Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
presdir tertinggi


__ADS_3

Banyak pasang mata menatap sosok tegap berkarisma yg berdiri di atas podium nan megah itu, sebagian besar para pembisnis muda dan pembisnis senior yg setara dengan kakeknya,ya...10 menit yg lalu tuan Darius Prasetya telah mengumumkan masa pensiunnya,ia resmi mengundurkan diri dari segala jagad pembisnisan,lalu setelahnya ia mengumumkan penerus resmi dari semua aset dan saham terbesar yg ia miliki jatuh ke tangan cucuk satu2nya yg ia miliki selama ini, DARWIN PRASETYA,untuk itulah darwin berdiri saat ini diatas podium yg megah disulap dengan sangat cantik nan elegant, banyak dari kalangan pembisnis muda yg sudah mengenalnya,sebagian lagi terkagum2 akan sosoknya yg terlihat muda namun tegas saat bicara memberikan kata sambutan tadi, kini darwin menjadi sorotan segala pasang mata, mulai dari mata digital dan mata alami yg menatapnya rekan atau musuh,ben sudah memberi peringatan pada tuan barunya, bahwa kini semua mata di dunia yg ia jabat saat ini,akan mengarah padanya,dan darwin mau tak mau harus bersiap akan hal itu.


"mari tuan, anda sudah di tunggu di ruang vip." ben menunjukan jalan menuju ruang vip, darwin masuk dengan langkah mantab saat pintu itu di tarik ben dan membukanya lebar, beberapa orang dengan jas yg rapih berdiri menyambutnya, hanya ada satu orang wanita dalam ruangan itu,terlihat elegant dan sangat berkarisma,ia juga salah satu rekan bisnisnya kali ini.


"selamat atas pengangkatan anda tuan, kami menyambut anda dengan senang hati tuan Darwin Prasetya, tidak,kami harus memanggil anda presdir sekarang." tukas wanita elegant itu,disambut senyuman dingin dari darwin.


"terimakasih,dan mari kita membahas bisnis selanjutnya,saya harap tidak ada basa basi untuk menjilat atau semacamnya, mari kita awali dengan kepemimpinan baru saya dengan laporan2 mengenai saham kalian yg bersih dan seimbang."


tidak ada kata sambutan,tidak ada basa basi juga,darwin duduk tegak di kursinya,wajah orang2 didepannya nampak berubah2, satu senyum sinis menyungging di bibir satu2nya wanita dalam ruangan itu.


"ARKANA GROUP,izinkan saya memulai presentasi saham perusahan saya yg pertama,investasi anda di perusahaan kami tidak akan mengecewakan anda tuan presdir."


Darwin mengangguk tegas,tatapan tajam dan mata elangnya menyorot gadis itu,sedikit kagum dengan keberanian seorang wakil direktur yg berjenis kelamin berbeda di antara sekian banyak kepala laki2 disini, kedepannya, darwin yakin perusahaan gadis itu terbilang jujur dan kompeten.


*****


jam sebelas malam darwin baru sampai di depan pintu kamarnya,ia tidak ingin mengetuk pintu karna takut membangunkan istrinya yg pasti sudah terlelap dalam alam mimpi,saat langkahnya masuk dengan pelan nyaris tanpa suara mendekat kearah ranjang dimana malika tertidur berbalut selimut tebal menggulung tubuh kecilnya, darwin menyibak seoaruh selimut itu dan melihat wanita pulas nan cantik dengan tarikan nafas halusnya, kecupan hangat mendarat di kening malika, setelah itu tangan darwin pelan menelusup ke bawah tubuh istrinya dan melingkarkan di punggang kecil itu,telapak tangannya mengusap2 perut malika yg masih rata, merasakan janin yg mungkin dapat merasakan sentuhan calaon ayahnya yg kini berkaca2 menyembunyikan wajahnya di tengkuk istrinya.


"maafkan aku yg akan jadi ayahmu nanti, semoga kau tidak menyesal dan tetap bersyukur karna punya ibu yg baik dan cantik seperti ibumu ini,ya..setidaknya kau punya dia, jangan melihat aku,aku hanya akan menjaga kalian dengan nyawaku,maafkan aku jika menjdi ayah yg tidak sesuai harapanmu kelak,apapun jenis kelaminmu nanti,tetaplah jadi anak yg baik,kau mengertikan maksudku,jangan menyusahkan ibumu."


suara pelan itu begitu lirih,tapi darwin mengatakannya dengan tulus,ia nampak serius dan sangat dalam saat mengucapkannya,selanjutnya ia ikut terlelap di balik punggung malika yg bermimpi dibisiki sesuatu oleh suara halus yg datang dalam mimpinya.


*****


"sayank ayo bangun...".

__ADS_1


suara merdu itu begitu lembut di telinga darwin,ia hanya sedikit bergerak untuk menarik lagi selimutnya,pagi masih terasa temaram,masih sunyi dan malika terasa merengek sambil mengeratkan pelukan di dada suaminya.


