
DARWIN POV
aku tidak bisa memejamkan mataku,meski lampu kamar telah gelap dan istriku sudah terlelap sejak tadi di sebelahku,fikiranku masih berputar2 di kejadian hari itu,undangan makan malam kakek yg aku yakin ada pembicaraan terselubung antara malika dan kakekku.
semenjak malam itu,malika memang tidak banyak cerita padaku,dia bersikukuh jika pertemuannya dengan kakek hanyalah makan malam biasa.
tapi aku tidak semudah itu percaya,karna setiap aku bertanya padanya,ada raut aneh yg tak terbaca pada sorot matanya.
kini hari2ku mulai sibuk mengurusi perusahaanku yg lumayan sudah bisa maju sedikit2 atas kerja keras timku dan aldo yg selalu setia menemaniku dan menasehatiku tentang naik turun saham.
meski masih ada yg mengganjal tentang orang2 kakekku yg menelusup masuk di bursa saham bisnisku,sungguh membuatku frustasi dan tidak tenang dalam berbisnis, aku benar2 tak ingin disentuh kakek.
sebagian memang sudah kubereskan,tapi ada beberapa investor saham yg ternyata lumayan menyandang pembangunan di kantorku hingga membuat aldo menyuruhku untuk berhenti sampai disitu,dia bilang dari pada aku akan kehilangan semua.
__ADS_1
"sulit untuk lepas dari ketua win,karna darah murni prasetya mengalir di tubuh loe."
cih,ben saja berkata2 seolah2 aku tak punya pilihan apa2,padahal dia orang yg paling tau sebesar apa aku membenci kakekku sendiri.
benar,sebenci itu aku terhadap kakek,tapi dia yg telah memberiku malika,haruskah aku mulai berdamai dengannya?
jujur aku terus menyesali kenapa malika harus datang dari tangan kakek ku,kenapa kita tak di pertemuka secara alami saja,ini benar2 membuatku dilema berkepanjangan.
aku ingin dia hanya bahagia disampingku,aku ingin memanjakannya dengan hartaku sendiri,dengan tubuhku sendiri,dan dengan segala kebaikan yg harus aku ciptakan untuknya sendiri.
tak ingin berbagi dengan kesulitan adalah caraku mencintainya,tapi dia terus saja memandangku dengan tatapan sedih itu,apa dia tidak tahu jika itu menyakiti diriku.
hubunganku masih sangat hangat dengannya,dan aku tidak ingin ada campur tangan kakek di dalamnya,makanya sebisa mungkin aku ingin menjauhkannya dari kakek dan tidak ingin berbagi hal apapun yg nantinya akan menyakiti perasaan dan dirinya.
__ADS_1
aku kesal setiap kali istriku membahas kakek atau mempertanyakan apapun tentang hubunganku dengan kakek,aku benar2 tidak ingin membahasnya dan benar2 ingin lepas dari darahnya,bukankah cukup hanya dengan aku pergi dan membawa pemberiannya sebagai ucapan terima kasihku atas adanya malika kini di sisiku.
tentang kakek,apa benar aku harus sebesar ini membencinya?aku tidak menemukan jawaban apa2 setiap kali aku sendiri mempertanyakannya pada hatiku,aku hanya teringat penolakannya terhadapku dulu,aku merasa di abaikan,di buang dan tak di inginkan,hingga aku dewasa dia hanya berkata akan menjadikanku pewaris segala miliknya karna mau tidak mau terdapat darahnya di tubuhku.
jika boleh memilih,biarkan aku menjadi orang lain asal aku di cintai,biarkan aku menjadi darah yg lain asal aku dapat merasakan hangatnya sebuah keluarga yg selalu di harapkan dan di hargai karna ke hadiranku menjadi impian setiap yg menjadi keluargaku.
dan aku percaya malika mengerti akan hal itu,dia wanita yang sangat luar biasa,bertahan dari segala kesedihannya membuat aku terpana akan pesonanya sebagai wanita yg terlihat sederhana, benar apa yg di katakan ibunya,sudah saatnya ia bahagia,dan aku akan melakukan itu,membuatnya bahagia.
bagiku malika adalah candu yg tak henti menjadi imajinasiku,setiap aku menatapnya banyak hal yang aku fikirkan,apa dia benar2 mencintaiku?apa dia sedih karna diriku? apa aju membuatnya khawatir?dan apa dia bahagia bersamaku?.
hingga mimpi itu tiba2 datang,perasaan yg di tinggalkan yg pernah dulu aku rasakan terulang lagi,di mimpiku malika pergi tanpa pamit tanpa kata dan menghilang dari pandanganku,aku menangis,terkhianati, tiba2 rasa takut yg amat sangat menelusup ke area tubuhku,hingga aku terbangun tidak ada dirinya disisiku,dengan pias aku mencari sosok wangi yg selalu menusuk hidungku,malika tengah terduduk di sofa ruang tamu sedang bicara dengan ibunya di video call.
bersambung....
__ADS_1