
Di pab malam,tempat salah satu bisnis kakeknya,Darwin menjatuhkan kepalanya d meja mini bar depan bartender yg sibuk membuat minuman dan menuangkannya kdlm gelas2 pelanggan,di kepalanya msih berputar2 kejadian tadi pagi,wajah gadis berambut basah yang mengacaukan ciumannya dengan gigitan meninggalkan luka lecet d bibirnya,brengsek,gumam darwin memukul2 meja tumpuan kepalanya untuk yg kbrpa kalinya,sang bartender sampe menggeleng2kn kepalanya melihat tingkah bosnya satu ini.
"elo gak mau ngamar ajah?kasian tuh dari tadi cewe2 yg berseliweran di cuekin ajah"
aldo,temannya yg berprofesi DJ itu duduk d sebelah darwin yg sudah terlihat aneh sejak tadi.
"udah gue bilang,gue lagi males banget al,hari ini gue cuma pengen teler"darwin menjawabnya dengan frustasi
"wiiinnn...wiiinnn,belom pernah sepanjang gue kenal elo,begini banget lo masalah cewek,emang beban banget ya tiba2 jadi suami?haha"aldo terkekeh meledek
"elo gak tau ajah cewek dirumah gue kayak apa"
"waktu di akad loe gue perhatiin dia lumayan manis,kenapa sih?elo gak berselera?jangan2 dia punya tompel gede ya di belakang punggungnya?"lagi2 aldo berguyon hal tak lucu menurut darwin,membuat darwin kali ini mengangkat kepalanya.
"ngaco loe,kakek gue tuh maenannya bagus2,mulus2,loe gak tau kan yg terakhir kemaren jalan sama loe itu juga maenannya kakek gue"
"nah itu,terus ada apa dengan loe?kayak biasa ajalah,manis2 dikit abis itu udahan,kalo tuh cewek tau diri dia maenan kakek loe,pasti kayak yang laenlah,dia bakal pulang sendiri ke sangkarnya"
seharusnya omongan aldo benar,tapi entah kenapa darwin merasa ini sedikit aneh,karna tidak biasanya kakeknya memaksanya menikahi gadis yang entah darimana dia bisa dapatkan sepolos itu,biasanya perempuan2 itu hanya singgah,bermain2 sebentar dengannya tanpa menyentuhnya,dan gadis2 biasanyapun tau aturan main darwin,tidak lebih dari 3 bulan,perempuan2 itu akan mundur sendiri mencri tempat lain untuk di singgahi.
***
di kediaman kakek,dua hri sebelum pernikahan,darwin yang kesal karna dibawa paksa oleh sekertaris kakeknya,ia bersungut2 memandangi kakeknya dan sekertaris bodohnya itu dengan tatapan penuh kebencian.
"Menikahlah,ini perintah bukan kompromi"
suara berat sang kakek yg menimbulkan aura dingin di ruangan yg tak pernah ada cahaya matahari ini membuat darwin sedikit tergelak dengan menyeringaikan senyum sinisnya.
__ADS_1
"kalo aku menolak?apa resiko yang aku terima?"darwin tersenyum licik,tapi kakenya hanya bermuka datar,menatapnya dengan segala aura membunuh di kursi kerjanya.
"bersiaplah dengan kebangkrutanmu,fasilitas yg kau nikmati saat ini sebagian besar milikku,kapanpun bisa aku ambil kembali tanpa persetujuan siapapun"
"haha,hanya itu?apa kakek tidak tau kalau aku bisa meninggalkan semua itu tanpa kakek harus mengancamnya"
"pergilah,dan jangan berfikir aku tidak tau kalau kau bermain saham di belakangku?apapun yg hendak kau bangun d luar sana,hanya perusahaan kecil seperti itu kau fikir tidak luput dari jangkauanku?"
airmuka darwin berubah,shit,ternyata kakeknya tau kalau ia tengah berbisnis d luar dan hendak membangun perusahaannya sendiri,dia berfikir kakeknya tidak akan tau,bahkan kantor yg ia bangun bersama aldo masih tahap pengembangan.
"jika kau sepercaya diri itu untuk lepas dariku,seharusnya kau punya orang2 terpercaya yang tidak mungkin mengkhianatimu"kata2 itu menampar kesadarannya,ia tau kakeknya pembisnis yg hebat,tapi...tidak semua bisnis kakeknya sesuai dengan apa yg dia inginkan,kakeknya beberapa kali membuka pab malam yg diisi dengan gadis2 putus asa yg menginginkan gaji besar tanpa pendidikan sebagai jaminan,aakkhhh...darwin ingin sekali meruntuhkan bisnis kotor kakeknya,tapi ia mash belum siap untuk meraih itu,bahkan sekedar menarik kerah baju sekertarisnya itupun darwin masih belum sanggup.
"jangan menyentuh bisnisku,aku tidak akan segan2 untuk membunuh kakek nanti" ancaman lucu yang membuat kakeknya hampir tergelak menahan senyum smirknya.
"lakukanlah,tapi sebelumnya kau harus membunuh Ben dulu"ucap sang kakek tanpa melihat sekertarisnya yg masih berdiri tegak di sampingnya,darwin menghela nafas tanda menyerah saja untuk omongkosongnya sendiri,ia tau ia belum bisa membantah kakeknya saat ini.
"aku tak menyuruhmu menjaganya,kau bisa sesuka hati membebaskan dia kapanpun kau mau,tapi ingatlah ini,kebebasan gadis itu,berarti keruntuhan bisnismu".
brengsek,darwin memaki dalam hati,itu atrinya tak ada waktu yg bisa menentukan kapan ia harus mengakhiri permainan kakeknya ini,jemari darwin meremas setengah foto d tangannya,entah kenapa ia merasa gadis dalam foto itu menertawakannya karan bahagia bahwa ia akan menjadi pengunci dirinya dan sang kakek yg amat sangat ia benci saat ini.
