
tidak seperti biasa,hujan turun di pagi hari, sejak subuh tadi malika sudah terbangun karena suara deringan ponselnya,nomor tak di kenal melakukan panggilan video call,malika mengernyit,saat ia mengangkatnya,ternyata wajah ibunyalah yg tergambar disana,betapa senangnya malika melihat ibunya yg tersenyum menyapanya di sana.
"*malika maaf ibu mengganggumu di pagi buta begini". tukas sang ibu dengan bahasa isyaratnya.
"tidak apa2 bu,lika sudah bangun sejak tadi,ibu apa kabar?ini nomor ponsel siapa*?."
malika terus tersenyum memandangi ibunya.
" ibu baik lika,ini ponsel baru punya ibu,arya yg membelikannya dia bilang dia sudah dapat kiriman uang darimu lagi makanya dia membelikan ponsel canggih ini untuk ibu,katanya agar ibu bisa selalu menghubungimu."
malika sedikit terkejut,apa itu berarti kakek masih mengirimi uang untuk ibu dan kakaknya,karna dulu waktu kesepakatan menikahi darwin kakek bilang akan menjamin uang bulanan untuk ibunya lewat kakaknya,tapi malika tak ingin ibunya tau,akhrnya ia hanya bisa tersenyum membenarkan fikiran ibunya.
"apa ibu senang?".tukas malika akhirnya.
"*ibu senang,tapi ibu sudah bilang jangan mengirimi abangmu uang lagi,ibu dan abangmu akan baik2 saja lika,hiduplah bahagia dengan suamimu yang tampan itu, jangan memikirkan kami lagi."
"lika tidak bisa begitu bu,lika sangat menyayangi ibu*."
"terima kasih lika,ibu juga sangat senang mendapatkan anak perempuan sepertimu,ayah dan ibu kandungmu pasti sangat bangga padamu." ada bulir air mata menetes di sudut mata ibu,sebenarnya ia sangat merindukan putrinya satu itu,tapi ia tidak bisa memeluknya,itu akan menyakiti lika jika terus bersamanya,sebenarnya arya tidak pernah mempermasalahkannya,tapi ibu sangat tau kalau arya akan memanfaatkan lika terus menerus,untuk itu ibu harus menjauhkan lika dari dirinya dan arya.
"*lika,hiduplah dengan bahagia,ibu akan cukup jika melihatmu hidup bahagia bersama orang yg mencintaimu,bagaimana suamimu?apa dia sangat baik padamu? dia sangat menyayangimukan?."
"darwin sangat menyayangiku bu,ibu jangan khawatir,aku bahagia disini,ibu juga harus bahagia ya,bang arya menjaga ibu dengan baikkan?."
"jangan bicarakan dia,kau boleh membencinya atas segala perbuatannya padamu,untuk itu ibu mohon lika, berhentilah berhubungan dengannya."
"tapi untuk hal itu lika akan kehilangan ibu juga,lika tidak mau bu."
"dengar lika,ibu akan baik2 saja karna arya adalah darah daging ibu,dia tidak akan membunuh ibunya,dia tidak sekejam itu dan tidak akan bisa melakukannya,sebaliknya dia akan berani menyakitimu lagi jika kamu terus berhubungan dengan kami, sekarang kau sudah ada suami yg akan melindungimu kapanpun,jadi...hiduplah bahagia tanpa memikirkan ibu lagi*." sebenarnya berat mengatakan hal itu,seolah2 ibu sedang berpamitan pada anak perempuannya,tapi demi kebaikan malika,ibunya harus rela meski akan kehilangan malika sampai waktu yg lama,atau bisa jadi untuk selamanya.
*****
__ADS_1
darwin tau istrinya sedang menelfon di ruang tamu,saat mengintip ia melihat wajah ibu malika yg sedang bicara dengan bahsa isyarat,tanpa sepengetahuan malika,darwin terus memperhatikan istrinya dengan seksama,sesekali ia melihat gurat sedih di wajah malika yg artinya pembicaraan itu membuat istrinya sedih atau terluka,tapi darwin tidak bisa mengganggunya,ia membiarkan lika dan ibunya tetap bicara walau dengan bahasa sunyi yg tidak ia mengerti.
panggilan video call itu selesai dengan sendirinya,malika sangat terlihat sedih dengan matanya yg tak lepas dari layar hp yg sudah mati,darwin menghela nafas,ia menghampiri istrinya yg belum juga sadar kalau sedang di perhatikan sejak tadi,darwin memeluk istrinya dari balik punggung malika,membuat malika tersentak kaget,darwin menempelkan kepalanya di pundak kiri malika,menciumi leher istrinya dengan sisa2 kantuk di matanya.
"apa kau terbangun karna aku?".tukas malika,ia mengangkat tangannya sebelah meraih kepala suaminya dan mengusap2 rambut darwin yg masih nempel di pundaknya.
"hem,aku kaget karena kau tidak ada di sampingku,aku fikir kau pergi meninggalkanku."
ucapan darwin membuat malika tersenyum.
"aku tidak berbohong,aku bermimpi kau akan meninggalkanku pergi jauh sampai2 aku menagis di mimpiku karana tak bisa menemukanmu."
darwin mengeratkan pelukannya di tubuh malika,kini wajahnya mengunyel2 dipunggung malika yg hangat.
"itu cuma mimpi,pergilah tidur lagi,aku akan membuatkanmu sarapan."
