Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
bertemu bang Arya


__ADS_3

waktu berlari begitu cepat,hingga akhirnya hari dimana darwin dan aldo tunggu2 telah datang pada saat ini,hari pembukaan kantor utama dan peresmian nama perusahaan yg sudah 2 thn ini mereka bangun dengan susah payah penuh dengan perjuangan.


darwin menatap malika dengan sangat kagum,banyak cinta bertebaran lewat tatapan matanya,istrinya sangat cantik dengan balutan gaun hijau toska begambar daun2,ditail gaun itu nampak menunjukan pada bagian punggungnya yg terbuka dan bagian pinggangnya yg sangat ngepas dengan bentuk tubuh malika,terlihat kecil dan ramping,rambut sebahunya di tata sedemikian rupa hingga menjadi cepolan yg sangat rapih di kepalanya,itu membuat leher malika yg putih bersih dengan satu tahi lalat kecil di tengkuknya terlihat nampak tinggi berpadan dengan bahunya yg tegak meski nampak kecil tapi imut.


sedangkan darwin sendiri sudah gagah dengan balutan stelan jas hitam dengan dasi bergaris gelapnya,ia nampak begitu memancarkan aura kelelakiannya yg penuh wibawa dan ketegasan,rambutnya yg hitam legam disisirnya sangat rapih dan wangi karna memakai sedikit pomade,ada senyum yg tak bisa di artikan di sudut bibirnya yg manis itu.


"bagaimana ini?aku tidak rela menunjukanmu pada orang lain kalau begini,kenapa kau cantik sekali sih?." tukas darwin sambil meraih pinggang istrinya dengan lembut dan langsung menempelkan keningnya ke kening malika pelan.


"kau sendiri apa? lihat wajah ini,ckckck.... apa kau benar tuan darwin si pemilik perusahaan yg akan menjadi besar ini? kau tampak 5 kali lipat lebih muda dari usiamu." malika menyentuh rambut darwin yg nampak rapih,lalu matanya menatap iris mata darwin dengan sangat dekat, mata kecoklatan itu begitu seksi bagaimanapun cara memandangnya,malika berfikir apa hanya dia yg melihatnya begitu?atau wanita2 di luaran sana juga tersadar akan hal itu?ah,semoga saja itu tidak terjadi,karna malika akan sangat frustasi jika itu juga di lihat oleh wanita lain,bisa2 ia menyuruh darwin memakai kaca mata hitam setiap kali keluar rumah atau berangkat ke kantor.


cup..satu kecupan menyapu di bibir malika yg ranum,rasa manis aroma buah pir membuat darwin seperti kecanduan dengan bibir istrinya,sekali lagi ia menempelkan bibirnya pada bibir malika,tapi kali ini bukan sebuah kecupan, melainkan *******2 kecil sampai malika kehabisan nafas karna darwin cukup lama tak melepaskan ciumannya.


"hhemmmm sayyaangemmmm..". suara malika terpotong2 oleh bibir darwin yg tak rela melepas kesyahduannya pada bagian faforitnya itu,ia terus saja membasahi bibir istrinya dengan salivanya yg mulai bergerilya menjulurkan lidahnya menerobos bagian dalam mulut istrinya,tapi malika tersadar dengan tubuh suaminya yg pasti akan menegang kalau sudah begini, akhirnya dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh darwin dengan sedikit tenaga agar pelukan di pinggangnya terlepas meski dengan sedikit paksaan.


"sayang...kita akan terlambat nanti,dan lagi aku tidak ingin di dandani 2 kali oleh orang2 make up,itu sangat memalukan nanti,lihat jasmu nanti berantakan lagi." malika merapihkan jas suaminya,darwin nampak gemas,ia masih ingin memeluk istrinya lebih lama dan menciumi lehernya yg belum sempat ia lakukan tadi,nampak senyum licik mengembang di bibir darwin saat melihat malika sibuk merapihkan dasi di lehernya.


