,jemarinya mengusap2 puncak kepala malika,seolah memberi tahu, jika kemarahannya sudah mereda saat ini.
"apa?".malika menatap wajah suaminya,mencari kemarahan yg tersisa, takut kalau2 darwin masih dikuasai oleh emosi,namun tidak ia temukan disana, malika tersenyum lega,menyadari darwin sudah kembali kefikiran jernihnya untuk di ajak bicara.
"jangan membuatku mengulanginya." darwin menjawil dagu istrinya.
"tidak janji,tergantung bagaimana kamu menyampaikannya padaku."
malika nampak memanyunkan sedikit bibirnya,ia menghela nafas pasrah pada reaksi apapun yg akan terjadi di wajah suaminya.
"bang arya datang dengan tuan dion....
"jangan menyebut atau memanggilnya begitu lagi,dia bukan tuanmu dan dia bukan tamumu sekarang,kau sudah bukan wanita di pab malam lagi."
"baiklah,dion...
"ck,bahkan aku benci sekali mendengar kau menyebut namanya."
"baiklah,orang itu...iya dia,aku tidak tau dia datang atas ajakn bang arya atau atas alasan yg lain,tapi..bagiku dia..dia adalah laki2 yg membuatku takut,dia selalu menempel padaku,dia juga memboking seluruh ruang vvip hanya untuk berpesta dengan gadis2 bayarannya,dan dia selalu menginginkan aku yg membawakannya minuman,bang arya bilang orang itu trtarik padaku,tapi aku tidak menghiraukannya,hingga pernah terjadi sesuatu antara aku dan orang itu...
__ADS_1
"terjadi..se-..apa?". darwin melotot sudah ingin meluapkan kemarahannya lagi.
"dengar dulu,terjadi sesuatu maksudku dia berhasil menjebakku atas bantuan bang arya tentunya,mereka mengunciku di sebuah kamar,sepertinya motel karna kamarnya tidak sebagus di hotel,dia hampir melecehkanku saat itu." malika mengeratkan pelukannya pada tubuh darwin,ingatannya kemasa itu membuatnya terguncang lagi.
"hampir? bagaimana kau lepas darinya?."
"kau bisa tanya itu pada sekertaris ben,dia yg menolongku saat itu."
"apa? ben?."darwin berkernyit bingung,ben yg menolong malika saat itu,apa kakeknya sebenarnya sudah menargetkan malika saat itu juga?
"dimana kakakmu sekarang?."
darwin mengingatkan malika pada arya,seketika malikapun seolah baru tersadar tentang kejadian di gedung tadi.
"benar,bang arya,aku tidak melihatnya lagi,aku hanya ingat waktu itu aku sedang menangis melihatmu berkelahi dan di pukul,bang arya mencegahku mendekatimu,ia menyeretku saat itu ketika tiba2 orang2 kakek datang menolongku,aku berlari dan di hampiri wulan, wulan mengajakku kesini dan menyuruhku menunggu disini,dia bilang kau akan datang kesini,kemana bang arya? apa kau bertemu kakek tadi." malika menatap darwin,wajah suaminya itu berubah tak enak,ia tahu,itu berarti darwin sudah bertemu kakek.
"dia yg membereskan semua kekacauan yg ku buat,mana mungkin aku tidak melihatnya, cih...aku benar2 kehilangan muka di hadapannya tadi."
ada raut sedih berkabut di wajah malika,ia tersadar bahwa kejadian hari ini benar2 kesalahannya,tersirat gurat penyesalan di wajahnya.
"maafkan aku,jika bang arya tidak datang mencariku dan membawa laki2 itu...".
"kenapa berfikir begitu?."
"aku yg merusak pestamu,aku merusak acara penting yg sudah kau tunggu2 selama ini,aku..."
mata malika sudah berkaca2 lagi,darwin meraih kepala istrinya lembut,mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"hey...jangan menangis,atau aku akan menyakitimu lagi,kau mau disini atau di kamar mandi lagi?." darwin mencium bibir malika lagi dengan hisapan2 kecilnya,sesekali melepas ciumannya menunjukan senyum penuh cintanya pada istrinya saat ini,baginya,pesta atau apapun itu tidak lebih penting dari istrinya,bahkan ia selalu berfikir akan bisa membunuh orang siapapun itu yg berani menyentuh istrinya barang sedikit saja,dan ia sudah menunjukan sebagian kemarahannya tadi,cukup untuk meyakinkan malika bahwa dirinya cukup berharga bagi hidupnya kini.
bersambung.....
__ADS_1