
"tidak darwin lenganku sudah tidak sakit sekarang,kau tidak perlu...".
"APA?".darwin berteriak,membuat malika kembali kaget dan berdiri tegak untuk mundur beberapa langkah ketakutan.
"jadi lenganmu yg memar itu karna dia? kau bertemu dengannya kemarin?ditempat dimana ada aku tapi kau hanya diam tidak memberi tahuku?aku bersumpah akan membunuh kakakmu sekarang." darwin berbalik melangkah hendak menuju pintu,tapi dengan cepat tangan malika meraih tangan darwin,wajahnya pias menahan takut membayangkan apa yg akan darwin lakukan pada bang arya kakak tirinya.
"tidak darwin aku mohon,jangan lakukan itu,aku minta maaf tidak memberi tahumu tapi aku mohon biarkan kakakku hidup." malika memohon dengan wajahnya yg sudah sedih,matanya menganak sungai air mata jatuh karna tak ingin terjadi apa2 pada kakaknya.
"kenapa kau memohon untuknya?dia bahkan sering memukulmu."darwin sudah memutar kepalanya,menatap malika dengan air mata di wajah ketakutannya,nada suaranya melembut melihat gadis di tanganya tersedu demi orang jahat seperti kakaknya,darwin nampak tak tega namun juga tak terima,tapi akhirnya ia menggenggam tangn malika dan mendekapnya dengan erat.
"karna dia bisa melukai ibuku".malika tersedu lagi,entah kenapa dekapan tangan darwin membuatnya semakin ingin menangis.
"akan ku bawa ibumu bersamaku menemuimu".darwin mencoba menenangkan malika,gadis itu masih menangis dan menggelengkan kepalanaya.
hiks hiks hiks
"bang arya akan sangat marah kalau tau ibu pergi menemuiku,dia bisa melakukan apa saja untuk memisahkan aku dengan ibu,aku tidak mau sampai tidak bisa lagi menemui ibu,jadi aku mohon jangan melakukan apapun terhadap bang arya,aku mohon padamu." hiks hiks,masih ada sisa isakan di wajah itu,darwin menghela nafasnya ,genggaman tangannya ia kendurkan ingin melepaskannya,tapi malika mengeratkan jemari itu ke sela2 jemarinya,membuat darwin kaget menatap lagi wajah malika yg sedang menguasai dirinya dan degupan jantungnya.ia menyeka air matanya dengan lengannya lalu menatap darwin lagi yg masih terpaku menerima respon tak terduga itu.
"berjanjilah padaku untuk tidak berurusan dengan kakakku?".ucap malika,semakin mengeratkan genggamannya.
"tidak mau".dengan cepat darwin menjawab,wajahnya berubah jutek
__ADS_1
"jangan begitu,aku mohon".mata malika memohon dengan sangat imut.cih apa2an ekspresi itu,bikin aku tegang saja.batin darwin
"kau takut ibumu terluka karna aku mengusik kakakmu?dengar ya..aku bisa saja memenjarakan dia dan menjauhkannya dari ibumu."ucap darwin dengan lantang
"tidak,ibuku akan sedih,biar bagaimanapun bang arya tetap anak kandung satu2nya yg dia miliki selama ini."
"apa?".darwin mengernyit,tak paham dengan maksud kata2 malika,kenapa harus bersedih demi ank yg durhaka itu,darwin tak habis fikir.
"ibuku sangat menyayangi bang arya,waktu mereka kehilangan ayah sekaligus suaminya,cuma bang arya yg menemani ibu di saat2 sulit,sebelum bertemu ayahku mereka menjalani kesedihan yg panjang, untuk itu,ibu sangat menyayangi bang arya bagaimanapun bang arya memperlakukannya saat ini,dan lagi...".kata2 malika terhenti,ia menunduk malu jika menatap darwin yg saat ini melihatnya sangat dekat.
"dan lagi apa?".darwin nampak menunggu kalimat yg di gantung malika barusan.
"heuh,kau meremehkan aku,memang sehebat apa kakakmu itu?".darwin kesal
"bukan,aku takut kalau kau di lukai bang arya,dia punya banyak teman preman yg tampangnya seram2,mereka pernah melukai orang dulu,mengeroyoknya beramai2 sampai babak belur".
"cih,pengecut sekali kakakmu".
"benar,padahal kalau satu lawan satu belum tentu bang arya jago berkelahi,selama ini dia merasa ada yg melindungi yaitu teman2nya maknya dia seperti tidak takut pada siapapun."
