Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
gadis di pab malam


__ADS_3

suara musik yg keras memecahkan semua energi yang berbaur di ruangan yg penuh dengan orang2 berjiwa bebas di tempat itu, beberapa kelompok orang nampak berkerumun di meja tempat mereka memesan minuman ,ada juga yg terlihat menikmati music hanya lewat mini bar dekat bartender,sebagian lagi melempar tubuhnya ke lanatai dansa meliuk2kan badan mereka dengan mengikuti ritme alunan musik yg menggugah selera jiwa malam para pecinta dunia dewasa,aroma segala jenis minyak wangi tertumpah di tempat itu,wanita di tempat itupun sangat menarik perhatian,dari berpakaiannya hingga gaya berdandannya,membuat para mata laki2 yg keluar masuk nampak bersemangat mencuci mata2 keranjangnya.


aldo turun dari panggungnya,tugasnya telah di gantikan oleh temannya yg biasa bergantian di saat ia melakukan hobinya sebagai seorang DJ,ia melirik jam di tangannya,waktu baru saja menunjukan pukul 23.06 malam,masih terlalu sore untuknya pulang ke apartementnya,akhirnya ia duduk dikursi mini bar dan memesan minuman bersoda pada haikal temannya yg malam ini menjadi bartendernya,sambil menunggu pesanan minumnya,aldo mengecek ponselnya,ia tidak bisa minum alkohol malam ini karna tak ada teman yg bisa di ajak bersenang2, darwin sudah jarang ke pab karna lebih senang bermain dengan istrinya,sedangkan ben? oh jangan tanya tentang laki2 manly itu,ia hanya mau datang minum jika di suruh darwin atau sedang dalam mode bad mood dengan fikirannya,lagipula ben tidak pernah minum lebih dari satu gelas bir,karna dia mudah mabuk dan tak terlalu suka dengan alkohol,jadi...hari2 aldo di pab hanya sesekali di isi dengan berkumpul sesama DJ atau minum sendirian tapi bukan yg beralkohol,karna ia tau jika ia mabuk tidak akan ada sahabatnya yg bisa ia andalkan untuk menggotong tubuhnya jika ia teler nanti.


"siapa sih? lagi sendirian tuh,ada cowoknya gak ya,ntar gue samperin ternyata ada kacungnya lagi."


"belom liat sih dari tadi kayaknya dia duduk di situ ajah,samperin ajah kali siapa tau lagi nunggu di boking."


tepat di sebelah aldo dua lelaki yg bergosip pasti tentang perempuan membuat aldo mengalihkan pandangannya sebentar dari layar ponselnya,ia mencoba iseng ikut melihat ke arah dua lelaki itu menatap targetnya,nampak seorang perempuan berbaju dress berwarna baby pink dengan lengan terbuka memperlihatkan setengah punggungnya,rambutnya di kuncir rapih agak tinggi memperlihatkan lehernya yg panjang dan putih,gadis itu duduk sendiri sambil memainkan ponsel di tangannya yg menyala,belum sempat aldo memalingkan wajahnya lagi saat tiba2 ia tersadar dan langsung membelalakan matanya kaget,ia mengenali wajah itu,wajah yg belum lama ini pernah bertemu dengannya,tanpa fikir panjang,aldo melompat dari duduknya dan menghampiri wanita itu tanpa ragu,takut keburu dua lelaki tadi yg menyambar.


"ICA..!!!". nada suara aldo bukan seperti sapaan, lebih terdengar teriakan kemarahan,gadis yg di teriaki itu pun kaget dan langsung mengangkat kepalanya menatap orang yg barusan memanggil namanya dengan keras.


"mas aldo". nampak wajah ica sumringah mengetahui laki2 yg memanggilnya adalah orang yg ia kenal,tapi ia sedikit berkernyit karna menatap wajah aldo yg nampak seperti sedang marah.


"ngapain kamu disini? kok kamu bisa masuk? kamu kesini sama siapa?". aldo memberondong pertanyaan pada ica,ia duduk tepat di hadapan gadis itu,sebentar ia melirik dua laki2 yg tadi bergosip tentang ica di dekatnya,nampak dua lelaki itu sudah melangkah pergi meninggalkan tempatnya karna tahu gadis yg di incarnya ternyata kenalan aldo sang DJ di tempat ini.


