
Ruang VVIP begitu gemerlap,lmpu warna warni yg berkelip2 mnambah temaram ruangan yg sudah di boking oleh salah satu tamu VVIP kelas 2,karna yg kelas satunya pastilah cucuk pemilik pab malam ini,sudah ada beberapa orng didalam ruangan ini,terdiri dari 3 laki2 dan 2 perempuan yg sudah menempel di sisi kiri dan kanan para lelaki itu,di atas meja,berjejer berbotol2 anggur dan bir serta potongan buah yg cantik tersusun rapih dalam wadah besar di tengah2 meja,ada beberapa camilan juga disana,untuk yg tidak minum alkohol,masih ada air bersoda beberapa botol,gelas2 tinggi berdentingan kala tangan2 mereka saling memberi chirs hanya untuk sekedar sapaan.
dan disinilah malika sekarang,duduk diam terpaku,memandangi layar besar di hadapannya yg menempel didinding,layar itu menyala menayangkan video clip yg disertai tulisan lirik pada musik yg menyala keras di ruangn itu,seorang perempuan berbaju ketat yg menampilkan paha mulusnya tengah menyanyi mengikuti bacaan lirik di depan layar,suaranya merdu,di tambah parasnya yg cantik karna pintar memakai makeup,malika sempat tertegun tadi,apa mereka wanita2 yg di gosipkan bersama darwin setiap malam jika laki2 itu menghabiskan mlmnya disini?entahlah,malika tak ingin berfikir,malika hanya risih dan ingin pergi dari sini,ia menoleh menatap darwin yg tengah berbasabasi dengan teman2 laki2nya.
gadis yg bernyanyi tadi telah selesai bernyanyi,ia duduk di sebelah malika dan tersenyum saat tatapan mereka bertemu, wanita seksi itu mengambil minum di salah satu gelas yg ada di meja,bernyanyi membuat tenggorokannya sedikit serak sepertinya.
"suaramu bagus!!".malika menyapa duluan sambil tersenyum menatap gadis di sebelahnya.
"thanks...kamu siapanya darwin?".wanita itu bertanya tanpa basa basi,malika nampak bingung harus menjawab apa,apa boleh aku mengaku kalau aku istrinya?fikir malika,tapi sepertinya ia terlalu lama diam,jadi wanita itu yg melanjutkan kalimatnya lagi untuk mengusir kecanggungan di antara mereka.
"darwin jarang sekali membawa perempuan ke pabnya,kbnykn wanita2 yg sudah ada disini yang menghampiri dia,makanya waktu tadi kalian masuk bersama tidak ada yg berani mendekati darwin padahal mereka pasti penasaran siapa kmu? seperti aku yg sedang penasaran saat ini".wanita itu nyengir di hadapan malika yg masih bungkam berharap malika mau berbagi info padanya,maklumlah,disini darwin memang jadi pangeran di setiap kedatangannya,bukan karna ia adalah cucuk dari pemilik pab ini,tapi juga karna pahatan wajahnya yang selalu mengalahkan pria2 yg ada di sekitaran tubuhnya,seolah2 hanya dia yg bersinar di mnapun tempatnya berdiri.
"eummm...".malika masih menimbang2 apa yang harus ia katakan,ia melirik darwin berharap laki2 itu kembali ketempat duduknya dan menolongnya dari obrolan yg entah basa basi atau bukan,tapi darwin masih sibuk bicara2 pada teman2nya di sudut sana,malika kembali fokus pada wanita di sebelahnya kini.
"apa darwin tidak pernah cerita kalau dia...emm...bagaimana ya mengatakannya, kalau dia sudah menikah?".apa aku akan di bunuhnya nanti?atau dia benar2 akan menyiksaku dengan memukulku seperti bayanganku sejauh ini?".malika nampak gusar dan sedikit pias,takut kalau2 wanita di sebelahnya ini akan kaget,tapi yg terjadi malah wanita itu tertawa sambil menutup mulutnya menyambunyikan garis lebar dari bibirnya.
"gosipnya menyebar kesemua pab milik kakeknya,tapi tidak ada yg percaya,karna beberapa kali darwin terlihat datang sendirian atau dengan aldo teman yg selalu di sebelahnya itu."ucap wanita itu tak percaya dan tak mengerti arah pembicaraan malika.
"benarkah...kalu begitu aku harus jawab apa ya kalau nanti yg lain bertanya aku ini siapanya darwin?".malika nampak gusar,
ia takut jika berbohong kakek tua itu yg mengamuk,jika ia jujur mengaku istrinya darwin,malah laki2 itu yg mengamuk padanya,gurat cemas ditangkap oleh sepasang mata milik darwin yg sejak tadi mencuri pandang sesekali pada malika,ada senyum sinis di sudut bibirnya,kenapa dia terlihat gusar?bukankah tempat seperti ini yg dia rindukan,tempat yg membangkitkan kenangan dia saat2 masih menjadi wanita malam di tempat seperti ini.darwin mengepalkan jemarinya kuat2,fikirannya membuat ia kesal sendiri dan marah membayangkan malika berdandan seperti wanita2 disini memakai rok mini sambil menempel pada punggung2 lelaki hidung belang kebanyakan di tempat seperti ini.sial.darwin memukul2 kecil kepalan tangannya di sudut meja.
