Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
lelaki bodoh (wulan)


__ADS_3

pov wulan


aku tidak habis fikir kenapa aku bisa jatuh cinta dengan laki2 bodoh seperti dia,berkali2 aku memberinya waktu tapi ia sama sekali tidak ingin belajar dari pengalaman teman2nya atau siapapun itu yg bisa menunjukannya bagaimana memperlakukan wanita dengan baik,aku menghela nafas putus asa,benar sepertinya,kak ben type laki2 yg harus di beri tahu dengan jelas dan terpampang nyata,meski ini sangat memalukan dan terkesan seperti aku yg sangat ingin menikahinya,tapi apa boleh buat si bodoh ini tak akan pernah mengerti posisinya.


"aku menyuruh kakak menunggu 1 thn atau 2 thn lagi itu karna aku memberi kakak waktu untuk berfikir,benar hati kakak sudah mantap memilihku? ku hanya takut kakak menyesal menikahiku yg sepenuhnya belum sempurna ini sebagai wanita,kakak tau aku sangat ceroboh dalam segala hal,aku mudah merengek nantinya,apa kau mau menerima aku yg seperti ini,sedikit jorok,malas beres2 rumah,tidak pandai memasak dan...


"jangan konyol,memangnya itu sebuah masalah? aku mau kau jadi istriku bukan mau menjadikanmu pembantuku,alasan seperti itu tidak bisa aku terima,jangan mengada2 wulan, katakan yg sebenarnya kenapa kau terus berkelit disetiap ajakanku untuk menikahimu."


lihat dia,benar2 laki2 tidak peka,tidak mendengarkanku dahulu tapi langsung memotong kata2ku dengan asumsinya yg nyeleneh,tapi aku senang,ternyata dia sebucin itu padaku, jujur aku tersipu,aku menarik nafas dalam untuk melanjutkan kata2ku.


"temui keluargaku."


"apa? kenapa?." nah kan,lihat dia terkejut, aku senang melihat reaksinya yg bodoh itu dan juga gemas pada wajahnya yg nampak pias saat aku menyinggung keluargaku.


"jika kakak ingin menikahiku,pinta aku pada ayah dan ibuku,kau harus berkenalan pada mereka,memangnya kakak fikir kita hanya akan menikah saja,berdua? bodoh." aku meledeknya,kak ben nampak gugup sekarang.


"eumm...aku tidak terfikirkan kesitu,melihat pengalaman darwin yg sangat mudah untuk menikah aku rasa...


"nona lika dan tuan darwin berbeda dengan kita,aku masih punya keluarga yg lengkap kak,aku juga ingin di kenalkan dulu dengan keluargamu,aku ingin melihat mereka juga menerimaku kelak,aku tidak ingin keluargamu tidak memperlakukanku dengan baik karna belum mengenalku,kita akan menjadi keluarga nantinya."


"keluargaku bukan masalah,mereka akan sangat senang jika tau aku akan menikah, tapi..eumm..keluargamu,apa mereka...".


suara pria besarku nampak bergetar aneh,aku jadi ingin terkekeh mendengarnya,lihat saja,dia dengan santainya mengajakku menikah tapi tidak santai saat tau akan di pertemukan oleh ayah dan ibuku,kali ini sepertinya aku ingin mengerjainya.


"yaaa...ayah memang agak sulit,tapi ibuku lumayan welcome dengan siapa saja,jadi kakak tidak perlu khawatir." aku tersenyum puas,melihat ia yg semakin pucat,mungkin membayangkan jika ayahku benar2 ada dihadapannya.


"baiklah..euumm..kapan kita bertemu mereka."

__ADS_1


*****


"apa kakak gugup? tangan kakak berkeringat sekali." aku tersenyum,meremas satu tangan kak ben,sebeleh tangannya lagi memegang stir,wajahnya masih sepucat saat perjalanan di mulai pagi tadi,ya...hari inilah waktunya,aku akan memperkenalkan kak ben pada keluargaku.


"aku baik2 saja."


aku tahu dia menahan nafas mengatakan itu, dan itu membuatku gemas melihatnya.


"tenanglah,orang tuaku tidak semenakutkan bayanganmu."


"aku tidak membayangkan apa2,aku hanya...hanya....,sayang...bagaimana ayahmu? biasanya dia suka apa? aku harus bagaimana bicara padanya? apa aku harus berikan dia pujian sesering mungkin,dia type yg bagaimana? pendiamkah atau lebih periang atau...


