Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
"ayo kita lakukan"


__ADS_3

mata hari merangkak naik,cahayanya sudah menyambul ke sela2 jendela kamar,dari arah balkon pun sudah sangat terlihat terang,malika yg sudah bangun sejak subuh tadi kini berdiri di teras balkon,ia menghirup udara yg segar,angin pagi melambai2kan rambutnya yg basah,ia bru saja selesai menjemur pakaian,darwin belum keluar dari kamarnya,malika melirik baju darwin yg tadi ia gantung di jemuran,gurat kecewa terlihat di mata gadis itu,teringat lagi adegan hangat semalam,ciuman panjang yg mungkin akan segera naik ke atas ranjang,tapi malika salah prediksi,darwin menyudahi adegan itu sampai di situ saja,hanya menyentuhnya di sana sini,mengcupnya di bagian faforitnya,memberikan beberapa tanda di bagian tubuh malika,setelah itu...tiba2 laki2 itu berkata kalau ia mengantuk. cih,malika terpaku kala itu,tak bergerak dan tak berkata apa2,ia hanya menatap punggung darwin yg lenyap di balik pintu kamarnya,omong kosong macam apa ini?


kini,malika jadi berfikir,mungkin bagi darwin ia tidak begtu menarik,atau mungkin selera darwin memang yg terlihat seperti wanita2 di pab malam seperti gadis penyanyi waktu itu,ah..sudah lah...malika menggeleng2kan kepalanya tak ingin berfikran yg macam2,sekarang yg terpenting,ia bisa menjadi istri untuk darwin seperti keinginan kakek darwin,jika darwin tak ingin menyentuhnya sekarang mungkin itu karna malika adalh wanita pilihan kakeknya yg belum sepenuhnya ia terima,benar saja,tiba2 di suruh menikah siapa yg tidak syok harus hidup dengan orng asing,di awal2 malika juga terasa sangat berat menanggung beban menjadi istri lelaki yg tak ia kenal sama sekali,tapi...entah kenapa sekarang perasaannya mulai berubah,se akan2 ada perasaan aneh,penasaran,dan juga rasa ingin bicara terus dengan suaminya itu,apa aku sedang jatuh cinta padanya?fikr malika.


"kau yg membuat kue ini?".


eh,ada suara di atas sofa ruang tv,malika yg baru saja mnggeser pintu balkon untuk menutupnya kini mengintip ke arah sofa,benar saja,darwin terlihat duduk bersila disana,sebelah tangannya memeluk setoples kue cookis yg malika letakan di dekat tv waktu itu,mulutnya sibuk mengunyah,matanya menatap layar tv yg menyala.


"kau menyukainya?".senyum malika sumringah,ia mendekat ingin melihat reaksi wajah darwin,seketika mata mereka bertemu,darwin menatapnya lembut.


"kemarilah".darwin menepuk tempat di sebelahnya,malika menurut meski ada rasa sedikit canggung mengingat kejadian semalam.


"apa rasanya enak?".malika bertanya lagi,darwin tersenyum melihat mata malika yg berkedip2 menunggu jawaban darinya.


"enak,buatlah lagi nanti,aku ingin makan ini setiap hari."kembali darwin meggigit kue di tangannya,malika mgangguk senang kuenya di sukai suaminya.


"apa sekarang aku di perbolehkan menyentuh dapurmu?kau bilang tak suka kalau aku memasak di dapurmu."malika bertanya dengan sedikit rasa takut,darwin yg masih menatapnya menaikan sedikit bibir atasnya.kenapa kau hanya mengingat kata2 kejam yg keluar dari mulutku.batin darwin,ia lalu meletakkan toples yg sejak tdi di peluknya,tubuhnya bergeser mendekat ke arah malika yg refleks menggeser tubuhnya membuat jarak pada darwin,tapi darwin dengan cepat meraih pinggang kecil itu dan menarik tubuh malika yg sekarang bukan hanya dekat,tapi juga menempel ke tubuh darwin,wajah malika merona merah.


