Cinta Yang Tersisa

Cinta Yang Tersisa
rasanya manis


__ADS_3

Pov aldo


sore menjelang di malam mingguku yg bertebaran warna pink,ijin gak ngeDJ dulu di tempat biasa aku nongkrong bareng kawan2ku karna hari ini pacarku yg lagi berulang tahun ke 19 thn pengen di manjain buat seharian sama dia.


rasanya aneh bisa semenyenangkan ini pacaran sama anak di bawah umur,upz...di bawah umur aku bilang ya karna jarak kami emng jauh bgt,sekitar 8 tahun,wajar gak sih? wajar ajah sih menurut aku karna aku di posisi cowoknya,coba kalo nisa yg di posisi aku,mungkin kami jadi pasangan fenomenal, di negara kami berpasangan beda umur yg lumayan jauh masih terlihat wajar jika umur yg lebih banyak itu di pegang oleh pihak laki2, zaman sekarang sepertinya sudah banyak abegeh2 yg suka sama om2 atau sebaliknya, tapi aku bukan om2 kan ya? aku kan masih sendiri dan belum pernah merasakan pernikahan,hehehe


nisaku makin cantik dan sedang merekah rekahnya,dia jadi lebih dewasa saat masuk di dunia kampus,aku tau banyak mata laki2 disana yg meliriknya bahkan ada yg terang2an memelototinya dari atas sampai bawah,saat itu aku berperan layaknya pacar yg posesif,menjemput dia berdiri di sisi pintu mobilku yg mahal itu dengan kaca mata hitam dan tangan terlipat di dada,mencoba cool padahal aku sedang menahan kecemburuanku saat melihat wanitaku bertawa ria dengan laki2 yg di sebut2 sebagai temannya itu.


"ayo mas kita pulang." nisaku mendekat,ia melambaikan tangannya kepada para pria yg tadi menyapanya,meski tidak semua temannya disana adalah pria,tetap saja ada pria di antara gerumulan para orang2 itu.


"ngapain sih pake dadah2 segala sama mereka,liat tuh yg cowo2 ke GRan,pake ketawa2 juga lagi." protesku


nisa malah tersenyum melihat wajahku yg cemberut,ia lalu menarik tanganku untuk menyuruhku masuk kedalam mobil,aku melangkah ke pintu mobilku yg satu lagi untuk membukakan nisa pintu itu, lalu berputar lagi masuk ke kursi kemudi, didalam mobil nisa tiba2 mengecup pipiku, cup...iya ini sering terjadi, tapi tetap saja hal itu selalu membuatku berdebar,dan dia selalu bisa membuatku tersenyum dan tersipu malu,ish... kenapa juga aku yg malu2 begini.


"mas kalo cemburut lucuuuu." nisa mencubit sebelah pipiku,bibirnya yg di monyong2kan membuatku ingin menggigit bibir itu,tapi akal sehatku menampar belakang kepalaku dengan keras,menyadarkanku untuk menahan segala keinginanku terhadap tubuh nisa.


"jangan terlalu akrab dengan laki2 selain aku."


"termasuk mas ditya?." nisa meledek


"iya,bahkan ditya juga jangan."


"ish..apaan sih mas al gak jelas banget, posesif boleh tapi jangan kelewatanlah, mas dityakan abang aku satu2nya." dia terkekeh, jujur aku sedang meremas jemariku di stir mobil menahan keinginanku untuk menciumnya, nisaku punya kebiasaan menggigit bibir bawahnya jika tertawa,dan itu membuatku gemas ingin melu*matnya sampai bengkak.


"hentikan itu,kita kemana?."aku menyalakan mesin, buru2 mengalihkan perhatiannya agar tidak terkekeh lagi dan menggigit bibirnya lagi.


"ayo ke alun2."


"mau apa?."


"JJS."


"hah?."


"jalan-jalan sore mas,aku mau jajan juga,makan somay,nyobain pentol,sama sempol ayam kayaknya enak."


"pasti rame kalo sore2 begini."


"tapi seru,ayo."

__ADS_1


"gak mau ke mall ajah,nonton gitu."


"ish..inikan ulang tahunku,janjinyakan ngabulin permintaan aku seharian."


"seharian apa, kamu dua jam di kampus,padahal ini hari sabtu."


"kan udah ijin ada projek sama temen sekelompok, mesti kelar hari ini biar senen bisa presentasi,jangan ngambek mulu donk chayank."


nah...dia mulai lagi,merajuk pura2 dengan wajah imutnya yg dibikin2 tambah imut, membuat aku lagi2 ingin melahapnya,cih..didepan dia aku selemah ini, dimana aldoku yg playboy dulu,aku merasa jiwaku setengah hilang dari ragaku setiap kali bersama nisa.


"baiklah,hentikan wajah menggemaskan itu, ayo pergi kemanapun kau mau hari ini."


"yess,ayo...tapi kenapa gak pake motor sih? akukan jadi gak bisa meluk kamu mas."


nisa melingkarkan lengannya di lenganku,dia berprilaku manja padaku karna dia tau aku menyukai dia yang seperti itu, aku tersenyum menggeleng2kan kepala tak habis fikir dengan tingkanya.


*****


"ini enak mas,di kampus ada tapi gak seenak ini,kok bisa ya ciloknya enak begini."


nisa terus mengoceh menilai setiap makanan jajanan yg ia beli,sebelumya ia sudah menghabiskan sepiring siomay,dan sepuluh tusuk telur gulung dengan saus aneh yg aku tidak tahu kehigienisannya, tapi melihat nisa makan dengan nikmat aku jadi tidak tega melarangnya memakan makanan aneh itu.


"mas mau kemana?."


