Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
hati aldo


__ADS_3

wajah cantik itu terlihat sangat dewasa, rambut panjangnya yg terburai dan mengikal di bawah nampak serasi dengan warnanya yg di buat kecoklatan,mahkota itu menjuntai indah di bawah bahunya,sapuan makeup tipis di wajah yg sudah cantik itu terlihat sangat natural dan alami,bibir merah muda dengan lipsblam wangi melon itu tersenyum imut di depan cermin,menyisir rambutnya yg sudah rapih,ia meraih tas gembloknya yg imut,memakainya dan meraih lagi buku tebal beserta teman2nya di atas nakas dekat kasur lantainya,dirinya sudah siap dengan aktifitas paginya,benar...thanisa is back,ia akan berangkat kuliah mengendarai motor meticnya.


"ica berangkat ya pak." pamit nisa sambil mengambil sepotong roti bakar di atas piring di meja makan,bapak yg lagi di ruang tengah sedang menonton tv hanya mengangguk melambaikan tangan, tiba2 pintu dekat ruang tv terbuka,kakak laki2 nisa menyambul keluar disana.


"ca,gua nebeng donk,sekalian mau ketemu temen gue."


"anyok,nih konci motornya." nisa melempar kunci ke arah ditya,ia berjalan menuju pintu keluar sambil menggigit roti di tangannya.


"ntar gue turun di depan ruko salon mayang ya,soalnya temen gue pake mobil nunggu di parkirannya."


"iya buruan."


"sabar." ditya memakai jaket dan topi,ia menghampiri bapak yg asik menonton berita, menyalami tangan bapak lalu menyusul nisa yg sudah menunggunya di atas motor.


"buruan."teriak nisa


"iya2." ditya berlari menghampiri adiknya yg bawel.


ditya mengendarai motor adiknya dengan santai,sambil bersiul ia sesekali menggoyangkan kepalanya ke kiri dan kanan, sedangkan nisa hanya sesekali melirik wajah abangnya yg terlihat senang lewat kaca spion.


"mau ketemu siapa sih seneng bener."


tukas nisa dari balik punggung kakanya.


"gak ketemu siapa2,hari ini gue dikasih rezeki nomplok."


ditya menjawab dengan sangat antusias dan sambil nyengir2 gak jelas,nisa berkernyit heran.


"rezeki apaan? duit ya mas?bisnis?ica bagi donk upah denger."


"kalo loe yg minta mah temen gue juga bakalan ngasih berapapun yg elu mau,kalo gue kan pake usaha bohongin elo dulu."


nisa makin bingung,ditya malah makin kesenengan,tak lama motor berhenti tepat di parkiran salon mayang yang tadi di sebut2 ditya, kakaknya turun dari motor sambil membuka helm.


"turun dulu."kata ditya pada nisa yg pantatnya masih menempel di jok motornya,hanya posisi duduknya saja yg bergeser jadi di depan sekarang tempat tadi ditya menyetir.


"gak ah,ica langsung berangkat aja mas keburu panas ntar."

__ADS_1


"eehh..ntar dulu." ditya menahan lengan adiknya,nisa yg tadi sudah ingin menstater mesin motornya tertahan dan menatap kakaknya bingung.


"apaan lagi?."


ditya menunjuk ke arah punggung nisa dengan dagunya,memberi tanda supaya nisa menoleh ke belakangnya,tentu nisa sangat mengerti dari gerakan kakaknya yg aneh itu, dengan refleksnya ia menoleh ke balik punggungnya,seketika melihat seseorang yg berjalan mendekat ke arahnya, nisa membulatkan matanya,buru2 ia menoleh ke arah kakaknya lagi,dengan wajah judes dan kesal ia menahan omelannya untuk kakaknya yg membohonginya,ditya nyengir sambil mengangkat 2 jarinya memohon damai.


"awas loe ya mas,dasar pengkhianat."


nisa misuh2


"makasih dit." suara pria yg mendekat itu kini nampak jelas di depan mata nisa,ia melempar kunci mobil kearah ditya dan di tangkap ditya dengan tepat.


"jangan lama2 ya,di pulangin lagi ntar jam 11 malem."tukas ditya santai tak hiraukan wajah nisa adiknya yg kelihatan bete sekali melihat pengkhianatan kakaknya.


"sip,yg gue janjiin ada di dalem mobil ya."


"ok,bay ica,setelah ini loe bakal berterimakasih sama gue."


ditya melangkah pergi menuju mobil yg terparkir tak jauh di belakangnya,kini tinggalah mereka berdua,yup...nisa dan si pria berkaos abu2 dengan jaket kulit di tubuhnya yg memancarkan aura laki2 dewasanya,akhirnya nisa tak bisa menghindar lagi.


"kenapa? gak seneng ketemu aku?." suara itu masih sama, suara yg masih sangat mendebarkan jika nisa mendengarnya meski dari jarak berkilo2 meter jauhnya.


"menurut kamu?." aldo nampak kesal,karna setelah hampir 5 bulan nisa meninggalkannya gadis itu terlihat biasa saja,apa hanya dirinya yg merindu?


