Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
selamat tinggal sementara?


__ADS_3

langit di luar mendung,tapi malika harus bergegas untuk cepat2 mngepak semua barang2nya masuk kedalam koper besar miliknya, waktu masih siang,tapi gelap menyelimut karna mendung tak hilang sejak pagi tadi, ia menangis sesunggukan dengan suara tercekat tak beraturan,isakannya sampai terdengar keluar pintu,membuat siapa saja yg mendengarnya nampak bertanya2 ada apa gerangan di dalam sana?


"khuuuuhuuu..aaa...aku tidak bisa begini,darwin maafkan akuuuu huuhhuu, jangan membencikuuu maafkan akuuuuu." suara pecah tangis itu bergetar, lirih dan sangat menyakitkan di dengar.


malika terduduk di sisi ranjangnya masih berurai air mata,dadanya sakit,hatinya sakit sekujur tubuhnya juga seperti sakit, hal ini sangat mengguncang batinnya rasanya ia lebih memilih mati dibanding mengambil keputusan ini.


bagaimana kalau memohon? ia akan rela membungkukan seluruh kepalanya di bawah kaki kakek agar ia bisa terus bersama darwin, tapi malika mengingat lagi watak kakek yg tidak akan berubah hanya dengan memohon saja,kakek harus mendapatkan apa yg ingin ia dapatkan,dan ia hanya menginginkan anak ini, anak yg ada di dalam perutnya saat ini.


"nona...!!." suara panggilan dari luar kamar membuyarkan fikiran malika yg sedang menyusun rencana,ia tahu suara itu,suara nana,mungkin saking sedihnya dan takutnya malika sampai tak sadar kalau nana sudah datang dan masuk mencarinya.


seketika malika berlari keluar kamar,sosok nana yg berdiri tepat didepan pintu nampak kaget melihat kondisi malika yg sangat berantakan,ia tahu gadis itu tengah melawan dirinya sendiri dan menguatkan hatinya sendiri,nana memeluk tubuh itu dengan sangat erat,malika kembali memecahkan tangisnya dalam bahu nana.


"aku harus bagaimana nana,aku tidak ingin meninggalkannya." tukasnya dalam sela2 tangisnya.


"kuatkan diri nona,saya berjanji ini tak akan lama." nana menggenggam jemari malika yg terasa dingin.


"kita akan kemana nana? apa kakek sudah tau tentang kehamilanku?."


nana menggeleng cepat,ia lalu masuk ke kamar untuk mengambil koper yg tadi di siapkan malika.


"kita harus bergegas nona,ayo."


nana menarik tangan malika,menyeretnya menuju pintu keluar,saat pintu terbuka lebar, wajah tak asing menyambul disana,membuat nana dan malika terkejut bersamaan.


"BEN."


*****


Darwin mondar mandir di ruangannya yg terasa sangat dingin, entah mengapa perasaanya sangat gelisah sejak tadi,ia ingin menelfon malika tapi ia urungkan karna baru 10 menit yg lalu ia mendengar suara manis istrinya itu,ah..perasaan apa ini,darwin nampak menerka2 batinnya.

__ADS_1


"bapak panggil saya." suara wulan yg menyambul di balik pintu membuyarkan fikirannya yg kemana2.


"iya wulan,kamu berteman dengan istriku kan? apa kalian saling balas chat?." darwin menatap wulan penuh harap,membuat wulan sedikit kebingungan.


"iya pak,sesekali kami balas chat jika nona menanyakan keadaan bapak di kantor."


"bagus,tolong telfon atau chat dia sekarang."


"emm maaf pak? untuk apa ya kalo saya boleh tau."


"tanyakan keadaannya apa dia baik2 saja dirumah,aku kok sejak tadi agak aneh ya,sejak meninggalkan dia berangkat kerja tadi pagi, seperti ada yg aneh tapi aku belum menemukan keanehannya aku sedang berfikir."


"memang bapak tidak menelfon nona?."


"sudah tapi dia baik2 saja."


"hallo nona apa nona baik2 saja sendirian di rumah?."


