Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
Mengenalmu lebih dalam (part 2)


__ADS_3

masih di ruangan VVIP kelas 2,semua sudah kembali terduduk,musik juga sudah di nyalakan kembali terdengar lagu pop yg tidak terlalu bising menjadi back sound dri suasana dalam ruangan ini,di atas sofa darwin sudah duduk dengan senyum smirknya yang mengancam setiap mata yg memandang termasuk malika,sejak tadi ia di rangkul darwin,jika malika bergerak sedikit untuk mengendurkan cengkraman darwin pada bahunya maka jemari itu akan mencengkramnya lebih kuat hingga membuat malika meringis kesakitan.


di hadapannya,rendi yg menatap nanar dua buah buku pernikahan milik darwin di atas meja membuatnya frustasi tak percaya,malika juga kaget kenapa sempat2nya darwin ingat untuk membawa buku nikahnya sebagai bukti,ia fikir pernikahannya akan selamanya di sembunyikan karna darwin bukan tipe laki2 yg terikat dengan wanita lebih dari 3 bulan.


"kalian gak kawin kontrak kan?".tukas rendi yg sudah lemas tak berdaya,di kepalanya terbayang mobil kesayangannya bersayap dan terbang menghilang.


"buat apa?heuh...elo fikir gue gak mampu beli mobil kayak punya loe,10 mobil bisa turun besok persis kayak punya loe kalo gue mau,elo meremehkan kekuasaan kakek gue?".darwin sedikit menyombongkan diri, ya...kadang ia juga hilang kesadaran kalo harus pamer harta,masih harus bawa2 nama kakeknya.


"kalo begitu elo gak jadi bawa mobil gue kan?."rendi sudah senyum sumringah berharap taruhan yg ia lakukan waktu itu akan batal dengan sendirinya.


"elo udah siap jadi pengecut,pecundang dan pembohong?reputasi loe di mata saksi2 ini di pertaruhkan loh,atau aldo yg bakal nyebarin video loe ke..".darwin masih ingin melanjutkan kata2nya saat rendi memotong kalimatnya dengan nada kesal.


"ok ok ok,kenapa juga pake di rekam segala sih taruhan konyol gue dulu,dasar pengkhianat loe al."rendi melirik aldo yang tersenyum dan mengangkat bahunya tak ingin ikut campur.


"tapi lika ...kenapa kamu bisa berakhir di tangan berandalan ini".suara rendi melunak menatap malika yg kali ini sudah hampir di dekap oleh darwin,laki2 itu malah memlototi rendi, kesal dan tak suka rendi bicara pada malika di sampingnya.


"elo mau gue hajar lagi ya?".darwin bereaksi lebih cepat.


cih..dasar bucin.batin rendi,ia lalu mengeluarkan kunci mobil yg ada di saku celananya,seakan tidak rela dengan sangat berat hati ia meletakkan kunci itu di atas meja.


"jaga baik2 ya kesayangan gue,trus klo elo udah bosen makenya loe bisa pulngn lagi ke gue,gue akan senang hati menerimanya,jangan loe jual,kalo loe niat jual biar gue yang bayarin meski dengan cicilan 12 kali bayar,pokoknya jangan sampe....".kata2 rendi terputus saat darwin menyambar kunci itu dengan cepat.


"isshh...elo pikir gue tukang kredit pake ada cicilan 12 kali bayar."darwin terkekeh sebentar melihat rendi yg menatap kunci mobilnya dengan mupeng,benar2 tak rela saat kunci itu masuk ke kantung celana milik darwin.

__ADS_1


*****


"kau membuat pernikahan kita jadi bahan taruhan?".malika menatap darwin lekat,mereka sudah berada di dalam apartementnya saat ini,malm menunjukan pukul 02.00 dini hari.


"bukan aku yang bertaruh,rendi yang bertaruh".ucap darwin dengan santai,ia duduk di sofa sambil melepas sepatunya.


"bagimu mungkin ini lelucon,tapi kalau sampai kakekmu tahu,dia pasti memarahi kita".wajah malika nampak khawatir


"kau takut dengannya?".pelan namun dengan tatapan menusuk ia melihat wajah malika yg sialnya terlihat cantik sekali malam ini.


"tentu saja...kakekmu mengerikan sekali jika sudah memlototiku."jawab malika dengan polosnya.


