Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
bonus


__ADS_3

"sayang bagaimana penampilanku?."


malika memutar2 tubuhnya didepan cermin, ia melihat pantulan dirinya dengan perut buncit yg nampak paling menonjol dari sekian banyak lekuk tubuhnya,wajahnya yg kini sedikit caby membuat ia tidak pede dengan penampilannya saat ini.


"cantik sayang, kamu paling cantik,sini."


darwin meraih wajah gembul istrinya,******* basah bibir ranum itu,usia kehamilan malika memasuki bulan keenam dan itu membuat bentuk badannya berubah drastis,tapi darwin suka,malikanya terlihat berisi dan nampak kencang saat diremas2 eh tangannya, makanya setiap malam ia senang sekali menjahili istrinya dengan rabaan halus jari jemarinya,Darwin akan mendadak mesum jika dekat2 dengan istrinya.


"sayang nanti makeup ku berantakan."


malika mendorong tubuh darwin pelan agar menjauh dari depan wajahnya.


"cih..kita cuma pergi sebentar ke pesta pernikahan kenapa dandan secantik ini sih." usapan jari darwin di bibir malika yg menghapus sedikit lipstick merah marun milik istrinya yg sedikit berantakan akibat ulahnya tadi.


"aku tidak cantik sayank,aku gendut dan gemuk sekarang,sh..ck,aku tidak pede dengan penampilanku sekarang,kenapa wulan dan sekertaris ben menikah saat tubuhku membesar begini sih."malika cemberut didepan cermin.


"hey,jangan menghina istriku ya,dia cantik begini dibilang gendut dan gemuk,aku suka dia yg sekarang." darwin memeluk tubuh malika dengan manja.


"sudah hentikan,ayo rapihkan bajumu,nanti kita terlambat." malika merapihkan dasi di leher darwin,sekarang ia sudah pandai membuat simpul dasi,malika bekerja keras semenjak suaminya menjadi presdir di perusahaan kakek.


"jangan melirik laki2 lain disana nanti."


darwin mencubit pipi tembam malika dengan gemas.


"ih,seharusnya aku yg bilang begitu,jaga matamu disana nanti,aku sedang insecure dengan tubuhku sedangkan suamiku sekeren dan setampan ini di pesta orang,pasti banyak mata yg melirikmu."


"kau tidak tahu kalau kau sangat menggemaskan dengan tubuh ini." tangan darwin meremas bokong istrinya jail.


"ah sayang,apaan sih."malika menepuk dada darwin yg terkekeh melihat wajah istrinya memerah.


"jangan melihat yg lain,lihat aku saja ok."


"kau juga,jangan melirik sana sini,lihat aku saja ok."

__ADS_1


mereka saling tertawa didepan cermin,obrolan tak berarti itu nampak riang dan membuat mereka saling memeluk hangat.


*****


"ya tuhan,kak wulan cantik banget." nisa nampak antusias,ia memeluk wulan dengan gaun pengantin yg megah duduk di pelaminan,mereka saling terkekeh satu sama lain,aldo yg berdiri disisinya menggeleng2 heran dengan tingkah nisa yg senang seperti dia saja yg menikah.


"kemana ben?." tanya aldo pada wulan,ia tak melihat ben duduk di pelaminannya.


"kalian pasti tertawa mendengar ini,laki2 besar itu udah 7 kali bolak balik ke toilet, dia bilang perutnya mulas dan terasa kembung,belum lagi kebelet buang air kecil katanya,sepertinya dia gerogi dari sejak ijab tadi."


wulan menjelaskan dengan jengkel dan sedikit geli,membayangkan lagi wajah pias ben yg saat ini telah sah berstatus suaminya.


"ben? astaga...ternyata dia cuma besar di badan doank ya ternyata." aldo tertawa


"mas lihat,kak wulan cantik sekali,aku mau foto,tolong fotoin mas."nisa menyodorkan ponselnya ke aldo.


"kan nanti juga foto,lebih bagus sama fotografernya."


"ish,inikan buat kenang2an di ponselku,ayo cepet mas."


suara di balik punggung aldo membuat mata mereka beralih kearah suara itu,nampak malika tersenyum lebar,disampingnya Darwin menggandeng tangannya memegangi langkah istrinya agar hati2 berjalan dalam kondisi perut besarnya.


" kak lika..!!." nisa memekik sedikit keras,entah kenapa ia terus terlihat bahagia menyambut setiap orang yg dilihatnya.


"hati2." tukas darwin yg langsung berdiri dekat aldo,malika memeluk wulan dan nisa bergantian.


"selamat wulan,akhirnya." tukas malika


"terimaksih bumil,kau nampak cantik dengan perut ini."wulan mengusap2 perut buncit malika.


"kak lika memang cantik dalam kondisi apapun,saat ia langsing atau gendut sekalipun." nisa menimpali


"dimana ben?." Darwin bertanya pada aldo

__ADS_1


aldo meninggikan bahunya,senyum mengejek mengarahkan dagunya jalan menuju toilet.


"againt?."darwin mengernyit disusul gelengan kepala,selanjutnya hanya tawa yg menghiasi orang2 dalam pelaminan itu.


*****


3 pria itu duduk didepan mini bar di apartement aldo, 3 gelas air soda berjejer di depan mereka masing2,ben memutar lagu lawas dijaman mereka masih satu sekolah lewat ponselnya, aldo bersenandung pelan sekali2 mengikuti lirik lagu itu,Darwin meneguk minumannya,mengernyit menahan gigitan soda di lidahnya,ia menghela pelan.


"apa gue harus ucapain terimakasih pada kalian?."


Darwin memulai percakapan.


"untuk apa?." aldo menimpali


"karna kalian bertahan di samping gue hingga detik ini."


"hahaha,apa gue boleh tertawa?seorang Darwin?sepertinya otak loe berlahan berjalan kearah yg normal."


Ben meneguk minumnya,masih ada sisa2 tawa di bibirnya.


"semua terasa sulit jika sendirian,lagipula kalau bukan kita siapa lagi yg bisa tahan di samping loe." aldo nampak mengejek


"baiklah...gue juga ogah basabasi sama kalian,ayo bersulang untuk hidup yg keras ini."


Darwin mengangkat gelasnya,aldo dan ben nampak terkekeh melihat tingkah calon bapak satu itu.


"bersulang? dengan air soda?."


aldo


"gak buruklah,bir akan gue skip mulai sekarang,wulan gak suka baunya." ben mengangkat gelasnya.


"hahaha,ben yg manly?ckckck...gak nyangka takluk dengan wulan." aldo ikut mengangkat gelasnya,mereka merekatkan gelas sodanya, dangan tawa teman seperjuangan,tawa yg kadang kala membuat mereka rindu dimasa seragam dulu,tawa yg banyak mengukir hari2 mereka didetik ini mereka berdiri,meski persahabatan itu tidak seerat kelihatannya,tapi Darwin tidak bisa berdiri setegak ini tanapa mereka,kadang ia merasa tuhan terlalu baik padanya,mengirim malika dan teman2 yg masih bisa tertawa bersama keegoisannya.

__ADS_1


terimakasih tuhan,terimaksih luka yg membuat aku akhirnya menjadi kuat


terimakasih telah menyisakan cintaku untuk aku simpan dan aku berikan pada orang2 yg tegar bersamaku. DARWIN


__ADS_2