"lupakan kata2 kejam yg keluar dari mulutku di waktu2 itu,sekarang ayo bersenang2 denganku,lakukan apa yg ingin kau lakukan sebagai istriku,dan aku akan melakukan apa yg ingin ku lakukan untuk menyenangkanmu."


darwin mengecup bibir istrinya yg pagi ini sangat terlihat imut di matanya,harum tubuhnya membuat ia ingin berlama2 bersandar didada yg kini jadi miliknya,benar saja,padahal baru di fikirkan tapi darwin benar2 melakukannya,ia memeluk tubuh mungil malika dengan erat membenamkan kepalanya di dada istrinya yg harum seperti bau buah pir.


perlakuan itu membuat malika hanyut dalam kehangatan,ia menyentuh rambut darwin,mengusap2nya dan kini mulai mengendus2 kepala suaminya itu dengan sentuhan hidung kecilnya,seketika ia lupa dengan kekecewaannya tadi malam.


"apa kau akan bekerja?biasanya kau kelaur hampir tengah hari setiap hari."tanya malika,mereka msih saling memeluk


"tidak,aku ingin seharian ini bersamamu,boleh?".wajah darwin menyambul dari dekapan malika,ia terus mengukir senyum dibibirnya.malika mengangguk.


"darwin".panggil malika


"hemm".darwin membenamkan wajahnya lagi.ragu malika bicara tapi ia butuh kejelasan darwin soal sikapnya padanya,agar ia bisa membawa diri nantinya.

__ADS_1


"apa kita hanya akan bersenang2,kau tau,kakekmu menginginkan aku untuk...". kata2 malika terputus saat darwin tiba2 menghempaskan pelukannya sedikit kesal,wajahnya berubah,airmukanya kini tak enak untuk di lihat,ia tak menatap malika,ia menatap tv yg menyala di depannya,malika yg terkejut dengan reaksi darwin nampak pias,ia tahu,membahas kakeknya adalah hal yg sensitif untuk darwin saat ini.


"jangan membahas kakekku jika sedang bersamaku,aku tidak ingin mendengar apapun tentangnya."tukas darwin,ia berdiri dan berjalan menuju dapur,mengambil sebotol air dingin dan menenggaknya sampai habis.


"aku membahas soal kita".cukup berani malika menjawab darwin,padahal ia juga agak gemetar kecil saat darwin menatapnya tajam sambil meremas botol kosong di tangannya.


"kenapa memangnya kita?kau ingin apa dari ku?".kali ini darwin menyandarkan belakang tubuhnya ke pintu kulkas,melipat kedua tangannya di dada,ia masih menatap malika di sana,ia tau,gadis itu berpura2 berani membalas tatapannya.


"aku akan menjadi istrimu".malika tertunduk lalu melanjutkan kata2nya.


"aku akan menjadi istrimu di dalam rumah dan di luar rumah,aku akan menurut padamu,aku akan setia padamu,aku tidak akan mencampuri urusanmu,jika kau ingin penya kekasih di luar sana aku tidak akan mempermasalahkannya,aku bersungguh2."tangan mungil itu mengepal erat,memberi kekuatan keberanian untuk terus bicara,tapi laki2 di ujung sana merubah tatapannya menjadi lbih sinis,entah apa yg di pikirkan gadis itu tentangnya hingga berani2nya dia bicara seperti itu.


"apa yg sebenarnya mau kau katakan?".darwin mencoba menahan marahnya.


"jika kau ingin aku tidur denganmu,aku akan lakukan,kau tidak perlu menahannya,tapi...biarkan aku menjalani aktifiatasku seperti biasa,aku ingin keluar,aku ingin bertemu ibuku,aku ingin bekerja dan mencari kesibukanku sendiri, darwin...aku tahu kakekmu hanya ingin aku bisa mengandung anakmu,jadi...aku mohon jangan mengurungku disini."malika


lepas sudah amarah darwin,ia melempar botol hasil remasannya ke sembarang tempat,berjalan cepat menghampiri malika yg kini ketakutan dihampiri dengan tatapan mata yg siap membunuhnya,lengannya diraih kasar,mencengkramnya hingga memerah,malika meringis kesakitan,air matanaya mengembang di sudut2 matanya,seharusnya ia sudah mempersiapkan apapun reaksi darwin atas kata2nya,tapi tetap saja ia gemetar ketakutan.


