
sayup2 lagu mellow di putar di sebuah kafe yg nampak lengang,aldo dan darwin sedang ngopi santai di sebuah meja yg menghadap ke jendela,siang ini telah mereka lewatkan dengan beberapa meeting bersama klient yg minta bertemu di luar,darwin kehabisan energi, aldo nampak mengecek bursa saham dari ponsel di tangannya,15 menit,mereka tenggelam pada fikiran masing2 tanpa suara,sudut mata darwin mangkap sebuah mobil yg masuk keparkiran kafe, seorang dalam mobil itu yg sedang ia tunggu saat ini.
terlihat laki2 bersetelan jas rapih keluar dari mobil dan melangkah memasuki kafe,saat masuk mata darwin langsung bertmu pandang dengan laki2 berbadan kekar itu,langkah kakinya yg panjang melangkah mendekat ke meja di mana aldo dan darwin duduk dan menatapnya bersamaan.
"Ben !!". aldo menyapa duluan,ia menepuk punggung ben yg langsung duduk di kursi antara aldo dan darwin,ben mengangguk,wajahnya memang jarang sekali untuk tersenyum,membuat orang2 yg melihatnya nampak berspekulasi sendiri mengira kalu wajah itu adalah wajah laki2 jutek dan galak.
"pengkhianat kita sudah datang ternyata". darwin tersenyum sinis,ia meminum kopi dingin yg dipesannya barusan.
"mau pesan minum?".tukas aldo,ia memanggil pelayan dengan tangannya.
"kopi latte saja".ucap ben,lalu pandangannya beralih ke arah darwin,ia mengeluarkan berkas yg sejak tadi ada di balik jasnya,lalu menyerahkannya ke arah darwin yg menatap berkas itu dengan antusias.
"baca baik2,lalu pahami situasinya,setidaknya bersikap baiklah padanya setelah loe mengetahui ini".
kata2 ben mengalihkan perhatian aldo dari layar ponselnya,ia langsung nimbrung ingin tau.
"ada apa?".suara aldo penasaran di barengi pesanan kopi ben datang,laki2 itu langsung menyesapnya,menaikan punggung dan mengarahkan dagu ke arah darwin menjawab penasaran aldo.
"tentang kakak ipar?".senyum aldo mengembang,ben mengangguk
"dia bukan kakak ipar loe!!".cepat sekali darwin protes,matanya mendelik memlototi aldo,laki2 itu malah terkekeh.
"lihat ben,sudah beberapa hari ini sikapnya begitu sama gue kalo gue membahas perihal kakak ipar".aldo mengadu pda ben yg sebenarnya malas juga mendengarkan.
"udah gue bilang jangan panggil dia kakak ipar,dia istri gue,ben..tolong tutup mulut bocah itu biar dia gak bisa bicara sekalian".
darwin masih menunjukan kemarahannya,aldo manyun,sedangkan ben terus menyesap kopi dingin di tangannya.
"berdamailah dengan tuan besar,dia tau apa yg terbaik buat loe".ucapan ben membuat darwin tersenyum sisnis,ia menyesap kopinya dengan sangat cepat hingga terdengar bentrokan batu es di dalm gelasnya.
__ADS_1
"pulang sana,dasar pengkhianat".darwin menendang kaki ben yg ada di bawah meja,percayalah,tendangan itu hanya seperti senggolan untuk ben.
"setidaknya tengok dia sebulan sekali,bagaimanapun dia tetap orang tua yang butuh perhatian".lanjut ben
"kan ada elo,sudah gue bilang harusnya dia mengangkat elo sebagai cucuk,dia sangat percaya sama loe,dia juga sangat mengandalkan elo,harusnya dia gak usah berharap sama gue yg pembangkang".
ada getir perih di makna kata2 itu,darwin menyampaikannya dengan senyum pahit.
