
aktifitas sibuk terlihat di kediaman rumah besar milik kakek,banyak pelayan yg terlihat hilir mudik untuk mempersiapkan segalanya, pelayan bagian dapur malah lebih sibuk lagi karena nana yg sudah berteriak kesana kemari mengatur segalanya agar terlihat sempurna.
"apa tidak ada pesta penyambutan?."
Darwin menyesap kopi hitam yg tadi di buatkan malika,sang kakek hanya menaikan sedikit garis bibir di mulutnya, mereka tengah berada di bawah gazebo yg terletak di taman belakang rumah,pagi yg cerah untuk mengawali sebuah obrolan basa basi.
"ini rumah yg akan kau tinggali selamanya saat aku tiada nanti,untuk apa menyambut tuan rumah sendiri."
"ish..itukan masih dalam pembicaraan aku dan malika kek,aku ingin buat rumahku sendiri."
"kalau begitu biar anakmu yg tinggal disini selamanya,setelah istrimu melahirkan kalian pergilah sesuka kalian."
"itu namanya memisahkan anak dari orang tuanya."
"kau dan aku tidak akan sepemikiran selamanya jadi buat apa aku terus berdebat denganmu,aku ambil anakmu satu kalian buatlah lagi anak yg banyak agar tidak kesepian sepertiku."
Darwin terdiam,jadi itu isi hati kakek selama ini,jadi dia kesepian? pandangan darwin menatap lurus pada pohon2 yg terawat di ujung sana,ia tersenyum kecil,jadi begini rasanya di rindukan.
"aku ingin meruntuhkan salah satu bisnis kakek." tukas darwin
"yg mana?".
"beberapa pab malam,aku tidak suka dengan bisnis kakek yg satu itu."
"heuh,kau akan menyesal nanti."
"kakek mempekerjakan gadis2 yg putus asa disana,kakek juga menjual alkohol."
"aku punya izin untuk minumanku,dan gadis2 itu kenapa kau tidak tanya langsung dengan mereka."
"iya aku tau,mereka bilang karna mereka hampir semua tidak berijazah,mereka tidak di terima diperusahaan manapun,bahkan untuk jadi cleningservice pun mereka menuntut lulusan sekolah menengah,tapi...apa tidak sebaiknya mereka kita salurkan keperkerjaan yg lebih terhormat,masukan mereka ke industri garmen atau wirausaha lainnya."
"membangun bisnis tidak semudah seperti kata2 yg keluar dari mulutmu,kau fikir aku tidak memberi mereka pilihan? kau bisa tanya ben tentang itu,yg lebih sulit itu membangun kepercayaan dan membuatnya bertahan untuk percaya pada kita,mereka semua menaruh harapan besar dipundakku,meski terlihat seperti beban,kau akan tau rasanya saat berada di posisiku nanti."
"itu sebabnya tidak ada obat2n terlarang beredar di pab kakek? tidak ada prostitusi seperti kebanyakan pab malam lainnya,karna kakek percaya mereka dan mereka percaya pada kakek?."
kakek hanya menyesap teh hangatnya,seolah diamnya adalah jawaban apa yg barusan darwin pertanyakan.
__ADS_1
*****
menjelang makan malam,Darwin dan malika masih di dalam kamarnya,kamar baru di rumah kakek tentunya, mereka memilih tinggal di bagian sayap kanan rumah,darwin merasa itu tempat satu2nya yg tidak pernah di kunjungi kakek lantaran dulu mendiang istrinya sangat menyukai tempat itu,suasananya yg teduh karna ada taman dengan pohon2 yg sejuk terawat indah sampai saat ini,mereka juga memilih kamar yg di tempati malika saat disembunyikan nana disini,lagi2 kamar itu adalah kamar mendiang nenek darwin, malika menyukai suasana kamarnya yg membuat ia merasa nyaman.
"sayang ayo kita turun."
tukas malika, ia baru saja selesai merapihkan diri,langkahnya mendekat ke atas tempat tidur dimana Darwin tengah berselonjoran kaki sambil memangku laptopnya,ia mengecek pekerjaannya yg beberapa hari ini ia tinggalkan.
"aku sudah menyuruh pelayan mengantar makan malam kita kesini."
Darwin masih serius menatap layar laptopnya.