"bagaimana denganku?kau tidak takut denganku?".darwin tersenyum jahat,membuat malika membisu mengalihkan pandangannya agar tak menatap mata milik darwin yg sialnya selalu terlihat seksi di mata malika.


"siapa yg melakukan ini?".tanya darwin marah,malika mengernyit,lalu melihat ke arah tatapan darwin yang tengah memperhatikan memar di lengannya,benar saja,bekas cengkraman tangan bang arya tadi,batin malika.


"ini..".malika gusar,takut darwin mengetahui apa yg ia alami di pab tadi bersama bang arya.


"jangan coba2 berbohong padaku".kata2nya mengintimidasi malika.


"ini bukan apa2 aku hanya terpeleset jatuh di kamar mandi tadi makanya agak memar."


malika menepis pelan tangan darwin,selanjutnya ia cepat2 melangkah,takut darwin bertanya lagi.

__ADS_1


"memangnya sebodoh apa dia sampai bisa jatuh di toilet."ucap darwin bicara sendiri,ia lalu begegas pergi ke kamarnya sambil mengeluarkan ponsel di kantung celananya,nama rendi muncul di kontaknya dan langsung ia menghubunginya.


"hey ren,bagaimna elo kenal dengan malika istri gue?".darwin memuali pertanyaan dengan nada intimidasi.


"dasar sinting,jam segini elo nelfon gue cuma buat nanyain tentang bini loe ke gue,cemburuan amat jadi laki."suara rendi di sebrang sana.


"elo kenal dia dari kapan?jawab ajah kenapa sih".darwin nampak kesal


"bentar wiiinn..gue baru masuk kamar inih abs nganterin stella tunangan gue." terdengar suara pintu ditutup,darwin masih menunggu rendi yg mungkin sekarang lagi melepas sepatunya.


"dulu gue langganan tamu VIP di pab madam helena,lika sering nuangin minuman ke tempat gue,abis itu gue godain dia terus kalo ketemu tapi gue di cuekin,gue juga tau kalo dia gak pernah mau dapet bokingan kalo ada yg bayar mahal buat ngamar sama dia,katanya dia gak jual badan,dia cuma pelayan penuang minuman,abis itu kita sering ngobrol smpe pada ada satu moment gue mergokin dia lagi di pukulin sama cowo di belakang pab,waktu gue nolongin dia, dia bilang gak apa2 itu cuma abangnya kalo marah suka mukul,nah di situ gue ngerasa kasihan sama dia tapi dia nyengir ajah kalo gue ngebahas abangnya atau nanya2 tentang kehidupannya,nah...yang jadi pertanyaan gue...kok dia bisa nikah sama elo win? elo kenal dia dimana?jangan galak2 ya win sama dia,kasihan hidupnya...". klik. telfon terputus,darwin memutuskan sambungan telfonnya dengan amarah di dadanya,ia menggenggam ponsel di tangannya dengan geram,sampai2 tangan itu memerah karna kepalannya yg sangat kuat,lalu ia memukul sudut kasur berkali2 meluapkan kemarahannya.


"aaaaahhhhh brengsek brengsek brengsek,kenapa dia gak bilang kalu dia sering di pukul".darwin marah pada dirinya yg mengingat lagi wajah ketakutan malika saat ia berkata akan menyiksanya,wajah pias gadis itu terasa nyeri di hati membayangkannya,kini rasa bersalah menyeruak ke dalam tubuhnya,fikirannya,dan juga organ dalamnya semua seperti berdenyut merasakan sakit,sedih dan ketakutan yang malika rasakan saat mengalami semua itu.


darwin ngos2an sendiri saat lelah memukul gumpalan busa di kasurnya,ia berbaring menatap sinar lampu yg menyala di langit2 kamarnya,sekelebat nama muncul di kepalanya.BEN,lalu ponsel di tangannya memijit lagi mencari sebuah nama ben disana,ia menelfon lagi.


"berikan berkas informasi tentang malika ke gue,gue harus tau semua tentang dia". seketika sambungannya terputus tanpa menunggu jawaban dari ben di seberang sana.


**bersambung....


epilog*


Ben menatap layar ponselnya dengan senyum smirk di bibirnya,panggilan dari tuan mudanya baru saja terputus disana.sedetik kemudian ia menulis pesan untuk tuan besarnya.

__ADS_1


"tuan,sepertinya rencana tuan besar akan segera berbuah manis,tuan muda baru saja merespon umpan kita*".ben kembali tertidur di kasur kamarnya yang menghangat.


__ADS_2