Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
si pembangkang menangis


__ADS_3

tidak ada tempat untuk darwin pergi,ia benar2 frustasi,ia tidak mau pergi ke apartement ben seperti yg temannya itu sarankan, di kepalanya hanya ada keinginan untuk bertemu malika,dimana istrinya sekarang? dimana nana dan ben menyembunyikannya?


"win..!!!". suara aldo yg menepuk punggungnya tidak juga membuat darwin bergeming,ia terpaku di tempat duduknya,di depan meja mini bar pub malam salah satu tempat usaha kakeknya,aldo duduk di sebelahnya,ia melihat di depan darwin sudah 3 gelas besar bir yg ia habiskan,di tangannya adalah gelas yg ke 4.


"ayo tidur ditempat gue,besok kita hubungi ben membujuk dia supaya elo di pertemukan sama kakak ipar."


aldo nampak prihatin dengan kondisi darwin saat ini,ben menceritakan kejadian hari ini dan permasalahan yg ada lewat via telfon, aldo juga mengetahui semuanya,ia sangat paham jika darwin sedang frustasi dan gamang seperti ini,pria itu bisa menghabiskan berliter2 miras tanpa tumbang dan mabuk.


"tinggalin gue sendiri." tukas darwin tanpa menatap sahabatnya itu.


"elo mau bagaimana sekarang? ini hampir pagi,elo harus beristirahat."


darwin tak mendengar,ia malah meneguk lagi bir yg ada di gelasnya dengan sekali tandas, matanya sudah nampak kemerahan karna lelah dan menahan marah.


"apa dia membenci gue?sampai pada saat ia hamil bukan gue orang pertama yg di beri tahu,bahkan dia minta perlindungan pada nana." darwin nampak sedih,matanya berkaca2 lagi.


"gue yakin kakak ipar punya alasannya,dan itu gak seperti yg elo fikirin sekarang."


aldo menguatkan,mencoba meraba kesedihan sahabatnya kali ini yg amat mendalam.

__ADS_1


"tapi dia memilih pergi ketimbang bicara sama gue."


"win,sekarang bukan saatnya elo menebak2 apa yg kakak ipar fikirkan,saat ini waktunya elo meraih dia,ikatan pernikahan kalian lebih kuat dibanding apapun,gak ada yg berhak atas dirinya selain elo."


benar,kata2 aldo memang benar,tapi darwin tetap berfikir jika malika bisa saja tak ingin bersamanya karna sejak awal ia tidak ingin ada anak,padahal bukan itu maksudnya,ia hanya menundanya karna alasan kebenciannya pada kakeknya saat itu,tapi...setelah mengetahui kebenarannya, darwin malah bingung bertindak,ia harus bagaimana berhadapan dengan kakeknya sekarang,jujur di hati yg paling dalam,darwin ingin menemui kakeknya dalam keadaan mabuk saja agar ia bisa menutup malunya dengan kekonyolannya saat mabuk,tapi brengseknya berapapun gelas bir yg ia teguk, ia tak pernah merasa mabuk.


"akan jadi apa anak gue punya bokap kayak gue,gue takut gak bisa memberikan apa yg seharusnya ayahnya berikan,gue gak pernah tau caranya jadi ayah."


"elu pikir semua calon ayah langsung tau bagaimana yg baik buat anaknya dan harus bagaimana dengan anaknya,ya gak lah win, seenggaknya elo berusaha ada disetiap perkembangannya dari dia di dalem perut sampe nanti dia ada di dunia ini,dan lagi yg gue denger katanya orang hamil gak boleh stress."


"apa? kenapa malika harus stress? trus kalo dia stress bayinya kenapa?."


aldo menatap temannya yg ternyata bodoh itu,jadi selama ini ia berfikir malika gak akan stress hidup bersama laki2 yg banyak problem dalam keluarga ini? seketika alado menggeleng2kan kepalanya pelan.


"al..kok loe tau yg beginian? emang elo udah nikah?."


"semua orang yg kenal elo tau wiiinnn,gue sama ben ajah yg cuma jadi temen loe stress ngadepin elo yg begini apa lagi bini loe."


"trus gue harus apa al? bayik gue gak akan kenapa2kan?." darwin menatap aldo lekat, berharap temannya yg sepertinya sok tau itu punya solusi untuknya

__ADS_1


"iya gue juga takutnya kakak ipar gak bisa nahan stress beban fikirannya dan bikin janinnya juga terganggu dan gak kuat,wanita di awal2 kehamilannya katanya rentan mengalami keguguran atau apa dah gitu perasaan gue pernah baca di buku waktu sekolah,orang hamil itu harus di bikin bahagia katanya biar janinnya tumbuh sehat dan bahagia juga gak boleh stress dan...


aldo masih mengoceh saat tiba2 darwin bangun dari duduknya dan bergegas pergi meninggalkannya,aldo jadi kaget dan gelagapan sendiri.


"eh win...elo mau kemana?." teriak aldo,tapi tak di gubris darwin,laki2 itu melangkah cepat mengambil mobilnya di parkiran.


*****


ia kembali kerumah kakeknya,dengan tergesa dan nafas yg memburu karna ia berlari sampai menaiki tangga menuju kamar kakeknya,ia mengetuk2 kamar itu namun sunyi tak ada jawaban,ia mendorong hendel pintu dan ternyata tak terkunci,darwin melongok kedalam kamar,sang kakek tidak ada,ia buru2 mencari kakeknya lagi di ruangan sebelahnya tempat perpustakaan kecil biasa kakeknya membaca buku,disana juga tidak ada,darwin melangkah keruang kerja sang kakek,tepat di depan pintu itu, ia melihat celah kecil yg menandakan jika pintu itu tak terkunci,ia yakin kakeknya ada di dalam sana.


darwin menarik nafas,mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu yg berat itu,tenaga dan keberaniannya sudah ia kumpulkan,apapun yg kakeknya katakan nanti,ia akan percaya,ia akan kembali kesini,ia akan menebus dosanya pada kakek yg merawatnya selama ini,ia akan menjadi cucuk sebenarnya,ia akan melihat kakeknya saja,benar...demi malika dan hubungan baik sebuah keluarga untuk anaknya kelak,ia akan menata lagi sisa cinta dalam hatinya.


tok..tok..tok.. pintu terketuk,tanpa menunggu aba2 dari dalam yg tak bersuara itu darwin mendorong pintu berkayu yg sangat berat itu,derikan suara pintu menyambutnya,memperlihatkan juga sosok yg sedang berdiri memunggunginya dengan gagah menghadap jendela besar yg tertutup kain tebal berwarna merah redup, kakeknya berbalik menatapnya,senyum smirk,senyum yg kata nana terlihat jahat itu kini nampak menyungging di sudut bibirnya, senyum kemenangan mengalahkan ego si keras kepala yg sangat di rindukannya.


"kau datang untuk menjemputnya? atau hanya ingin melihatnya?." sang kakek berjalan mendekati sofa yg ada di dalam ruangan itu,ia duduk dengan angkuh dan terlihat keren meski setua itu dia melakukannya.


"sudahlah kek,aku menyerah,kakek pemenangnya,jangan berikan aku rasa bersalah lagi,kakek terlalu kejam pada cucuk kakek sendiri."


darwin mendekat,ia bersimpuh di kaki kakeknya,laki2 itu menangis,pembangkang itu menangis,anak keras kepala itu menangis, pria yg arogan yg selalu mencari celah kesalahan untuk hidupnya kini menangis.

__ADS_1


bersambung.....


😍😁


__ADS_2