
Di kamar hotel,darwin selesai mandi dan makan malam,ia masih memakai piama handuknya untuk meregangkan otot2nya yg seharian ini terasa tegang,entah kenapa ia memilih pulng ke hotel,menyewa kamar sendiri tanpa siapapun yg menemani,mungkin ia ingin menghindari gadis mungil yg berada di apartementnya, harus ia akui beberapa hari ini keseringan melihat wajah imut itu membuat otaknya berlari2an kemana2,takutnya prtahanannya jebol karna tak kuasa menahan gelenyar dalm tubuhnya,kini malika selalu jadi fantasinya di kamar mandi dan di tempat tidurnya.dasar otak mesum.
ia duduk di atas tempat tidur,menjulurkan kakinya yg panjang untuk merilekskan otot2 yg lelah di sana,di ats nakas dekat tempat tidurnya ia meraih amplop coklat yg tadi di berikan ben padanya,meski ragu ia membukanya,sebuah foto dengan biodata terpampang di sana,darwin tersenyum manis saat menatap foto itu,ada perasaan aneh yg menggelitik hatinya untuk merasakan rindu ingin menemui wajah nyata gadis itu,tapi lagi2 darwin di sadarkan fikirannya,bagaimanapun setidaknya ia harus tau sedikit tentang gadis itu.malika.
darwin menarik lembaran dengan tulisan tangan ben di salh satu berkas itu,ia membacanya dengan seksama,dan mengalirlah laporan dengan tulisan tangan ben menceritakan tentang sedikt kehidupan tentang malika.
**MALIKA ASTRIYANI,biasa di panggil lika,ia tinggal dengan ibu tirinya yang bisu,dan kakak laki2 tirinya yang tempramental,saat ia berumur 17 thn,ibu kandungnya meninggal karna sakit cancer rahim yang di deritanya selama 2 thun,sang ayah menikah lagi dengan wanita bisu yang mempunyai anak bernama arya permana.
ayah malika mengalami kecelakaan kerja,ia meninggal dunia saat lika berumur 20 thn,karna sudah tidak ada lagi tulang punggung di rumah itu lika akhrnya bekerja membantu ibu tirinya berjualn di pasar,sambil melamar pekerjaan di perusahan garmen,malika di terima sebagai helper(pemotong pola),ibu tirinya yg sebenarnya sayang pada lika namun harus bersikap seolah2 tak pilih kasih pada anak kandungnya arya,kakak laki2nya tempramental,jika ia kesal selalu saja memukul ibunya yg tidak bisa bicara,perihal masalah sepelepun arya selalu main pukul jika marah,lika selalu menggantikan tubuh ibunya jika arya sudah main tangan.
sampai pada titik arya membuat masalah dengan reintenir hingga berhutang ratusan juta,lika dipaksa bekerja di pab malam kenalan arya sebagai gadis penuang minuman saat itu umur lika 23 thn,sejatinya lika hanyalah boneka kakaknya yg di paksa menghasilkan uang untuk melunasi hutang kakaknya,ia sering di suruh menjual tubuhnya pada lelaki hidung belang oleh arya karna akan mudah mendapat uang banyak untuk mempercepat melunasi hutangnya,karna lika selalu menolak maka arya sering memukulnya,hingga samapai pada titik dimana malika di pertemukan oleh ketua\tuan besar darius prasetya.
saat itu lika tengah di jual oleh kakaknya sendiri lewat perantara madam helena dalam prostitusi internasional,lika akan dikirim ke negara luar bersama beberapa gadis lainnya,ketua menebusnya,5 wanita termasuk lika disana di ambil oleh ketua untuk bekerja di pab2 milik ketua,tapi..entah apa yg dilihat oleh ketua pada malika,saat itu ia langsung membawa lika kekediaman ketua dan menyuruhnya menikah denganmu*.......
darwin meremas kertas2 di tangannya,ternyata ben sengaja menuliskan semua cerita itu untuknya,kini darwin menahan kesal di dadanya,ia meraih ponselnya yg sejak tadi tergeletak di kasur,ia menghubungi ben.
