
Darwin keluar dari ruangan meeting dengan langkah lelahnya yg di percepat,ia ingin cpt2 masuk ke ruangannya dan meminum segelas jus segar dengan bongkahan es besar didalamnya sepertinya isi keplanya butuh yg dingin2 untuk meredakan bara yg hampir menyala tadi di rapatnya,klientnya kli ini benar2 menjengkelkan.
"heuh..mereka menyuruhku meruntuhkan satu gedung hanya demi bangunan beberapa meter yg memakan lahan parkir mereka nanti"darwin melempar berkas ditangannya ke ats meja kerja,ia lalu duduk di sofa yg ada di ruangannya.
"tapi tawaran mereka cukup besar untuk modal awal kita,kita bisa reparasi gedung dan menambah beberapa tim masuk di bagian disaint,gue tau elo gak akan sanggup menghendel rancangannya sendiri"aldo yg tadi mngekor di belakangnya ikut duduk di sofa sebelh darwin.
cih,darwin acuh,membuang segala penat di kepalanya,ia menyandarkan kepalanya di punggung sofa terasa nyaman di sana.
sekertaris cantik yg selalu berjaga di ruangan sebelah darwin masuk membawakan 2 buah jus jeruk dan meletakannya di ats meja.
"terima kasih wulan,hari ini kok beda ya? makin cantik".aldo menggoda genit,wulan hanya tersenyum,karna ia tau aldo hanya berbasabasi,bosnya yg satu ini memang terkenal playboy dan mudah akrab dengan siapa saja.
"permisi pak".wulan mengangguk pamit dan meninggalkan ruangan yg terasa dingin karna darwin tak bergrak di tmptnya,matanya terpejam menahan sakit di isi kepalanya.
"ayo kita ke pab mlm ini,rendi bikin pesta di ruang VVIP,dia memboking satu pab hanya untuk mengenalkan calon tunangannya".
aldo nampak bersemangat,pasalnya ia juga sudah di transfer beberapa juta untuk uang muka membokingnya untuk penampilan DJnya malam ini.
"si OKB itu...heuh,apa yg mau dia pamerkan ke gue?."darwin meminum jusnya,dan melihat aldo yg masih antusias ingin sekali membawanya ke pesta nanti malam.
"bawa saja dia".tiba2 aldo menatap darwin semangat.
"siapa?".darwin berkernyit
"siapa lagi,kakak iparlah".lalu terkekeh senang
"kakak ipar?".mata itu mendelik memelototi aldo yg langsung berhenti terkekeh.
__ADS_1
"jaga bicara loe kalo loe masih mau bernafas di ruangan yg sama dengan gue." darwin mendelik tak suka,entah kenapa ia merasa jengah mendengar aldo memanggil istrinya dengan sebutan kakak ipar.
"ada apa ini?kok gue mencium bau2 cem..".
"jangan mengarang di kepala loe yg tumpul itu,klo udah gak betah kerja bareng gue tinggal bilang,dan bikin novel ajah sana biar hidup loe penuh dengan kehaluan". darwin menghabiskan jus di gelasnya dengan sekali tenggak lagi.
