
malika mengerjap2kan matanya,ia menguap sekali dan menggeliat merasakan otot2nya yg menegang di seluruh tubuhnya,ia merasa remuk segala tulang dalam badannya,wajahnya meringis kesakitan saat kakinya di gerakan,ia berbalik ke arah dimana darwin berbaring,sedikit terperanjat tubuhnya kaget melihat darwin yg ternyata sudah lebih dulu membuka matanya dan sedang menatapnya sambil tersenyum disana,wajah malika merona,mengingat kejadian beberapa jam yg lalu membuatnya malu.
"kau sudah bangun".tukas darwin,tangannya merapikan anak rambut malika yg jatuh di keningnya,refleks malika menarik selimutnya sampai keleher,menutupi badannya yg kini tidak mengenakan sehelai benangpun.
"apa yang mau kau tutupi?."darwin tergelak,lalu dengan cepat ia mengecup bibir manis dngn wajah tersipu malu menyembunyikan tatapan canggungnya.
"jam berapa ini?".tanya malika,tapi matanya mengedarkan pandangan mencari jam berada dimana,mencoba mengalihkan perhatian darwin
"ini hampir sore".suara darwin menggelitik tubuh malika,karna ia bicara tepat di telinga malika dengan nafas yg lembut,sesekali ia juga menciumi leher putih milik malika yg sudah mempunyai beberapa tanda merah bekas hisapan perbuatannya tadi.
"aku lapar".ucap malika,tangannya menyentuh pipi darwin mengelus2nya dengan lembut,tanpa ia sadari perbuatannya memancing darwin ingin terus mengecup tubuh istrinya itu.
"ayo kita makan di luar".darwin mengatakannya dengan tatapan yg sangat lembut.seketika senyum di bibir malika mengembang lebar.
"benarkah?kita akan keluar?".sumringah itu membuat darwin nampak bersalah,ia berfikir bahwa kemarin2 mengurungnya sendirian adalah hal terkejam yg pernah ia lakukan pada malika.
"kau senang?."tangan darwin kembali memainkan anak rambut malika yg menjuntai2 kedepan kening.
"aku lebih senang jika bersamamu."masih dengan senyum lebar,kali ini malika melingkarkan tangannya ke tubuh darwin,hangat tubuh meraka menyatu lagi di balik selimut,darwin mencium puncak kepala istrinya dengan lembut.
"darwin...".panggil malika,wajahnya masih berada di dada suaminya.
"hemm".sahutan singkat,kini tangan darwin mengusap2 rambut di kepala malika,mengukur seberapa panjang rambut istrinya itu.
"apa aku boleh mngganti panggilanku untukmu?."lanjut malika
"kau ingin memanggilku apa?".darwin mencolek hidung istrinya.
"kau mau aku panggil apa?."
"panggil aku sayang."darwin tersenyum
"baiklah,lalu kau mau memanggilku apa?". kembali malika mengerjap2kan matanya di depan darwin,membuat darwin gemas dan menciumi wajah malika lagi berkali2.
"hentikan,jawab dulu pertanyaanku."malika mendorong wajah darwin sedikit menjauh dari wajahnya agar suaminya itu menghentikan tingkahnya.
"aku suka memanggilmu malik."
darwin menggoda,ia tau malika selalu cemberut jika ia memanggilnya dengan nama malik.
"aahh jangan memanggilku dengan nama itu,panggil yang lebih baik."benar saja malika sekarang berani merajuk,semakin membuat darwin gemas.
"apa?namamukan memang malik."tawa darwin memecah, malika mencubit kulit pinggang darwin.
"panggil aku lika saja."tukas malika akhrnya.
"kau suka dengan nama itu?."
"hem,terdengar lembut,ibu selalu memanggil dengan nama itu."
"heh,memang aku ibumu?".
"bukan begitu,aku hanya ingin kau juga memanggil aku dengan lembut seperti ibu memanggilku."
__ADS_1
"akan ku fikirkan,sekarang ayo kita mandi".
darwin menyibak selimut,membuat tubuh malika yg polos tanpa busana terlihat jelas sempurna di matanya,refleks malika menutupi dadanya dengan kedua tangannya,darwin terkekeh menatap nakal.
