
langit hampir temaram,senja datang begitu cepat,aldo meluruskan kakinya di kolong meja sebuah kafe,ia lirik jam di tangannya, maghrib hampir datang tapi orang yg di tunggu2nya tak kunjung menampakkan batang hidungnya,ia menyesap juss melon yg di pesannya 15 menit lalu,dan di detik berikutnya sebuah suara menegakkan kepalanya.
"mas aldo ya?". dia seorang gadis berseragam putih abu2,sedang tersenyum menatap aldo yg berkernyit kebingungan.
"siapa?". aldo
"nisa,lupa ya?".tanpa di perintah,gadis itu menarik kursi di hadapan aldo,terlihat laki2 itu semakin kebingungan.
"nisa siapa?".
seketika bocah di hadapannya mengeluarkan ponselnya dri saku depan baju seragamnya,ia nampak mencari2 sesuatu di sana dan seketika itu juga mata aldo membelalak saat gadis di hadapannya menyodorkan hp nya kedepan wajah aldo agar laki2 itu melihat apa yg ia tunjukan.
"kamu pemilik akun thanisa?". ada nada kecewa di dalam pertanyaannya,aldo tak menyangka keisengannya menDM akun wanita yg beberapa hari ini ia lakukan dengan sumringah dan gembira adalah akun seorang anak yg masih di bawah umur,ia menghela nafas kecewanya,sia2 saja ia menunggu sejak tadi dengan perasaan berdebar.
"kenapa di akunmu gak ada foto kamu pakai seragam?aku fikir kamu wanita dewasa dan...". gadis matang nan lugu. aldo meneruskan kata2nya hanya di dalam kepalanya,ia memperhatikan lagi nisa di hadapannya dari atas sampai bawah,benar2 berbeda dengan yg ia harapkan,foto2 di akun gadis itu terlihat dewasa,apa karena dia selalu berdandan ya saat di foto,fikir aldo lagi.
"mas aldo gak inget nisa? sebenernya kita udah saling kenal loh sejak dulu." nisa hanya senyum2 di depan aldo,ia tau laki2 itu kecewa lantaran merasa di bohongi oleh akun milik pribadinya.
"siapa?kamu jangan berbohong ya,aku gak punya kenalan anak ingusan kayak kamu." kini nada jutek yg keluar dari mulut aldo membuat nisa malah terkekeh tak tahan menahan geli di perutnya.
"inget sama mas ditya gak?".
"ditya mana?".aldo mengerutkan sudut2 matanya.
"ditya permana."
"oh,ditya,iya inget,dia temen sekolah dulu,kadang masih suka ketemu juga di pab malam tempat ngeDJ aku,trus apa hubungannya kamu sama dia?." aldo santai menanggapi,ia meraih minumannya dan menyesapnya pelan karna mulai malas menanggapi bocah ingusan di depannya.
"saya adenya mas ditya."
"uhuk..uhuk..uhuk".seketika jus yg turun dari tenggorokan aldo berpindah kesaluran pernafasannya,membuatnya terbatuk2 tak karuan,gadis di depannya malah tertawa karna melihat aldo yg nampak lucu dengan ekspresi kagetnya.
"kamu adenya ditya?".
"he em,udah inget belom, dlu mas aldo pernah nginep dirumahkan kalo musim ulangan sama mas ditya,waktu itu umur nisa baru 9 thn,tapi nisa gak lupa sama muka mas aldo,soalnya mas aldo gak berubah2 ya mukanya,masih sama kyk sekolh dulu makanya pas mas aldo DM nisa, nisa bales,nisa fikir mas aldo ngenalin nisa."
aldo kembali menatap nisa,bocah 9 thn itu kini sudah sebesar ini dan terlihat imut sih memang untuk ukuran selera aldo,tapi dia masih pakai seragam,cih...kalau saja dia berdandan seperti di foto2 akunnya,aldo sudah membawanya malam ini ke pab untuk di pamerkan,untung saja anak ini terlihat polos dan menyadarkan akan akal sehat aldo yg notabenenya gak bisa lihat jidat cewe licin sedikit pengennya di gandeng ajah.
"bukannya dulu kamu di panggil ica,kamu juga dulu gendut kan ya,kok bisa jadi cakep begini." jiwa play boynya kumat,aldo senyum2 di depan nisa yg mulai santai dengan menyandarkan bahunya di badan kursi.
"ica yg mas aldo kenal udah baligh kali mas, udah tau cowok ganteng sama pas2an kek gimana?".nisa nyengir dan langsung menutup mulutnya malu.
