
pov Ben
ini sangat melelahkan,aku tau akan seperti ini, ketua akan segera tahu dan aku tidak ingin punya pekerjaan lagi yg mengejar2 orang yg tidak ingin di tangkap.
siang itu aku melihat nana keluar dengan sangat tergesa2,ia menyetir mobilnya sendiri dan aku tau titik kordinatnya pasti kerumah Darwin,tapi untuk apa? lagi pula ini bukan jadwalnya,instingku meyakini ada yg tidak beres dengan situasi ini, sengaja diam2 tanpa sepengetahuan nana aku membuntutinya, dan benar,ia masuk ke apartement darwin yg tak lama keluar kembali dengan malika membawa koper pakaiannya,aku menatap mereka yg terkejut karna di pergoki.
harusnya ini menjadi berita bahagia,tapi entah kenapa malah jadi situasi yg sulit untuk mereka,aku juga bingung harus bagaimana, jika ketua tahu,dia akan menyembunyikan malika dari darwin selama kehamilannya,jika darwin yg tahu duluan bisa jadi ia akan membawa kabur malika dan benar2 memutus hubungannya dengan kakeknya,dan aku sepemikiran dengan nana,ketua semakin tua dan butuh keluarganya,dan satu2nya keluarga terdekatnya ialah Darwin si keras kepala itu.
game over, aku harus membujuk darwin, sementara menenangkannya dan memberi penjelasan terkait kebenaran ketua tentang situasi bodoh mereka,kakek dan cucuk yg aneh.
Dan akhirnya ini selesai,drama panjang mereka selesai bukan? aku ingin selesai dan mengurus diriku sendiri, padahal kisah percintaanku yg kelihatan baik2 saja butuh pertolongan yg tidak bisa aku teriakan.
wanitaku terus menolakku,padahal dia tau usiaku sudah tidak muda lagi dan keinginanku untuk segera menikah sangatlah tinggi.
"bagaimana kabar nona lika? apa dia baik2 saja,apa maslahnya sudah benar2 selesai?."
cih,dia mengkhawatirkan orang lain tapi tidak mau tau aku yg sedang kelelahan menunggunya,aku dan wulan sedang di apartementku,duduk di sofa yg menghadap ke pintu kaca balkon sambil aku tidur di pangkuannya dan dia asik mengusap2 kepalaku,ini enak dan nyaman.
"hm, seharusnya sudah baik2 saja,asalkan si bocah keras kepala itu tidak berulah lagi dan membuat kesal kakeknya lagi."
aku menjawab malas,sambil memejamkan mataku merasakan kelembutan usapan wulan di kepalaku.
"kakak pasti kelelahan."
__ADS_1
"iya,aku lelah,jadi aku butuh seseorang yg menungguku dirumah,memasak untukku,tidak, tidak usah masak,cukup dia menungguku saja agar bisa kupeluk dan ku ciumi setiap waktu."
"hahaha,kakak apa2an sih." suara tawa itu sangat lembut dan enak di dengar telingaku, kali ini tangannya mengusap pipiku,hangat, aku meraih tangannya dan ku ciumi jari2 lentik milik wulan,aku tau dia sedang tersenyum padaku.
"sayang, apa kau ingin aku melamarmu dengan romantis?."
"apa?."
"kau taukan aku bukan laki2 seperti itu,tapi jika kau ingin ada lilin dan taburan kelopak bunga mawar di meja makan malam kita,lalu ada seorang pemusik atau pemain biola untuk mengiringi dansa di dinner privat kita, mungkin aku akan mencobanya,asalkan kau menyukainya dan akhirnya menerima lamaranku tidak masalah."
aku membuka mataku,setelah beberapa detik aku menunggu wulan yg tak juga bersuara, aku menatap wajahnya yg tepat di atas kepalaku,dia tersenyum,mengusap lagi pipiku dengan lembut.
"kakak fikir aku berharap diperlakukan seperti itu?."tukasnya,aku bangun dan duduk masih menatapnya.