"knp harus di fikirkan panggil saja aku dengan nama lika ya,hey apa yg kau lakukan...turunkan aku."malika nampak sedikit meronta saat darwin membopong tubuhnya,entah semerah apa wajahnya saat ini menahan malu,dengan wajah sumringah darwin masuk kedalam bak mandi,menyalakan air hangat,mereka saling menggosok badan di dalm bethtub,busa menggembung sampai ke lantai,sesekali darwin menjahili istrinya meraba2 di bawah air meremas apapun yg ia pegang dari tubuh istrinya,malika tergelak mencipratkan air ke wajah suaminya yg kini penuh busa sabun.
"sekarang kau jadi mesum ya".ucap malika,ia mendekat ke tubuh suaminya yg tepat di hadapannya,darwin merih pinggang malika,melingkarkan lengannya ke tubuh istrinya yg basah dan berlumuran busa sabun yg wangi.
"kau yg terus menggodaku".darwin ******* bibir istrinya,mereka berpagutan,dan sekali lagi,mereka mengulangi apa yg terjadi di atas ranjang sebelumnya.
*****
mereka keluar setelah maghrib,akhrnya seharian di kamar dengan mengganjal perut hanya dengan beberapa camilan di toples cookis,dan sekotak susu yg baru saja malika isi di kulkas darwin karna laki2 itu tidak suka susu,malika hanya memesannya lewat ojek online membeli tidak terlalu banyak.
darwin terus menggengam tangan malika saat mereka berjalan memasuki sebuah mall besar,malika terkesima saat darwin mengajaknya makan di salah satu resto di dalam mall ini.
"kenapa kita makan disini?kan cari yg dekat apartement juga banyak."tukas malika saat sudah duduk di kursi,mereka makan di resto ala2 jepang yg ternyata favorit darwin,suaminya itu suka sekali dengan sushi.
"kau bilang ingin keluar".jawab darwin masih dengan genggaman tangannya yg kali ini di letakan di atas meja.
"apa aku boleh pesan yg mahal".malika meledek,ia nyengir menunjukan giginya yg berbaris rapih dan putih.
"kau harus makan yg banyak juga".darwin mencolek dagu istrinya sambil tersenyum gemas.
makanan datang,mereka makan dengan berbincang seperti teman,sesekali ada tawa kecil menanggapi celotehan yg remeh,darwin terus mendengarkan malika yg memang banyak bicara,sesekali ia menyinggung tentang ibunya,ayahnya dan ibu tirinya yg sangat ia sayangi sampai saat ini,hingga makanan di piring mereka tandas, saat mereka hanya tinggal menghabiskan minuman dingin yg mereka pesan tadi,sebuah sapaan seseorang menghentikan bincangan mereka.
"Lika? benar kamu lika".tukas suara itu dengan senyum sumringah,malika mendongak menatap wajah yg kini mendekat ke arahnya,sedikit terperanjat,malika refleks berdiri dari duduknya.
"kiano".malika mengenal laki2 yg tersenyum di hadapannya,tangannya menjabat tangan kiano,darwin yg masih dikursinya menatap tingkah mereka intens.
"kamu apa kabar? sedang makan ya?aku baru selesai makan di sana". kiano menunjuk tempat duduk yg tak jauh bersebrangn dari tmpt duduk malika dan darwin"sejak tadi aku perhatiin kamu,kayak kenal pas aku deketin ternyata bener kamu lika."lanjut kiano masih tersenyum manis, malika hanya tersipu dan mengangguk.
"oh iya kenalin,ini darwin".malika menatap darwin yg menatap sinis ke arahnya,seketika perasaan tak enak muncul di benak lika.
"darwin?".tukas darwin dengan nada marah,pertanyaan itu ia tunjukan pada malika yg terlihat gugup melihat reaksi suaminya.ada apa sih dia?. fikir malika
"kamu mengenalkan suami kamu cuma dengan menyebut namanya saja,DARWIN?".penuh tekanan mengintimidasi,malika langsung faham maksud kata2 darwin yg terlihat kesal.
kiano nampak terkejut melihat malika dan darwin bergantian.
"kau sudah menikah? lika kenap kau tidak memberitahuku?".kiano menghilangkan senyumnya menatap lika kecewa.
"memangnya siapa kamu harus di beri tahu perihal pernikahan kami?".kini darwin menatap kiano intens dan sinis.kiano yg sama2 lelaki ia tahu kenapa sikap darwin begitu padanya,malika nampak cemas jika darwin mengeraskan suaranya,akan membuat semua mata menatapnya.
"saya kiano,saya pernah dekat dengan istri anda."kiano tak kalah sinis,darwin menaikan garis bibirnya.
