
sabtu yang mendung karna gerimis sedari pagi,wulan menatap jendela kaca yg basah berembun karena terkena rintik gerimis, ia melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 10 pagi,tapi orang yg di tunggu2nya belum juga datang, kopi hangat di hadapannya hampir habis,karena 30 menit sudah ia menunggu di kafe dekat dengan kosannya,secepatnya ia mengambil ponselnya yg sedari tadi tergeletak di atas meja,mencari sebuah nama dan langsung menghubungi nomor dengan nama pak aldo.
"hallo pak aldo,kayaknya orangnya gak jadi dateng,saya pulang ajah ya?." tukas wulan sambil masih celingak celinguk penasaran menatap pintu masuk kafe.
"orangnya udah dateng dari tadi kalih wulan,cuma dia palingan lagi ngeliatin kamu doank,pokoknya jangan pulang dulu sebelum berkasnya ada di tangn kamu ya, soalnya itu berkas penting." klik,aldo memutus sambungan telfonnya tanpa menunggu respon dari wulan.
"hah? hallo pak aldo,ishhh...apaan sih maksudnya." wulan menatap layar ponselnya dengan kesal,semenit kemudian, seseorang sudah duduk di kursi tepat di hadapannya,refleks wulan mendongak dan terkejut siapa yg sedang duduk di hadapannya.
"kak ben?".suaranya yg tak sengaja meninggi membuat beberapa pengunjung kafe menoleh kearahnya,seketika wulan menutup mulutnya dengan tangannya sendiri menahan malu.
"kenapa gak pulang ajah,kalo saya gak dateng gimana?." tukas ben,padahal sejak tadi ia sudah memperhatikan wulan dari dalam mobilnya di luar parkiran sejak wulan baru datang sampai ia membiarkan wanita itu kesal menunggunya.
"tunggu,pak aldo nyuruh saya minta tolong ambil berkas penting sama klient itu orangnya kak ben?wah...pak aldo...dia..".
wulan nampak ingin memaki tapi tersadar orang di depannya tengah menatapnya intens.
"kamu gak mau ketemu saya?."ben sinis
"tentu ajah,kakak fikir saya harus bagaimana di depan kakak,kakak bikin saya canggung."
"benarkah,sepertinya kamu lancar2 saja bicara sama saya."
heuh,dengan entengnya dia ngomong begitu,dia tidak tau kalau hatiku sejak tadi sudah menabu seperti sedang karnaval di dalam tubuhku,sekuat tenaga aku menahannya karna egoku padamu,pokoknya aku harus terlihat sudah move on darinya.
"kamu gak akan bisa move on dari aku." ben tersenyum smirk menatap wulan
eh,tunggu,apa dia sedang menjawab kata2 yg keluar dari batinku?.seketika wulan terlihat gugup karna ketahuan sedang membatin.
"dari mana kakak seyakin itu? sudah berapa tahun kakak menghilang dan aku sudah sangat tidak mengenal kakak sama sekali." dengan pede dan menahan perasaannya wulan tersenyum sinis menantang ben di hadapannya.
"karna perbuatan bodoh mu itu sangat jelas dan terpampang nyata hingga saat ini, apa kamu mau sayah tunjukan lagi pesan2mu yang terus menggangguku di semester2 akhirku?".
apa?jadi dia membacanya tapi tak pernah membalasnya.wulan semakin kesal
"kakak mempermainkan saya kan?sekarang,dan waktu itu?kakak tetap orang yang sangat dingin terhadap sayah tapi kakak seolah memberi harapan pada saya."
"kapan saya memberi kamu harapan".
"kakak bilang tidak suka dengan wanita bodoh,itu sebabnya sayah belajar mati2an supaya saya bisa lulus lebih cepat."
__ADS_1
"siapa yg berfikiran saya memberi harapan?". ben tersenyum mendengar kekesalan wulan,baginya gadisnya tetap saja bodoh di matanya.
wulan tersadar akan kata2nya,benar saja,semuanya hanya ada dalam fikirannya,dulu ataupun sekarang,kini ia merutuki kebodohannya yg kembali ia tunjukan pada laki2 sialan ini.
