
sore menjelang,darwin melangkah gontai saat memasuki halaman rumah yg besar itu, kenangan pahit berkelebat di setiap ingatannya,ia harus menemui kakeknya,entah untuk meluapkan amarahnya atau untuk bernegosiasi menyingkirkan egonya, demi kembalinya malika,ya...wanita yg kini menjadi separuh nafasnya.
aura hitam berselimut kala darwin memasuki ruang utama yg nampak sepi,ia masuk ke ruangan yg pernah malika duduki bersama kakeknya saat makan malam ancaman itu, darwin menatap tangga berulir yg mengarahkan letak kamar sang kakek,ia menarik nafas dalam,berfikir apa yang harus ia lakukan didepan kakeknya,sepertinya ia harus benar2 mengancam atau memohon.
sunyi senyap,darwin tak menemukan siapapun,apakah kakeknya juga menghilang seperti malika? apa ia benar2 membawa malika pergi?kemana mereka? darwin mengepalkan tangannya kuat2,ini tak adil baginya,kenapa lagi2 ia harus di tinggalkan? kenapa mereka di satukan jika akhirnya harus di pisahkan?
bukankah kakeknya sendiri yg bilang untuk menikahi malika dan menjaganya dengan baik,kenapa sekarang ia mengambil lagi apa yg diberikannya?ini tidak adil, jika memang harus di ambil kenapa tidak dari awal, saat dimana perasaan ini tidak tumbuh dan mencintainya sampai mati,kenapa harus sekarang? kenapa disaat ia sangat menginginkan malika dan amat sangat menyayanginya? sungguh darwin tak bisa berfikir jernih,di kepalanya hanya malika yg mungkin sebenarnya masih menjadi kaki tangan kakeknya untuk menjatuhkannya, saat ia berhasil menghancurkan perasaannya seperti ini,apakah malika kembali menjadi wanita kakeknya?
darwin menyingkirkan fikiran negatifnya terlebih dahulu,ia mengingat2 lagi bagaimana malika terhadapnya belakangan ini,dia sangat cantik,sangat manja,terlihat sangat menyayanginya,tidak mungkin istrinya mengkhianatinya,malika nampak takut jika kehilangan dirinya,tapi apa alasan kepergiannya ini? semakin difikirkan darwin semakin buntu tak menemukan jawabannya,ia harus bicara dengan kakeknya, ia harus tahu apa yg terjadi pada istrinya,bagaimanapun malika masih istri sahnya,ia lebih berhak atas diri malika ketimbang kakeknya.
sebuah tangan kekar mencengram bahunya,menahan langkah darwin yg sudah naik beberapa anak tangga,dengan cepat darwin menoleh,ia temukan wajah ben disana.
"ketua tidak ada tuan." tukas ben,tatapan amarah dan ingin membunuh itu masih dirasakan ben.
"dimana istri gue,ada apa sebenarnya? kenapa dia pergi?sebenarnya apa yg kakek ancamkan ke malika?".
__ADS_1
darwin nampak marah tapi suaranya bergetar, ia ingin menahan tangisnya tapi sepertinya tidak bisa,ada harapan kecil saat ia melihat ben,ia berharap sahabatnya itu akan memihaknya,akan membantunya menemui istrinya ataupun kakeknya.
"ayo kita bicara,ada yg perlu elo tau,gue bicara sebagai teman."
ada perasaan takut di hati darwin saat menatap mata ben,ia tahu temannya itu tidak akan memihak siapapun jika memang ia kembali menjadi ben yg biasa,ben yg hanya temannya bukan sekertaris kakeknya.
"jangan menutupi apapun ben,gue tau ada yg gak beres antara kakek dan malika."
mereka duduk di kursi dengan meja makan yg besar dan panjang di ruangan itu,hanya ada mereka berdua,sepertinya seluruh pelayan sudah di perintahkan untuk masuk kekamar masing2,itu berarti,mereka sudah tau jika tuan mudanya akan datang dengan kemarahan,apa sebab itu hanya ben yg di perintahkan menemuinya?
"karna sumpah 3 generasi yg kakek gue buat saat mereka hidup bersama dengan kakek loe, setelah ini mungkin anak dari keturunan gue juga masih akan menjadi penerus pekerjaan gue dan bokap gue sandang bertahun2 ini, sumpah setia untuk melayani keluarga prasetya,sumpah yg gak akan bisa kita hapus sebagai keturunannya,begitupun elo,sejauh apapun elo lari,darah prasetya masih dan akan tetap mengalir di tubuh loe."
"sebenarnya apa yg mau loe katakan? jangan bertele2 ben,elo tau gue gak punya waktu untuk mendengarkan pelajaran sejarah elo."
"jangan menghindar lagi,hadapi kakek,berdamailah dengannya jika loe gak mau kehilangan istri loe."
__ADS_1
"bukankah dia yg harus berdamai dengan gue, kan gue yg di tolak,gue yg gak di inginkan olehnya,gue yg harus dia buang dan gue yg di abaikan oleh keluarganya,bukan hanya dia ben,tapi orang tua gue juga,mereka gak menginginkan gue,terus salah gue kalau akhirnya gue melepas dan memutus tali darah terkutuk ini?."
"lo salah win,selama ini,sebenarnya hanya ketua yg mempertahankan elo,dia yg mati2an menjaga elo,dia yg melindungi elo meski mungkin caranya menjaga loe membuat elo salah paham."
ada senyum sinis mengembang di sudut bibir darwin,ia mengingat lagi bagian mana kakeknya yg menjaganya dan mempertahankannya? sedangkan yg selalu ia ingat kakeknya yg menolaknya setiap kali ia mendekat dan berusaha terlihat.
"ben,kita tidak kecil bersama,kita bertemu saat kita remaja,jadi elo gak tau betapa kejamnya kakek gue menolak gue dan membuang gue." ada getir pahit di sudut hati darwin mengingat masa2 itu.
"bukan kakek yg membuang loe,tapi...tuan darma yg memang tidak menginginkan loe."
kini kilatan marah itu nampak berkobar lagi, darwin menelisik mata ben yg seakan tahu segalanya tentang dia,ada apa sebenarnya ini?apa yg ben tahu? dan apa ada rahasia di balik hidupnya selama ini yg tidak ia tahu?
kisah apa yg sebenarnya tersembunyi selama ini dalam keluarganya? darwin nampak frustasi,ben seolah memberi peringatan padanya bahwa sikap yg ia berikan ke kakeknya selama ini adalah kesalahan.
bersambung.....
__ADS_1
🤗