"tidak mau,aku akan pergi ke kantor setiap pagi mulai hari ini,kami akan meresmikan gedung kami dan nama perusahaan kami sebentar lagi,jadi banyak yang harus di kerjakan,sayang...tidak apa2kan,kau akan sering aku tinggal sendirian."
"apa kau senang?".
"tentu,aku melihatmu sukses kenapa aku tidak senang,malah aku yg merasa minder karna tidak banyak membantumu."
"enak saja berfikir begitu,kau tau aku semakin bersemangat saat aku memilikimu,aku merasa sekarang aku punya tujuan hidup,aku ingin memanjakanmu dengan uangku sendiri,aku juga ingin membuatmu bangga mempunyai seorang suami yg pekerja keras sepertiku,ayo kita mencapai puncak bersama2,aku akan membuatmu menjadi ratu di sampingku."
kata2 darwin begitu membius malika,hatinya berdegup kencang saat darwin mengatakan semua itu,lalu ada perasaan bersalah menelusup ke batinnya, perasaan yg mungkin akan menjerit kesakitan karna nantinya ia akan sangat menyesal melakukan itu pada suaminya.
malika membalikan tubuhnya,ia menangkap bahu darwin dengan sangat lembut,memeluknya erat dan hangat,seperti mengatakan aku tidak ingin melepaskanmu sampai kapanpun.
"sayang...!".panggil darwin saat kepalanya sudah pindah ke dada malika,menempel dengan nyaman.
"hem".gumam malika,tangannya terus mengelus kepala darwin lembut.
__ADS_1
"apa sebaiknya kita pindah."
"apa? kenapa?."
"apa kau tidak ingin punya rumah? bagaimana kalau kita membeli rumah."
"rumah?."
"iya,rumah,sepertinya rumah sangat cocok untukmu."
"kenapa kau berfikir begitu?."
"aku hanya ingin kau merasa nyaman."
"sayang...kenyamananku hanya ketika bersamamu,tinggal dimanapun asal denganmu aku akan sangat nyaman ada di dekatmu." tukasan malika membuat darwin tersenyum,ia mengangkat kepalanya agar dapat melihat wajah istrinya.
"hey malik, kau sedang menggombal ya?." canda darwin,ia menegakkan duduknya dan menempelkan dahinya ke dahi malika.
"cium aku."tukasnya lagi,sambil sedikit memonyongkan bibirnya,malika meraih kedua pipi suaminya dengn kedua telapak tangannya,lalu menyambut bibir darwin dengan kecupan keras dari bibirnya.
"bagaimana?kau suka?."malika terkekeh
"ck ck ck,kau menggodaku ya sekarang." darwin meraih tengkuk istrinya mendorong agar kedekat wajahnya,bibirnya mendarat hangat di bibir malika,mereka saling membalas ciuman satu sama lain,dengan pancingan dari bibir malika yg sedikit membuka membuat darwin melahap lidah malika,menghisapnya dengan keras,memberikan ciuman terpanas di pagi hari yg semakin dingin karna hujan,tangan darwin seperti biasa tak bisa dikondisikan, ia akan bergerilya kemana2 menelusuri setiap lekukan tubuh istrinya disana,sampai pada gundukan buah dada malika ia meremasnya dengan keras namun lembut, membuat malika melenguh,mendengar lenguhan itu darwin sudah tidak bisa menahannya lagi,semua tubuhnya menegang termasuk yg di bawah sana, tubuhnya menempel sampai keperut malika,menggesek2an juniornya disana.
"sayang...kau bilang akan berangkat kerja pagi2,aku harus membuat sarapan sekarang."tukas malika saat mulutnya terbebas dari ciuman brutal darwin,tapi itu hanya sebentar,karna didetik berikutnya darwin malah mengangkat tubuh istrinya dan memangkunya seperti anak monyet.
"sebentar saja sayang,aku tidak akan sanggup menahannya." darwin ******* lagi bibir malika yang ranum,kembali tangannya bergrilya kemana2,malika tidak menolaknya,ia melingkarkan lengannya di leher darwin,saling menyesap satu sama lain,ciuman darwin berpindah ke leher putih istrinya,berkali2 menghisap dan menggigit2 kecil di sana,telinga malika memerah tak dapat menahan bara nafsu yg bergairah atas perlakuan darwin pagi ini,dan dalam sekali tarik,baju tidur yg tipis yg tadi menempel di tubuh malika telah melorot kebawah memperlihatkan bra hitam dengan dua tonjolan bukit kembar malika tepat di wajah darwin,tangn itu meremasnya lagi,sesekali memainkannya debnan memutar2 ujung dari bukit kembar itu,membuat malika menggelinjang meliuk2an tubuhnya dia pangkuan darwin yg semakin bergairah,tubuh malika tak luput dengan ciuman dan endusan dari hidung darwin yg selerti melahapnya dengan rakus,nafas yang tak beraturan tak menghentikan darwin untuk menjelajahi semua yg ada di depannya,mereka melakukannya di atas sofa,dengan darwin yg memimpin dan malika yg sesekali terperangkap dengan kenikmatan yg harus di keluarkan, mereka merasakan kehangatn yg mengalahkan dingin di pagi itu.
bersambung.....
NB: harap kebijakannya dalam membaca ya,karna da beberapa tulisan yg mengandung konten dewasa☺
__ADS_1