"yg tadi ngeDJ mas aldo ya? waahhh...ica sampe gak ngenalin loh mas tadi mas di atas panggung." tukas ica,ia mengabaikan pertanyaan aldo sebelumnya.


"kamu belom jawab aku loh,kamu kok bisa masuk,gak di tahan sama security di depan, kamu tau gak ini tempat apa?anak kecil kayak kamu gak boleh ada disini." aldo nampak kesal


"ih,siapa yg anak kecil mas,nisa udah 18 tahun tau,udah punya KTP,sebentar lagi juga lulus sekolah."


"tetep ajah kamu gak boleh masuk kesini ica,kamu masih sekolah,dan liat ini jam berapa?harusnya kamu udah tidur di kamar kamu."


"nisa sama mas ditya kok mas,tadi nisa nebeng mas ditya minta anterin ke partynya temen."


"mana si dityanya?knp kamu di tinggal sendirian disini?." aldo mencari2 sosok ditya di lantai dansa tapi ia tak menemukannya,wajahnya nampak marah ingin sekali ia menonjok ditya yg selebor sekali meninggalkan adik perwmpuannya di tempat seperti ini sendirian.


"mas dityanya lagi di toilet,sakit perut katanya."


"sini kamu ikut aku." aldo meraih tangan nisa dan menggandengnya berjalan menuju mini bar tempat tadi ia memesan minuman, ia menyuruh nisa duduk di kursi yg tadi bekas tempat duduknya.


"kal,titip dia bentar ya,jangn dikasih kemana2,jangan sampe di deketin siapa2,dan jangan dikasih minum apa2,gue bentaran balik lagi."tukas aldo yg di anggukan oleh haikal


"mas aldo mo kemana?". nisa berkernyit bingung kenapa ia harus di titipakan.


"kamu tunggu disini,jangan kemana2 sampe aku dateng lagi,aku bentar nyamperin ditya ke toilet."


"tapi mas..eh..mas aldo..mas". nisa memanggil2 aldo yg sama sekali tak menengok saat meninggalkannya,sedikit manyun karna aldo tak mau mendengarkannya dulu.


aldo berjalan dengan wajah kesal menuju toilet pria,dan sangat kebetulan saat ia masuk langsung bertemu ditya yg baru selesai dengan urusannya dan sedang mencuci tangannya di westafel.


"eh al,udah turun loe? gue baru masuk." tukas ditya menjelaskan kalau ia baru datang ke pab.


"elo ngajak ade lo kesini?".tukas aldo masih dengan nada tak enak,entah kenapa rasanya ia kesal sekali melihat nisa jadi bahan liat2an para lelaki di tempat ini.


"oh si ica,iya gua tinggal bentar tadi perut gue tiba2 mules bro,eh..loe liat dia ya? dimana dia sekarang?."


"udah gue titipin ke si haikal,tapi yg bener ajah donk loe dit,elo kan tau tempat apa ini, nanti kalo ade loe di datengin laki2 gak beres gimna?kalo dia dikasih minum yg aneh2 disini gimana?."

__ADS_1


"idih...perhatian amat lu,hahaha,si ica udah gak sepolos dulu kali al,dia tau kok tempat apa ini,dan gue berani ninggaln dia ya karna gue tau dia bisa jaga diri sendiri, loe gak tau ya kalo dia lulus sabuk item? gue ajah sering di piting sama dia."


"tetep aja dia cewe dit,masih di bawah umur,sekolahnya ajah belom lulus."


"iya2 gue tau kan gue abangnya,itu gue ajak masuk dia dari pada dia nungguin temennya yg mau jemput di luar,abis ini juga dia keluar,udah yuk ah...ntar si ica ngmbek nih nungguin gue kelamaan." ditya sudah ingin melangkah tapi di tahan aldo.


"di jemput? mau kemana lagi ade loe?".


tanya aldo curiga


"ketempat temenya katanya sih mau nginep gitu,ada acara pesta ultah temennya."