"tapi gue serius,ayo bawa dia,dan umumkan kalo elo beneran udah menikah, si rendi pasti merasa kalah dari elo, selama ini mereka gak pada percaya dengan gosip loe yg menikahkan,tunggu apa lagi,taruhan itu bakal bikin elo menang mlm ini".aldo nampak mengkompori darwin yg kini berfikir mencerna kalimat darinya,teringat lagi wajah sombong rendi yg mabuk saat itu berkata dengan suara lantang."kalo darwin samapi menikah dan punya istri di tahun ini, kalian lihatkan mobil sport w yg baru itu,iya yang warnanya merah menyala itu,mobil kesayangan gue,itu bisa jadi milik loe darwin,silahkan ambil dengan menggandeng istri loe kesini".saat itu para tamu yg sebagian anggota pab yg mengenal darwin dan rendi memberi seruan dengan tepukan,saat itu rendi sangat pede bertaruh begitu karna ia tau siapa darwin,bahkan wanita2 yg suka di ajak ngamar dengannya saja tak pernah ada yg di sentunya,mereka hanya di suruh menemani darwin tidur di ranjang besar hotel tanpa boleh menyentuhnya,gadis itu hanya di suruh menatapnya dari sofa atau kursi yg ada di dalam kamar itu,dan darwin selalu terbangun setelah 2 jam tertidur,setelahnya wanita2 itu akan keluar kamar dengan uang segepok di tangannya karna bertahan dengan tidak menyentuhnya,kalian tau...jika kedapatan ada wanita yg dbawanya kdlm kamar hotel tak sanggup menahan keinginannya untuk menyentuh darwin,bahkan hanya mengusap pipinya saja saat laki2 itu tertidur,percayalah,sedetik kemudian sentuhan itu seperti alarm baginya untuk segera bngun dan mencengkram tangan wanita itu lalu menyeretnya keluar tanpa bayaran dan esoknya wanita itu menghilang entah kemana,beredarnya kabar itu membuat rendi semakin yakin kalau darwin bukan laki2 normal,atau malah dia tak suka dengan lawan jenisnya,makanya...taruhan itu berani ia gembar gemborkan dulu,dan sekarang....
Darwin menyeringai sinis,ia jadi ingin lihat bagaimana tampang OKB itu merengek2 menangisi mobilnya yg akan ia bawa pulang nanti.
*****
sore di apartement milik darwin,malika tengah merapikan dapur yg bru saja ia acak2 karna memanggang kue,ada bahan kue yg ia temukan di lemari ats yg mnempel di dinding dapur,sepertinya itu tempat penyimpanan bahan makanan,ia tak sengaja menemukannya ketika sedang beberes tadi,lalu ide membuat cookis terbayang di kepalanya yg langsung ia praktekan di dapur yg sebenarnya cantik ini,sambil menyusun kue kedalam toples kaca malika berfikir bagaimana suaminya itu memiliki hobi membuat kue,atau mungkin dulu darwin punya pembantu yg suka buat kue seperti dirinya,atau juga pacar darwin yg mungkin sering datang ke sini dan membeli bhan2 kue begini untuk brjaga2 kalau2 darwin ingin makan kue buatan kekasihnya,aaahhh...malika menggeleng2kan kepalanya tak ingin berfikir lagi tentang laki2 dingin itu,yg pasti sekarang ia punya 3 toples besar camilan manis untuk menonton tv.apa dia akan pulang malam?batin malika memikirkan darwin yg belum pernah ia lihat laki2 itu makan dengan benar di apartemenya,darwin selalu pulng malam atau bahkan tidak pulng apa karna untuk menghindarinya?malika meletakkan toples2 itu di samping tv yg menyisakan ruang kosong mejanya dan terlihat cantik toples kaca berisikan cookis di sana,semoga darwin menyentunya walau hanya sepotong saja mencicipinya,malika melihat jam didinding,waktuny membersihkan diri, sebelum perutnya terasa lapar ia ingin mandi dan memesan makanannya nanti,pesan makanan apa ya yg enak? fikirnya sambil berjalan ke kamar mandi yg letaknya dekat balkon bersebrangn dengan pintu kamarnya.
malam puku 21.00,Darwin bru masuk ke apartementnya saat melihat kesekeliling ruangan tak menemukan gadis bertubuh mungil itu,ia tersenyum sinis menungguku apanya,tukas darwin dalam fikirannya,ia menarik leher dasinya saat ia berjalan menuju sofanya dan mendengar pintu kamar mandi yg berada di sebelah rak besar koleksi sepatunya terbuka,malika menyambul dari sana,langsung melihat darwin yg terpaku menghentikan langakahnya tadi.
"kau sudah pulang? apa kau mau minum?".