"kenapa tidak memberi tahu gue dari awal? tentang malika."tanpa kata pembuka,darwin bernada marah bertanya pada suara di seberang sana.
__ADS_1
"karna ketua menyuruh gue menunggu". jawab ben acuh,ia tahu darwin disana pasti tengah memukul2 benda apapun di dekatnya untuk melampiaskan kekesalannya.
"menunggu apa?".suara itu semakin meninggi
"apa lagi,menunggu loe membuka hati,tuan besar sudah tau kelakuan loe terhadap wanita2 yg mendekati loe,bagaimana elo memperlakukan mereka seenaknya tanpa menyentuhnya sedikit pun,jadi menurut loe bagaimana perasaan ketua?."
"gue gak peduli perasaanya,kenapa dia mengirim gadis semalang ini ke gue?".
"karna elo akan sangat marah jika tahu kondisi dia sejak awal,makanya gue dan tuan besar, maksud gue ketua,membiarkan elo mengalami perasaan yg alami padanya."
"win,sekarang bagaimana perasaan lo padanya?jangan jatuh cinta padanya karna kasihan,dia gak akan suka".
cih,aku bahkan sudah menjadikannya objek fantasiku sebelum aku mengetahui identitasnya.sial.gerutu darwin dalam hatinya.
"bilang pada kakek,mungkin ia akan senang sementara ini karna tebakannya benar tentang perasaan gue pada gadisnya,tapi cukup sampai di situ,jangan mengharapkan lebih dari gue."klik,darwin mematikan ponselnya,ia melepas piama handuknya dan berganti pakaian,kemarahannya masih menggebu2 di dadanya,ia ingin melampiaskan semua isi kepalanya,setelah memakai jam tangannya,darwin keluar dari kamar hotelnya,mengendarai mobil yg baru ia dapatkan dari rendi teman OKB nya itu,mobil melesat cepat menuju apartementnya.
*****
__ADS_1
di dalam apartement,sudah pukul delapan malam,malika terduduk di kursi meja makan sambil menyantap makan malamnya yg selalu sepi,ia mengunyah sambil melirik tv yg sengaja di nyalakan untuk mengusir keheningan dalam ruangan yg cukup besar ini,seperti biasa,makanan yg dimakannya tidak berselera karna hasil pesanan online,ia lebih senang masakannya sendiri,meski hanya dadar telur ia bisa menjadikannya omelet yg enak,tapi darwin blm mengizinkannya menyentuh dapurnya,itu sebabnya malika tak berani lagi karna takut laki2 itu marah dan menerkamnya lagi.
bip..bip..bip..bip,suara dari arah pintu,pasti darwin pulng malam ini,malika sudah buru2 mematikan tv dan cepat2 ingin beranjak dari duduknya untuk merapihkan makanannya yg belum selesai,ia takut darwin marah melihatnya makan dengan berantakan di meja makan miliknya,tapi darwin keburu masuk,malika terpaku di posisinya yg setengah berdiri setengah duduk,pandangan mata mereka bertemu, dan malika melihat mata itu,yg selalu kelihatan seksi di matanya kini tengah memandangnya dengan penuh kemarahan.
benarkah dia marah hanya karna aku mengotori meja makannya? fikir malika
"a-aku bisa merapihkannya sekarang aku sudah selesai,darwin maafkan aku mejamu akan ku rapihkan dengan cep....".
kta2 malika terputus karna ia terkejut darwin menghampirinya dengan cepat dan sangat dekat,kembali mereka saling menatap.
"kenapa hidupmu sangat menyedihkan?".ucap darwin pelan namun ada penekanan di sana
"apa?".malika berkernyit bingung
"apa kau mau aku membunuh kakakmu? aku bisa melakukannya sekarang juga." darwin membuang nafasnya memburu,malika kaget,matanya membulat mendengar darwin menyebut2 kakaknya,apa dia tau soal lenganku yg memar itu?apa ini soal lenganku? benarkah?dia sampai semarah itu.batin malika, memikirnya dengan rasa ketakutan karna ini pertama kalinya ia melhat darwin semarah ini.
bersambung....
__ADS_1