Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
akhir kesepakatan


__ADS_3

"anakmu darwin,anak kita,dan tentu saja aku menginginkannya."


malika mengernyitkan dahi,ia kesal dengan nada bicara darwin yg sepertinya tidak senang dengan kehadiran jabang bayi di rahim istrinya,seolah ini adalah hal biasa atau tidak istimewa baginya.


"apapun yg jadi keinginanmu, akan menjadi keinginanku juga sayang,jadi berhentilah mencurigaiku seperti aku tak menginginkannya,aku hanya berfikir kehadirannya tidak di waktu yg tepat."


"kapan waktu yg tepat?." malika menatap darwin,lekat dan tegas.


"yaa...aku fikir kehadirannya cukup mengejutkanku karna...yaa..kau tau aku tidak berbakat jadi ayah."


darwin nampak kikuk,ia di plototi malika dan itu membuatnya sedikit grogi,tangannya kini mengusap tengkuknya sendiri.


"kau menyebalkan,apa kau akhirnya akan meninggalkanku dan anakmu? mengikhlaskannya untuk kakek,aku tidak mau darwin,aku ingin merawat anak ini."


"hey,panggil aku dengan panggilan sayang seperti biasanya,kau jadi tidak tahu diri ya setelah aku membiarkannya beberapa saat tadi." ada cengkraman kuat di bahu malika, wanita itu kesakitan,apa lagi tatapan darwin sekarang sangat menusuknya.


"tapi kau menyebalkan dar...aaaaww sh sakit."


cengkraman itu semakin kuat,malika sampai menggeser tubuhnya menjauhi darwin,tapi seberusaha apapun ia,darwin menahannya dengan sangat kuat.


"kau kembali menjadi pembangkang ya."


tangan kekarnya meraih malika dengan cengkraman kuat,ia lalu mendekatkan tubuhnya,menindih tubuh malika yg kini terbaring di bawah tubuhnya,mata itu menatap dengan dalam, ada kerinduan yg membuncah yg ingin segera ia lampiaskan pada istrinya.


"jangan menyentuhku,ak-aku belum siap."


darwin sudah ingin mendekatkan wajahnya ke bibir malika saat malika menahannya dengan menutup wajahnya sendiri dengan telapak tangannya.


"kenapa? apa orang hamil tidak boleh disentuh suaminya?." tanya darwin


"tidak,bukan itu,maksudku...aku...aku belum mandi...ya tuhan menyingkirlah,aku akan ke kamar mandi dulu."


malika mendorong tubuh darwin dengan sebelah tangannya,tapi tubuh besar itu tetap tidak mau bergeser sedikitpun,darwin tersenyum,memperhatikan wajah malika yg memerah dan nampak malu2 di matanya.


"kau tetap terlihat cantik sayang."

__ADS_1


cup,darwin meraih wajah malika,seketika ciuman basah di bibir itu memejamkan mata malika,ia tidak siap,dengan tampilannya yg seperti hantu di siang bolong,ia merasa tidak pede dengan percintaan ini.


tapi darwin berhenti sampai disitu saja,menciumnya disana sini untuk menghilangkan kerinduannya yg tertahan beberapa hari ini, lalu merengkuh tubuh malika lagi dengan sangat erat.


"aku juga ingin merawatnya,aku ayahnya,kakek hanya pemanis di keluarga kita."


ada binar haru yg tertera pada mata cantik milik malika,laki2 yg memeluknya ini sungguhkah suminya? kenapa dia terlihat manis jika melakukan kata2 itu?


"lalu bagaimana kesepakatannya?."


"ck,dia ngin kita semua tinggal disini." darwin mengatakannya dengan wajah tak suka.


"masalahnya apa?."


"aku tidak mau,disini ramai,banyak tamu banyak orang yg tinggal disini,kakek akan menguasai aku dan anakku nanti."


"sayang...bukannya bagus,akan banyak orang yg memperhatikan anak kita nanti,dia akan tumbuh di keluarga yg sangat menyayanginya nanti."


"kau ingin tinggal disini?."


malika mengusap2 dada darwin agar menenangkan hati itu, nafas berat seperti keluar dari hembusan tubuh darwin,entah kecewa atau apa tapi apa yg di katakan malika ada benarnya.


"kenapa kau tidak bilang kalau kau sangat kesepian tinggal di apartement? kau membuatku semakin merasa bersalah."