"ketua,semakin menua,bicaralah baik2 padanya,jangan menyulitkannya terus."
cih..dasar pengkhianat,itu gumaman darwin yg putus asa pada sikap ben saat ini,ia melirik aldo yg kembali melihat ponsel dengan focus,lalu menatap amplop coklat di hadapannya,sebantar lagi,ia akan tahu siapa malika sebenarnya.
*****
tentang mereka bertiga,ya..aldo,darwin dan ben,mungkin tidak ada yg menyangka jika ternyata mereka sangat dekat sejak darwin berusia 15 thn,kala itu...aldo menatap anak baru berseragam lusuh karna di hukum berlari mengitari lapangan olah raga di hri pertamanya masuk sekolah,baju putih abu2nya basah kuyup oleh keringat,ada beberapa noda kotor di bagian lengannya,anak itu duduk diam di dekat jendela kelas,darwin sangat antisosial di semester pertama masa2 sekolahnya,dia tidak berteman dengan siapapun,tidak menyapa siapapun,dan dia selalu menatap ke luar lewat jendela kelas tempatnya duduk tepat di kursi belakang,padahal kala itu para siswi di kelas sangat ingin mengenalnya lantaran pahatan wajahnya yg sudah sesempurna itu sejak lahir.
saat itu,aldo masih terlalu culun untuk ukuran anak SMA kls satu,ia sering di perbudak oleh kakak kelasnya,sekedar di suruh2 membelikan makanan atau menggantikan piket kakak kelas sepulang sekolah,sampai pada moment ia terlihat sedang membawakan tas kakak kelasnya yg super menyebalkan karna badannya yg terlihat besar membuat kakak kelas itu menyombongkan diri,hampir semua anak laki2 di sekolahnya tidak ingin berurusan padanya,karna mereka tau kalau orang tua dari kakak kelas itu penyandang dana kedua terbesar di sekolah mereka.kakak kelas itu terus berjalan tanpa senyum di wajahnya,sebenarnya ia tidak punya genk,ia hanya berjalan sendiri dan aldo mengikutinya di belakang sambil membawakan tas miliknya,semua mata menatapnya dan berbisik melihat aldo yg bertubuh kecil itu mendekap tas di tangannya,sampai tiba di kelas aldo merasa heran kenapa kakak klsnya malah masuk kekelasnya dan bukan naik ke atas menuju kelasnya sendiri.
kata2nya terhenti saat tubuh besar kk kelasnya itu menghampiri tempat duduk anak baru yg selalu kelihatan murung itu,aldo nampak pias,takut kalau2 kaka klsnya mengusik darwin yg antisosial itu,dan benar saja,seketika kakak kelas itu meraih kerah baju darwin,menyeretnya keluar dari kursinya,darwin memegang tangan kakak kelas itu dan menepisnya sekuat tenaga dengan sangat kasar,tatapan mereka seolah ingin saling membunuh.aldo belingsatan sendiri,takut dua orang di hadapannya ini akan bertengkar dan saling memukul.
"tutup pintunya".perintah dari kakak kls,aldo refleks mengusir anak2 yg ada di dalam kls yg tadi menonton mereka untuk segera keluar dan ia pun menutup pintu kls dngn rapat,sekolah masih pagi dan blm bnyk siswa yg datang,saat aldo berbalik,ia melihat darwin dan kakak kelasnya tengah menatap satu sama lain dngan tatapan sinis tentunya.
"berhenti berulah,dan jangan berfikir loe anak paling menyedihkan disini,loe tau kalau ayah gue mati2an melindungi ayah loe sampai dia harus ikut juga ke neraka bersamanya."kalimat marah itu di tujukan untuk darwin,aldo yg tak mengerti arah pembicaraan ini hanya focus memperhatikan dua orang di hadapannya, untuk pertama kalinya,aldo melihat segurat senyum tipis di sudut bibir darwin,tapi senyum itu senyum sinis yg menakutkan.
