Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
perkelahian 2 pria


__ADS_3

"pak aldo,di tunggu pak darwin di ruang vip, anda harus bergabung sekarang karna pak darwin tidak akan lama bicara pada mister jhonson." tukas wulan saat sudah di dekat aldo yg benar saja sedang duduk di kursi tunggu yg tersedia di area lobi,wajahnya nampak murung dan berkerut sedih,sebenarnya wulan penasaran mengapa bos genitnya nampak sedih di hari yg harusnya membuatnya bahagia ini,tapi mengingat kesibukannya yg lain wulan tak ingin bertanya dulu,ia membiarkan rasa penasarannya.


"kenapa darwin gak bisa menemani jhonson lama2,dia investor satu2nya dari luar asia."tanya aldo sambil berjalan di iringi wulan di sebelahnya.


"mungkin pak darwin tidak mau lama2 meninggalkan nona malika di mejanya."


heuh,dasar bucin,tukas aldo di hatinya,senyum sinis yg tertarik di bibirnya bukan ia tunjukan pada darwin,melainkan pada dirinya sendiri,tersadar betapa menyedihkannya ia saat ini.


meninggalkan area lobi,saat wulan dan aldo masuk,di ruang pesta,dimana orang2 tengah menikmati makanan yg telah di sediakan,ada pemandangan aneh yg membuat wulan dan aldo menghentikan langkahnya,semua mata nampak terkesima pada satu titik,dimana aldo menangkap sosok darwin berdiri dengan tatapan memburunya, di depannya dua orang pria, yg satu berjas putih dengan noda darah yg bercucuran di kepalanya,nampak pria itu memegangi belakang kepalnya sambil meringis kesakitan tapi sebelah tangannya mencengkram tangan kakak iparnya yaitu malika yg sepertinya sudah menangis ketakutan.


dan satunya lagi pria yg bersembunyi di balik punggung dekat laki2 berjas putih yg berdarah tadi,aldo dan wulan nampak terkejut,sebenarnya apa yg terjadi disini?.


*****


di ruangan vip,darwin benar2 menepati janjinya pada malika tentang kata yg ia bilang tak akan lama berada di ruangan itu, tepat sepuluh menit,ia hanya menyapa mister jhonson disana,ia juga bilang akan mngitus aldo yg sebentar lagi akan datang bergabung dengan mereka,entah kenapa ia merasa resah meninggalkan malika sendirian di meja makan yg sepertinya sangat di nikmati istrinya itu karna makanannya yg enak katanya.


darwin melangkah keluar dari ruangan itu, ia nampak bersemangat ingin segera menghampiri istrinya yg mungkin sudah bete karna sendirian disana,tapi langkahnya terhenti,saat dari arahnya berdiri ia melihat istrinya tengah bicara dengan laki2 yg sepertinya istrinya mengenal orang itu, nampak malika menolak dengan menjaga jarak saat bicara dengan pria itu,entah apa yg mereka bicarakan,tapi saat darwin sudah ingin melangkah lagi tiba2 ia harus menghentikan langkahnya kembali karna melihat seorang pria berjas putih menghampiri istrinya,pria itu nampak agresif karna langsung merangkul pinggang malika yg terkejut dan mencium kening malika tanpa memperdulikan penolakan malika atas tubuhnya yg terus meronta kecil minta di lepas,darwin juga melihat malika memukul sedikit keras dan kasar ke lengan pria berjas itu.


adegan itu menyulut amarah darwin,tangannya sudah mengepal keras sampai buku2 di tangannya nampak memutih,matanya tersorot kecemburuan yg membutakan nalarnya sendiri,langkahnya berselimut aura gelap,tak ada yg lain di fikirannya keculai membunuh pria yg kini menggenggam tubuh istrinya.


di sela2 langkahnya,darwin meraih vas bunga yg ada di salah satu meja yg ia lewati tanpa menoleh,karna tatapannya terkunci di sosok yg berada dekat dengan istrinya,tanpa bicara lagi darwin melempar vas di tanganya yg ternyata tepat mengenai belakang kepala pria itu,seketika kegaduhan terjadi,menyita banyak pasang mata yg menatap kearah suara yg darwin timbulkan,semua mata membelalak,mengetahui orang nomor satu yg menjadi bintang di perayaan inilah yg menyebabkan keributan disini.


"prangngng...". suara vas yg pecah berjatuhan ke lantai,orang2 histeris saat melihat darah mengucur di kepala seseorang yg terkena lemparan vas bunga itu,malika membelalakan matanya saat tahu siapa pelaku pelemparan itu, lalu badannya lemas,air matanya mengalir deras,wajahnya telah pias sejak tadi,tapi dion malah mempererat genggamannya kali ini di lengan malika,menahan tubuh kecil wanita itu agar tak jatuh terkulai karna dion tahu gadisnya sudah tak bisa menahan badannya sendiri karna syok.