"tidak sayang,aku hanya...


"sudah tidak apa2,kita akan tinggal disini untuk sementara waktu."


"sementara?kenapa?."


"rumah ini terlalu besar untuk kita semua, aku sedang merencanakan rumah untuk masa depan kita".


"tapi apa tidak apa2?."


"entahlah...kita lihat saja nanti."

__ADS_1


*****


nana meminum tehnya dengan perasaan pilu, memikirkan dua orang di kamar sana sedang bicara untuk mengambil keputusan, di sebelahnya darius teman tuanya nampak hanya diam dan dingin,mereka tidak berkata2 sejak duduk bersama sedari tadi


"apa kau akan membiarkan mereka pergi jika nona akhirnya hanya mengikuti keinginan tuan muda?."


akhirnya nana berbicara duluan,matanya menatap darius yg nampak menghela nafas.


"tidak akan,aku percaya malika lebih bijak dari si bodoh itu."


"bagaimana kau sepercaya diri itu? sebenarnya aku ingin bertanya dari dulu, dimana kau mendapatkan nona malika? kenapa kau sangat yakin menyuruh tuan muda menikahinya?apa yg kau lihat dari nona?."


pertanyaan nana mengingatkan darius pada kejadian saat itu,dimana ia melihat malika di sebuah halte bus dengan seorang ibu paruh baya yg gagu tak bisa bicara, mereka menaiki bus yg menuju pasar tradisional.


ketertarikan darius pada malika adalah sikapnya yg sepertinya penyayang dan penurut,ia membantu ibunya berjualan ikan di pasar,sikapnya juga ramah pada setiap orang disana.


mereka bertemu lagi di sebuah pab malam, entah apa yg terjadi padanya hingga berakhir ditempat kotor begini,fikir darius,wajah gadis itu sangat tidak cocok dengan pekerjaan seperti ini,sampai terjadinya insident ia di pukuli oleh yg ternyata adalah kakak tirinya dan di jebak kesebuah motel atas kerja sama lagi2 oleh kakaknya,darius membaca situasi, sepertinya gadis itu berkorban untuk keluarganya yg tidak sehat.


ben menjadi kaki tangannya yg setia,ia memberi perintah agar mengawasi gadis itu dan menolongnya jika situasinya genting, saat itu juga,darius tertarik dengan malika, gadis baik2 yg terjebak di dunia hitam oleh kakaknya,dia butuh pertolongan, fikir darius.


Dan kejadian tak mengenakan terjadi,darius kehilangan jejak malika di malam itu, ia bersih keras untuk menyuruh ben menemukan gadis itu, malam yg panjang bagi ben untuk mencari setiap informasi agar terlacaknya malika berada saat itu,mereka menemukan malika hampir di tengah malam yg dingin,berjejer bersama lima gadis lainnya yg akan di jual lewat perdagangan orang ilegal, jika malam itu ben terlambat sedikit saja,mungkin tuan dariusnya akan sangat menyesal dan kecewa.


sejak awal, malika sudah menjadi target darius untuk menjadikannya istri bagi darwin cucuk keras kepalanya,ia yakin malika akan menjadi wanita yg akan sangat bertahan hidup di bawah tekanan,mengingat darwin orang yg sangat sulit pada wanita,dan sepertinya malika akan menurut pada setiap perintah dari orang yg sudah menolongnya, darius menyusun rencananya saat itu dengan senyum jahat di bibirnya.


obrolan panjang itu berhenti saat pintu ruangan itu terdorong dan membuka lebar, nampak malika dan darwin berdiri sambil berpegangan tangan,tubuh darwin maju sedikit,melindungi malika yg nampak takut menatap kakek di kursinya.


"baiklah kek,kami akan tinggal disini,aku tidak tahu sampai kapan,tapi...aku pastikan kakek tidak akan mencampuri lagi hubunganku dengan malika,jadi stop memerintahnya dan stop mengintimidasinya,malika milikku selamanya."


darius tersenyum kemenangan,nana bangun dari duduknya,ia merangkul pundak malika dan darwin bersamaan.


"baiklah,ayo kita hidup bahagia mulai sekarang."


senyum mengembang di sudut bibir nana dan malika,darwin menghela nafas masih setengah ikhlas,kake nampak bersandar di punggung kursinya dan menyesap teh hangatnya yg mulai dingin.


bersambung.....☺

__ADS_1


__ADS_2