
ben memulai cerita yg ia dapat dari nana, ia ingin temannya ini mengetahui kebenarannya, di tambah mengingat kondisi ketua yang mungkin tidak bisa bertahan jika terus menerus menunggu darwin untuk tahu sendiri tentang kehidupannya,kebencian itu sudah seharusnya terhapus.
"tuan darma memberontak pada ketua saat hubungannya dengan nyonya(ibu darwin) tidak di restui, ia memilih keluar dari rumah dan meninggalkan semua demi hidup bersama dengan wanita pilihannya,dia pergi di saat keluarga tengah berduka karna kehilangan nona muda Dayana yg meninggal karna sakit."
"selama pelariannya dari keluarga,tuan darma mungkin hanya sebentar saja bahagia,karna setelah itu,nyonya menampakkan sifat aslinya,ketua sudah tau bahwa nyonya hanya perempuan penggoda yang memikat siapa saja termasuk anak2 konglomerat keturunan ningrat,ketua tidak menyetujui hubungan itu lantaran sebelum nyonya mengenal tuan darma,ia menggoda ketua terlebih dahulu, tapi sepertinya cinta membutakan tuan darma,demi bisa hidup dengan nyonya,dia rela meninggalkan keluarganya meski di saat sedang berduka sekalipun,jadi...orang pertama yg di tinggalkan adalah ketua,putrinya meninggal dan anak laki satu2nya yg tersisa memilih memutus hubungan dengan ayahnya sendiri demi wanita yg sama sekali tidak layak untuknya."
"selama kehilangannya ketua tetap menunggu,berharap anaknya kembali,ketua terus memata matai tuan darma,ia menyuruh orang untuk selalu melihat perkembangan anaknya meski dari jauh,benar dugaan ketua, tuan darma akhirnya menyadari perilaku nyonya,mereka berakhir berpisah karna nyonya ketahuan selingkuh, saat ia sedang mengandung janin yg di anggap tuan darma mungkin bukan anaknya,mungkin itu sebabnya dia tidak menginginkan elo."
"ketua tahu kalau nyonya sedang mengandung,meski dia sangat membenci nyonya ia tetap melakukan tes DNA saat elo lahir,hasilnya elo benar keturunan darah prasetya,tapi..tuan darma sepertinya tetap menimbun sakit hati dan pengkhianatan istrinya hingga di lampiaskan ke elo,dia tidak pernah menginginkan elo,tapi kakek mempertahankan elo win,dia tetap menyuruh bokap lo bertanggung jawab atas adanya elo sebagai keturunan darah prasetya, itu juga yg mungkin membuat tuan darma tidak pernah berbicara atau bercerita apa2 pada loe,mungkin dia masih menyimpan kebencian itu lantaran elo di pertahankan oleh kakek loe."
"elo tau win,selama ini mungkin ketua nampak membenci loe,dia seperti menolak loe dengan alasan elo punya tatapan yg sama dengan nyokap loe,itu karna dia tidak bisa kebenaran yg menyakitkan ini disampaikannya ke elo,dia bilang elo gak harus tau masa kecil yg menyakitkan itu,nana bilang kakek memang pria yg kaku,dia tidak bisa bersikap bila dihadapkan dengan masalah hati dan hubungan keluarga,makanya saat tuan darma meninggal ia sangat terguncang,dan yg pertama di fikirannya adalah mengambil elo,dia bilang elo harus hidup demi meneruskan apa yg di pegang bokap loe,dia terus memikirkan masa depan loe,melihat loe anti sosial di saat loe harus tumbuh dengan bahagia dia sangat sedih,makanya dia buat seolah2 elo harus berfikir kalo dia adalah masalah yg harus elo benci,karna psikolog loe bilang,elo harus punya tempat pelampiasan untuk disalahkan atas keadaan ini,dan kakek loe melakukan itu."
