Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
mengambil alih


__ADS_3

Hari yg menyibukkan Darwin dimulai kembali, ia sibuk wara wiri dengan kakek yg memperkenalkan sebagian besar bidang bisnis yg di geluti kakek, dan itu menguras tenaga dan emosi darwin, pasalnya ia jadi tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan istrinya malika, sekarang saja ia sudah berada ditengah2 gedung proyek yg kakeknya kelola sebagai ladang bisnis mega proyeknya,mereka sedang membuat mall, dan darwin baru saja ikut andil dalam rancangan interior serta pencahayaan untuk gedung itu selanjutnya.


"aku akan membuat taman di atas gedung ini." ucap kakek,mereka berdiri di atas luasnya bangunan megah yg Darwin sendiri tidak sanggup menyebutkan nominal yg akan habis mengenai pembiayaan atas gedung ini.


"aku tidak yakin bukankkah lebih baik di buat kosong saja atau di buat tempat ibadah agar tidak menyulitkan karyawan atau pengunjung lainnya mencari2 tempat ibadah saat sedang bekerja dan berkunjung."


Darwin memberi pendapat


"taman membuat tempat ini lebih asri."


"kalau begitu sekalian saja kakek buat hutan buatan disini,bukankah itu lebih asri." Darwin bicara dengan sikap acuhnya, mereka masih saja tidak sepemikiran.


"orang bisa beribadah dimana saja,mereka bisa melakukannya di toko mereka masing2."


"akan lebih baik ada wadah yg memadainya, mereka melakukannya berjama'ah,katanya pahalanya lebih besar,meski aku bukan orang yg taat, tapi aku sedikit tau waktu aku di beri mata pelajaran agama di sekolah dulu."


"heuh,aku fikir kau hanya berangkat kesekolah dan tidur disana."


"setidaknya aku tidak seperti kakek malah memilih membangun pab malam ketimbang tempat ibadah."


"ck,kau jangan mencampurkan bisnis dengan ibadahku,spiritualku dengan tuhanku itu urusan aku dan DIA yg tahu,kau itu cuma bocah tidak tau apa2."


"terserah kakeklah,aku bosan,aku ingin cepat pulang."


Darwin melangkah meninggalkan kakeknya yg masih berdiri menatap luas atas bangunan ini,seorang pegawai menghampiri membawa sketsa bangunan yg telah rapih di atas kertas lebarnya.


"ini sketsa akhirnya tuan,sepertinya lebih cepat dari perkiraan." tukas pegawai itu, kakek menatapnya dengan seksama,terlihat indah dan sesuai ekspetasinya,tapi ia menatap lagi gambar atap gedung ini, kakek nampak berfikir,ia menatap punggung Darwin yg semakin mengecil dan menjauh dari tempat ini,senyum garis tipis tertera di bibir kakek.


"ganti sketsa taman dengan masjid yg megah berdiri di atas gedung ini, kerja samalah dengan perusahaan D untuk arsitek bangunannya,beri laporan perubahan biayanya dan sketsa akhirnya lagi bulan depan padaku."


tandas kakek tegas


"baik tuan." ucap pegawai itu dengan anggukan yg mantap dan tanpa protes.


*****

__ADS_1


malika dan nana telah beres merapihkan meja makan yg nampak sempurna, ayam panggang mentega menjadi menu utama di hidangkan dalam acara makan malam nanti, dua wanita beda generasi itu nampak bahagia saat sedang menata makanan di mejanya, ini makan malam pertama mereka bersama setelah beberapa hari pindah kerumah kakek.


"nana,aku akan ke atas dulu membersihkan diri dan memanggil Darwin agar turun bersama nanti."


tukas malika antusias, darwin memang sudah pulang lebih awal tadi,pria itu langsung masuk keruang kerjanya bersama sekertaris ben dan belum keluar lagi sejak tadi,malika akan menyuruh sekertaris ben untuk ikut makan bersama juga nanti.


"pergilah nona dan jangan terburu2, karna makan malam masih 30 menit lagi." jawab nana sambil tersenyum lembut.


malika berjalan menaiki tangga menuju sayap kanan letak kamarnya dan darwin,ia masuk tanpa mengetuk pintu,ia tidak menemukan darwin disana, mungkin darwin masih di dalam ruang kerjanya bersama ben.


akhirnya malika memutuskan untuk membersihkan diri dulu baru menyusul darwin fikirnya,tapi baru saja malika memutar hendel pintu kamar mandinya,pintu kamar mandi itu sudah ada yg menarik dari dalam, malika yg kaget terjerembab kedalam dan tertahan pada dada bidang aroma sabun mandi yg harum,hidungnya tepat mencium dada putih itu,ia mendongak dan mendapatkan wajah suaminya tersenyum geli disana.