"bnarkah?".darwin tersenyum,malika mangut2.
__ADS_1
"tentu saja benar,aku pernah melihatnya juga kalah berkelahi saat orang yg dia ganggu melawan,saat itu dia sampai bilang
*awas loe ya,gue bales setiap pukulan loe nanti* dan kau tau,dia benar2 membalas dendam dengan membawa 5 orang teman premannya."malika nampak terkekeh kecil menceritakan kejadian itu,terbayang lagi wajah arya yg ketakutan saat berkelahi dengan orang itu satu lawan satu,tapi darwin sedang tersenyum menatapnya bukan krna isi dari cerita2 itu,tapi karna wajah gadis di hadapannya kini benar2 berubah polos dan apa adanya,dia kembali menjadi malika yg bnyk bicara,mengoceh yg tidak penting,dan lagi.. darwin baru melihat senyuman itu di bibir manisnya malika,senyum yg tanpa paksaan atau beban pada fikiran,seketika darwin merapikan rambut malika,menyelipkannya di belakang telinga,gadis itu terlonjak kaget,tersadar darwin yg tersenyum memandangi wajahnya dengan tatapan hangat,glek suara air liur di telan dengan susah payah di tenggorokan malika,hatinya berdebar berloncatan saat ini.
"malik"panggil darwin dengan suara pelan dan lembut,tangannya masih menyelip2kan rambut malika ke belakang telinga gadis itu,sesekali memainkan jemarinya yg menyentuh kecil2 rambut malika yg ada di atas kening.
"apa aku boleh menciummu?".tatapan itu,ya..tatapan yg selalu terlihat seksi itu di mata malika,wajah malika merona,darwin tersenyum sumringah,ia merasa tidak mendapatkan penolakan di sana,wajahnya mendekat,seketika ******* bibir malika yg berwarna pink seperti apel,malika menutup matanya,menikmati setiap kehangatan pada mulut darwin yg terasa mint,tangannya menempel di dada laki2 yg kini berstatus suaminya,sampai ia tidak tersadar tangan darwin mulai merabanya kemana2,ciuman itu terhenti saat darwin melapaskannya sesaat untuk melihat wajah malika lagi lebih dekat,ia sedikit terkekeh tanpa suara saat menyadari kalu gadis itu tidak bernafas.
"kau tidak ingin bernafas dulu?".darwin tersenyum
"eh,apa?".malika kaget tersadar,refleks ia ingin mendorong tubuh darwin karna malu ketahuan tidak benafas di depannya tadi,tapi tubuhnya tak bergeser sedikit pun karna ternyata tangan darwin sudah melingkar di pinggangnya seperti mengurungnya dalam merapatkan tubuhnya.
"ini ciuman kedua kita,jangn menggigit lagi atau akan ku makan kau malam ini". darwin ********** lagi,kali ini lebih dalam lagi,membuat malika sulit bernafas lagi,mereka saling berpagutan dan darwin berhasil membuat malika tersengal hingga mau tak mau malika membuka mulutnya dan darwin menyesap lidah malika disana,ciuman itu semakin menghangat,ciuman terlama mereka di banding ciuman pertama yg berakhr gigitan yg menjadikannya luka.sedangkan tangan darwin yang sudah piknik kemana2,membawa malika yg ternyata tak sadar sudah di angkat berjaln menuju sofa,mereka melakukanya tanpa melepskan ciuman panjang itu,di atas sofa malika berbaring di bawah tubuh darwin yg sudah berhasil memasukan tangannya kedalam baju tidurnya,malam merangkak naik,mungkin saja menjadi malam yg panjng untuk mereka.
**bersambung...
epilog*
dalam hati malika terus bertanya2 pada diri sendiri tidak apa2kan kalu begini?darwinkan suamiku,apa dia akan melakukannya malam ini?apa rasanya akan sakit? apa dia sudah tau cara melakukannya?mungkinkah ini yg pertama bagi kami?tidak,gosip tentang dia selalu dengan wanita di kamar hotel meski hanya 2 jam,tapi ini yg pertama buatku,apa dia akan kecewa?karna menganggapku amatiran,tentu saja amatir,ini yg pertama buatku,apa dia melakukannya dengan sadar? dia tidak sedang mabukkan?aaaahhh bagaimana kalau besok dia pura2 lupa dan amnesia,bagaimana ini?bahkan dia memberiku tanda merah di leherku😟*
sepertinya malika sangat khawatir ya...
__ADS_1