
itu tidak mungkin,malika masih mengkonsumsi pil kontrasepsi di laci kamarnya,darwin berfikir keras,malika tidak pernah bilang kalau ia berhenti meminum pilnya,apakah itu berarti ia sengaja tak meminumnya tanpa memberitahunya agar ia hamil,apa ini rencananya dengan kakek? atau ia memang sudah berencana ingin punya anak tanpa meminta persetujuan darinya?
"jangan bercanda,malika masih menyimpan pil kontrasepsi di laci kamar,elo lagi gak bohongin guekan?."
darwin mencecar ben,lagi2 ia mencari kebohongan di mata itu tapi ben benar2 jujur, pria yg ia sudah anggap seperti saudaranya sendiri itu nampak tak bergeming,hanya helaan nafas halus keluar dari hidungnya sambil menatap wajahnya lekat2.
"bagaimana perasaan elo setelah mendengar ini? kakek memberikan malika ke elo untuk ini,supaya janin yg di perut malika menjadi penerus darah prasetya karna ketua sudah menyerah dengan loe,emngnya elo siap kehilangan malika juga,dia gak akan mau menyerahkan anaknya demi apapun,kalau sampe kakek merebut anak loe,malika lebih memilih berpisah dengan loe dan kakek,cintanya beribu kali lipat untuk anaknya ketimbang buat loe."
tukasan ben menyayat hati darwin,bukan karna ia berfikir malika lebih sayang pada anaknya,terlebih lagi karna ia tersadar malika ternyata tak mempercayainya sebagai suami, ia tidak bilang jika ia berhenti meminum pil kontrasepsi itu,ia juga tidak bilang kalau kakek pasti mengancamnya di makan malam itu atau sejak kakek memberikannya padanya, malika tidak pernah bernegosiasi dengannya tentang kehamilannya? kapan ia hamil? sudah berapa hari,minggu ataukah bulan ada janin di perutnya?
seketika darwin mengingat kata2 aldo,apa sejak saat itu,sejak ia merasakan keanehan pada malika,istrinya yg tiba2 baperan dan sedikit manja,lalu kenapa malika tidak berterus terang dengannya?kenapa harus kakeknya yg tahu lebih dulu soal kehamilan istrinya,apakah malika benar2 takut padanya jika ia tahu akan punya anak?
TIDAK,darwin teriak dalam hati,ia bahkan akan bersorak kegirangan jika memang ia tahu akan punya seorang anak,ia akan jadi ayah,laki2 mana yg tidak senang istrinya hamil,ada darah dagingnya di perut kecil istrinya,ada penerus darahnya di sana siapa yg bilang ia tak akan bahagia,bahkan darwin berencana akan membeli rumah untu kelurga kecilnya,ia baru saja membuat sketsa rumah mewah yg akan ia bangun untuk kejutan istrinya.
ia berencana bicara untuk kesiapannya punya anak kelak dengan malika saat rumah itu sudah ia bangun,tapi kenapa malika tak bersabar dan mempercayainya,apa karna tekanan kakeknya?semenakutkan itukah kakek ketimbang dirinya?
"dimana dia? gue mau ketemu dia ben, banyak yg harus gue bicarain ke dia, dimana dia jawab gue ben." darwin menekan kata2nya pada ben,tapi ben menggeleng pelan,sorot matanya tak percaya pada darwin saat ini,laki2 itu bisa membunuh siapa saja jika darwin benar2 belum sadar akan ketakutan malika terhadap situasi saat ini.
"ayo ke apartement gue,loe akan ketemu dia nanti jika nana sudah ngasih kabar ke gue kalau negosiasinya dengan ketua membuahkan hasil,istirahatlah dulu."
"gak,gue harus bicara sama kakek juga,kalau perlu gue akan memohon ben,kasih tau gue dimana tempatnya."