"tidur lagi sayank,aku masih ngantuk."


gumam darwin masih memejamkan matanya.


"ayo bangun,aku ingin makan bubur ayam yg pake gerobak dorong."


"hah?apa?." darwin nampak berat membuka matanya.


"sayanknya bangun dulu."


"ck,suruh nana bkinin ajah ya, kan banyak yg kerja di dapur."


"gak mau, pengen makan deket gerobak abang2nya."


Darwin membuka matanya dengan berat, dia menggantung kata2nya karna tersadar permintaan aneh pagi ini oleh istrinya karna berhubungan dengan bayik yg di perut istrinya,aldo bilang orang hamil di masa2 kandungan pertamanya akan melakukan hal yg aneh atau meminta sesuatu di luar kebiasaannya.


"ayo,kita cari tukang bubur ayamnya." sigap darwin menyibak selimut di tubuhnya, membuat malika tersenyum melihat suaminya yg setengah sadar berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka dengan air,sepertinya ia menyikat gigi juga.


Dan disinilah mereka sekarang,berjalan2 di komplek perumahan dengan malika yg menenteng sandalnya karna ingin berjalan bertelanjang kaki,dia juga menolak memakai kendaraan saat keluar tadi,malika bilang bayiknya ingin jalan kaki sambil menyusuri setiap sudut jalan yg padahal hanya lurus saja,darwin disebelahnya menggandeng tangan sang istri dengan erat,malika terus tersenyum tanpa henti menatap darwin di sampingnya.


"kenapa lihat aku terus? jalan yg benar nanti kamu tersandung." tukas darwin sambil mencubit pipi gembul malika.


"abis kamu lucu,ini pertama kalinya kamu keluar jalan kaki pake kolor pendek begini,sama kaos oblong dan sandal jepitkan, orang yg lihat gak bakal nyangka kalo kamu presdir tertinggi di perusahaan kakek." malika terkeke,itu membuat Darwin ikut tersenyum menanggapi celotehan sang istri.

__ADS_1


"jujur saja,ini penampilan tertampankukan? di banding stelan jas atau kemeja seperti biasa, kau jangan menyesal ya memamerkan suamimu ini di pagi2 buta begini."


"benarkah? aaaa ternyata benar,ini penampilan tertampan suamiku,ayo kita balik lagi,aku ingin di rumah saja mengurungmu agar tidak ada yg bisa melihatmu." malika menatap wajah suaminya dari depan,ia berjalan mundur membuat darwin mengeratkan genggaman jemarinya di tangan malika.


"jalan yg benar,kita belum menemukan tukang buburnya."


malika menggeleng dan menghentikan langkahnya.


"sudah gak kepingin,ayo kita pulang saja."


"yakin? serius?."


malika mengangguk dan tersenyum.


"ayo,tapi...gendong aku di punggingmu."


"cih..kau ini." Darwin menarik tubuh istrinya dan seperti permintaan malika,ia di gemblok oleh darwin,langkahnya pelan kembali menyusuri setapak jalan besar yg sepi dan sejuk,sandal yg ditentengnya tadi di ambil alih oleh darwin,ia membawakanya tanpa merasa kerepotan.


"sayang...!."tukas malika yg kepalanya kini menempel didekat telinga suaminya,kedua tangannya melingkar erat di leher darwin.


"hm?."


"terimakasih sudah percaya padaku, terimakasih sudah mau mempertimbangkan kembali pada kakek demi aku,terimakasih sudah menjadi suamiku,memberi kebahagiaan padaku,mencintai aku denga segala masa sulitku dan percayakan aku jadi ibu dari anakmu nanti."malika mencium pipi darwin,wangi khas tubuh darwin menyusup ke lubang hidungnya dan itu membuat malika nyaman.


"aku juga sayang,terima kasih sudah bersabar denganku,percaya padaku dengan cinta yg tersisa dari kehidupanku yg berantakan,terima kasih sudah datang padaku dan bertahan sejauh ini,kedepannya mari kita bahagia bersama sampai aku menua." darwin menolehkan kepalanya meminta kecupan dibibir manis malika, mereka melakukannya masih sambil dengan posisi yg sama, angin pagi yg sejuk namun menerpa hangat di pipi malika dan Darwin, matahari masih mengintip malu di balik awan yg mulai akan cerah menghilangkan temaram, darwin melangkah lagi,mereka berceloteh layaknya sepasang kekasih yg tak luput dari debaran aneh di dada,perjalanan panjang kehidupan mereka baru akan dimulai,mereka akan sibuk dengan bayik kecil dan jabatan tinggi seorang presdir,tapi malika dan darwin selalu bersyukur atas apa yg terjadi,setidaknya mereka disatukan untuk mengikat erat tali keluarga yg lama terkoyak dan getas,semoga selamanya seperti ini, kebahagiaan berselimut di keluarga utuh mereka.

__ADS_1


TAMAT 🤩🥰😍😘


__ADS_2