"tidak sayang...kalau kau memajukan sedikit saja wajahmu kedekatku aku akan marah dan tidak jadi ikut denganmu ke acara peresmian ini." ancam malika saat darwin sudah menggerakan lagi wajahnya ingin mengecup leher istrinya,akhirnya darwin menghentikan aksinya sampai di situ,ia lalu meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat.


"baiklah,aku akan menahannya sampai acaranya selesai,tapi kau tidak boleh menjauh dariku saat berada disana,tetap berada disampingku,mengerti."


"mengerti tuan besar." malika meledek suaminya,ia lalu berjalan mengikuti langkah darwin dengan senyum sumringah di wajahnya,sesekali darwin menciumi punggung tangan malika dengan kecupan2 kecil yg tak terhitung jumlahnya.


*****


pesta pembukaan dan peresmian itu berjalan sangat lancar dan meriah,sesuai ekspektasi darwin dan aldo,para pemegang saham dan beberapa klient menyambut perusahaan rintisan baru yg di kepalai oleh darwin sangat antusias supaya perusahaan mereka lebih maju kedepannya, setelah melakukan sesi gunting pita yg di lakukan oleh para investor dan darwin sendiri,acara di lanjutkan dengan menyantap segala hidangan yg sudah di siapkan oleh para kru acara,selama jamuan itu berlangsung,darwin berkeliling menyapa para pemegang saham dan petinggi lainnya sambil memperkenalkan malika sebagai istrinya,banyak yg terkejut karna sebagian tidak ada yg tau kalau darwin sudah menikah,karna darwin tidak pernah menyebutkan statusnya di setiap pertemuan2 bisnisnya.

__ADS_1


"pak darwin, mister jhonson mencari anda." suara wulan mendekat ke meja dimana malika dan darwin tengah menyantap hidangan mewah di depannya,wulan mengangguk dan tersenyum pada malika, tentu saja di sambut oleh malika dengan senyum dan anggukan yg sumringah.


"jhon? dimana dia?". darwin nampak antusias


"dia di ruang vip pak bersama yg lainnya."


"sayang...aku harus menemuinya,ini hanya sebentar,jhonson satu2nya infestorku dari luar asia aku rasa dia telat datang makanya dia belum bertemu denganku,tidak apa2kan aku tinggal sebentar saja." darwin menggenggam tangan malika,matanya nampak bimbang,antara harus meninggalkan malika sendiri disini atau ikut dengannya ke ruang vip yg hanya ada para lelaki saja disana,pasti membuat istrinya canggung dan tak nyaman.


"tidak apa2 sayang,pergilah." jemari malika mengeratkan genggaman suaminya, memberi tanda kalau ia baik2 saja jika ditinggal untuk beberapa menit.


"aku akan segera kembali,jadi jangan kemana2 ok."


"ok". malika menjentikan jarinya menyimbolkan kata ok sambil tersenyum manis,wulan tersenyum melihat adegan manis itu,darwin melangkah pergi di iringi wulan yg tengah menunjukan jalan untuk ke ruang vip.


"dimana aldo?."tukas darwin di sela2 langkahnya.


"panggil dia,suruh bergabung denganku, aku tunggu 10 menit di dalam." perintah darwin mengaggukan kepala wulan, setelah ia memastikan bossnya telah masuk kedalam ruang vip yg di tuju langkah wulan langsung berubah haluan menuju lobi dimana tadi ia sempat melihat boss satunya sedang menelfon dengan wajah murung.


sedangkan di meja milik malika dan darwin yg tadi ditanggalkan,kini hanya malika yg terlihat sedang asik mengunyah makanannya dengan nikmat,entah mengapa ia merasa makanan di hadapannya ini terasa enak sekali,mencium baunya saja membuatnya ingin melahapnya lagi dan lagi,ketika mulutnya penuh dengan potongan2 daging yg tadi ia lahap,ada sosok tubuh tegap berdiri di sebelahnya, melangkah mendekat kearahnya.