"lepaskan". dingin,suara darwin tanpa ekspresi namun tatapan membunuhnya masih menguat sampai menyerap ke area ruangan tempat ia berdiri.


"sebelum kau memilikinya,dia milikku,kau yg merebut milik orang,sekarang akan aku ambil dia kembali." dion nampak tersenyum sinis menantang.


"kau melewati batas,dia istriku sekarang, kau akan masuk kepenjara jika membawa kabur istri orang."

__ADS_1


"jangan membodohiku,aku tau drama pernikahan paksa kalian,aku akan menebusnya kembali berapapun harganya akan aku kembalikan uang kakekmu 5 kali lipat untuk tubuhnya."


wajah darwin memerah,kemarahannya sudah pada puncaknya,pria di hadapannya telah melecehkan istrinya dengan kata2nya, seketika langkahnya melebar mendekat kearah dion,darwin meraih sisi jas yg dikenakan pria itu,menariknya kuat2 lalu bugh..bogem mentah mendarat di wajah dion membuat pegangan tangan dion di lengan malika terlepas,dion tersungkur dan terjerembab di meja,darwin tak memberi jeda,ia menarik kerah baju dion kembali memukul wajah dan mulut dion dengan membabi buta,darwin benar2 meluapkan kemarahannya,tiba2 dua orang berbaju serba hitam dengan badan yg besar menghentikan aksi darwin yg tengah memukuli wajah dion,tubuhnya terangkat dan seketika terlempar kebelakang,kini pukulan keras juga mendarat di wajah darwin,satu orang berbaju hitam itu memukul darwin tanpa henti,sepertinya mereka adalah anak buah yg di bawa dion untuk berjaga2 jika kejadian seperti ini terjadi.


"tidak,jangan aku mohon hentikan." tangis histeris malika memecah,ia hendak berlari meraih tubuh darwin yg tersungkur jauh,tapi lagi2 tangannya di cengkram kuat,kali ini oleh arya,malika lupa kalau abangnya masih berada di dekatnya.


darwin bangkit dari jatuhnya,pandangnnya sedikit kabur karna pelipis dekat matanya terkena hantaman keras,saat orang di hadapannya sudah ingin kembali melayangkan bogemannya,tiba2 aldo menghadangnya dan memukul keras ke wajah bodyguard berbadan sedang itu, tubuh lelaki itu terjatuh,aldo menendangnya dengan kasar dan keras.


darwin melangkah lagi mendekat kearah dion yg masih memulihkan kesadrannya di dekat meja,bodyguard yg berada di dekat dion nampak bersiap,tapi tanpa aba2 darwin menendang bagian vital body guard itu,membuatnya tersungkur dan terjatuh berteriak kesakitan,tangan darwin mencekal kerah dion,memukul lagi dengan sembarang,ia tidak peduli bagian mana yg akan kena,ia hanya ingin menghancurkan orang yg sudah menyentuh istrinya dengan tangan kotornya dan meremukan mulut pria yg telah melecehkan istrinya.


"minta maaf padanya,AKU BILANG MINTA MAAF PADANYA,BRENGSEK." "bugh..bugh..bugh...". darwin berteriak sekencang2nya,kekesalannya meluap sudah,dion nampak memberontak berusaha keluar dari jeratan darwin yg mungkin akan membunuhnya dengan cara menghancurkan wajahnya,ia sudah merasakan bunyi tulang hidungnya yg patah dan rahangnya yg mungkin bergeser,dion mengerang kesakitan.


"hentikan tuan."sebuah tangan mencengkram bahu darwin,seketika darwin menoleh dan ingin mumukul siapa saja yg ada dihadapannya karna menghalanginya, dan kepalannya berhenti di udara saat ia mengenali wajah ben yg sedang menatapnya di sana.


di balik punggung ben,berdiri kakeknya beserta beberapa ajudannya yg berbaris rapih di belakang tubuh kakeknya, pria tua itu menatap darwin dengan sorot tak terbaca,kedua tangannya meyilang di balik badannya,kakeknya melangkah mendekati tubuh darwin yg terpaku dengan nafas memburu disana.


"tadinya aku datang untuk memberikanmu ucapan selamat,tapi ternyata pemandangan ini yg membuat aku tidak percaya kau sebodoh ini bertindak demi sampah tak berguna itu." kakeknya memicing kearah dion yg sudah terkulai lemas,lalu kembali menatap darwin dengan dingin.


seketika orang2 kakeknya yg tadi berbaris di punggungnya bertebaran melakukan perintah,darwin masih mengepalkan tangannya yg kini penuh luka,sisa kemarahannya masih ada,apa lagi dengan kedatangan kakeknya yg melihat dirinya sekacau ini benar2 membuat harga dirinya terinjak2.


