Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
3 lelaki


__ADS_3

Darwin,ben dan aldo, duduk di meja mini bar yg langsung berhadapan pada bartender si pembuat minuman,ben hanya memesan segelas bir,darwin sudah menghabiskan 2 gelas besar,aldo masih menyisakan setengah gelas,dan yg hebatnya dari 3 lelaki itu,mereka sama sekali belum merasakan mabuk.


darwin,mungkin banyak yg tidak percaya kalau ia sangat kuat dengan alkohol,sebanyak apapun ia minum,ia tidak akan merasakan mabuk,ia tetap sadar dan dapat berfikir jernih walau dengan kepala sedikit pusing nantinya,ia tidak akan melupakan apapun yg terjadi pada dirinya saat ia minum alkohol,hal itu hanya ben dan aldo yg tau.


banyak gosip yg mengatakan kalau darwin sering ngamar atau boking wanita di pab malam kakeknya,itu benar,tapi darwin hanya menyuruh mereka menemaninya tidur selama 2 jam,tidur yg benar2 tidur,darwin yg menutup mata sambil berbaring di ranjang sedangkan wanita itu hanya di bolehkannya duduk di sofa atau kursi dekat tempat tidurnya,hanya boleh menatap dirinya,tidak di perbolehkan menyentuhnya,dan wanita2 itu harus tau peraturannya jika mereka jadi wanita pilihan darwin malam itu.


lagi2,kelakuan aneh itu hanya di ketahui oleh aldo dan ben,membuat semua orang yg mengenal darwin menjadi salah paham, terkadang banyak gosip juga yg bilang kalau darwin mempunyai penyakit kelainan sexsual,tapi darwin,aldo dan ben hanya membiarkannya,benar2 tak ambil pusing pada kicauan2 murahan seperti itu.


Ben,dua temannya tau kalau laki2 berotot dan terlihat manly itu tidak kuat dengan alkohol,ia hanya akan minum satu gelas bir setiap kali ia datang ke pab karna undangan darwin,ntah kenapa kata2 darwin seperti komando baginya,mungkin karna ia masih menganggapnya tuan mudanya walau sudah di luar jam kerjanya untuk menjadi seorang sekertaris dan asistent pribadi tuan besar yg tak lain adalah kakek darwin sendiri,makanya sering kali ben selalu menuruti perintah apapun dari darwin termasuk datang untuk minum di pab malam seperti saat ini.


aldo,semua penghuni bap tau jika aldo salah satu pegawai tetap di pab malam ini, ia bekerja sebagai DJ,urusan alkohol jangan di tanya lagi,hampir setiap malam aldo akan minum jika ada yg menemani,meski 3 gelas bir besar sudah membuatnya teler tapi ia akan tetap mabuk di malam2 berikutnya seperti tak mengenal kapok,padahal ben dan darwin sering sekali memakinya jika mabuk suka menyusahkan dua temannya itu,namun aldo tidak akan minum jika tidak ada salah satu dari dua temannya yg dekat itu,ia akan minum sewajarnya karna ia tak ingin mabuk tanpa ben atau darwin,bilang saja ia hanya mempercayakan tubuhnya pada darwin dan ben,ia tak membiarkan orang lain menyentuhnya.


"apa nona muda tau loe di sini? dia ngijinin loe minum?". ben bersuara duluan,mulutnya masih terus mengunyah buah2an segar yg ada di hadapannya,gelas birnya belum di teguknya sejak tadi.


"nona muda?". aldo berkernyit "kakak ipar maksudnya?."senyum menggoda pada darwin terpancar lewat sorot matanya.


"jangan panggil lika gue seperti itu,dia bukan nona muda,dia wanita muda gue,dan al..elo berkali2 gue peringatin berhenti dengan kata2 kakak ipar,karna gue bukan abang lu." darwin meminum birnya sambil mengomeli dua sahabatnya,lalu matanya terkunci pada ben,meski sebenarnya ia telah memberinya pelajaran di luar jam kerja nya waktu itu,tapi tetap saja ben tak bisa di sentuhnya,adu otot di dalm ring waktu itupun berakhir dengan berpuluh2 skor yg di dapatkan ben namun nol yg di peroleh darwin,shit,mengingatnya sangat mengesalkan.


"kasih tau gue apa rencana kakek?mereka pasti membuat kesepakatan tanpa sepengetahuan guekan?." tukas darwin


"gue gak tau,malam itu nona muda hanya berdua dengan tuan besar di meja makan, gak boleh ada yg datang sampai mereka selesai,itu perintahnya langsung." jawab ben,ia berkata jujur,karna malam itu ia benar2 hanya di tugaskan berjaga di luar saja,ia baru masuk hanya saat darwin telah menerobos dan menggila.