"oh tidak nona,saya menelfon karna pak darwin terlihat sedikit gelisah dan tidak focus di tempat kerja."


"baik nona akan saya sampaikan."


"apa katanya?." darwin menatap wulan yg tersenyum tanpa arti.


"nona baik2 saja pak,dia bertanya apa anda sakit? saya bilang tidak,lalu nona berpesan agar bapak jangan lupa makan siang dan malam."


"aku akan pulang awal,aku akan makan malam dirumah bersamanya."


"tapi pak,saya rasa nona sedang tidak dirumah."

__ADS_1


wulan nampak berkernyit mengingat2 yg barusan ia dengar di telfon,seperti suara seseorang menyalakan mesin mobil,walaupun suaranya halus wulan yakin itu suara mesin mobil.


"apa maksudmu wulan?." darwin nampak kaget dan khawatir,pasalnya malika tidak meminta izinnya untuk keluar rumah hari ini.


"saya mendengar suara mesin mobil di nyalakan,saya fikir nona sedang di luar atau hendak keluar apartement."


"tidak,dia tidak punya mobil,dia juga tidak bisa menyetir,dia tidak bilang apa2 hari ini padaku untuk keluar rumah."


darwin nampak berfikir,mengingat pagi ini ia berpamitan dengan sangat mesra,meski ia curiga dengan tatapan istrinya yg sedih karna beberapa hari ini ia memang sedikit manja dan selalu bilang ingin di sampingnya.


darwin mengambil ponselnya,menghubungi lagi nomor istrinya,ia menunggu 3 kali nada sambung berbunyi di seberang sana,tidak ada jawaban,fikirannya mulai panik membayangkan yg macam2,sekali lagi ia menghibungi nomor itu tapi hanya nada sambung yg lagi2 ia dengar,malika tidak mengangkatnya.


"coba hubungi istriku lagi wulan."


perintah darwin langsung di iyakan oleh wulan,ia tahu mungkin ada yg tidak beres dengan istri bossnya itu hingga membuat darwin yg sekarang terlihat sangat panik dan gelisah.


tapi anehnya,tiba2 nomor itu tidak dapat di hubungi,wulan mengulangi panggilannya hingga 3 kali tetap tidak terjawab,terakhir kali malah operator yg menjawab jika nomor itu tidak dapat di hubungi atau berada di luar jangkaun,wulan menatap darwin dan menggeleng pelan,seketika reaksi darwin di luar dugaan,laki2 itu meraih jasnya di bahu kursi dan berlari keluar ruangan.


sepanjang berlarinya darwin berfikir keras,memang ada yg tidak beres dengan malika beberapa hari ini,sikapnya yg aneh membuat darwin selalu menatapnya setiap kali istrinya itu tidur,darwin menyesali kenapa ia tidak menyadari lebih awal perubahan istrinya,ia terbuai dengan prilaku malika yg tiba2 manja dan selalu merayunya dengan lembut di tempat tidur.


di dalam lif,darwin tiba2 darwin teringat kakeknya,benar..ini pasti ada hubungannya dengan kakeknya.ah..brengsek,maki darwin dalam hati,padahal ia sudah sedikit tenang kakeknya terlihat diam dan tak mengusiknya lagi,apa yg orang tua itu inginkan dari istrinya?


darwin menatap ponselnya,menelfon ben sekertaris kakeknya yg setia tapi pengkhianat itu,sambungannya tiba2 terputus,ben merijek panggilannya,darwin setengah kalap,ada sulutan amarah di mata dan dadanya yg memanas. drrrt..ponsel darwin bergetar sebentar,matanya langsung menatap layar kembali,ada pesan masuk disana,dari ben,darwin membukanya tanpa fikir panjang.


"bersabarlah,aku akan menjaganya sementara sesuai janjiku."


aaahhhhh brugh,darwin memukul2 dinding lif yg bergerak terasa lama,matanya penuh kilatan membunuh,ia tahu malika telah pergi, kali ini ia harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk berhadapan dengan kakeknya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2