
mereka berada di dalam sebuah cafe saat ini, setelah memutuskan untuk sama2 bicara dan meluruskan semuanya,nisa dan aldo masih dengan wajah yg tak terbaca, terlihat juga samar2 kekecewaan di raut mereka masing2.
bagi nisa,mungkin sekarang waktunya,pilihannya hanya dua,melepaskan atau meraih lagi,jujur perasaannya saat ini pada aldo masih sangat mendebarkan,tapi ia juga tidakningin aldo kembali memberi ketidakjelasan pada hubungannya kelak,sekarang yg terpenting adalah memaksa dan memancing aldo untuk menetapjan satu2 hatinya.
"bicara mas,nisa mendengarkan."
suara nisa melembut,wajahnya menelisik tajam pada aldo yg memandangnya sendu,ia menarik nafas pasrah,sepertinya ini hari terakhirnya untuk hidup seenaknya.
"benar aku menghindarimu,saat ada singgungan soal komitmen tentang pernikahan di chat terakhir kita,jujur aku tidak marah atau tersinggung,tapi.... (aldo menjeda kalimatnya dan menatap nisa tajam) aku kebingungan nisa,seketika aku menjadi ragu pada perasaanku padamu,aku bertanya2 pada diri sendiri,apakah aku benar mencintaimu seperti wanita dewasa pada umumnya,aku takut menyakitimu dan melukaimu." aldo menarik nafas merasa bersalah.
kembali ia akan melanjutkan kata2nya setelah melihat nisa tak bergeming dan masih ingin mendengarkan penjelasan darinya.
"aku berfikir untuk menata hatiku dulu,apakah aku siap menerima kau satu2nya wanita yg ada untukku seterusnya,jadi aku melarikan diri duluan,kamu benar,aku memberi waktu untukmu berfikir,tapi lebih2 akulah yg memberi waktu pada diri sendiri untuk memastikan hatiku,tapi di saat kau tiba2 hilang dari segala jangkauanku,kau tahu aku sangat kesakitan."
"tiba2 aku merasa kau benar2 bocah yg merepotkan,kau menghilang tapi kau membawa lari hatiku semuanya,membuat aku seperti orang gila yg terus menerus menanyakan keberadaanmu pada orang2 yg kenal denganmu,,tapi kau benar2 pintar ya,tidak terlacak sama sekali,bahkan ditya bungkam sebungkam2nya mengenai keberadaanmu."
aldo meraih jemari tangan nisa yg ada di atas meja,menggenggamnya erat,seperti takut akan di hempaskan dan tak bisa di raih lagi,aldo menjaganya agar tidak terlepas dari genggamannya.
"aku bersalah karna sempat ragu sendiri pada diri sendiri,sungguh aku tidak meragukanmu nisa,siapa yg tidak ingin punya kekasih hidup sesempurna kamu,bahkan jika harus memilih wanita yg hanya sanggup menerima segala keburukanku itu hanya kamu nis,dari awal tubuh dan hatiku cuma mengarah padamu,sudah otomatis memilihmu,hanya aku saja dan fikiran bodohku yg tidak menyadari betapa berharganya kamu untukku."
__ADS_1
"aku mohon maafkan aku,maafkan kebodohanku,maafkan aku yg mengacuhkanmu,dan aku mohon jangan lari dariku lagi hanya untuk membenciku, kau bisa memarahiku,memukulku jika perlu saat aku bersikap bodoh seperti kemarin,kau bisa tanya teman2ku bagaimana gilanya aku dan sakitnya aku saat mencari2mu kemarin2, keadaanku benar2 buruk nisa."
kali ini aldo meremas2 jemari lentik itu,wajahnya menunduk seperti mengharapkan pengampunan atas segala kebodohannya,berharap nisa mau memaafkannya dan kembali menerimanya seperti dulu.
"aku tau." nisa tersenyum,aldo seketika mengangkat kepalanya untuk menatap nisa yg bicara tadi.
"apa?." ujar aldo mencari jawaban lewat mata cantik itu yg menatapnya dengan lembut lagi, setidaknya ia tahu kalau nisa nampak menerima permintaan maafnya.