"apa loe mau menyusulnya? ke neraka bersama mereka? gue akan bilang ke kakek kalo loe mau pergi menyusul mereka, bukankah kakek gue yang mengirim mereka kesana." bugh... pukulan keras menghantam wajah darwin,kakak kelas terlihat marah hingga seluruh tubuhnya nampak memerah menahan emosinya,aldo melotot kaget melihat pemandangan dua orang didepannya,di tempat darwin tersungkur,laki2 itu meringis mengusap darah yg keluar dari sudut bibirnya,lalu terdengar tawa terbahak2 memenuhi ruangan kelas,aldo mengernyit menatap darwin yg mungkin jadi tidak waras karna pukulan kakak kelasnya."hahahahaha".
"dengar,jika loe terus berulah menyusahkan kakek loe,hidup loe akan terus dalam bayang2 kebencian loe padanya,gue akan terus mengawasi elo disini,jadi jangan coba2 loe melakukan hal yg aneh2 yg bikin orang lain susah."
setelah mengatakan itu,kakak kelas pergi,ia merebut tas yg di dekap aldo sedari tadi dengan kasar.
__ADS_1
"awasi dia,kalo sampe dia terus mandangin keluar jendela loe tarik kepalanya sampe copot." kakak kelas itu melotot didepan aldo mengisyaratkan jika sampai aldo tak patuh maka ia juga akan dapat pelajaran darinya.
"hah?".mulut aldo menganga,setelah punggung besar kakak klsnya menghilang aldo menoleh menatap darwin yg sudah berjaln duduk kembali di bangkunya.
"kenapa?".tanya aldo yg kini duduk di depan meja darwin.
"apa?".darwin jutek menatap
"kenapa ben marah sampe memukul loe?kenapa elo diem ajah di pukul knp gak bales?kenapa juga elo..."
"karna gue yang membunuh ayahnya". seringai sinis membelalakan mata aldo yg langsung bungkam,refleks aldo menarik tubuhnya menjauhi wajah darwin yg kini membuang pandangannya menatap keluar jendela lagi,seketika kedua tangan aldo meraih kepala darwin membuat pandangan mereka menatap dari jarak dekat,aldo ingat pesan dari kakak kelasnya tadi.
"gue mohon jangan liatin jendela terus,nanti ben bakal nyopitin kepala loe dan kepala gue,asal loe tau ya,dia gak lernah main2 sama omongannya."wajah aldo nampak pias,darwin refleks menepis tangan aldo dengan kasar.
"apa2an sih loe,bikin jijik ajah".omel darwin,aldo sudah duduk lagi di depan darwin menatapnya bersahabat.
"emng apaan sih yg elo liat? disana cuma ada lapangan olah raga,ben juga ngelarang elo liat kesana terus,ada apa sebenarnya?".
aldo ingin tau,lagi2 senyum smirk muncul di garis bibir sinis itu.
"heuh...karna dia yg nyelametin gue waktu gue lompat dari gedung ini".darwin menggerakan kepalanya menoleh pada aldo dengan senyum sinis menakutkan yg refleks membulatkan mata aldo sebulat2nya,aldo berdiri membentak.
"GILA LOE YA".suara itu menggema keseluruh ruangan kelas.
**bersambung.....
epilog**
semenjak saat itu,kakak kelas yg ternyata ben itu terus meneror darwin dengan kedatangannya setiap pagi,di jam istirahat siang,di saat2 pulang sekolah dan di saat luar sekolah,aldo yg terus mengekor di belakang ben jadi terbiasa dengan kelakuan kakak kelasnya dan semakin dekat dengan darwin yg antisosial itu,ia selalu menjadi kaki tangan ben untuk menjaga darwin di kelas,dan akan menyatu dengan ben saat jam istirahat mengganggu darwin dimana saja laki2 itu berada,hingga waktu kini mendewasakan mereka,dan memisahkan ben yg padahal sudah menjadi kebiasaan darwin untuk selalu ada dia di sekitarnya.
__ADS_1
semua itu karna kakek darwin yg memang dekat dengan keluarganya ben,hingga menjadikan ben pengganti sang ayah yg menjadi sekertaris kakeknya sampai ayahnya ben meninggal karna kecelakaan pesawat dengan ayah darwin.