"kakak..!!."aku meremas jemarinya,oh tidak,dia menggemaskan sekali, benjamin yg manly, pria besarku,dia sedang gugup di usianya yg masuk kepala 3 itu,ya tuhan dia lucu sekali.


"tenanglah,tarik nafasmu perlahan,lalu keluarkan pelan2,apa kakak sudah baikan?."


"aku sangat gugup." tukasnya, akhirnya ia jujur,matanya menatapku lekat,dan aku tersenyum menenangkannya.


"it's ok,mereka akan menerimamu."ucapku


"tidak,aku butuh asupan energi sekarang, kemari."


aku membelalakan mata seketika kak ben menepuk2 kedua pahanya,apa dia sudah gila? ini di mobil dan dijalan pula,aku mendelik ingin menolaknya.


"kakak ini dijalan."


"kita di tepi jalan,ayo cepat."

__ADS_1


dasar pria besar gila,dia membuka sabuk pengaman jok kursiku dengan paksa dan langsung mengangkat tubuhku untuk berada di pangkuannya,tanpa jeda,dia meraup wajahku yg belum siap dengan luma*an bibirnya,di detik berikutnya kami hanya berciuman,aku membalas setiap sentuhan bibirnya,sedikit bermain2 disana,menyesap segala yg ada dan terjangkau,kak ben nampak memburu dengan gemuruh nafasnya, aku menikmati ini,pria besarku memang sangat menarik saat sedang bernafas didekat wajahku.


"akshhh..hhhh..mmmskkhh." aku melepas paksa ciuman yg mulai memanas itu,kami menghirup oksigen dengan nafas tersengal,saat kesadaran kami mulai kembali aku melingkarkan lenganku di leher kak ben dengan manja.


"sudah isi energinya? ayo kembali jalan,kita akan kemalaman nanti." tukasku,merapihkan sedikit rambut hitam legamnya dan bergerak untuk bersiap pindah ke kursiku lagi,tapi tangan kekar itu mengerat di pinggangku, kak ben mengecup lagi bibirku dengan bertubi2 kecupan kecil. cup..cup..cup


aku membiarkannya selama 5 menit ia melakukan itu, aku ingin terkekeh,kak ben bahkan mengendus2kan hidungnya di leher dan tengkuk kepalaku, ia seperti menghirup energiku sepuasnya,dan aku menahan diri untuk tidak membalasnya.


"aku akan sangat menempel padamu nanti, jika kita sudah resmi aku akan benar2 membuatmu lelah, ingat ini ya,aku akan sangat keras padamu."


"apa kau akan jadi pria mesum sekarang? hm?."aku ingin menggigit hidungnya saat ia mengatakan itu dengan senyuman menggoda dan menempelkan dahinya di dahiku.


"aku akan lebih mesum dari yg kau bayangkan,jadi persiapkan dirimu." lagi, dia mengecupku lagi, baru setelah ia puas di kembalikannya aku ketempat dudukku, kak ben sudah nampak santai,sepertinya gugupnya sudah hilang.


kami melanjutkan perjalanan panjang ini, sedikit macet karna ini weekend,kampung halamanku memang termasuk dari salah satu kota wisata yg banyak di kunjungi orang kota yg ingin berlibur atau sekedar melancong icip2 kulinernya, biasanya 3 bulan sekali aku akan pulang untuk sekedar melepas rindu pada ayah dan ibuku.


"kau yakin hanya ini yg kita bawa,tidak tambahkan sesuatu atau apapun untuk hadiah buat ayahmu?."


tukas kak ben setelah tadi matanya melirik ke bagian kursi belakang,melihat hanya beberapa paper bag berisi oleh2 untuk orang rumah.


"kenapa kakak hanya menyebut ayahku,kaka tidak gugup dengan ibuku?."


"hm,aku fikir seorang ibu lebih memihak pada pilihan anak2nya,jadi ancamanku hanya pada ayahmu,kau bilang dia sedikit sulit."


"kau akan tahu nanti kak."


senyum itu begitu manis,kami terus mengobrol membicarakan apapun untuk mengusir ngantuk dan ketegangan kak ben, laki2 bodohku nampak sangat menggemaskan saat wajahnya berubah ubah saat kami membahas tentang ayahku, aku geli sendiri dalam hati ingin menertawainya.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2