"hanya dekat memangnya mengharuskan istriku untuk bilang padamu kalau dia akan menikah?bahkan aku tidak peduli jika kau mantan kekasihnya sekalipun."
sebenarnya kata2 darwin tepat pada sasaran,benar memang,kiano adalh mantan pacar malika sejak sekolah menengah, mereka berpisah karna kiano meneruskan sekolah ke luar negri sedangkan malika harus jatuh bangun ketika ibunya meninggal dan harus pindah dari rumah yg mereka jual untuk bertahan hidup,karna ayahnya tak akn mampu menguliahkan malika,saat itu ayah malika hanya buruh lepas yg kerjanya tak menentu,tapi kiano tak tahu itu,malika bukan perempuan yg suka mengumbar kemiskinannya,malika hanya gadis periang yg akan terdiam jika ditanya tentang kehidupan pribadinya kala itu.
"apa kau di paksa menikah dengannya?." kali ini kiano menatap malika yg sejak tadi gusar,wajahnya terlihat pias menatap antara kiano dan darwin.kenapa dia malah bertanya begitu,habislah kau kiano,dan habislah aku juga.malika membatin,darwin berdiri dari duduknya,tangannya mengepal dan itu benar2 ia perlihatkan pada kiano di depannya.
"emmm sayang....ayo kita pergi,aku sudah selesai,ayo kita pulang sekarang."
__ADS_1
malika mencoba mengalihkan perhatian darwin,ia bergerak meraih lengan darwin ingin merangkulnya,tapi dengan cepat tangan kiano meraih pergelangan tangan malika karna merasa tak senang ia di abaikan oleh malika,namun malika membelalak saat tiba2 sejurus kemudian "bugh" bogem mentah mendarat di wajah kiano,hidungnya berdarah dan semua orng menatap mereka,darwin merangsek kerah baju kiano dan mencengkramnya kuat.
"apa kau ingin mati?berani sekali kau menyentuhnya setelah kau tahu dia istriku."
"tidak darwin aku mohon lepaskan dia."malika meraih tangan suaminya,ia hampir menangis melihat darwin semarah ini hanya karna kiano memegang tangannya,ia lupa kejadian rendi di pab malam,saat itu,bahkan temannya sendripun tak segan2 akan di hajarnya jika berani menyentuh miliknya.
"lika...apa kau benar sudah menikahi laki2 gila ini?".kiano melirik malika dengan sudut matanya,darwin sudah siap melayangkan tinjunya lagi dan tertahan seketika malika berteriak di hadapannya.
"TIDAK darwin jangan aku mohon sudahi ini,kita ditempat umum,dan kau kian,iya benar aku sudah menikah,dia suamiku jadi berhenti memancing kemarahannya,kau bisa mati nanti."malika merangsek lengan darwin dan di hempaskan kasar oleh laki2 itu,wajahnya memerah karna marah,ia menghempaskan juga cengkramannya yg tadi di leher kiano,membuat kiano jatuh terjerembab,darwin melangkah pergi,malika berlari kecil mengikuti langkahnya,dengan wajah malu dan juga takut melihat punggung darwin yang sama sekali tak menoleh menatapnya.
sampai di tempat parkir,darwin meluapkan kemarahannya,ia menendang ban mobil dan meninju atap mobilnya dengan geram, malika menutup mulutnya sambil membelalakan mata karna atap mobil itu terlihat sedikit penyok karna pukulan darwin.
"kau marah padaku?". malika bertanya,karna ia ingat tangannya sempat di hempaskan darwin tadi.
"kau fikir aku akan senang kau d sentuh2 lelaki lain,apa kau senang dia menyentuhmu tadi?apa yg kau fikirkan? memang membiarkan mu keluar bukan hal yg baik ya".darwin sangat frustasi mengatakannya,ia sampai memlototi malika saking kesalnya.
"memangnya apa salahku?kian yg menyentuhku duluan,aku juga mengabaikannya beberapa kali,kenapa kau juga marah padaku?."dengan wajah yg nampak polos malika sangat sedih ditatap galak oleh darwin.
"ada apa dengan masa lalu kalian hah? apa aku benar kalau dia bekas kekasihmu dulu?,kau sangat peduli padanya ya? samapi2 kau takut aku membunuhnya tadi." darwin berkacak pinggang,"dan lagi kenapa kau terus memanggil ku dengan nama darwin,padahal kita sudah sepakat tentang nama panggilan tadi."
apa dia sedang cemburu? tukas malika dalam hati,ia tatap darwin dengan helaan nafas lelah yg menebak2 kemarahannya tadi.