"jangan berhenti jadi pengkhianat,gue tau loe orang kepercayaan kakek gue." sindiran telak untuk ben dari mulut pedas darwin.


"kenapa loe gak coba tanya bini loe ajah, bukannya dia sangat takut sama ancaman2 loe". ben sinis,lama2 kesal juga di bilqng pengkhianat terus menerus.


"loe pikir gue akan melakukan ini kalo dia dengan senang hati jujur di depan gue,gue tau dia pasti di ancam sama kakek gue."

__ADS_1


"hah,ternyata elo masih manusia juga ya yg punya kekurangan buktinya loe gak bisa ngendaliin bini loe sepenuhnya." ben menyeringai sinis.


"ben...janji sama gue,kalo kakek gue melakukan sesuatu pada malika,elo harus jagain dia,elo harus bantuin gue."


ben menghela nafasnya berat,ini beban buat pekerjaannya,di satu sisi ia harus menjaga janjinya pada ketua untuk setia,di sisi lain ia juga memegang janji persahabatannya pada ben sejak mereka sama2 remaja,nana akan memukul kepalanya lagi jika ia tak memberi bantuan pada darwin,ah..kenapa ia harus terikat pada kakek cucuk yg keras kepala ini?.


di kursi lain aldo malah sibuk dengan hp nya asik berchat ria dengan gadis kecilnya.


"mas al jangan mabuk ya,besok anter nisa kesekolah ngambil surat kelulusan."


"iya gak mabuk,cuma minum sedikit nemenin dua orang tua yg lagi galau,eh udah kelulusan ya?horeee...nisa udah gede beneran sekarang".


"siapa orang tua? belum tau lulus apa gaknya kan baru tau besok pas dapet suratnya,lagian aku udah gede semenjak aku dapet KTP di umur 17 thn."


"hihihi,seenggaknya mas gak perlu nahan diri kalo mau nyium kamu sekarang."


"eh...emang boleh ya?."


"belom jawab siapa orang tua yg lagi galau?".


"ikh..ngalihin omongan,ck..si ben sama darwin."


"oh"


"jadi boleh ya?".


"apa?".

__ADS_1


"minta cium,hihihi".


"boleh,tapi gak pke mesum."


"yah..gak janji ya,hehehe".


"katanya mau ngejagain kayak ke ade sendiri."


"tapi kan kalo lagi di cium bukan lagi jadi ade itu mah."


"mas al,kalo gak kuat2 nahan nafsunya datengin bapak nisa ajah,nisa gak masalah kok nikah muda."


aldo menghentikan jemarinya di layar ponsel,mebaca chat terakhir dari nisa berulang2,ada yg aneh di hatinya,biasanya wanita2 yg menemaninya beberapa bulan untuk di jadikannya pacar tak pernah terfikir atau membahas masalah hubungan yg mengikat dengan pernikahan,benar ia senang untuk di ajak bersenang2 hanya sekedar menggilai perempuan di atas ranjang,tapi...untuk nisa memang lain ceritanya,meski hatinya bergetar dan sesekali memancing kata2 yg menjurus pada nisa,ia merasa gadis kecilnya terlalu polos untuk di nodai,hati kecilnya masih merasa kalau gadis itu berhak mendapatkan laki2 yg lebih baik darinya, benar,aldo berfikir ia tidak cukup baik jika harus di jadikan imam untuk seorang gadis seperti nisa, akhrnya aldo memutuskan berhenti berchatria dan meletakan ponselnya di atas meja.


"ben,elo gak mau serius sama wulan?."


tiba2 ia bicara sambil meminum bir di gelasnya,ben dan darwin menatapnya berbarengan.


"elo udah mabok ya?ayok gue anter pulang lah dari pada elo sampe teler terus bikin malu disini." tukas ben


"gue belum teler,seriusan nanya."


"gua pasti seriuslah sama dia, gue juga bilang mau nikah sekarang tapi dianya yg nolak gue." ben nampak lesu,ingat kejadian kencan bersama saat mengantar wulan didepan kossannya dia juga bilang ingin secepatnya menikah tapi dengan cepat wulan menolaknya,dia bilang tunggu setahun atau 2 tahun lagi sampai benar2 siap,memangnya siapa yg belum siap,ben mengingat umurnya yg akan bertambah menjadi kepala tiga.sial.


"harusnya begitukan?kenapa ada perempuan yg mudah sekali bilang siap menikah padahal umurnya masih belasan tahun."aldo menenggak lagi minumannya, ia merasa nisa menjebaknya di lingkaran umur,ia tahu sekarang umurnyapun sudah matang untuk mengharuskannya berkomitmen,tapi..kalaupun ia harus menikah, apa harus dengan nisa yg masih sangat muda dan pantasnya menjadi adik baginya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2