"berani sekali kau bernegosiasi denganku, kalau kau memang sekutu dengan kakekku kau fikir aku akan membiarkan semua rencananya berjalan sesuai keinginannya?". darwin menyeringai sinis. "dan lagi siapa yg bilang aku mengurungmu,heuh?keluarlah sesuka hatimu,tapi...apa kau fikir aku akan membiarkanmu bekerja lagi di tempat kotor seperti itu?kau sangat sanang ya berada disana?".lanjut darwin,wajah malika masih meringis kesakitan di hadapannya.


apa yang kau ocehkan gadis bodoh,kenapa dia tidak melihat aku yang begitu tergila2 padanya,kau fikir ciuman kita semalam tidak membuatku menderita?karnamu aku tidak bisa tidur semalaman.batin darwin,cengkramannya mengeras,malika semakin meringis.


"jadi ciuman itu mau kau lakukan karna kau merasa kau istriku,maka mau tidak mau kau harus melakukannya begitu?".tukasan darwin membuat air mata malika turun juga,gadis itu tergugu dihadapannya. huhuhu


"aku melakukannya karna aku menyukaimu,kau tau apa yg ku fikirkan saat ciuman itu tidak ingin kau lanjutkan?aku merasa kau tidak menyukaiku,kau tidak menyukai tubuhku,aku bukan wanita seleramu,jadi aku harus bagaimana lagi, jadi istrimu tapi aku tidak berguna untukmu,bukankah tugas utama istri itu ada


di tempat tidur suaminya?." aku rasa aku sudah gila mengatakan perasaanku pada laki2 dingin ini,setidaknya dia tau perasaanku,jadi silahkan kau berfikir tuan pemarah,membebaskanku atau mengikatku disini sampai kau bosan dan menunggu kakekmu mati baru melepaskanku. batinnya,malika menyerah dengan pertahanannya,benar mungkin ia menyukai darwin,entah sejak kapan,tapi...ia juga akan menerima jika darwin belum atau tak mau sama sekali menerima perasaannya,padahal ia tidak tau,darwin yg di hadapannya saat ini sedang menggebu2 kesenangan karna tahu jika malika sedang meluapkan pengakuan cintanya padanya. seketika gurat marah yg hampir ingin membunuh orang itu menghilang berganti dengan senyum panjang yg mengembang,entah sadar atau tidak,cengkraman di lengan itu mengendur, gadis ditangannya masih terisak menahan malu sekaligus takut.


"tidurlah di ranjangku,mulai malam ini dan seterusnya tidurlah di kamarku dan di tempat tidurku."tukas darwin


"apa?".malika mengernyit dengan sisa2 isakan tangisnya ia menatap darwin lekat.

__ADS_1


"suruh siapa kau tidur disana". darwin menunjuk dengar ekor matanya ke pintu kamar malika yg bersebelahn dengan dapur. "aku tidak menyuruhmu berada disana,kau itu istriku,kenapa malah tidur di kamar untuk pembantu,dan lagi jangan mengerjakan pekerjaan yg di lakukan pembantu,mencuci bisa kau lakukan di londri,mengepel,membersihkan rumah,memangnya aku menikahimu untuk menjadikanmu pembantu,mulai sekarang kau hanya boleh melayaniku,mengerti?".


lanjut darwin,malika semakin melongo tak mengerti yg di ocehkan suaminya.


"apa maksudmu... ."kata2 malika terpotong karna darwin menyambar bibirnya,seketika ********** dengan lembut,sebentar mata malika membelalak kaget tapi selanjutnya mereka saling membalas ******* hangat di bibir itu,ciuman hangat yg semakin lama semakin dalam,memainkan tangan darwin ke area faforitnya,ada gelenyar nikmat yg menguasai tubuh malika,darwin meremas apa yg ada di balik pengait hitam itu,sebentar malika mendorong tubuh darwin untuk mengambil nafas,seringai senyum nakal di bibir darwin tak kuasa menahan gemas pada wajah malika yg terlihat manis saat melakukan itu.


"ayo kita lakukan".ucap darwin lembut,ia menggendong tubuh malika yg nampak ringan di tangannya,malika terperanjat heran apa yg darwin lakukan padanya,jujur ia tidak polos2 amat untuk masalah beginian,tapi bukankah darwin belum bilang kalau diapun menyukai dirinya? bukankah ini curang namanya,sedangkan malika sudah menahan malu sejak tadi mengoceh tentang perasaannya.


