Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
nana


__ADS_3

Pagi menjelang,malika sudah di balkon saat matahari beranjak tinggi,pukul 9 pagi,hari ini masih cerah dan berangin segar, setelah menjemur pakaian malika menyirami beberapa tanaman yg da di balkon,darwin si pemilik kamar belum bangun,kebiasaannya yg selalu bngun siang membuat malika sedikit kecewa karna ia harus sarapan sendirian,setelah merasa cukup untuk tugas di balkonnya,malika masuk sambil membawa keranjang pakaiannya,dan ketika ia menggeser pintu balkon untuk menutupnya ia di kejutkan oleh seorang yg juga baru masuk dri pintu apartementnya,mereka sama2 terkejut.


"ya tuhan,apa yg anda lakukan nona?". seorang wanita paruh baya itu menghampiri malika yg kebingungn karna wanita itu langsung meraih keranjang di tangan malika,seketika malika terpaku ditempatnya.


"apa tuan muda darwin belum bangun?,kenapa nona mencuci pakaian, memangnya nona pembantu,apa nona sudah sarapan?ayo duduk biar saya buatkan sarapan untuk nona."wanita itu dengan cekatan bergerak,ia menarik kursi dan berhasil menyuruh malika duduk,lalu tubuhnya dengan santai mengambil apa yg ada di dapur,membuat sesuatu dengan cepat dan teratur,ia seperti sudah ahli sekali bermain di dapur,malika yg terkesima sejak tadi sampai lupa untuk menanyakan siapa sebenarnya wanita ini?baru mulut malika akan terbuka suara pintu kamar darwin terbuka,lelaki itu menyambul disana masih memakai pakaian tidurnya ia brjaln menguap beberapa kali dan tiba2 "pluk" sepucuk sayur sawi menimpuk kepalanya dan nyangkut di wajahnya,malika membelalak dan menutup mulutnya dengan tangannya,darwin yg kaget sudah ingin marah tapi tak jadi karna ia tersadar siapa yg menimpuknya dengan sayuran barusan,terlihat wanita paruh baya sedang berkacak pinggang di balik meja panjang dapurnya,wanita itu menatapnya kesal.


"NANA..!!!".darwin berjalan mendekat ke kursi makan yg di hadapannya sudah ada malika,dengan santainya ia duduk meraih tangan istrinya yg masih kebingungan,lalu darwin menciumi tangan malika tanpa malu.


"apa yg kau lakukan tuan muda,kenapa membiarkan nona mencuci pakaian?." omel wanita yg bernama nana itu


"kau mencuci lagi?ishh...sudah ku bilang bawa pakaiannya ke londre,ibu2 itu sebentar lagi akan memarahimu dan aku."


darwin tersenyum melirik nana yg masih kesal,malika malah tambah bingung saat tau ternyata darwin kenal dengan wanita itu.


"apa aku boleh bertanya siapa dia?".tukas malika akhirnya.


"jadi dari tadi kalian blm berkenalan?."darwin sambil memainkan kembali anak rambut malika yg jatuh di keningnya.


"maaf nona,saya sampai lupa karna keburu kesal dengan suami nona ini."nana tersenyum dan melanjutkan kata2nya.


"saya nana,panggil saja saya seperti itu,saya yg bekerja beres2 disini,sebelumnya saya juga yg mengurusi bocah besar ini."nana menunjuk darwin dengan pisau di tangannya.


"bohong,dia itu mata2 kakekku".sahut darwin dengan wajah di buat jutek,meskipun malika mengernyit tapi ia tak ingin menunjukan keheranannya terhadap hubungan dua orang itu,yg jelas malika kini tahu kalau selama ini ternyata darwin ada yg mengurusnya,malika tersenyum ke arah nana.


"biar aku bantu buat sarapannya."malika sudah ingin betdiri saat nana menyuruhnya berhenti.


"tidak nona tetap duduk di situ,saya akan cepat selesai."


"tapi aku tidak enak hanya melihat saja."


"kalau begitu pergi mandikan bocah besar ini saja,sekalian rapihkan karna sebentar lagi temannya akan datang."nana memerintah,matanya menatap malika jeli,dan malika serasa sedang di plototi ibunya yg segera menyuruhnya bergerak untuk melakukan tugasnya,darwin tertawa kecil.


"ayo..mandikan aku".tukas darwin dengan nada menggoda,malika mendelik karna malu,ia nampak kesal menatap darwin.


"tapi..".


"iisshhh...nana kalau marah akan menerbangkan pisau di tangannya." darwin menggandeng malika menuju kamar tidurnya,dengan rasa malu dan tak enak hati malika terpaksa mengikuti langkah darwin,sedangkan suaminya sejak tadi sudah terkekeh kecil penuh kemenangan.

__ADS_1


"siapa sebenarnya nana?". malika bertanya saat mereka sudah di dalam kamar.


"kau tak dengar tadi? dia yg suka beberes di sini."darwin malah duduk di sisi ranjang,meraih ponselnya mengecek apa yg ada di sana.


"kalian terlihat dekat,seperti ibu dan anak." malika tersenyum.


"hemm,bisa di bilang begitu,dia yg mengasuhku sejak aku disini."


"apa kamar itu milik nana dulunya".


"hemm".