"mas aldo keliatan sehat dan sepertinya semakin sukses."


nisa masih tersenyum saat melirik mobil aldo yg di bawa ditya menjauhi parkiran.


"ayo kita bicara."


"disini ajah mas,nisa harus ke kampus sekarang,jadi tolong agak cepet sedikit ya point2 penting ajah yg mau di bicarain."


"aku anter kamu ke kampus sekarang,aku tungguin sampe kamu selesai."


"nisa sampe sore di kampus."


"jangan bohong,ditya udah bocorin jadwal kamu yg cuma 2 jam hari ini."

__ADS_1


"tapikan nisa biasa kumpul sama temen2 dulu,biasanya jalan2 dulu sama temen2 sampe sore."


"nis,aku tau kamu lagi nyari2 alasan buat menghindari aku,kamu gak capek kita begini terus."


senyum nisa hilang,ada getir yg tertahan sejak dulu,tatapan aldo membuatnya ingin mengeluarkan semua yg dulu di tahannya.


"aku cari2 alesan lebih mending mas ketimbang tiba2 menghilang dan cuek."


"loh,yg menghilangkan kamu."


"tapi mas aldo yg duluan menghindar,kenapa? takut ya kalo nisa ngebahas masalah nikah, padahal waktu itu cuma asal ngomong doank loh nisa,gak perlu di seriusin juga nisa gak marah,nisa cari2 mas sampe ke apartement tapi mas keliatan banget menghindari nisa, kenapa mas? karna dulu di mata mas aldo nisa terlalu kecil dan kekanakan kan?jadi mas berfikir tinggalin aja dulu ntar kalo butuh bisa balik lagi,begitu?."


"nis...".


"nisa udah besar sekarang mas,nisa udah bisa keluar masuk ke pub malam tempat mas ditya dan mas aldo ngumpul,makasih udah ngasih waktu buat nisa berfikir,sekarang nisa tau siapa yg tulus dan yg modus."


nisa sudah memakai helmnya,ia akan menstater motornya saat lengannya di tahan oleh aldo,seketika tangan aldo yg satunya mencopot kunci motor nisa,membuat nisa mendelik kesal.


"kita belum selesai bicara." tukas aldo yg juga kesal melihat sikap nisa yg seperti berubah padanya.


"ada apa lagi? apa yg perlu di bicarakan mas, sejak dulu status kita juga gak jelas mas, nisa gak mau buang2 waktu buat yg gak penting kayak gini."


"gak penting? maksud kamu aku udah gak penting buat kamu?." aldo jengkel


"tanya sama diri mas sendiri."


"aku tahu kamu suka aku dari dulu,dari kamu masih kecil bgt,dari kamu masih gendut dan lucu,jadi gak mungkin perasaan selama itu kamu lupain dan anggap gak penting begitu ajah,nis aku bakal jelasin kenapa aku bersikap aneh kemarin tapi aku mau kamu dengerin aku dan temenin aku sampai selesai.


cih,pasti mas ditya yg bocorin juga tentang aku yg suka sama playboy ini sejak dulu, cuma dia yg sering ngeloyor keluar masuk kamar aku tanpa ijin,dia pasti nemuin harta karun aku di laci belajar aku yg isinya foto2 aldo semua.


nisa menatap aldo lekat,ia seperti sudah ketahuan kalau selama ini hatinya cuma tertuju pada laki2 di hdapannya.


"meski begitu,bukan berarti mas aldo bisa seenaknya permainkan perasaan nisa yg sejak dulu udah buat mas aldo,mas aldo tau, selama pelarian nisa,nisa selalu merasa insecure sama diri sendiri,apa nisa gak pantas atau banyak kurangnya sehingga mas aldo bersikap begitu ke nisa,selama itu juga nisa mencoba merubah diri agar pantas di mata mas aldo,tapi nisa sadar untuk apa nisa berjuang sendirian kalau akhirnya tidak di hargai lagi,bukankah nisa juga berhak bahagia,jadi nisa memutuskan membebaskan perasaan yg dulu mengekang nisa bertahun2, nisa gak mau hidup nisa hanya berputar2 tentang mas aldo,nisa akan membuka hati untuk siapa saja yg mau masuk sekarang."


"awas kalo kamu melakukan itu,aku pastikan kamu gak akan bertahan lama sama siapapun."


aldo menyambar bahu nisa,mencengkramnya kuat2,ia tahu kata2 nisa ada benarnya,tapi entah mengapa ia menjadi sangat egois dan tak rela saat nisa berkata akan membuka hatinya untuk siapapun,aldo hampir menggila mendengarnya.

__ADS_1


nisa menarik senyum sinis yg tipis,hatinya seakan meledak melihat respon laki2 di hadapannya kini,apa kata2nya yg merupakan pancingan untuk melihat hati aldo saat ini sudah berhasil? apa laki2 itu benar2 menyesal? apa dirinya kini bisa merasa pantas berjalan di sisi laki2 yg di cintainya bertahun2 itu?


bersambung.....


__ADS_2