"kalo mas aldo tipe yg mana? yg ganteng apa yg pas2an."
"eumm...standarlah,bisa di bilang cakep dan gak malu lah kalo di ajak kondangan." hehehe
__ADS_1
"huh..dasar gendut."
"nisa udah gak gendut loh mas,eh..tapi nisa masih hobi makan kok."
"mau makan apa? ayo pesen, abis itu mas aldo anter pulang."
aldo memanggil pelayan kafe,memesan beberapa menu dan minuman untuk nisa, sambil menunggu pesanan datang mereka masih mengobrol seperti adik dan kakak.
"ica udah punya pacar?".aldo memulai pertanyaan basa basinya.
"belom,tapi yg naksir sama pedekate banyak."hihihi
"kelas brp sih kamu?emng ditya ngebolehn kamu pacaran?".
"kelas akhir mas,sebenernya boleh2 ajah, orang bapak juga ngebolehin masa mas ditya enggak."
"bukannya dulu ditya rada keras ya sama kamu,aku inget loh dulu dia suka ngomong awas loe ya kalo ketauan pacaran,gue bejek pacar loe jadi rempeyek". aldo menirukan kata2 ditya yg dia ingat di kepalanya,ia tersenyum melihat nisa tertawa.eh kok manis ya nih bocah kalo di liatin terus,fikir aldo.
"ya dulukan nisa masih kecil mas,sekarang kan udah gede,mas ditya gak sekolot itulah."
"trus kenapa masih jomblo? kan kamu lumayan cakep."
"eumm lagi deket sih sama temen,tapi kan mau lulus mas,nunggu sampe kuliah dululah baru mikirin pacar."
obrolan mereka terjeda saat pesanan mereka datang,nisa lngsung menyesap orange juss pesanannya,tanpa malu juga ia mulai memakan makanannya dengan lahap,aldo tersenyum melihat tingkah gadis polos di depannya.
"gak nih,klo udah berumur begini buat berkomitmen rada mikir2 terus,takut di pinta bertanggung jawab."jawab aldo dengan nada bercanda,ia terkekeh sendiri mendengar jawabannya.
"emang mas aldo belum mampu ya?kan mas punya pekerjaan."
"kamu fikir komitmen itu yg penting punya kerjaan,seenggaknya kita harus cocok dulu sama pasangan baru deh bisa lanjut ke jenjang lebih serius,soal materi mah bisa di cari."
"itu artinya mas aldo belum mau serius ya sama pasangan mas nanti,masih pngn seneng2 gtu ya kayak anak2 jaman sekarang,dinikmatin,anak orang di pepet2 terus abis itu di rusak dan di tinggal pergi gitu ajah deh."
aldo terbelalak tak percaya ica kecil yg ia kenal bisa bicara tanpa aling2 seperti ini.
"heh,anak kecil kok tau2an kesitu,kamu nakal ya di sekolah?aku bilangn ditya loh."
"nisa gak sepolos itu kali mas,ada beberapa temen yg suka cerita dia begitu,dan...ya...nisa cuma bisa kasian ajah sama fikiran mereka begitu."
"trus kamu mau nyoba?kayak mereka bgtu? awas ya,beneran di bilangn mas ditya loh."
"bilangin ajah,nisa gak takut,lagian kan nisa bukan anak kecil lagi,week." nisa menjulurkan lidahnya,entah kenapa di mata aldo bocah ingusan itu malah terlihat lucu dan imut.
"udah cepet abisin makanannya,sudah malam,anak sekolah gak boleh pulang larut2."
__ADS_1
"iya mas,oh ya,nisa gak usah di anter mas,nanti ada yg jemput."
"siapa?".cepat aldo bertanya
"temen yg nisa bilang lagi deket." nisa nyengir
"cowok?".
"lah iyalah cowok,masa nisa pedekatean sama cewek."
"gak boleh,suruh bilang dia gak usah jemput,mas yg anter."aldo jutek
"tapi mas....".
"gak usah tapi2,nanti kamu malah ngelayab kemana2 sama tuh cowok,anak gadis pulang gak boleh malem2 apa lagi kamu masih pake seragam."
"tapi nisa langsung pulang kok sama dia udah bilang gak pengen kemana2 lagi."
"itu kan disini,nanti kalo di jalan dia ngajakin kemana dulu gtu kamu ikut2 ajah lagi."
"lah emang kenapa sih?namanya juga anak muda mas,kayak mas gak pernah muda ajah."