"win...elo sudah harus tau kebenaran ini,karna ketua sudah mulai kelelahan berdiri sendirian, gue merasa selama ini dia menunggu loe datang,apapun yg dia rencanakan terhadap malika w yakin dia tidak akan memisahkan elo dengan istri yg sangat elo cintai itu."
senyap,darwin tak berkata2,ia hanya mencoba mencerna semua cerita yg keluar dari mulut ben,sebagian isi kepalanya kembali mengingat2 apa saja yg terjadi di masa menyakitkan itu,lalu potongan2 seperti puzzel bertebaran di kepalanya,bagaimana kakeknya hanya terus menatapnya sinis namun teduh,kakeknya selalu mencampuri urusannya meski hal sekecil apapun,dia banyak memberikan fasilitasnya tanpa berkata2,dia hanya membiarkan darwin remaja hidup semaunya hingga menjadi darwin yg brutal dan pembangkang,darwin juga mengingat lagi bagaimana kakeknya mengetahui bisnis yg sedang di gelayutinya, bagaimana kakeknya selalu menyelesaikan kekacauan yg ia buat dan tanpa bicara apapun semuanya berakhir aman untuk dirinya.
Tidak,ini sangat tidak masuk akal,kenapa kakeknya begitu terlihat baik sekarang? apa selama ini ia benar2 di butakan oleh kebencian yg ia ciptakan sendiri?tidak,seharusnya memang begitu,seharusnya kakeknya tidak sebaik ingatannya,seharusnya kakeknya jahat dengan kata2 yg selalu pedas atau mengintimidasi saat bicara, darwin nampak kalap dalam kemelut perdebatan batinnya.
__ADS_1
"darimana elo tau semua cerita ini?." darwin menghela nafas berat,sesak didadanya nampak membuatnya seperti memikul beban berat,ia menatap ben,mencoba mencari kebohongan di matanya,tapi ia tidak menemukannya disana,ia tau betul ben bukan tipe orang yg suka ngeprank temannya seperti aldo,untuk apa ia membuat cerita2 panjang seperti itu hanya untuk mengerjainya, kini darwin benar2 merasa sebagai orang yg sangat bersalah saat ini.
"nana,nana menceritakan semuanya sama gue,elo harus berterima kasih karna masih ada nana sebagai saksi hidup yg masih bisa elo tanya2in nanti."
"kenapa dia menyimpan semua ini? apa mereka sengaja agar membuat w merasa berslah sebesar ini?." darwin berkaca2
"elo lupa ya kalo loe pernah sakit mental,butuh bertahun2 buat ngeliat loe benar2 sembuh dari semua itu,mereka gak mau elo terguncang lagi dan merasa gak di inginkan lagi,setidaknya harus nunggu melihat loe lebih kuat dulu untuk mencerna kisah hidup loe yg menyayat hati ini,itu juga alasan malika berada di sisi loe sekarang, semua itu gak luput dari rencana ketua,dia mau ada orang yg menguatkan elo di saat elo tau semua ini,supaya elo berfikir klo loe punya alasan agar gak sakit mental lagi,agar elo berfikir ada seseorang yg harus melihat loe sehat dan kuat sekarang."
"tapi kakek mengambilnya lagi,kenapa malika dia ambil lagi?dia udah memberikannya pada guekan?gue gak tau apa yg sedang mereka rencanakan." darwin menyembunyikan kepalanya di topangan kedua tangannya di atas meja,ia berusaha menahan tangisnya.
dengan cepat darwin mengangkat kepalanya lagi dan menatap ben lekat2.
"kalau begitu dimana dia?."
"dia bersama nana."
"apa? dimana?."
__ADS_1
"rahasia."
"Ben !!".
"gue gak bisa bilang sekarang karna nana masih negosiasi sama kakek loe."
"apa? untuk apa? negosiasi apa?."
"negosiasi bagaimana mestinya malika bini loe yg elo bucinin itu hidup tenang damai tanpa bimbang antara elo dan otoriter kakek loe."
"jangan bertele2 ben,gue gak ngerti maksud leo."
"win,elo akan jadi ayah."
bersambung.....
🥰
__ADS_1