"Heh malik,cepat kesini".suara darwin mengagetkan malika dan wanita di sampingnya yg sedang bicara,mereka tiba2 diam,malika yg di tatap dengan tatapan membunuh itu langsung beringsut menggeser tubuhnya kedekat darwin,lengan darwin melingkar di bahu kecil milik malika,semua mata menatap heran,biasanya darwin tidak ingin di sentuh wanita di pab malamnya,tapi entah mengapa malam ini ia bahkan datang menggandeng seorng wanita,tingkah darwin membuat teman2nya merasa heran dan bertanya2 hanya dengan menatapnya. malika nampak gusar,ia tak biasa di tatap sampai jadi pusat perhatian seperti ini,ia bergerak pelan agar darwin menurunkan lengannya yg menempel di bahunya,tapi bukannya terlepas,jemari darwin malah mencengkram erat pundak malika sampai gadis itu meringis kesakitan.
"kenapa? kamu kangen ya sama tempat2 seperti ini? jadi inget ya masa lalu kamu disini?kenapa? menyesal ya berhenti bekerja di tempat ini?".darwin bicara seolah2 mereka hanya berdua,padahal banyk mata dan telinga yg mendengarnya disini,malika melirik gadis yg tadi mengobrol dengannya memperhatikan sambil menajamkan pendengarannya.
"darwin,apa aku bolh keluar sebentar,aku ingin ke toilet".malika mengalihkan pembicaraan saja,meski seringai sinis menyambutnya tepat di depan mata,dan cengkraman kuat itu menghempaskannya sedikit kasar.
__ADS_1
"pergilah,jangan membuat aku menunggu lama".darwin bersuara acuh,ia kembali mengobrol dengan teman2nya di sana. malika bergegas,meninggalkan tas tangannya di dekat darwin,dengan langkah cepat ia keluar dari pintu yg sejak tadi tertutup rapat itu,sedikit lega saat ia keluar ia menarik nafas panjng,melanjutkan langkahnya menuju toilet.
malika tak tahu,saat ia keluar dari pintu itu sepasang mata memicing memperhatikannya,tidak sampai di situ,sepasang mata itupun mengikuti malika sampai ke pintu toilet,setelah yakin apa yg di lihatnya,pemilik sepasang mata itu menunggu malika sampai selesai dengan urusannya d dalam sana.
malika keluar dri pintu toilet,tiba2 cengkraman kuat menahannya di sana dan menyeretnya ke pinggir hampir membentur dinding,ia terbelalak melihat mata itu yg menatapnya tajam.
"bang ARYA"suara malika meninggi,ia kaget sekaligus gemetar ketakutan,wajah laki2 bernama arya itu mampu membuat tubuh mungil miliknya terkulai lemas.
"katakan,sedang apa kau di ruang VVIP bersama cucuk pemilik pab malam ini?".
suara arya mengintimidasi,jemarinya masih mencengkram kuat lengan malika yg sudah memerah.
"tidak ada apa2 bang,lika hanya menuangkan minuman untuk tamu".berbohong,ya,malika harus berbohong,kalau tidak ibu yg akan kena pukul oleh abangnya yg tempramental ini.
"kenapa kau bisa ada disini?bukankah madam helena sudah menjualmu keluar negeri".arya nampak curiga
"tidak bang...aku..aku..aku di pindah kan kerja disini untuk menuangkan minuman pada tamu VVIP".lagi2 harus berbohong malika tak ingin ibunya yg kena masalah.
"gak bang,lika mohon percaya sama lika,abang boleh tanya sama wanita2 yg ada disni,lika juga orang baru disini,yg punya pab ini yang membeli lika dari madam helena".malika nampak memohon,ada air mata yg menganak sungai di sudut matanya.
"trus dimana kamu tinggal selama ini? kenapa gak pulang?".arya masih mencoba mengorek kebohongan yg mungkin terpancar di mata gadis itu.
"lika...lika tinggal di asrama bang,pemilik pab ini punya asrama yg mewajibkan para pelayan yg kerja di sini tinggal di sana supaya bisa belajar bagaimana caranya melayani tamu VVIP,mknya lika gak pernh keliatan di luar,lika melayani tamu VVIP bang."aku mohon percayalah.malika nampak sudah frustasi,ia tidak ingin ada yg mendengarnya,belum lagi sepertinya ia sudah terlalu lama meninggalkan darwin,jangn sampai laki2 itu keluar hanya untuk mencarinya.
"awas kau ya kalau sampai berbohong, aku akan bawa ibu sampai kau tidak bisa melihat dia selamanya."arya mulai percaya nampaknya,ia menatap malika dari ujung kaki hingga wajahnya,ternyata adiknya ini benar2 menarik ya jika di beri riasan dan baju yg lumayan bgus,
"lika mohon bang jaga ibu baik2,lika akan transfer uang setiap bulan untuk keperluan ibu,tapi lika mhon sama abang jangan pernah memukul ibu,lika mohon".