"kenapa dia baru datang,selama ini dia kemana?apa dia tak enak karna tahu ada aku disini sekarang?."


"sebelum pernikahan kita dia sudah pamit tidak akan bisa setiap hari kesini."


"dia kemana?apa dia punya keluarga?."


"tidak,dia tidak punya keluarga."


"lalu dia kemana?". malika menatap darwin menuggu jawaban,tapi laki2 itu malah menatapnya sinis tak ingin melanjutkan obrolan tak penting ini baginya.


"oh iya,siapa yg mau datang?."malika bertanya saat keluar dari pintu kamar mandi


"aldo,aku akan pergi sebentar dengannya ya nanti,kau tidak apa2kan,nana yg akan menemanimu".darwin sudah bertelanjang dada ia melingkarkan tangannya di pinggang malika.


"hm,apa kau akan pulang malam?."


malika melingkarkan tangannya di leher darwin,mereka saling tersenyum lembut


"sepertinya,tapi akan ku usahakan untuk mempercepat meetingnya,setidaknya tidak lewat dari jam 9 malam."darwin mengecup bibir istrinya.


"apa aku dan nana boleh keluar,berbelanja misalnya."malika mencuri kesempatan,berharap darwin mengizinkannya.


"usaha yg bagus malik,kau mau bertemu mantanmu itu?".jemarinya mencengkram kuat pinggang malika.wajah malika meringis,akhirnya ia pasrah dengan keputusan darwin yg tak membolehkannya keluar apartement selain dengannya.


***

__ADS_1


"NANA". aldo memeluk nana yg baru saja membukakan pintu untuknya,nana tersenyum sambil mengusap2 punggung aldo dalam dekapannya.


"kau sudah sarapan?ayo makan bersama tuan muda dan nona".tukas nana sambil menambahkan kursi dia atas meja makan, di sana sudah tersedia makanan yg terlihat masih hangat dan enak2.


"aaa kakak ipar,iya aku belum sempat mengobrol dengannya walau sudah beberapa kali melihatnya."aldo langsung duduk di kursi yg di tarik nana,tak lama pintu kamar terbuka,aldo menoleh untuk melihat darwin yg keluar dari sana,namun matanya langsung membola saat ia melihat malika juga keluar dari dalam kamar yg sma dengan darwin.apa mereka sudah tidur bersama selama ini?. batin aldo


"nana...".


"hemm,ini kemajuan bukan?."nana tersenyum menjawab keterpanaan aldo yg blm sempat aldo utarakan tapi nana sudah menebak apa yg dia fikirkan,tadinya ia juga hanya mengetes malika yg menyuruhnya memandikan darwin,ia ingin tahu apakah tuan mudanya membiarkan istrinya tidur terpisah atau tidak,ternyata yg di takutkan nana tidak terjadi fikirnya.


"apa pagi ini hujan akan turun?ya tuhan...kenapa wajah tuan muda kita terlihat lebih tampan dari biasanya ya." tukasan aldo dengan senyum sumringahnya meledek darwin yg tengah berjalan menghampiri meja makn yg kini menambah 2 kursi.


"elu habis minum minum ya pagi2 begini makanya omongannya ngaco." darwin duduk di kursinya,malika tersenyum.


"hallo kakak ipar,selamat pagi."aldo mengacuhkan darwin dan tersenyum pada malika,malika yg sudah ingin membalas senyuman aldo langsung di lirik sinis oleh darwin,akhrnya ia hanya mengangguk sopan.


"cepat makan nanti terlambat menjemput rezeki,ini sudah hampir jam 10 pagi tapi kalian belum sarapan apa2 dari tadi."


nana mulai sibuk meletakan makanan dalam piring,malika yg ingin membantu di tahannya dan kembali di tatap seperti di plototi ibunya,alhasil ia menyerah dan manut saja,memakan apa yg di sediakan nana,masakan nana sangat enak di lidah malika,mereka melahap makanan di hadapan mereka dengan obrolan2 kecil,kadang ada tawa yg harus malika tutupi dengan tangannya saat aldo berguyon tentang darwin yg ternyata memang sudah seperti itu sejak mereka bertemu dan menjadi sahabat.


**bersambung.....


epilog


Nana** dan malika duduk berdua di depan tv, mereka sedang menikmati teh hangat dan camilan cookis yg masih tersisa setengah toples,di depannya tv menyala menayangkan acara gosip.


"nana tinggal dimana?".malika bertanya tanpa maksud apa2,ia hanya penasaran karna darwin bilang wanita itu tak punya keluarga.


"tuan muda tidak memberi tahu nona?."nana tersenyum,malika menggeleng.


"saat aku bertanya dia malah menyentilku tadi."wajahnya di buat pura2 kesal


"saya tinggal dirumahnya,saya perawat tuan darius prasetya".


malika menutup mulutnya yg hampir menganga karena terkejut,nana terkekeh kecil karna tau nonanya akan bereaksi seperti ini.


"maaf,tapi darwin terlihat sangat dekat dengan nana."tukas malika menyadari sikap tidak sopannya.

__ADS_1


"benar,saya yg merawat tuan muda sejak ia pindah bersama kakeknya,saat tuan muda kehilangan tuan darma,saat itu..dia anak yg selalu terlihat kesepian dimata saya."


😉


__ADS_2