"baiklah,kita lupakan sejarah kelam saya yg sempat mengganggu kakak,saya akan minta maaf."wulan menghela nafas kasar,ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak sebodoh dulu lagi,"sekarang saya pinta berkas yg ingin kakak berikan ke pak aldo,saya akan segera pulang menikmati libur kerja saya yg sudah terjeda karna dikerjai pak aldo begini."lanjutnya dengan sinis.
"ayo ke apartemen saya."
"apa?". wulan hampir berteriak karena kaget. "maksud kakak?".kata2nya menggantung.
"berkasnya ada di apartement saya." ben berdiri dari duduknya,ia akan segera melangkah sebelum tangannya di tahan oleh wulan.
"kakak lagi ngerjain saya ya?."
"emng saya gak ada kerjaan ngerjain kamu segala."padahal emng iya gak ada kerjaan.
"kalo begitu kakak yg ambil biar saya tunggu disini."wulan mulai kesal lagi
"saya gak mau balik lagi kesini."
ben menepis pegangan wulan,ia melanjutkan langkahnya untuk keluar dari kafe.
__________**
ternyata jaraknya tidak terlalu jauh,wulan juga baru tahu kalau ben tinggal di apartement yg setiap hari ia lewati jika berangkat kerja, setelah melewati beberapa unit dengan menggunakan lif, akhirnya mereka sampai di depan pintu apartement ben,wulan nampak gugup saat ben memijit angka2 kode untuk membuka pintu apartementnya,setelah terbuka ben melangkah untuk masuk namun tertahan dengan suara wulan.
"saya tunggu di sini saja kak,biar nanti saya sekalian pergi lagi."
"masuk,lagian mau kemana kamu di luar sudah mau turun hujan."tukas ben,mengingat di luar tadi memang gerimis kecil dan langit yg menggelap karena mendung.
"tapi kak,gak enak kalau cuma ada kita berdua di dalam."wulan menyampaikan kerisihannya.
"siapa bilang kita cuma berdua, ada mocca di dalem."
hah? siapa mocca?jangan2 benar berita yg beredar kalau dia sudah menikah dan punya anak. wulan membatin lagi,seketika airmukanya berubah,ada kabut sesal di mata wulan yg sudah tak bisa ia sembunyikan lagi,akhirnya ia mengikuti ben masuk kedalam,ruangan serba hijau menyambutnya di sana,dan tunggu....wulan sempat terpana dengan posisi ruangan serba berkaca transparant di tengah2 ruangan ini,ada tempat tidur king size teronggok disana,dengan dinding2nya menggunakan kaca yg siapa pun bisa melihat jika aktifitas kamar di lakukan di sana,seketika wajah wulan memanas karena fikiran liarnya.
apa kak ben melakukannya bersama istrinya disana?. oh tidak,wulan menggeleng2kan kepalanya untuk membuang fikiran mesumnya.
"apa yang kau fikirkan,kau mau mencoba tidur di kasurku?".
__ADS_1
eh,tunggu,kenapa tiba2 ben mengganti sebutannya menjadi kau dan ku?
wulan terperanjat ke alam sadarnya,ia menoleh ke arah ben yg sudah membawa 2 cangkir coklat panas di tangannya menuju sofa yg menghadap ke pintu balkon yg lagi2 terbuat dari kaca,hujan terlihat mulai turun di luar sana.
"eummm...mana mocca? katanya kita gak cuma berdua." wulan menelisik setiap sudut ruangan mencari2 kamar anak yg mungkin sedang tertutup dan menyembunyikan penghuninya.
"mocca disini." tukas ben,membuat wulan menghampiri sofa yg di duduki ben di sana,dan betapa terkejutnya ia melihat tangan ben tengah mengelus2 kucing besar berbulu lebat berwarna abu2 yg tengah meringkuk di pangkuannya.
"kakak...lagi2 kakak mempermainkan saya kan?".wulan bersungut kesal.
"duduklah,minum coklat panasmu agar tubuhmu hangat."
"tidak,berikan saja berkasnya lalu saya akan segera pergi."wulan berkata jutek dan marah,ia merasa di kerjai hari ini.
"di luar hujan".
"saya akan naik taxi online."
ben menyipitkan matanya,ia bangkit dari duduknya dan mendekati tubuh wulan yang di matanya terlihat cantik mengenakan dres coklat tanpa lengan,memperlihatkan bagian tangannya yg putih sampai pundaknya.