"aku tau mas sangat menderita, aku tau setiap hari mas cari2 aku kesemua orang yg kenal denganku,setiap hari menatap layar hp berharap ada kabar dariku,mas aldo sudah sadarkah? bahwa aku sangat penting di hidupmu?."
"nis...
"katakan siapa orangnya? biar aku buat perhitungan dengannya,saat dia tau aku sangat kelelahan dan hampir putus asa mencarimu,dia pasti menertawakanku di belakangku,aku tau pasti orang di dekatkukan,karna ditya dan bapakmu tidak akan mungkin tahu perkembanganku yg menderita karna kesakitanku setiap hari menyesali kepergianmu,siapa orangnya? katakan." aldo bersungut2,nisa terkekeh, ia tahu aldo juga menyimpan malu jika ia tahu foto2nya setiap hari muncul di layar hp nisa.
"kak wulan,setiap hari dia mengirimi fotomu dan memberi kabar pada ku tentang keadaan mu,jadi berterimakasihlah padanya nanti ya."
nisa tertawa kecil,sebelah tangannya menggenggam tangan aldo yg masih menempel erat di jemari sebelah tangannya lagi,aldo nampak terkejut,wulan?ah...kenapa dia tidak berfikir sampai ke gadis itu.
"aku akan buat perhitungan dengan pacarnya nanti,ben harus tahu kelakuan kekasihnya itu, ah wulan,padahal aku jelas2 memperlihatkan betapa menderitanya aku setiap hari di depannya." aldo gurau mengancam
__ADS_1
"mas tau,jika foto2 dan kabar yg setiap hari kak wulan kirimkan adalah foto kebahagiaan mas tanpa aku bahkan tanpa memikirkan aku, mungkin aku benar2 akan memutuskan pergi dan tidak akan kembali,karna sangat menyakitkanku untuk mengetahui kau tidak memilihku sebagai wanitamu,dan sepertinya butuh waktu yg sangat lama untuk melupakanmu yg sudah sangat melekat dihatiku,sayangnya wajah dalam foto itu selalu wajah sedih dan murungmu yg terlihat, aku sangat sakit melihatnya,hampir memutuskan kembali saja dan menamparmu setelah itu memelukmu karna sangat rindu."
nisa menjelaskan perasaanya yg kini terbuka lebar untuk aldo.
"kenapa tidak cepat kembali,kenapa harus menunggu lama seperti ini?."
aldo menyungut kesal pada nisa
"karna aku ingin kau melihat perubahanku, kau harus melihatku dewasa dan pantas saat berada disisimu,aku juga mempertimbangkan sikapku yg harus ku ubah agar tidak selalu menyudutkanmu atau menjadi beban untukmu,aku ingin menjadi layak untukmu agar bisa jadi wanita kebanggaanmu."
aldo mencium tangan yg di genggam itu,menempelkan dan mengusap2nya ke pipinya,membuat nisa tersipu malu dengan perlakuannya.
"kau tidak perlu melakukannya honey,yg harus berubah itu aku bukan kau,kau sudah sangat baik untuk ku,dan maafkan aku yg masih terlalu buruk untukmu." aldo menciumi lagi tangan itu,mengeratkannya lagi agar tak akan ia lepaskan lagi seperti waktu itu, ia menyesali setiap pemikiran bodohnya, ia berjanji akan selalu menjaga nisa sampai kapanpun,menempel padanya dan tak akan lagi jauh darinya bahkan jika nisa yg nantinya akan bosan padanya,aldo bertekad akan tetap di sisinya,menyusahkan nisa seperti anak kecil yg tak ingin leoas dari tubuh ibunya, aldo berjanji.
bersambung.....
epilog
angin menerpa kulit wajah nisa yg memerah karna tersipu2,ia memeluk tubuh aldo erat di depannya yg sedang menyetir motornya, hari ini ia sampai bolos kampus karna aldo,dan pria itu berjanji menuruti semua permintaannya hari ini,nisa ingin berkencan, aldo mengiyakannya dengan semangat,kencan yg hanya di lakukan berdua, hanya dia dan aldo tanpa bertemu dengan kenalan yg mengharuskannya menjadi kencan bersama.
__ADS_1