"justru karna mas pernah muda mas tau fikiran laki2 tuh kayak apa di moment2 begitu."
"apa emang?".dengan wajah menantang nisa menatap aldo menunggu laki2 itu menjawab pertanyaannya,tapi belum sampai aldo menjawab jari aldo sudah menyentil jidat putih milik nisa,gadis itu merengut kesakitan.
"isshh..sakit mas".nisa mengusap2 jidatnya dengan rambutnya,nampak keningnya memerah bekas sentilan aldo tadi.
"makanya jangan nanya2 terus,ayo cepet selesain,abis ini aku anter pulang,dan jangan lupa telfon temanmu gak usah jemput2."
nisa memonyongkan bibirnya tanda protes,namun aldo tak menghiraukannya,ia terus mengawasi bocahnya agar segera menghabiskan makanannya.
sebenarnya aneh juga aldo dengan dirinya,kenapa ia harus peduli pada nisa yg mau di jemput siapapun harusnya bukan masalah baginya,tapi mungkin karena aldo mengenal nisa sebagai adik dari temannya, dan aldo tau betapa imutnya dulu nisa saat itu,sekarang ada rasa seperti ia seorang kakak yg ingin melindungi adiknya dari laki2 yg mungkin bisa merusaknya,ah...taulah...aldo bingung sendiri,padahal ia dan ditya pun tidak seakrab seperti pertemanannya dengan ben dan darwin,dulu ia dekat dengan ditya karna ditya anak yg lumayan pintar di kelas, ditya juga termasuk orang yg supel dan bergaul dengan siapa saja,aldo sering memanfaatkannya jika musim ulangan atau ujian datang,selebihnya ya...mereka hanya bertegur sapa layaknya orang yg saling mengenal.
nisa menghabiskan makanannya,ia juga menyisakan hanya beberapa tetes minuman dalam gelasnya,setelah merasa semua beres aldo mengajaknya keluar kafe untuk mengantarnya pulang,aldo memberikan helm pada nisa, mereka meninggalkan parkiran kafe dengan motor besar milik aldo,sebelum itu aldo memberikan jaketnya pada nisa agar gadis itu tidak kedinginan.
pertemuan hari ini membuat aldo tidak jadi benar2 merasa kecewa,karna ternyata nisa orang yg ramah dan mudah di ajak bicara, entah karna ia semakin dewasa atau memang polos yg melekat di wajah lucunya, aldo berfikir sampai disini saja pertemuan yg lumayan membuatnya banyak bicara,selebihnya biarkan gadis itu menemukan jalan hidupnya sendiri,meski jiwa laki2nya memberontak sekalipun karna terbuai oleh bentuk badan nisa yg tergolong body gols,tapi aldo masih berfikiran sehat, bahwa ia tidak boleh menodai nisa dengan kejamnya dunia orang dewasa sepertinya, benar memang aldo sangat menyukai gadis2 yg mudah di ajak berkencan seperti nisa,dari karakternya aldo bisa melihat nisa wanita yg mudah jatuh cinta dengan pria manapun,asalkan ia merasa pria itu baik nisa pasti mau di ajak sekedar berkencan atau di ajak jalan kemanapun dan aldo tidak ingin nisa menjadi gadis seperti itu,ia harus melepasnya memberinya pengalaman tersendiri,menikmati jalan hidupnya sendiri dan menjadi dewasa sendiri.
dingin malam menghembuskan nafas aldo yg mengemudi dengan kecepatan sedang,di bahunya nisa menempelkan kepalanya karena tertidur,ada sedikit rasa hangat masuk kedalam tubuh aldo,saat gadis itu memeluk pinggangnya dengan erat,dengan sangat hangat gadis itu menempel pada aldo,segaris senyum tertarik di sudut bibir aldo.
shit,kalo tadi dia di jemput temennya,apa di bakal tertidur seperti ini juga? bisa2nya dia tidur sambil memeluk laki2 yg baru saja di temuinya,gadis bodoh.
**bersambung.....
epilog**
__ADS_1
nisa menatap pergi laki2 yang baru saja mengantarnya tepat sampai di gerbang pintu rumahnya,ada detak yg tak berhenti sejak tadi,ia menyentuh dadanya,dan tersadar jaket aldo masih di tubuhnya,bau laki2 itu menempel disana,nisa menciuminya sambil berjalan masuk kedalam rumah,bibirnya menyunggingkan senyum dengan rona merah di wajahnya.