"kau sedang membangkang ya?".
aku sedang menahan diriku,karna jika aku berlama2 di sini pertahananku yang ku bangun susah2 akan roboh hanya dengan aku menyentuhmu nanti. wulan membatin lagi,ia melangkah mundur pelan2 saat tubuh ben semakin mendekatinya.
"maafkan aku kak,tapi aku sedang menahan diri untuk tidak....".
"kenapa kau menahan diri? memangnya apa yg ingin kau lakukan?." ben berhenti tepat di hadapan wulan,mereka hanya berjarak beberapa centi jika di ukur dengan jari,mungkin seujung kelingking,dan terlihat wulan menelan liurnya tepat di depan batang hidungnya dada bidang milik ben yg berlapis kemeja putih berkancing,ia mendongak melihat ben yg menunduk sedang menatapnya intens.
"ayo katakan apa yg ingin kau lakukan sampai kau harus menahan diri? jangan membuatku mengulangi kata2ku." tanpa sadar ben memprofokasi wulan yg sudah mengepalkan jemarinya menahan getaran2 di dadanya yg meloncat2 hampir meledak,nafasnya yg turun naik nampak membuatnya frustasi tak sanggup lagi menahan diri.
"kak,setelah ini aku mohon maafkan aku." wulan berjinjit meraih kerah baju ben membuat ben membungkuk dan dengan cepat bibirnya menempel di bibir wulan,gadis itu memejamkan matanya, sambil terus ******* lembut ciuman dari mulutnya,tubuhnya agak bergetar menahan takut ben akan menolaknya,saat wulan merasa ciumannya yg beberapa menit itu sudah cukup membuatnya menumpahkan semua perasaanya pada ben,wulan melepasnya perlahan,kakinya mulai menapaki lantai lagi dengan normal,matanya masih terpejam takut dengan tatapan ben nanti,ia sudah siap akan kabur jika ben terlihat kesal,tapi belum sempat tangannya turun dari dada laki2 kekar itu,tengkuk kepalanya di raih oleh jemari milik ben,kembali bibir itu menyatu,kali ini ben yg memimpin,******* habis bibir wulan,terasa hangat dan wangi mint rasa coklat di mulut ben,wulan terhanyut,dadanya kini sudah berlompatan tak menentu,ia membuka mulutnya membiarkan ben memasukan lidahnya dan bergerilya di dalamnya,ciuman panjang dan lama,mengeratkan tubuh mereka,ben memegang pinggang kecil wulan dengan sebelah tangannya,nafas mereka seakan berpacu berebutan oksigen yg sedikit2 kehabisan stok karna dihirup dengan rakus oleh mereka,hujan menderas di luar sana, mocca si kucing berbulu lebat tengah asik bermain dengan bola2 benang di lantai dekat sofa, sedangkan tubuh wulan sudah menempel di dinding2 kaca penyekat tempat tidur milik ben disana,entah berapa lama lagi ciuman panas itu berakhir,kita biarkan saja yg sedang jatuh cinta menikmati setiap nafas yg berhembus dari hdung dan mulut mereka masing2.
akhirnya pertahananku roboh,ternyata aku masih sangat berharap padamu. wulan
kini kau tahu isi hatiku yg sebenarnya jangan harap kau bisa lepas dariku,karna aku akan semakin mengeratkan ikatan ku padamu,kini kau harus jadi milikku,tak akan kubiarkan kau menjauh lagi apalagi hilang dari pandanganku. benjamin smith
**bersambung.....
epilog**
__ADS_1
aldo terus menatap layar hpnya,ia masih di dalam pab yg akan buka beberapa jam lagi, ia tersenyum melihat pesan yg masuk ke hpnya,seorang gadis baru saja membalas pesannya,entah mengapa aldo begitu senang,padahal ia hanya iseng menemukan postingan seseorang di media sosialnya, iseng2 aldo men DM orang tersebut yg ternyata seorang gadis cantik dan lumayan manis,bertukar nomor dan saling membals chat,ah...aldo memang tukang penggoda, kali ini mungkin ia akan menyesal atas keisengannya. :)