__ADS_1
"cuma buat keperluan ibu? buat abangmu ini gimana?kau gak mau kasih abang uang terima kasih karna udah merawat ibu?". arya tersenyum licik.
"iya,buat abang juga nanti lika transfer,lika mhon salam sama ibu ya bang,bilang kalo lika disini baik2 ajah,bilang juga lika gak jadi ke luar negri,nanti lika bakal temuin ibu."
"sampai kapan kamu di asrama?."
"euuu...lika kurang tau bang tapi nanti lika bakal kabari ibu kalo lika udah bisa keluar dari asrama,jagain ibu ya bang lika mhon titip ibu jangn sampai sakit".
"itu tergantung sikap kamu ke abang,setelah ini,jangan sampai tidak membalas atau menjawab telfon dan pesan dari abang,sekali kamu mengabaikan abang lewat tlfn,jangan harap kamu bisa ketemu sama ibu lagi".ancaman arya menusuk sampai ke hati malika,ia akan patuh kali inipun ia harus menurut dengan abangnya,ia tidak ingin ibunya yang malang itu menderita karnanya.
"gak bang,lika janji,jadi lika mohon jaga ibu ya bang".entah sudah keberapa kali malika memohon pada arya,bagi arya,ini kesempatan emas melihat adiknya lagi disni,untung saja ia masih bekerja menjadi penuang minuman,selanjutnya ia berfikir,mungkin ia bisa menjual adiknya ini sekali lgi dengan harga yg lebih tinggi dari tawaran madam helena tentunya.seringai sinis muncul,tampak senyum jahatnya mengembang tak hilang meski malika telah melangkah pergi,ternyata keberuntungan masih berpihak padanya.fikir arya.
*****
di dalam ruangan itu,darwin sudah menahan emosi karna tak melihat malika kembali dari toilet,pestanya sudah di mulai sejak tadi,rendi dan aldo belum masuk ke ruangan karna masih menikmati lagu DJ yg diputar di lantai dansa,mereka masih berpesta di luar ruangan,sedangkan darwin yg dri awal datang sudah duduk di sini bersama beberapa temannya yg sudah memboking wanita2 disni nampak terus di buat kesal oleh gadis tak *** terimakasih itu.fikirnya,jangan2 dia kabur,atau bertemu tamu yg dulu pernah bertemu dengannya saat masih kerja dulu dan mereka asik mengobrol,sial,knp aku sefrustasi ini sih. hati darwin membatin,sambil menenggak minumannya ia trus menatap ke pintu yg ia harap terbuka dan memunculkan wanitanya di sana.
benar saja,aldo masuk,di belakangnya rendi yg menggandeng wanita di sana,tangannya merangkul bahu gadis itu,gadis yg tertunduk takut dengan tubuhnya gemetaran kecil tak ingin menatap siapapun yg ada di ruangan itu,ya...gadis itu,malika,ia bertemu rendi tepat didepan pintu,rendi adalh tamu VIP yg pernah sering datang ke pab malam milik madam helena dulu,dia mengenali malika sebagai pelayan penuang minuman,karna seringnya rendi kesana dulu sebenarnya mereka akrab dalam artian rendi sudah menganggapnya sebagai teman,rendi bahkan tau beberapa cerita malika yg sering di poroti abangnya sendiri,jadi...saat rendi bertemu dengannya disini,dia hanya menyangka malika telah pindah kerja disini dan tengah melayani tamu di ruangan yg telah ia boking untuk pestanya,saking senangnya rendi sampai merangkulnya ke dalam,malika yg tak sempat menjelaskan apa2 tak sempat juga menepis lengan rendi yg kini telah melingkar di pundaknya,dari sudut mata malika melirik darwin yg langsung berdiri disana,menghampiri rendi yg tersenyum mengira akan di beri pelukan oleh temannya,tapi yang terjadi."bugh" bogem mentah melukai wajah rendi dan mengucurkan darah di sudut bibirnya.
"AAAhhh SHIT."teriak rendi menahan sakit,sontak semua diam melihat darwin yg tiba2 membuat kegaduhan,aldo maju melerai menengahi mereka,malika terpaku dengan mulutnya menganga yg langsung ia tutup dengan kedua tangannya.
"win..ada apa? kenapa?".aldo mencoba menyadarkan tatapan darwin yg ia tau itu pernah ia lihat saat darwin memaki kakeknya.tatapan ingin membunuh.
"iya ada apa?kenapa tiba2 mukul gue?". rendi meringis sakit memegangi bibirnya yg terluka.
"kenapa tangan loe merangkul ISTRI GUEE".itu suara darwin yg sedang teriak marah,kesal dan cemburu jadi satu,
lalu...
__ADS_1
ZZZLLEEEPPPP...krik...krik...krik...senyap, tak ada suara,entah kenapa suara musik di layar juga bisa ikutan mati,semua mata menatapnya,semua mulut menganga di tambah ekspresi wajah melongo baik aldo dan semua orang yang ada di ruangan ini terpaku diam tak bersuara,bahkan sebagian lagi sepertinya ada yg menahan nafas...
bersambung....