
Darwin masih tersenyum melihat wajah istrinya yg nampak berkonsentrasi tepat di depan wajahnya, malika tengah mengikat simpul dasi yg terus salah dan membuatnya kesal,sesekali darwin menjahilinya dengan mengecup ngecup kecil bibir beraroma melon itu,bibir itu selalu menjadi candu untuknya.
"diam dulu sayang,aku gak kelar2 nih." tukas malika sedikit kesal dengan kelakuan suaminya
"habis kamu lucu sekali kalo lagi serius begitu,ayo cepat sudah benar belum."
darwin sudah ingin memajukan bibirnya lagi untuk menggoda istrinya lagi,malika nampak kesal,ia lalu menarik lagi dasi di leher suaminya dan mendorong tubuh darwin sedikit kasar agar suaminya berhenti menjahilinya.
"kenapa sulit sekali sih padahal aku sudah mempelajarinya beberapa hari ini."
"jangan marah2 sayang,yg bodoh bukan kamu tapi simpul dasinya yg memang susilt."
darwin terkekeh,ia tau malika sadar sedang di ledeknya.
"kau meledekkukan? kau mau bilang aku ini bodohkan?."
malika melempar dasi di tangannya ke atas tempat tidurnya,darwin nampak terkejut melihat mata malika yg berkaca2,aneh sekali, kenapa istrinya jadi baperan begini.
"sayang kenapa marah? aku kan cuma bercanda,sini peluk aku,maafkan aku ya."
tangan darwin meraih tubuh istrinya,ia merengkuh istrinya dan mendudukannya di pangkuannya saat bokongnya sudah terduduk di sisi tempat tidur,mata itu masih berkaca2,darwin mengecupnya hangat.
"aku memang bodoh,belajar mengikat dasimu saja tidak bisa2,tidak ada yg bisa aku lakukan,aku hanya menyusahkanmu saja."
malika menceracau masih kesal dengan dirinya sendiri.
"jangan menghina istriku bodoh,dia pandai membuat cookis." darwin mengeratkan pelukannya
"cari istri yg pandai mengurusmu,aku ini bodoh dalam banyak hal."
"gurauanmu tidak lucu sayang,istriku hanya kamu,kau pikir sepatu yg bisa di ganti2 sesuka hati."
"aku payah sekali bukan?." malika menatap mata seksi suaminya,ia nampak sedih dan merasa kecewa pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"ada apa?kau aneh belakangan ini,suka mellow sendiri,sering baper,maunya nangis2 terus kalo di bercandain,ada yg kau fikirkan? masih memikirkan ibu dan kakakmu yg jahat itu?."
"tidak ada,aku hanya...
malika terdiam tak meneruskan kata2nya,jemarinya memilin2 kancing kemeja paling atas dekat leher suaminya,darwin tersenyum gemas melihat istrinya yg seperti merajuk.
"hanya apa? hem?."
"hanya sangat merindukanmu beberapa hari ini,rasanya tidak ingin melihatmu pergi bekerja,hanya ingin disini memelukmu dan mengusap2 pipimu."
"kau mau menggodaku ya?." darwin meraih jemari itu lalu mengecupnya,kuku2 putih milik istrinya nampak imut dan harum saat mengenai hidungnya.
"apa aku istri yg sangat merepotkanmu? aku takut kau bosan padaku karna aku terus menyusahkanmu." malika mengusap2 pipi darwin yg mulai di tumbuhi bulu2 halus di sisi rahangnya.
"mau ku cium ya? sini." darwin mendekatkan bibirnya,malika menjauhi dengan gerakan kepalanya.
"aku serius sayang,aku merasa tak banyak berguna untukmu."
Darwin menarik baju tidur malika yg tipis dan langsung saja melorot di bagian bahunya,nampak kulit putih menyambul dari bahu itu,senyuman menggoda darwin membuat malika malu dan merasai pipinya memanas.
"sayang apa yg kau lakukan? kau harus kekantor sekarang." malika sedikit kaget saat tiba2 darwin bangun dari duduknya sambil menggendong tubuh itu naik ke atas kasur, ia melepas kancing2 kemejanya yg tadi sebentar di main2kan jari2 istrinya.
