Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
lelakiku


__ADS_3

Pov thanisa


happy birthday my honey


hanya segitu kalimat pesan yg dikirim mas aldo padaku,tapi aku tau itu lebih tulus dari dirinya yang dulu sempat labil padaku,entah kenapa meski sedikit kata2 itu tertera di layar pesan ponselku,tapi aku sangat berdebar membacanya,desiran aneh menyulut hatiku, berharap ia datang dan memelukku penuh kerinduan.


ddrrrtt..drrrtt...ponselku bergetar,tanda panggilan masuk, aku buru2 mengangkatnya, dan melihat nama kekasihku muncul di layar sana,aku mengangkatnya,ah..serindu ini aku padanya.


"mas?."


"mau aku kasih kado apa?".


suara mas aldo nampak lembut masuk ketelingaku,aku tersenyum kegirangan


"kok nanya?harusnyakan kejutan,mas aldo mau kasih aku apa?."


"aku gak pintar kasih kado ke wanita,kau pinta apa saja nanti aku belikan."


"kalo mengabulkan semua permintaanku hari ini boleh gak?."


"boleh,mau minta apa aja?."


"mau sama mas seharian."


"ih..bisa banget,cepet ganti baju,dandan yg cantik, aku tunggu di depan rumah sekarang."


"hah serius,mas didepan rumahku?."


"hm,cepet ya."


klik,suara sambungan terputus,aku melihat ke jendela kamar,melihat sebuah mobil sudah bertengger disana,di depan gerbang rumahku, wajahku memerah saking senangnya,dengan buru2 aku segera berdandan dan merapihkan diri.


15 menit,benar2 cepat bukan untuk seorang wanita membereskan diri, ini masih jam 10 pagi dan aku sudah akan pergi kencan,betapa senangnya diriku, aku akan berkeliling dengan mas aldo sampai dia merasa bosan.


"mau kemana?". tukasnya,setelah kami sudah berada di dalam mobilnya,aku berfikir sebentar,lalu tersenyum setelah mendapatkan ide.


"ketaman bermain yuk mas."


aku bersemangat.


"ok." waahh...dia benar2 mengabulkannya, menjadi pria penurut seharian sepertinya akan sangat menyenangkan,padahal biasanya dia suka ketempat yg bisa membuat moment kita hanya berdua,seperti ke mall dan bioskop.


perjalanan panjang kami ke taman hiburan di selingi obrolan kami yg ringan dan sedikit candaan yg lumayan menyenangkan, mas aldo nampak tersipu saat sesekali aku mencuri kecupan di pipinya,dan aku suka melihat reaksinya,aku bermanja2 dengannya, karna aku tau dia menyukainya,sejak menjalin hubungan ini kami terbuka satu sama lain, membuat aku dan dia semakin memantapkan diri untuk membawa serius perjalanan kasih kami nanti.


tak terasa kami sudah ada di taman hiburan, aku berlari2an saking senangnya,melihat beberapa wahana yg ingin aku coba, mas aldo mengikuti langkahku,ia menarik tanganku saat aku hampir menabrak orang.


"jangan lari2 nanti kamu terjatuh." ia menggenggam jemariku,menautkannya di sela2 jemarinya,lalu kami berjalan beriringan menuju tempat yg membawa aku pada kebahagiaan masa kanak2 dulu.

__ADS_1


"naik itu mas." aku menunjuk salah satu wahana,mas aldo nampak berkernyit menatapku.


"kamu ajah yg naik ya,mas tunggu disini."


aku terkekeh,ia tidak mau aku ajak naik komedi putar karna yg naik disana kebanyakan anak2,apa lagi dengan tempat duduknya dengan karakter kuda2 kecil yg menggantung di tiang itu,aku yakin dia malu jika sampai aku menariknya kesana.


"tapi fotoin aku ya."


"ok". mas aldo menjentikkan jarinya bersimbolkan ok.


ia mengntrikanku tiket,menyuruhku duduk menunggu didekat wahana,ia juga mebelikanku minuman dingin rasa strowberry, dia benar2 mengasuhku dengan telaten.


waktu begitu cepat saat kita merasa sangat senang atau bahagia bukan,tidak terasa waktu sudah siang dan waktunya kami untuk makan siang,kami pergi ke tempat makan. terdekat,mas aldo lagi2 mengantri makanan untukku dan menyuruhku menunggu di meja yg sudah kami duduki kursinya sejak masuk tadi.


terlihat punggung priaku yg sedang mengantri di sana,rasanya tidak percaya kalau laki2 tampan itu milikku,ku ambil foto diri mas aldoku dengan diam2,dan aku tersenyum menatap hasil bidikanku yg lumayan sempurna,ya tuhan...aku sangat bahagia melihat gambarnya walau hanya punggungnya.


"ngetawain apa?." dia datang dan duduk membawa nampan berisi makan siang kami, aku menyimpan ponselku dan pura2 fokus dengan makananku.