"bukannya elu yg anter?".


"ikh,gila kali lu ya,mana mau dia di antern gue,lagian gua juga gak mau nganterin dia, temen2nya ntar pada kelenjehan lagi nitip2 salam buat gue,ogah bgt gue jadi bahan gosipan bocah abegeh."ucap ditya dengan pede dan tampang sombongnya yg gak tau diri menurut aldo.


"siapa yg jemput ade loe?."


"katanya sih temennya".


"cowok?".


"iya,dia udah ijin ke gue,lagian kayaknya anaknya bae,udah beberapa kali keliatan ngnterin ade gue kalo pulang sekolah."


"bilangn ica biar gue ajah yg anter,lagian gue juga udah mau pulang."aldo melangkah keluar toilet,ditya nampak terheran2,ia mengikuti langkah aldo dari belakang punggung temannya itu.


"udah gak apa2."


"elo mau mejeng ya ngeliatin abegeh2 temen ade gue? awas loe al di sangka pedofil,inget al ama umur,loe udah terlalu tua buat anak seumuran ade gue." ditya terbahak2,tangannya merangkul punggung aldo sehingga mereka berjalan beriringan, aldo tak menghiraukan ledekan ditya,ia hanya berfikir bagaimana caranya agar nisa tidak jadi ketempat party temannya itu.


saat ditya dan aldo menghampiri nisa yg sedang asik ngobrol dengan haikal,nampak aldo menatap sinis ke arah haikal yg gak tau apa2 tapi di sinisin begitu,akhirnya ia mundur diri untuk kembali menjalankan tugasnya menjadi bartender,nisa menyadari abangnya dan aldo sudah berdiri didekatnya duduk.


"lama amat si mas? nisa gak enak nih di tungguin temen nisa di luar."tukas nisa sambil manyun di depan ditya


"lah temen loe udah dateng? padahal aldo bilang dia yang mau ngntern elo."ditya menunjuk aldo yg berdiri di sampingnya,langsung saja mata nisa mengarah pada wajah aldo yg masih terlihat kesal tak tau alsannya.


"sama aku ajah ca,sekalian aku mau pulang."tukas aldo


"gak usah mas,nisa gak enak sama temen nisa udah jemput kesini."


"suruh ajah temen kamu balik lagi atau pergi duluan,kamu sama aku ajah yuk." tanpa melihat ditya lagi,aldo menarik lengan nisa,memaksanya untuk mengikuti langkahnya yg lebar meninggalkan tempat ini,ditya cuma bengong,sedangkan nisa berkernyit2 keheranan dengan tingkah aldo yg sedikit memaksanya.


"beneran mas gak usah,nisa gak enak sama temen nisa."tukas nisa di sela2 langkahnya, aldo masih saja menarik lengan nisa samapi ke parkiran khusus motornya.


"jangan nolak aku ca,aku gak suka."


ucap aldo jutek.


"hah? tunggu?maksudnya?".nisa menghempaskan pegangan aldo dengan sedikit hentakan,karna ia tau genggaman aldo sejak tadi lumayan kencang mencengkram pergelangan tangannya,aldo menoleh menatap nisa dengan tajam.

__ADS_1


"udahlah,aku gak suka kamu di anter jemput temen kamu itu,kamu sama aku ajah."


"sama mas aldo ajah gimana maksudnya?." nisa makin mengernyit ingin penjelasan dari aldo.


"ditya bilang kamu sering ya di anter jemput sama temen cowok kamu itu? sekarang gak usah,biar aku yg anter jemput kamu."


"mas aldo lagi gak mabokkan?".


"aku gak minum malam ini,emang kamu nyium bau alkohol di mulut aku." aldo mendekatkan wajahnya ke wajah nisa,otomatis nisa refleks mundur.


"kalo begitu mas aldo sadar ya apa yg mas al omongin barusan."


"kenapa? kamu keberatan?".aldo masih menatap nisa yg terlihat sangat cantik memakai dres berwarna baby pink itu,sangat cocok dengan warna kulitnya yg putih.