"apa yg kau lakukan?".refleks darwin menatapnya intens
"membantumu melepas dasi".jawab malika jujur,tangannya sudah ingin bergerak lagi tapi darwin menepisnya pelan.
"apa yg kau lakukan di kamar mandi malam2 begini?".pertanyaan ambigu,malika mengernyit mencoba mencerna kalimat tanya itu.apa aku harus bilang padanya kalau aku habis buang hajat?.pipi malika memerah membayangkan malunya harus melaporkan hal aneh bgtu.
"menunggumu pulang,apa lagi?kau bilang aku harus menunggumukan?".jawaban yg tak terpikirkan sama sekali itu membuat darwin tercekat sedetik kemudian,malika tak tahu kalau organ tubuh darwin yg memacu darahnya sedang menggebu2 karna tatapannya yg sangat lekat.apa2an wajah imut itu.batin darwin
"ambil kan aku minum sana".akhrnya darwin bergerak menghempaskan tubuhnya di sofa ternyamannya.malika manut,dan kembali dengan sebotol air dingin.
__ADS_1
"sebaiknya kau minum susu di malam hari,kata ibuku susu hangat bisa buat kita tidur nyenyak sehabis kelelahan." ucap malika saat meletakan botol air di atas meja.
"oh ya?bagaimana ya?di kulkasku tidak ada persediaan susu ya?bagaimana?apa kau punya susu untukku?".nada suara darwin yg di barengi dengan tatapan licik melecehkan pada tubuh malika membuat gadis itu mundur beberapa langkah dan menyilangkan kedua tangannya di dada miliknya,ia melihat darwin tersenyum sinis acuh nampak meremehkannya.
"apa yang kau harapkan?heuh...ganti bajumu sana,kita akan pergi".darwin
"apa? kemana?".malika mengernyit
"tentu saja menyiksamu".senyum smirk dibibirnya terlukis lagi,ia terlihat senang melihat wajah putih itu tiba2 pias pucat seperti darah berhenti mengalir di tubuhnya.
"tolong jangan memukulku". tanpa aba2,suara malika melemah dan sedikit bergetar disana,darwin mengerutkan sedikit tatapannya,kenapa sepertinya gadis itu sangat ketakutan saat mendengar kata2 penyiksaan tadi dari kalimatnya,semenit kemudian ia melihat mata malika menganak sungai di sana,gadis itu menangis?hey..aku belum menyiksanya..maksudku menyiksa dalam arti menurut fersiku,ada apa dengan gadis ini? darwin nampak bingung.
"siapa yang mau memukulmu?kau fikir aku laki2 apa?memangnya kau pernah melihatku memukul wanita?".intonasi darwin meninggi,seketika ia teringt kakeknya.
"apa kau pernah di pukuli kakekku?".darwin berdiri dari duduknya mendekat memegangi lengan malika yg msih menutupi dadanya,ia menatap wajah malika menelisik matanya mencari jawaban disana.
"tidak bukan itu".malika meringis kesakitan darwin mencengkramnya kuat,tersadar darwin mengendurkan pegangannya.
"apa sekertarisnya yg memukulmu?".lanjut darwin.
"tidak,maksudku...aku takut kalau kau sampai memukulku,kau bilangkan mau menyiksaku?bukankah menyiksa itu berarti menyakiti tubuhku?".
darwin menghela nafas lega,ia melapaskan genggamannya,hampir saja dia mengamuk jika benar jika kakeknya atau sekertarisnya yg kedapatan memukul seorang wanita,apalagi malika,gadis dengan tubuh kecil begtu.fikirnya.
"apa kita jadi pergi?".malika bersuara,wajahnya kembali menampakkan kepolosan,darwin menatapnya lucu.
"gantilah bajumu,tunggu aku keluar kamar jika sudah siap".balas darwin
__ADS_1
eh tunggu,kenapa suara darwin terdengar lembut ya saat mengatan kalimat itu tadi.
bersambung.....