"kayaknya enak."aku menghirup aroma makananku dengan liur yg hampir menetes,mas aldo tau aku hobi makan dan tak pernah menolak makanan.


ku lirik dia tersenyum menatapku, kami menyantap makanan dengan khidmat diselingi sedikit obrolan ringan tentang menilai rasa dan candaan yg sama sekali tidak berfaedah,tapi kami menikmatinya.


drrt..drrt..


ponselku bergetar, sebuah pesan masuk aku langsung membukanya,aku menghela nafas dengan berat saat tahu isi pesan yg berasal dari kelompok projekku,tugas kuliah yg harus segera aku bereskan bersama teman2ku, karna senin besok waktunya presentasi, dengan berat hati aku menatap mas aldo yg sedang menatapku penuh tanya.


"tugas kuliah, harus kekampus sekarang, biar senin bisa langsung presentasi."


"gak bisa di skip?."


aku menggeleng,meraih tangan mas aldo dan meremasnya meminta izin dengan tatapan mata saja.


"berapa jam? katanya mau seharian sama aku."


"paling lama 2 jam,anterin ya." aku nyengir.


"aku tungguin sekalian,biar kamu gak belanja mata sama cowok2 disana."


"ih serius? nanti bosen gak?."


"gak lah,aku main game di mobil."


"ih gk mau kekantin kampus ajah,banyak mahasiswa reguler yg cantik2 loh." godaku


mas aldo menyeringai smirk,ia menarik hidungku sampai aku mengernyit kesakitan.


"yg cantik cuma punya aku." ia mengerling, dan itu membuat aku berdebar.

__ADS_1


*****


selesai di kampus,aku menatap kekasihku yg berdiri dengan keren sedang bersandar di pintu mobil bagusnya,kaca mata hitamnya nampak menyempurnakan penampilannya yg membuat para gadis di sekitarku menatapnya dengan pesona masing2.


"gila bener nisa,sebucin itu cowok loe sama loe?dia gk bete apa nungguin elo sendirian disitu?." raka yg berjalan di sampingku teman sekelompok ku itu berkomentar duluan,aku nyengir.


"bukan dia yg bucin,tapi gue yg bucin ke dia."


"gue juga bucin kalo lakinya model begitu mah." sinta menanggapi,aku mendelik kesinta.


"dia laki gue,cari yg lain ajah, raka tuh masih jomblo."ucapku berkacak pinggang


"ogah, kemaren aja jajan somay dia minjem duit gue."sinta bergidik didepan raka


"ya alloh sin,goceng doank,pelit amat lu ama temen,ntar gue gajian gue tlaktir sama abang2nya gue suruh loe bawa pulang."


raka membalas.


"ngapain gue bawa pulang kang somay?."


"lu kenalin sin ke ortu loe, bilang calon mantu gitu, kan elo ma raka gak mau."


Dias menimpali kami, teman yg lain tertawa melihat sinta dan raka saling mengejek,kami yg berjalan 7 orang terlihat sangat ramai dan berisik.


aku melambaikan perpisahan pada teman2ku, masih dengan senyum sumringah dan sedikit sisa2 tawa renyah di mulutku.


"ayo mas kita pulang."


"ngapain sih pake dadah2 segala sama mereka,lihat tuh yg cowok2 ke GRan,pake dadah2 segala lagi." mas aldo cemberut,dari balik kaca mata hitamnya aku tau ia sedang memelototi teman2ku yg masih menatap kami disana.


aku hanya terkekeh melihat bentuk cemberut yg lucu di wajah mas aldo,aku menariknya masuk ke mobil mencubit pipinya dengan gemas dan mengecupnya senang.


*****


permintaan terakhirku di hari ulang tahunku, mengunjungi apartement mas aldo,aku heran kenapa dia selalu melarangku kesana, padahal dia sudah pernah masuk kamarku waktu main sama mas ditya,aku curiga dia menyembunyikan sesuatu dariku disana, akhirnya dengan sedikit berakting ngambek, ia mengizinkanku,aku kini sedang berada di dalam kamarnya.


ku sentuh pigura foto yg ada potret diri lelaki gagahku,dengan seragam sekolahnya sedang tersenyum manis disana,dia sangat tampan seperti saat ini,pesona itu tidak hilang,aku jadi teringat masa2 itu,dimana aku diam2 mencuri2 tatap padanya dan berkhayal jika besar bisa bersamanya,kini anganku nyata, dia lelakiku sekarang.


klek,suara pintu tertutup,aku terperanjat sebentar melihat mas aldo menatapku disana,lalu aku tersenyum sambil menunjuk pigura foto di tanganku.


"boleh buatku,akan aku pajang dikamarku."


dia menerkamku,meciumku tanpa aba2 dan aku membalasnya,tidak menampiknya bahwa aku juga ingin,kami hanyut dalam cumbuan kemesraan permainan lidah kami dan aku sangat menikmati ini,hingga tubuh kami jatuh di atas ranjang besar milik mas aldo.


"massshh....".aku melenguh,sebenarnya sudah ingin pasrah,membiarkan mas aldo melakukan apapun pada tubuhku,tapi dia terdiam,menghentikan semua itu,saat ia mencium keningku dengan lembut,ia menarik nafas berat.


"maaf."tukasnya,di barengi deruan nafasnya yg tersisa gairah nafsu yg ia tahan,aku tersenyum,mengusap pipinya lembut,ia tertunduk pilu.

__ADS_1


aku sangat mencintaimu mas,lelakiku.


bersambung.....🥰


__ADS_2