***
Darwin pulang saat pagi sudah menjelang,matahari sudah naik ke atas mengeringkan jemuran d balkon belakang,saat itu malika tengah menjemur beberapa baju yg sudah di cucinya tadi,angin msuk melalui jendela balkon yg membuat rambut hitam lebat sebahu milik malika bergoyang2 tertiup angin,dari arah pintu masuk darwin melihat gadis itu penuh tanya,sebenarnya apa yg terjadi pada gadis itu sampai harus berurusan dengan kakeknya yg menakutkan itu.kembali darwin menghela nafas,asupan alkohol yg ia minum semalaman membuat ia sedikit pusing ingin memejamkan mata,ia duduk d sofa kesayangannya,malika datang sedikit terkejut melihat darwin yg sudah ada di sofanya.
"kau sudah pulang?apa kau mau minum?"
malika menunggu darwin bersuara meski ia lihat mata laki2 itu tertutup tidak sedang tidur.
__ADS_1
"hemmm,ambilkan aku air dingin"tukas darwin tanpa membuka matanya,malika segera mengmbil air dalam kulkas besar d dapurnya,ia kembali secepat kilat dengan sebotol air d tangannya dan menyerahkannya ke tangan darwin yg sudah duduk tegak sambil menggoyang2kan kepalanya.dengan cepat ia membuka tutup botol minumnya dan menenggaknya tandas setengahnya,selama adegan minum itu entah kenapa malika terhipnotis pada leher darwin yg terlihat panjang dan putih,ada dua tahi lalat kecil di dekat telinganya,glek,malika menelan salivanya yg terasa serat turun ketenggorokannya,buru2 ia tersadar saat darwin meletakan botol minumnya ke atas meja.darwin menatap dengan ekor matanya tadi bagaimana gadis dihadapannya sekarang berwajah mupeng tak tau malu,seringai smirk d sudut bibirnya menggoda.
"kau tidak mau melepas sepatuku?"darwin mengangkat sebelah kakinya menunjukan kalau sepatunya belum di lepas dari sana.
"baik"malika berjongkok dbwah kaki darwin,wanita itu tidak tau kalu lelaki itu menertawakannya tanpa suara.
"hey...malik"
namaku malika,bukan malik.jawab malika tanpa bersuara,di hadapan darwin ia hanya diam tak menyahuti panggilan darwin
"apa kau tidak bisa tersenyum jika di hadapanku?kau semenderita itu ya menikah denganku?"darwin menyentuh rambut malika yg tergerai kebahu.
"maaf,aku fikir kau tidak suka melihatku tersenyum atau tertawa,kau bilang tidak ingin membuat aku tak betahkan berlama2 denganmu." jadi aku mencoba untuk membuatmu sedikit nyaman dengan tidak melihatku tersenyum atau tertawa,karna kakekmu menyuruhku untuk bersamamu saat ini.malika meneruskan kata2nya dalam hati saja tak mau darwin mendengarnya.
"melihatmu tersenyum saja aku tidak suka,kau fikir aku akan suka jika kau terus memasang wajah cemberutmu atau sedihmu itu?aku belum menyiksamu saja kau sudah semenyedihkan begini,bagaimana aku menyiksamu nanti"darwin mendorong bahu malika dengan telunjuknya sedikit keras,membuat malika yg tadi berjongkok jadi terduduk d atas carpet berbulunya.darwin berdiri hendak masuk ke kamarnya.
"jadi...apa aku harus tersenyum jika kau memanggilku dan mengajakku berbicara?"malika bertanya saja,karna ia tidak tahu apa maunya darwin sebenarnya
"heh malik"
namaku malika bukan malik,malika bersungut dalam hati lagi,darwin menatapnya lekat2,ikut berjongkok mensejajarkan tinggi badannya dengan gadis yg terduduk itu.
"bersikaplah seperti istri dirumahku,kau bolh tertawa,tersenyum,bahkan berteriak sekalipun,tapi kau harus ingat ini,di saat kau bisa melakukan semua itu,kau juga bisa menangis atau menjerit sekeras tawamu itu"darwin tersenyum jahat,ia meninggalkan malika yg terbelalak dengan ancaman yg tak langsung itu.
apa maksudnya?apa aku benar2 akan disiksa di tempat ini?,apa benar ia akan melakukan itu pada wanita?kenapa ia harus sekejam itu?bahkan kakeknya hanya sekedar mengintimidasiku,mengancamku atau memelototiku saja jika aku banyak bertanya dan bicara,apa benar aku menikah dengan manusia?bukannya monster?.malika memeluk kakinya sendiri,bayangan sebuah tangan menamparnya bermunculan d kepalanya lagi,mimpi itu trus hadir bahkan setelah ia lepas dari jerat sang kakak tiri yg kejam,kini sudut matanya menganak sungai,ketakutannya akan kekerasan fisik yg dulu di alaminya membuat tubuhnya yg kecil bergetar ketakutan.hiks...hiks ia terisak kecil karna takut terdengar darwin.
heh malik.darwin tergelak tanpa suara menyebut nama itu berulang kali di fikarannya,kenapa sepertinya nama itu terdengar unik dan lucu jika d bunyikan mulutnya,gadis itu juga terlihat tidak suka saat ia memanggil namanya seperti itu,seharusnya ia memang memanggilnya malik bukan malika,baginya,malika terlalu bagus untuk gadis tubuh mungil begitu.
__ADS_1
bersambung.....