"ben,bawa pergi dia,suruh dia bersihkan tubuhnya dan isi kepalanya yg bodoh itu." perintah kakeknya tanpa bantahan dari ben, ia menepuk bahu darwin untuk segera bergerak,darwin sudah ingin melangkah saat dirinya tersadar akan malika,ia mencari2 sosok istrinya menyisir keseluruh ruangan,tapi ia tidak menemukannya disana .


"lika?dimana malika?."tukas darwin,ia menatap ben panik.


"pergilah ke hotel terdekat,dia disana menunggu loe."jawab ben,dan tanpa aba2 darwin berlari menuju lobi untuk keluar menyusul istrinya.


tuan darius menatap kekacauan yg terjadi di ruangn tempat ia berdiri sekarang,ben mendekat kearahnya dan berdiri siap mendengar perintah.


"sudah mengkondisikan para tamu?".

__ADS_1


suara kakek terdengar berat,ben tau laki2 tua itu sedang kecwa pada darwin


"sudah tuan,media juga sudah di bungkam, tidak akan ada kekacauan di luar setelah kejadian ini."


"siapa pria bodoh yg memukul cucukku?."


"namanya dionar prajadipta,salah satu pewaris dari gruop adipta corp,mereka bekerja sama dengan perusahan induk kita tuan."


"putus kontraknya,singkirkan dia jauh2 dari darwin dan lika,lalu...kau sudah urus kakak bodohnya itu."


"sudah tuan,dia sudah dikirim ke tempat yg tuan perintahkan."


"aku sudah bilang serangga itu akan menyulitkannya,tapi dia masih saja menganggapnya keluarga,kenapa dua orang bodoh itu selalu membuatku naik darah." sang kakek mengoceh sambil beranjak pergi,ben mengikutinya dari belakang.


melewati lobi,ben melihat wulan yg tadi sibuk ikut membantunya membereskan kekacauan di dalam gedung,gadis itu sedang berdiri dekat meja recepsionis,ia lalu membungkuk saat ketua lewat di hadapannya,sebenarnya ia ingin melirik ben yg berjalan di belkang ketua,tapi wulan tak cukup berani,alhasil ia hanya menunduk dengan sangat hormat sampai benar2 merasa barisan para ajudan ketuanya pergi menghilang di lantai lobi,saat wulan mengangkat kepalnya,seseorang menarik tangannya membuat ia terkejut dan tergagap melihat ben yg membawanya ke lorong lobi yg biasa di pakai staf untuk jalan pintas masuk ke dalam gedung.


"kakhemmmmmhhmm". wulan nampak tak siap saat seketika ben mendaratkan ciuman tiba2nya ke bibir wulan,ben ******* rakus bibir wulan dengan nafasnya yg memburu,dan di detik berikutnya wulan mulai mengimbangi ciuman2 itu,ia tahu ben sedang sangat merindukannya,karna iapun begitu,wangi tubuh ben sangat membuatnya ingin memeluk laki2 itu dengan erat.


"terimakasih sudah membantu,pasti kau sangat di buat repot ya dengan kekacauan ini?". tukas ben saat ia menyelesaikan ciumannya,tangannya lalu merapihkan rambut wulan dan menyelipkannya di balik telinga putih beranting kecil itu,wulan tersenyum,sebelah tangannya mengusap2 dada ben yg bidang dan terlihat besar dari dekat.


"tidak apa2,aku akan melakukan hal yg sama jika aku jadi pak darwin saat ini."


"jangan terluka,aku juga akan melakukan hal yg sma jika ada ******** yg menyentuhmu,biar aku yg seperti darwin,aku saja yg terluka."


"pembicaraan apa sih ini,sudah,ayo kita buat cerita kita sendiri saja,jangan ada yg terluka di cerita kita."wulan nampak terkekeh kecil,ben mengecup bibir manis itu lagi,wajah wulan nampak sangat cantik di mata ben yg menatapnya begitu dekat.


"sayang...ayo kita menikah saja seperti darwin."


"aku bilangkan tunggu satuhmmmm." ben ********** lagi,ia gemas dengan wulan yg selalu menjawab ajaknnya perihal pernikahan.

__ADS_1


disisi lain,aldo masih terduduk menatap layar hp nya yg juga tak menyala walau berapa kalipun ia mengetuk2 benda kecil itu,bukan karna rusak,tapi karna nama yg beberapa bulan ini tak bisa ia hubungi.


bersambung.....


__ADS_2