__ADS_1
"win,elo harus bersabar kali ini,kalau loe pke emosi kayak dulu2,elo dan ketua akan terus keras kepala,tenangin fikiran loe,inget,sekarang elo punya malika dan bayi dikandungannya yg harus elo jaga."
darwin memukul meja dengan tinjunya yg pelan namun menekan,ia kecewa pada dirinya sendiri,ia kecewa pada egonya,hal itu pasti yg membuat malika meragukannya sebagai suami,ia benar2 frustasi dan ingin pergi menemui malika untuk meminta maaf pada istri tercintanya itu.
*****
negosiasi antara nana dan tuan darius berjalan alot, bahkan nana melihat kilatan kemarahan di mata laki2 tua renta itu.
"kau berjanji akan membantuku jika sesuatu terjadi,sekarang kenapa kau bertindak sendiri dan malah membelot padaku? kau itu tidak cocok jadi pengkhianat nana,fikirkan lagi dan berikan gadis itu padaku."
ucap tuan darius dengan angkuh sambil melipat kedua tangannya di dada, nana di hadapannya tersenyum kecut mengejek.
"siapa yg mau memisahkan mereka? aku hanya akan mengambil anaknya,karna ayahnya tidak mau jadi penerusku."
"itu sama saja bodoh." nana sedikit teriak membuat darius nampak kaget dengan sikap nana yg berani terhadapnya.
"kau berani meneriakiku nana?waaahhhh...kau bukan nana yg ku kenal,hey cepat kembalikan nanaku."
bisa2nya disituasi seperti ini tuan darius berguyon dengan kata2,membuat nana semakin marah dan ingin sekali mencakar wajah tua keriput itu.
"ayo kita buat kesepakatan,biarkan nona malika dan tuan darwin hidup bahagia dengan calon anak mereka, aku dan ben beserta aldo akan terus membujuk tuan darwin agar dia sadar dan menerima takdirnya sebagai pewaris sah keluarga prasetya,aku sangat yakin kali ini tuan darwin akan datang pada anda untuk bicara."
__ADS_1
"kau sedang ngelawak ya?."
"kau yg lagi ngelawak,aku serius memberi saran."
"berapa tahun lagi aku harus menunggunya? dia anak keras kepala seperti ayahnya, dia juga sepertiku yg tidak akan pernah tunduk dengan paksaan apapun,aku yg membuatnya kecewa,aku yg membuatnya membenciku seumur hidupnya,nana...jika aku besok mati apa yg harus aku katakan pada istriku dan anakku darma disana?."
"kau tidak boleh mati dulu bodoh,kau harus panjang umur dan melihat cicitmu tumbuh."
nana meraih tangan renta itu,ia mengusap2 punggung tangan yang dulunya kekar kini tremor di makan usia.
"tuan darwin akan tahu semua,dan ia akan menerimamu sebagai kakeknya yg baik,sudah cukup selama ini kau berkorban untuk anak nakal itu,mentalnya sudah kuat,nona malika memberikan semua cintanya untuk menjadi penyembuh dan kekuatan untuk tuan darwin, kau sudah melakukan yg benar,dan tuan darwin akan berterimakasih untuk itu."
tuan darius menatap nana dengan senyuman hangatnya,wanita itu sejak dulu masih saja sama,masih jadi wanita hangat untuk menghiburnya,masih terasa persahabatan yg tak pernah akan putus meski telah tua dan renta.
"kalau begitu biarkan aku membawa malika pergi,cepat berikan dia padaku." tukasan spontan itu membuat nana menghempaskan tangan yg dipegangnya,wajah nana berubah galak lagi,membuat tuan darius nampak senang menggodanya.
Bukan hal mudah menjadi ayah,benar,karna setiap tingkatan panggilan pada kata ayah adalah banyak makna tersembunyi,ayah bagi darwin adalah sepi yg tak pernah bicara atau bersuara memberikan arti cinta pada kehidupannya,sedangkan ayah untuk bayinya kelak,mungkinkah darwin bisa menjadi ayah yg sesungguhnya?ayah yg benar2 mengajarkan cinta kasih pada dunia kecilnya?
bersambung.....
😉
__ADS_1