
malika pov
malam itu masih malam2 yg mencekam bagiku,karna ada beberapa pesan dari ibu yang terus menerus menanyakan bang arya padaku,ibu sampai menangis melakukan panggilan video call saat itu,tapi,aku benar2 tak tahu dimana bang arya,dan aku juga tidak bisa bilang kejadian apa yg membuat bang arya tiba2 menghilang,sungguh...berbohong pada ibu yg sama sekali tidak tahu apa2 dalam kondisi fisiknya yg seperti itu membuat hatiku sakit,biar bagaimanapun ibu pernah merawatku dan diam2 menyayangi di belakang bang arya.
akhirnya aku memutuskan bertemu janji dengan sekertaris ben,tentunya tanpa sepengetahuan darwin, siang itu saat darwin sedang sibuk2nya ada meeting di kantor dari pagi sampai menjelang sore aku menyelinap menghubungi sekertaris ben dan melakukan janji bertemu di cafe dekat kantor,ia setuju,hanya saja tidak bisa berlama2 karna darwin akan tahu jika mereka mengendap2 membuat pertemuan di belakangnya,itu akan memancing kemarahannya lagi,ben menghindari itu.
"sekertaris ben,dimana bang arya sekarang?."
tukasku kala kami telah bertatap muka dan memesan minum.
"nona,apa nona ingin bertemu dengannya?."
sekertaris ben nampak menatapku serius,aku terkejut dengan tawarannya.
"apa boleh?."
"boleh,ketua juga mengizinkan,tapi nona harus dapat ijin juga dari darwin selaku suami nona."
"aduh..dia mau mengijinkan gak ya." aku menggigit bibir bawahku sedang berfikir alasan apa yg nanti akan aku buat2 agar darwin mau mengizinkanku.
"jujur saja nona."
"tidak mungkin,dia pasti marah besar."
"nona !". sekertaris ben memanggilku dengan suaranya yg tenang,aku jadi menatapnya gelagapan karna kaget ketahuan sedang panik sendiri,belum apa2 aku sudah membayangkan darwin yg marah2 nantinya.
__ADS_1
"y..ya?".
"bicaralah pada darwin dahulu,jika dia setuju silahkan anda menghubungi saya lagi,dan..ada pesan dari ketua."
"pesan?pesan apa?." aku sedikit takut dengan pesan kakek,tunggu,dia tidak bertanya tentang datang bulanku lagi kan?ah..entah kenapa aku semakin terbebani dengan kesepakatan ini.
"ketua bilang, jika anda bertemu dengan kakak anda,itu hari terakhir anda bertemu dengannya."
"APA? apa kalian akan membunuhnya? aku mohon jangan....
"tidak nona,biarkan saya menyelesaikan kalimat saya dahulu."
aku melihat sekertaris ben menghela nafas,mungkin ia kesal dengan sikapku yg selalu mengambil kesimpulan yg belum tentu terjadi.
"ketua berkata kalau sudah waktunya anda melepas ibu dan kakak anda,biarkan mereka hidup dengan jalannya masing2,kini anda sudah menjadi tanggung jawab tuan darwin dan ketua,apapun yg terjadi pada anda,ketua akan menjaga anda setelah tuan muda,mereka berdua yg akan bertanggung jawab atas diri anda sampai kapanpun,jadi bersiaplah nona."
kata2 dari sekertaris ben melukai hatiku,terutama membayangkan ibu yg kini kesulitan mencari bang arya karna ulahku, teringat lagi bagaimana dulu aku hidup dengan ibu,membantunya menjual ikan di pasar,belum lagi ibu yg sering kena luka oleh bang arya jika bang arya tidak sadar karna mabuk,siapa nanti yg akan menjaga ibu jika bang arya tidak bisa di temukan,ibu pasti akan mencarinya kemana2meski dengan sisa2 tenaganya karna lelah.
ingin menangis rasanya,tapi aku tahan,aku tidak ingin sekertaris ben melihatku menangisi orang yg telah menyakitiku selama ini,meski bang arya kejam padaku,sebenarnya dia juga menjaga ibu selama ini,meski dengan sikapnya yg kasar.
"bagaimna bisa aku melepas mereka,mereka keluargaku."
"nona,ketua dan tuan darwin adalah keluarga nona saat ini dan seterusnya,mereka yg akan menjaga nona tanpa menyakiti anda."
benarkah tidak menyakiti?jika kakek tau aku hamil bukankah ia sudah pasti akan memisahkanku dengan darwin,apa itu bukan menyakiti?aku saja masih berfikir akan di buang kemana setelah aku melahirkan nanti,anak yg aku kandung akan ia ambil dan darwin akan membenciku seumur hidupnya,lalu aku...? nasibku akan seperti apa nanti?aku saja belum tentu akan hidup atau tidak setelah kuserahkan semuanya pada kakek nanti,hidupku,cintaku,buah hatiku dan kebahagiaanku akan di paksa di renggut oleh kakek.ya tuhan aku benar2 ingin menangis sekarang.
__ADS_1
"sekertaris ben ! apa kau benar2 tidak tahu apa yg kakek rencanakan padaku nanti? aku takut dia akan memisahkanku dengan darwin."
"tidak mungkin nona,ketua yg menyuruh anda menikah dengan tuan muda kenapa ketua harus memisahkan anda dengan tuan muda?."
benar,itu konyolkan,tapi itulah kakek,kau bahkan tidak tahu kesepakatan yg ia buat sangat mengancamku saat menyetujuinya, aku sudah menumbalkan semuanya pada kakek,hidup dan matiku di tangannya saat ini.
"sebaiknya anda kembali,darwin akan mencari anda nanti." sekertaris ben meliat jam di tangannya,aku juga berfikir sudah terlalu lama di luar,aku tidak ingin suamiku tahu jika aku menyelinap keluar untuk bertemu sekertaris ben,akhirnya aku pamit pada ben,ia hanya mengagguk mengiyakan.
"hubungi saya jika anda sudah siap bertemu dengan kakak anda."
pesan terakhir sekertaris ben padaku saat aku akan keluar dari pintu cafe,aku hanya menghela nafas,bagaimana bisa aku semenderita ini,benar2 hidup yg menyesakkan.
bersambung.....
epilog
"dimana istriku?." darwin keluar dari ruangan meetingnya,ia bertanya pada wulan yg berjalan di sisinya.
"sepertinya nona menunggu di kantin,dia sempat bilang ingin makan salad buatan kantin tadi." jawab wulan
"pergilah bekerja lagi,aku akan menyusul istriku."
"baik pak."
senyum sumringah terpancar di wajah darwin,sambil melangkah lebar menuju lif yg akan mengantarkannya ke kantin,darwin menarik simpul dasi di kerah bajunya,baru beberapa jam berpisah,ia sangat merindukan istrinya.
__ADS_1