"lalu apa masalahnya? ayo kita menikah."
*****
"jelas salahlah,astaga ben,elo ngjakin anak orang menikah sesantai itu? elo fikir beli kacang di pinggir jalan."
aku tidak tau apa yg salah tapi kali ini aldo benar2 menasehatiku dengan gayanya yg tampak ngeselin dan bikin aku ingin memukul belakang kepalanya,kami tengah di pab malam ini,hanya darwin yg tidak bergabung dengan kami,si bucin itu pasti tengah menumpahkan rasa rindunya pada istrinya yg baru saja ia temui.
"bicara yg jelas,gue bukan dukun yg bisa mengartikan omongan aneh loe,apa hubungannya wulan dengan beli kacang dijalan?."aku bersungut kesal
__ADS_1
"dasar sinting loe ben,elo melamar dia tanpa cincin? tanpa makan malam romantis atau apa kek gitu yg bikin dia merasa kalo dia special di mata loe,kalo cuma ngjkn nikah doank mah gue juga bisa,elo gk tau fikiran cewek tuh serumit itu,meminta hidup bersamanya cuma dengan kata2 sih w fikir elo keterlaluan."
aku terpaku,membatu dan berfikir keras dengan kata2 aldo barusan,ada benarnya bocah itu,memang kalau masalah perempuan aku akui dia jagonya,kenapa juga aku tidak berfikiran begitu,ah..masalah sekecil itu saja kenapa tidak terfikirkan olehku,bodoh.
*****
dan terjadilah makan malam ini,tidak seromantis yg kalian bayangkan,ini hanya makan malam seperti biasa,wulan yg cantik dengan dress lengan panjang berwarna baby pink yg panjngnya hanya beberapa centi di atas lututnya,menampakkan betis kakinya yg putih dan ramping,dia selalu nampak cantik di mataku.
"ayo kita menikah." tukasku saat wulan menyuap potongan daging terakhir di piringnya,ia meminum air putinya dengan sedikit tersedak karana aku yg tiba2 menyodorkan sebuah kotak beludru berwarna merah,aku membukanya dan melihat wajah wulan yg mengernyit,entah ekspresi senang atau datar,bagiku itu bukan ekspresi yg bisa membuatku menebak ia menerimanya atau menolaknya.
"kakak...".kata2nya terputus,ia menatapku lekat.
"jika kali ini kau menolakku juga, aku akan benar2 melamarmu dengan taburan kelopak bunga mawar,atau helikopter yg terbang tepat di atas kepalamu,kau tau aku tidak pernah main2 dengan ucapanku."
"kakak,apa kakak berfikir aku menginginkan hal2 semacam itu? kenapa kakak bodoh sekali,kakak tau aku sangat mencintaimu, jelas2 aku tidak akan menolak ajaknmu untuk menikah dengan atau tanpa cincin sekalipun."
"lalu apa masalahnya,kau selalu diam atau menyuruhku menunggu lagi,wulan aku tidak berpengalaman dengan wanita,jadi aku hanya melakukan hal2 yg jelas dan tidak rumit atau berputar2 seperti yg kau fikirkan,kau tau itu."
"aku tau,makanya aku menyuruh kakak untuk menunggu dan memberi kakak waktu untuk belajar mencari tahu tentang bagaimana memperlakukan wanita sebaiknya."
"aku sudah tanya aldo,dia bilang ini salah satu lamaran yg di inginkan setiap wanita,makan malam dan cincin,kau bilang kau tidak ingin hal yg romantis."
"bukan aku,tapi kakak,tapi aku mentolerir kakak yg memang tidak sepeka itu,aku sangat mudah kau dapatkan kak,tapi caramu yg salah memintaku untuk hidup bersamamu."
__ADS_1
sial,perdebatan ini tak ku mengerti sama sekali,sebenarnya apa yg salah,apa yg di inginkan wulan?
bersambung....