
waktu masih menunjukan pukul 20.00 malam, darwin tengah menonton tv di ruangan faforitnya sambil mendekap toples berisikan cookis buatan malika istri tercantiknya, malika sendiri masih berlama2 di dalam kamar mandi,ia harus membersihkan beberapa bagian sudut kamar mandi karna darwin senang membuang apa saja kelantai yg basah,hari ini saja ia menemukan tutup pasta gigi dan beberapa helai rambut.
25 menit kemudian malika keluar,ia sudah mengenakan gaun tidurnya yg sangat jadi faforit suaminya,darwin menoleh saat mendengar pintu kamar di buka,senyumnya sumringah melihat malika berjalan kearahnya,tangannya langsung terulur menyambut kedatangan bidadari di hatinya, perlakuan itu membuat wajah malika merona, darwin selalu membuatnya malu dengan tingkahnya.
"kamu lagi menggodaku ya? kamu harum sekali sih,pakai sabun apa?,kenapa segar begini?." tukas darwin saat ia berhasil menarik tubuh istrinya ke atas pangkuannya, mengendus dengan hidungnya ke balik rambut istrinya,mencium leher dan tengkuk malika yg sudah bergidik kegelian dibuatnya.
"aku pakai sabun yg sama denganmu."
malika menjauhkan wajah suaminya dengan lembut yg terus menciuminya di bagian leher.
"bohong."
"terus aku pakai apa? aku memakai yg ada di kamar mandi yg sudah ada dan kamu siapkan sendiri." malika nampak gemas pada wajah yg terus tersenyum padanya.
"baiklah,kau mau melakukan apa besok?."
tukas darwin,tangannya masih memeluk malika dengan melingkar di pinggang istrinya.
"besok?."malika berkernyit mengingat2 kalau besok hari libur.
__ADS_1
"kau ini masih saja bodoh ya,besok weekend apa kau lebih senang di dalam kamar bersamaku?." darwin menggoda,ia hampir menggigit hidung istrinya yg masih menatapnya dengan tatapan bodohnya, membuat darwin gemas setengah mati.
malika nampak berfikir,ia menatap darwin lekat,sepertinya suasana hatinya sedang baik,jadi mungkin untuk meminta ijinnya agar ia bisa menemui kakaknya akan bisa di realisasikan,tidak apa2kan kalau ia bertemu untuk yg terakhir kali.
"sayang...".
"hemm". darwin mencium kening malika lembut
"apa aku boleh menemui bang arya untuk yg terakhir kali?."
akhirnya dia bicara, gumam darwin dalam hatinya,sebenarnya ben menelfon,memberi tahukan pertemuannya dengan malika beberapa waktu lalu,ben memberitahukan tentang pembicaraan istrinya dengannya, sebenarnya darwin tidak melarang malika untuk membahas ibunya,tapi ia masih saja tak rela jika malika berurusan dengan kakak tirinya itu,sayangnya ibunya masih terikat dengan kakak jahatnya itu,mau tak mau ia harus ekstra mengawasi malika jika ia bertemu lagi dengan arya.
"mau apa kau ingin bertemu dengannya?."
"ingin melihat keadaannya dan...
malika nampak menundukan kepalanya sedih.
"kau masih peduli padanya setelah perlakuannya padamu?wah...istriku benar2 malaikat ya,aku saja mau membunuhnya jika bisa melihatnya lagi."
__ADS_1
tangan darwin mendorong tubuh istrinya pelan agar turun dari pangkuannya, malika menghela nafas putus asa,darwin pasti marah padanya.
"sekertaris ben bilang,jika kali ini bertemu dengan bang arya,itu berarti pertemuanku yg terakhir padanya dan juga pada ibu,aku juga mempertimbangkannya dengan keputusan yg berat,bagaimanapun mereka sempat menjadi keluargaku di saat aku sendirian dan kehilangan ayahku,untuk itu,aku ingin mengucapkan perpisahan padanya dan menitipkan ibu agar dia menjaganya dengan baik."
"dia anak kandungnya,sudah seharusnya dia yg menjaga ibunya,cih...aku benar2 benci sikapmu yg lemah seperti ini,menganggap mereka keluarga tapi kau di manfaatkan dan di perlakukan tidak baik oleh kakak tirimu, kau bahkan di jualnya pada mucikari brengsek itu, aku benar2 tak suka dengan mereka."
"tapi ibu tetap menyayangiku seperti anaknya sendiri."
"apa katamu?menyayangi? dia tahu kau diperlakukan kasar oleh anaknya,dia juga tahu kau dijual dan di jadikan sumber uangnya, dia tau kau menderita tapi apa yg dia lakukan untuk menyelamatkanmu? hanya dengan alasan keterbatasannya dan membayarnya dengan hanya menyayangimu itu tidak adil untukmu,kau banyak berkorban demi mereka."
malika terdiam,ia menatap wajah darwin yg nampak kesal sekali,harus bagaimana menyampaikan hal baik yg ia dapatkan dari ibunya?sepertinya darwin terlanjur membenci karna melihat sendiri perlakuan bang arya terhadap dirinya.
"sayang...aku lebih takut sendirian tanpa ada sama sekali yg menyayangiku,jadi meskipun ibu dan bang arya satu paket,aku tetap memilih mereka menjadi keluargaku,ibu menemani di saat2 sedihku,aku mohon biarkan aku bertemu mereka untuk yg terakhir kali."
ada air mata yg menganak sungai di sudut2 mata malika,dan itu membuat darwin membenci dirinya sendiri karna merasa selalu kalah dengan egonya,ia menghela nafas menahan kesal,lalu meraih pungging istrinya lembut.
"ayo pergi bersama,aku ingin dia meminta maaf padamu sampai merangkak2 mencium kakimu."
"sayang..".malika menatap raut darwin yg penuh dendam,ada ketakutan saat darwin mengatakan itu,malika tak yakin suaminya bisa menahan diri jika bertemu bang arya nanti,dan seperti mengetahui kekhawatiran dari istrinya,darwin tersenyum sinis.
__ADS_1
"tenanglah,dia tidak akan sampai mati bila hanya diam menatapku,aku tidak akan bergerak menyentuhnya selama dia bisa menjaga mulut dan tangannya."
bersambung.....