"darwin".


"bukankah kau yg memintanya? tidur di tempat tidurku?". darwin tersenyum kemenangan


"tidak,aku tidak apa2 kalau kau tidak siap dan tak ingin melakukannya denganku." malika memancing dengan jawabannya,ingin tahu apakah darwin akan mengatakan perasaannya juga padanya.


"lalu aku harus melakukannya dengan siapa kau kan istriku".darwin menempelkan keningnya di kening malika yg masih di gendong kedua tangannya, gadis itu tersenyum merekah melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.


"apa itu artinya kau ternyata menyukaiku juga?iya kan?kau sudah jatuh cinta padakukan?".malika memasang wajah imut mencari jawaban di mata darwin.


"berhenti melakukan itu,aku sudah tidak sabar mau memakanmu." darwin berjalan cepat menuju pintu kamarnya,membuka hendel pintu dengan satu tangan dan menutupnya kembali dengan tendangan sebelah kakinya,sedangkan malika terkekeh dengan sikap suaminya sambil terus berkata "hey jawab dulu pertanyaanku."suara itu menghilang seketika darwin menghempaskannya di atas kasur empuk tempat tidurnya,tanpa bicara lagi tangannya menarik baju malika hingga lepas dari badannya,yg terlihat disana hanya sebuah benda berpengait warna hitam menutupi dua benda kembar yg sering di remas2 tangannya,darwin membuka pengaitnya,lalu melepaskan kaos yg ada di badannya sendiri,bibirnya ******* dua gundukan kembar milik malika,mereka bergumul dengan suara desahan nafas malika yg tidak bsa di tahan karna perlakuan darwin,tangan suaminya sudah menjalar kemana2,melepas celana yg mereka kenakan tadi kini berserakan di lantai bersama selimut tebal yg sudah teronggok jatuh kebawah.


"perlahanlah,katanya kalau pertama kali rasanya akan sakit".malika bersuara dalm desahannya,saat milik darwin sudah siap di bawah sana berada antara kedua paha malika yg terbuka,darwin tersenyum ******* mulut malika yg terbuka dan memasukan lidahnya di sana.


"ini mungkin akan sedikit sakit tapi percayalah padaku,aku akan melakukannya dengan sangat pelan dan hati2".


darwin tidak berbohong,ia benar2 melakukannya dengan lembut,meski akhrnya malika sedikit menjerit kecil darwin meredamnya dengan ciuman yg ******* mulutnya lebih dalam,darwin benar2 seperti memakannya dengan lahap,saat ritme tubuh mereka sudah normal dan darwin melihat malika sudah mulai terbiasa,darwin tersenyum puas,ia menggerakkan badannya sambil terus mencumbu tubuh malika,mengecupnya dimana2 dan meninggalkan tanda merah yg tak kan hilang dalam sehari.malika sendiri sudah menikmati permainan ranjang ini,ia melingkarkan lengannya di tubuh darwin sambil mengusap2 bokong suaminya,perlakuannya memancing darwin untuk menaikan ritme tubuhnya dengan sangat cepat,mereka tersenyum mengerti, itu akan menjadi kode untuk mereka jika akan melakukannya lagi.😘


**bersambung.....


epilog*


darwin memandangin wajah kelelahan malika yg memeluk selimut menutupi tubuhnya samapi keleher,ada beberapa tanda hasil perbuatannya di sana,darwin tersenyum sambil tangannya menyelipkan rambut malika kebelakang telinga gadis itu,setelah itu ia mengusap2 lembut pipi wajah malika yg terpejam dengan hembusan nafasnya yg halus.

__ADS_1


bagaimana ini,sepertinya aku lebih tergila2 padamu di bandingkan kau menyukai ku, apa sekarang aku kalah lagi dari kakekku?


cih,ben,pasti kau sedang tertawa terbahak2 jika kau tau apa yg terjadi saat ini di kamarku. darwin menyunggingkan senyum, tadinya ia ingin bangun karna merasa lapar,tapi ia urungkan,ia kembali memeluk istrinya di bawah selimut, terimakasih sudah memberikan apa yg kau jaga selama ini untukku*. darwin


__ADS_2