"kamu ngapain? ngintip ya?." ledek darwin dengan rambut basah yg menetes2 terkena wajah malika.


"eh..aku fikir kamu masih di ruang kerja, kok gak kedengeran bunyi air ya." malika sudah ingin berdiri tegak membenarkan posisinya ketika tiba2 tangan darwin menahannya dan meremas bokongnya kuat, senyum mesumnya menyambul di bibir.


"ish...apaan sih kamu mesum,awas gantian aku mau mandi."


malika menepis tangan itu tapi darwin malah menghujaninya dengan ciuman2 kecil di wajah istrinya.


"aku belum mandi sayang, tadi habis masak sama nana agak bau asem nih." tolaknya halus.


"siapa suruh ngintip2 aku,tanggung jawab nih si junior jadi ke bangun."


Darwin yg hanya memakai handuk di bagian pinggang sampai lututnya nampak merapatkan tubuhnya dan menggesek2an sesuatu yg tegang itu ke belahan depan istrinya,malika memerah,ia menutup wajahnya dengan satu tangannya yg masih memiliki celah untuk mengintip bagian bawah suaminya,Darwin semakin menggerakan pinggulnya ingin memangsa istrinya.


"sayang nanti aku gak sempat mandi, kita lakukan selesai makan malam ya." malika memohon,tapi mulutnya disambar lum*tan hangat oleh darwin,pria besarnya seperti tak mendengarkan permohonan istrinya.


tok..tok..tok..


suara pintu diketuk,refleks malika mendorong tubuh darwin dengan cepat,membuat darwin mundur beberapa langkah, wajah kesal tergambar di raut tampan miliknya.


"aku buka pintu dulu."malika ngacir kedepan pintu takut di semprot darwin,disana ia langsung membuka pintu,wajah sekertaris ben menatapnya dengan anggukan kepala pelan.


"maaf nona tapi saya ada perlu dengan tuan darwin."

__ADS_1


"oh,ada silahkan masuk."malika membuka pintu dengan lebar.


"tidak nona,saya tunggu disini saja."


"siapa?."suara kesal itu mendekat dan melihat ben dengan wajah tidak suka.


"sekertaris ben." meski darwin sudah melihatnya tapi malika memperjelasnya, tidak lupa senyum lebar menghias disana.


"ganggu ajah lu." Darwin misuh2, ben mengerti yg di maksud mengganggu oleh Darwin,melihat hanya handuk yg melilit di pinggang laki2 yg harus ia panggil tuan saat ini karna jam kerjanya masih ada.


"maaf tuan, tapi ketua memanggil anda keruang baca sebelum makan malam."


"kenapa?."


"tuan akan tau jika bergegas sekarang, silahkan memakai baju,saya tunggu disini."


khihihi,terdengar suara kekehan kecil dari mulut malika, darwin dan ben menatap malika bersamaan.


"kenapa ketawa?dia lucu ya?badannya saja yg besar tapi sangat patuh kalo lagi di mode jadi sekertaris kakek." ejek darwin yg melirik ben.


"aku menertawakanmu sayang,sudah sana pakai baju."


Darwin mengerutkan kedua matanya,ia sadar istrinya pasti tertawa karna tidak jadi di makan olehnya,seringai licik muncul di bibirnya,ia menarik lengan malika yg kaget dan langsung melu*at basah bibirnya dengan cepat.


ben nampak mematung,ia tak sempat mengalihkan wajahnya,malika ternganga lebar atas perlakuan darwin yg tiba2,ia memukul dada suaminya keras. ceplak,kira2 begitu suaranya🙄, lalu tatapan malika beralih pada wajah ben yg nampak kikuk disana.


"ya ampun, maaf sekertaris ben, dia...ish..dasar kau,ishhh bikin malu saja." malika berlari sambil menghentakan kaki pergi ke kamar mandi dengan wajah memerah,Darwin terbahak puas mengerjai istrinya.


"menikahlah ben,loe lihatkan,kapan saja gue bisa pamer seperti tadi bukan hanya di depan loe."


dasar laki2 mesum gila, tentu saja itu hanya ada di kepala ben,ia hanya menyunggingkan senyum sinis atas kesombongan darwin barusan.


"ada apa sebenarnya kakek manggil gue?."


"ini soal pengambilan alih perusahaan ketua, bersiaplah,akan banyak mata mengarah pada anda tuan." ben berkata dengan tegas dan mantap,ia menatap darwin yg berkacak pinggang dihadapannya,wajah itu tak terbaca, darwin nampak menghela nafas kecil.

__ADS_1


bersambung.....🥰


__ADS_2