"bukan keberatan tapi gak mau bkin mas al repot,kita kan gak searah jdi nanti mas al kasian bolak balik,udah ah nisa bareng temen nisa ajah mas,tapi makasih loh udah mau niat anter nisa,nisa sangat menghargai kebaikan mas aldo."nisa tersenyum merekah,dan itu membuat aldo semakin menggila dalam fikirannya yg membayangkan nisa bersandar di punggung lelaki lain seperti yg di lakukannya terakhir kali dengannya saat pulang dari kafe waktu itu.


"tunggu nis,kalo kamu gak mau di anter sama aku,biar aku telfon ditya dulu,biar aku paksa dia keluar sebentar buat anter kamu."


aldo mengeluarkan hp di kantong celananya,nisa membelalak kesal.


"eh mas aldo apa2an sih kenapa jadi maksa mas ditya."


"kan aku udah bilang aku gk suka di tolak,jadi jalan keluarnya cuma begitu,kamu aku anter atau ditya aku paksa suruh anter, yg penting kamu gak di anter sama temen kamu itu."


nisa menatap aldo dengan menghela nafas kesal,ia menatap laki2 di hadapannya yg malam ini terasa sangat menjengkelkan di matanya.


"sebenernya alasan mas aldo apa sih bikin orang repot begini? bilang aja mas aldo gak suka ngeliat nisa deket2 sama laki2 lain iyakan?." kahirnya nisa menantang aldo yg langsung kicep dan tak bergerak di tatap menantang begitu oleh nisa,ia menelan liurnya saat nisa melangkah mendekat kearahnya.


"ica,inget,kamu masih sekolah,keluar jam segini tuh gak bagus buat remaja kayak kamu,aku gak mau kamu keliatan keluyuran kayak perwmpuan2 malam lainnya."


"kenapa nisa di sama2in sama cewe2 begitu,lagian nisa kan ijin sama bapak,di bolehin kok,mas ditya juga ngebolehin,nisa bisa jaga diri sendiri mas." nisa judes


"tapi tetep aja kamu perempuan,orang2 bakal mandang rendah kamu kalau kamu begini."


"nisa gak terlalu mikirin omongan orang mas,jadi biari aja orang mau bicara apa nisa gak peduli."


"tapi mas peduli,mas gak mau kamu...


"mas aldo suka ya sama nisa?".


aldo tercekat,kata2nya tak sempat ia lanjutkan saat wajah nisa kini benar2 tepat di manik matanya,ada rasa yg berdebar dalam dadanya,ia tak menyangka nisa bisa seberani ini menantangnya dengan kata2,aldo merasa terpojok,ia seperti ketahuan sedang menyembunyikan perasaannya pada gadis berbadan sintal itu, waktu seakan berhenti di sekitar mereka,dan aldo masih bungkam seribu bahasa,suaranya seperti tak ingin keluar,ada gengsi yg bercampur malu jika ia ketahuan menaruh rasa pada bocah ingusan yg masih belum melepas seragam putih abu2nya,kenapa ia bodoh sekali,kenapa ia tak menunggu nisa untuk sampai lebih dewasa dulu,minimal nisa sudah duduk di kursi kuliahnya,tapi...shit...aldo memaki diri sendiri dalam hatinya.


bersambung.....


epilog


nisa menunggu lama sambil menatap manik mata aldo yg nampak gusar,ia mencoba mengintimidasi laki2 dihadapannya agar mengeluarkan perasaanya dan menyatakannya dengannjelas di hadapan dirinya.


ayo bilang kalau kau suka padaku,aku sudah menunggu sangat lama untuk menantikan berada di moment ini,saat kau menolongku waktu aku masih duduk di bangku kelas 6 sd,kau menolongku dari pengganggu yg membullyku karna aku gendut,cuma kau yg tidak menertawakanku, bahkan mas ditya yg kakak kandungku sendiri selalu mengejekku karna tubuhku yg gendut,hanya kau yg melihatku berbeda,sejak saat itu aku terus bertekad akan mengejarmu sampai aku dewasa seperti saat ini,dan aku rasa sekarang saatnya,ayo bilang kalau kau menyukaiku ALDO ANGGARA. gumam2 nisa dalam hatinya yg menggebu2.

__ADS_1


__ADS_2