"kau yg bilang tidak ingin melihatku berangkat kerja,jadi ayo kita berpelukan sepanjang hari,kau juga boleh mengusap2 pipiku,bahkan kau boleh mengusap2 yg lainnya termasuk yg ini." sambil meraih tangan malika dan mengarahkannya ke pusat inti miliknya yg sudah mengeras, malika nampak malu, ia menarik tangannya dan seketika menutupi wajahnya.
darwin tersenyum jenaka,ia sudah melepas kemejanya dan menindih tubuh istrinya, menyingkirkan tangan yg tadi menutupi wajah memerah itu,sekarang malika tersenyum gairah di hadapan suaminya.
tidak menunggu lama darwin sudah menelanjangi semua pakaian di tubuhnya dan tubuh istrinya, tanpa hitungan lagi darwin menyesap keras bibir ranum malika, mereka saling membalas kecupan2 seperti takut akan terlepas dan memisahkan mereka.
darwin tersentak saat malika tiba2 menggulingkan tubuhnya mengganti posisinya,sepertinya malika ingin permainan ini ia yg memimpin,raut bahagia dan bergairah terpancar mesra dari mata darwin, ia sangat suka setiap kali melihat malika di atasnya,menatap buah dada yg menegang itu nampak menggoda menggelantung menantanganya,alih2 hanya di lihat,darwin melahapnya dengan rakus dan lembut sambil sebelah tangannya meremas sebelah buah dada malika yg satunya lagi,ia memilin2 ****** itu sampaik malika akhirnya melenguh dan mendesah karna kenikmatan yg diberikannya, pergumulan pagi itu sepertinya memakan waktu hingga darwin benar2 tidak pergi untuk bekerja.
*****
"win elo dimana?". aldo nampak kesal saat 7 panggilannya baru di jawab oleh boss yg seenak jidatnya mengatur jadwal meeting.
__ADS_1
"di apartementlah,emang dimana lagi." suara serak darwin yg menandakan kalau ia bru bangun tidur semakin membuat kesal aldo.
"elo gila ya,jam segini baru bangun,elo lupa hari ini ada meeting."
"elo ambil alih dulu ya, gue pantau dari sini ajah,malika gak mau di tinggal."
"hah? emang ada apa sama kakak ipar? sakit?."
"gak,beberapa hari ini dia emang rada manja gak kayak biasanya,gue jadi gak tega ninggalin dia sendirian."
"ih,hamidun kali bini loe."
"ngaco lu." darwin terkekeh
"melakukan hal di luar kebiasaanya biasanya ada sebab musababnya,kalo gak hamil mungkin dia mau pamitan sama lu,hahaha."
"elo mau gua transfer ke zimbabwe ya,biar gua suruh nernak jerapah disana."
masih terdengar suara aldo tertawa di ujung sana,teman kamvretnya nampak senang sekali meledek lelaki yg di kepalanya sudah tidak menakutkan lagi jika berada dekat istrinya.
"meeting 1 jam ajah ya,abis itu gue kirim via email,jam 2 nanti gue meeting di luar sama klient baru,elu udah terima data laporannya kan soal perusahan rintisan baru yg pke jasa desaint arsitek kita?coba loe liat lagi permintaannya,takutnya loe lupa gara2 ke enakan di kelonin bae."
aldo masih meledek di sela2 kalimat yg menegaskan pekerjaannya,darwin menyungut ketus.
"bilang ajah lu pengen,dasar pedofil,udah iya ntar gue cek lagi,siapin laporannya ajah."
"okeh,met bobo ena ena lagi bro".
aldo memutuskan sambungan telfonnya,darwin tersenyum menatap malika yg masih memeluk dadanya dengan pulas, wajahnya nampak kelelahan,tapi darwin terlihat senang dan ingin mengecup wajah itu lagi,saat tangannya mengelus pipi istrinya darwin teringat perkataan aldo yg menyatakan kemungkinan istrinya hamil, tidak mungkin,ia tau malika mengkonsumsi pil kontrasepsi, meski darwin tak pernah membahasnya ia tau kalau istrinya masih menunggu keputusan darinya untuk mempunyai anak,entah samapai kapan tapi yg jelas darwin masih ingin menikmati kebersamaan ini hanya berdua,ia masih setengah hati jika menyangkut tentang anak, dibayangkannya kakeknya akan merebut jabang bayi itu walau belum lahir ke dunia.
dan kemungkinan keduanya jika benar malika ingin berpamitan,mau pergi kemana dia? kakak dan ibunya telah pergi meninggalkannya,lagipula darwin akan terus mengikatnya sampai kapanpun,ia tak pernah berniat melepas malika apapun alasannya.
bersambung.....
__ADS_1