"baiklah,aku yang salah,maafkan aku".
malika mengalah,karna hanya dia yg merasa waras saat ini.
"apa kesalahanmu?".
"apa?".dengan cepat malika bertanya,karna ia berfikir akan selesai jika ia meminta maaf.
"kau bilang kau mengaku salah,jadi aku bertanya,apa kesalahanmu?biar aku koreksi,apa kau benar menyadari kesalahnmu?."tukas darwin masih dengan sisa2 emosinya.
"aku membiarkan kian menyentuhku,seharusnya aku menepisnya,dan aku minta maaf karna tidak memanggilmu sayang,tapi itu tak sengaja ku lakukan karna aku terbiasa memanggil namamu sejak awal,dan aku tidak mengenalkanmu langsung sebagai suamiku."malika menunduk,takut kalau darwin mengoreksinya benar2 ada kesalahannya yg terlewat di sebutkan.
dan darwin masih menatapnya sinis,tapi kali ini ia sudah mengatur nafasnya tidak semarah tadi.
"kau tau kenapa aku memukulnya?."darwin mendekatkan tubuhnya di hadapan malika yg kini menggeleng dalam tundukannya.
"itu karna kau tersenyum padanya,kau juga terlihat tersipu2 saat dia bicara,dengar...senyummu itu hanya aku yg boleh melihatnya,jangan tunjukan gelagat tersipu2mu pada laki2 siapapun kecuali aku,bahkan aku bisa membunuh siapapun yg mencoba menyapamu dengan tidak sopan seperti tadi,kau mengerti?."darwin meraih dagu malika,gadis di tangannya kini mengangguk takut,sebenarnya apa yg di kategorikan cemburu oleh malika sangat simpel,yapz..darwin sedang cemburu,tapi tunggu...yg membuat malika heran adalah porsi cemburunya yg di luar nalar orng normal,lalu dia harus bagaimana jika bertemu sapa dengan orng yg dia kenal? masa dia harus cemberut atau diam saja jika tak boleh tersenyum. dan malika memutuskan untuk tidak memberi tahu darwin tentang hubungannya pada kiano dulu,ia tak ingin ini menjadi debat yg panjang.
"aku juga tidak suka kau menyebut namanya lagi".lanjut darwin
"maksudmu kian?."dengan polosnya malika malah bertanya.
"benar ya kalian bekas sepasang kekasih? panggilanmu padanya terdengar aneh di telingaku."darwin mencengkram bahu istrinya,malika meringis menyadari kesalahannya.
"sudahi ini,ayo kita pulang,sayang,aku ingin memelukmu di sofa."ku mohon mencairlah,batin malika,ia melihat air muka darwin melembut saat ia mendengar malika memanggilnya sayang,jelas saja,darwin langsung menyesap bibir malika yg merah,ada gigitan kecil yg membuat malika meraba bibir bawahnya karena perih.
"itu balasan gigitanmu yg terdahulu."
dasar pendendam.malika memaki,darwin membuka pintu mobil untuk malika,lalu ia berputar untuk masuk ke bagian kemudi,memeriksa sabuk pengaman istrinya dan mereka sudah tersenyum sambil perpegangan tangan lagi,ternyata keluar apartement tidak semudah yg malika bayangkan,ia hampir saja membuat suaminya membunuh orang tadi.
bersambung.....
__ADS_1
epilog
kiano melihat adegan di parkiran mobil itu,melihat malika yg berciuman dengan suaminya dengan sangat mesra,ada getir menggelitik di hatinya,ia yg beranggapan jika hubungannya dengan gadis itu belum sampai pada kata finis,merasa terkhianati oleh malika yg sebenarnya sedang ia cari2 sejak kepulangannya beberapa bulan lalu,tapi,otaknya masih memberinya kesadaran,bahwa memang ia yg bersalah karna meninggalkannya tanpa berpesan untuk menunggunya.kenapa kau menikah dengan orang seposesif itu lika?laki2 yang bisanya punya sifat antisosial akibat trauma di masa lalu. iya...dr.kiano sedang menganalisis,dokter sikolog muda yg sedang naik daun lewat sosial media itu menghela nafas kecewa,pada dirinya sendiri.