"bagaimana? sepertinya kau menikmati sekali ya jadi nyonya prasetya?."


uhuk..uhuk..malika terbatuk karna tersedak,ia melirik orang yg sedang menatapnya di sebelahnya,seketika wajahnya memucat,tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.


"bang arya?."suara malika memekik kecil,ia otomatis berdiri dan mundur beberapa langkah menghindari kalau2 tangannya akan di cengkram oleh laki2 berwajah galak itu. arya tersenyum kecut,sebenarnya ia tidak kaget jika adik tirinya akan meresponnya dengan hanya melihat wajahnya yg ketakutan seperti itu, tapi ia agak kecewa pada malika yg kini berani bergerak menghindarinya.

__ADS_1


"bang arya kenapa ada disini?." malika melihat kesekeliling,mencari2 kalau2 ada ibunya atau suaminya sedang menuju kesini, ia sungguh khawatir kalau arya sampai bertemu dengan darwin.


"kenapa? kau takut suamimu yg kaya itu akan menghajarku? dengar malika, kau sudah berbohong padaku,kau fikir kau bisa dengan mudah lepas dariku?."


arya begitu sinis dan nampak mengintimidasi malika.


"lika mohon bang,segera pergi,jangan sampai darwin melihat abang disini."


"memangnya kenapa kalau dia lihat? bagaimanapun dia harus kenal dengan kakak iparnya bukan,meski kita bukan keluarga sesungguhnya."


"abang..lika mohon." malika nampak gusar, melihat kepanikan malika membuat arya semakin menikmati permainannya.


"aku kesini untuk mengntar tamumu yg sangat merindukanmu lika,lihatlah,dia sedang kesini." arya menunjuk dengan dagunya ke arah punggung malika, senyuman licik dan mata yg tersorot jahat membuat malika bergetar,ia tahu,abangnya akan membuat masalah suatu hari nanti, dan ia tak menyangka jika hari itu adalah hari ini,dengan tubuh kecilnya yg masih bergetar malika menoleh kearah tatapan arya yg mengarah kebalik punggungnya,dan betapa terkejutnya ia, sosok yg tersenyum disana langsung meraih pinggangnya dan mengecup keningnya dengan lembut,malika membelalak dan refleks mendorong tubuh itu sekuat tenaganya,tapi sia2,lengan kekar itu semakin mencengkram pinggangnya erat.


"hello honey,lama tidak bertemu ternyata kau semakin cantik ya." garis senyum itu memang sangat mempesona,tapi bagi malika itu adalah trauma yg sangat mendarah daging dalam hidupnya.


"tu-tuan Di-on." suara malika semakin mengecil,ia tidak ingin orang2 memperhatikannya,tapi mata itu sudah menganak sungai,ia merasa sedang mengkhianati darwin dengan membiarkan tangan laki2 lain menyentuhnya,tidak sebenarnya malika tidak membiarkannya,sejak tadi tubuhnya berusaha menggeliat mendorong bahkan dengan kasar memukul2 kecil tubuh laki2 bernama dion itu,hanya saja tenaganya tidak sepadan dengan eratan milik lelaki berotot itu,alhasil malika hanya berusaha dan semakin membuat dion dan arya tergelak dengan tingkahnya.


"hon,kenapa kamu panik sekali,aku dengar kau mengkhianatiku ya?mana laki2 yg kau anggap suami itu,biar aku bicara dengannya dan menebusmu kembali untuk jadi milikku seutuhnya."


"tolong lepaskan saya." malika memohon dengan air matanya yg sudah jatuh satu mengalir kepipinya.


"jangan menangis hon,atau kau ingin aku menciummu dengan mesra disini? aku akan senang hati melakukannya honey."


dion sudah mendekatkan wajahnya seketika malika menggeleng keras dan menutup mulutnya dengan tangannya,ia bergetar hebat saking takutnya, lalu sedetik berikutnya.....

__ADS_1


"praaangngng....". ada darah mengalir yg menetes....


bersambung....


__ADS_2