"kenapa? kita kan bisa makan bersama dengan kakek dan nana."
"mereka tidak ada, mereka sedang kencan."
"apa?." malika berfikir serius sampai2 dahinya berkernyit, darwin menoleh melihat wajah istrinya yg terlihat polos dan lucu.
"hihihi..kamu sedang mikir apa?." darwin menoyor jidat istrinya dengan satu jari sambil terkekeh,malika yg sadar sedang di permainkan suaminya langsung merubah rautnya kesal.
"ish..serius sayang."
"kenapa nana ikut?."
"dia perawat kakek,mendampingi kakek agar tidak memakan makanan yg tidak disarankan dokter dan juga dia salah satu sekertaris pribadi kakek,ben itu hanya salah satu dari 7 sekertaris kakek di kantor,hanya saja dia di buat special menjadi kaki tangan kakek dalam bisnis yg berjalan."
"hah? sebanyak itu kakek punya sekertaris pribadi? waah...aku jadi penasaran berapa jumlah uang kakek."
malika nampak meledek dengan wajah yg di buat2 seperti wanita pengincar uang,darwin menyipitkan matanya,menanggapi tingkah istrinya.
"jangan bersikap begitu,kau tidak cocok dengan wajah gadis pengincar harta."
"lalu aku cocok jadi wanita apa di matamu?."
malika melipat tangan di dada dan meninggikan dagunya ke arah darwin.
senyum smirk muncul,senyum licik nan jahat itu datang lagi setelah lama tak terlihat, darwin menutup layar laptopnya, tubuhnya merapat pada tubuh bagian depan malika, kedua tangannya melingkari pinggang malika dan menarik tubuh kecil istrinya sampai naik ke atas ranjang.
__ADS_1
"wanita penggodaku."
bisik darwin di telinga malika yg memerah.
"apa? jadi aku seperti wanita murahan di matamu?."
"aku bilang wanita penggodaku bukan wanita murahan,kepalamu ini isinya apa sih."
"itu sama saja,sebutan itu untuk wanita yg terlihat murahan di mata laki2." malika mendorong tubuh darwin sebagai bentuk protesnya.
tapi laki2 itu malah semakin mengeratkan pelukannya,membuat malika sedikit sesak karna di tekan sangat rapat.
"kau itu wanitaku,jadi hanya kau yg boleh menggodaku,lagipula kenapa sekarang kau tidak semanja sebelumnya sih, biasanya kau ingin dekat2 terus denganku."
"itu karna bayiknya,mungkin." malika membuang pandangannya malu.
"apa sekarang tidak ingin?."
"ingin apa?."
"bayiknya,tidak ingin dekat2 papahnya?."
"tidak."
"kalau begitu biar papahnya yg dekat2 mamahnya,sini."
"sayang apaan sih,ish...".
malika mencubit pinggang darwin saat darwin ingin mencium mulut istrinya yg sudah di depan wajahnya,suara malika yg menahan tawa bergeliat2 tubuhnya agar lepas dari tangan darwin yg menggurita di tubuhnya,ia terjerembab di kasur ranjang yg berukuran besar itu,seketika darwin sudah di atas perutnya,menciumi setiap lekuk tubuh istrinya, malika bergerak sesuai sentuhan darwin,pijar cinta dan kilatan nafsu nampak membara di mata darwin.
"ayo kita merayakan pindah rumah ini."
tukas darwin sambil tangannya melepas kancing2 baju milik malika,wajah istrinya bersemu sangat merah.
"tapi sayang..aku lapar."
"aku juga lapar, jadi aku akan memakanmu duluan baru nanti mengisi perutmu ok."
__ADS_1
sebenarnya malika ingin bilang tidak ok,tapi bibirnya sudah keburu di sambar oleh mulut darwin yg melahapnya dengan rakus, ia menerobos tanpa jeda,memilin2 lidahnya disana dan menyesapnya memburu, malika hanyut dalam kehangatan yg ada,menikmati setiap sentuhan jemari darwin yg kini menelusup ke balik celana dalamnya,sialnya, cairan yg memalukan itu sudah membuat tangan darwin basah,membuat malika malu saat mata darwin menatapnya penuh nafsu dan bibir itu tersungging senyum menggoda.
bersambung.....