"terserah kamu,mas bilangkan mau mengabulkan semua permintaan kamu seharian ini karna ini ulang tahun kamu."


"kalo permintaannya gak sesuai keinginan mas,mas mau nurutin juga gak?."


"apa? jangan aneh2 deh,minta ambilin bulan atau bintang yang mas gak bisa ya?." aku mencubit hidung nisa gemas


"bukan,apaan sih emang aku tinggal di negri dongeng?."dia tersenyum renyah.


"trus mau minta apa?."


nisa meletakkan ciloknya di sandaran kursi yg sedang kami duduki,ia mengelap mulutnya dengan tisu yg dia bawa di dalam tasnya, kini ia menatapku penuh harap.


"ke apartement mas aldo."


Lagi, permintaan yg selalu ku tolak selama kita jadian dan tidak akan pernah aku ijinkan sampai waktu yg tak bisa aku tentukan,senyumku hilang seketika.

__ADS_1


"mau ngapain?."


"mau lihat2,mas aldo udah pernah ke kamar aku,masa aku gak boleh liat kamar mas." dia selalu menggunakan alasan yg sama,aku menatapnya dengan helaan nafas setengah kesal,wajahnya tiba2 cemberut karna tau aku akan menolaknya lagi.


"gak usahlah kalo di iyain tapi terpaksa,kalo di tolak lagi juga gk apa2 udah bisa,aku mau pulang ajah,capek, udah gelap juga."


nisa merajuk,kali ini ia marah sungguhan,karna selalu seperti ini, jika ia membahas ingin ke apartementku,tapi kali ini, bagaimana ya mengatakannya.


"baiklah,ayo ketempatku,tapi tidak boleh lebih dari 15 menit,janji kau hanya akan melihat2 disana."


"benar boleh? kalau begitu ayo." lihat dia semangat sekali,sampai menarik tanganku untuk menuju mobil di parkiran,seketika wajahnya sumringah seperti bunga yg baru mekar tersiram air.


_____🥰


aku membuka kunci digital di pintu apartementku,mndorong pintu dengan sangat pelan saat tiba2 nisa mendorong tubuhku dan menerobos masuk,detik berikutnya kami sudah berada di dalam apartementku,tidak begitu berantakan tapi tidak terlihat rapih juga, nisa nampak menelisik kesetiap sudut ruangan,ia melangkah memeriksa dapur kecil disana dan berhenti di depan pintu yg tertutup rapat,benar..itu kamarku,ia menatapku seolah meminta izin untuk membukanya dan masuk kedalam sana dengan wajahnya yg nampak sangat ingin.


aku menghela nafas,mengangguk,dan dengan cepat dan senyum puasnya ia memutar hendel pintu kamarku dan masuk kedalam sana, aku berjalan ke lemari pendingin,mengambil air dingin dan meneguknya sekali habis,ku lirik jam di tangan,sudah 5 menit ia di sana,kaki ku melangkah menyusulnya.


dari balik pintu aku bisa melihat punggung nisa yg sedang memegang sebuah pigura fotoku yg berseragam SMA di sana,ia tersenyum,entah apa yg ia fikirkan,tapi saat jemarinya mengusap kaca pigura itu aku terpaku,ada desiran aneh menjalar sampai ke ubun2 kepalaku,ah...ini kenapa aku tidak ingin dia datang kesini.


klek, suara pintu tertutup,nisa sedikit terkejut melihatku yg sekarang sedang menatapnya lekat,dia masih tersenyum sangat manis.


"boleh buatku,akan aku pajang di kamarku."


dia menunjuk pigura fotoku di tangannya, aku mendekatinya,debaran sialan ini terus mengganggu tubuhku,tanpa meminta izinnya, aku meraup wajahnya dan melu*at bibirnya yg tak sempat menutup karna kaget,aku melahapnya,memasukan lidahku,mengeksplor semua yg ada dalam rongga mulutnya,bahkan aku menghisapnya, mereguk salivanya dengan rakus,tanganku bergerak ke belakang punggungnya, menekannya hingga tubuh kami sangat rapat menempel seperti di lem, nafasku memburunya penuh kilatan nafsu yg tak bisa ku tahan lagi.


"eummmmm...mmmaassshh..ahh."nisa mendorong tubuhku,melepaskan ciuman panas kami,jemarinya meremas lengan bajuku dengan sangat kuat, apa dia ketakutan?


"ini..ini alasannya kenapa kau tidak ku beri izin ketempatku, kau tidak tau? wanita yg masuk kesini malam hari,akan keluar pada siang hari."ucapku dengan sisa2 nafasku yg masih bergemuruh nafsu.


nisa menatapku lekat,kilatan nafsu juga terpancar dari matanya,ia meremas genggaman di lengan bajuku.


"aku tidak senaif yg kau fikir mas,aku juga tidak munafik ingin melakukannya,karna aku sangat ingin memilikimu seutuhnya,jadi berjanjilah berhenti membawa wanita lain keluar masuk tempatmu ini kecuali aku,mulai saat ini,hanya aku yg berhak keluar masuk ketempatmu ini,berjanjilah."


aku menatap nisa,menatap lekat bibirnya,lalu lehernya dan turun kebagian dadanya, akhirnya naluri baj*nganku menguasaiku, kuraih tubuh itu lagi dan kulum*at lagi dengan rakus bibir meronanya yg terasa sangat manis, bibir yg tidak pernah aku temui rasa seperti ini di wanita lain,bibir nisa menjadi canduku,aku terus merasainya,menyesapnya, mereguk lagi apa yg ada di mulutnya,lidah kami saling memilin dan saling menjelajah, aku menurunkan ciumanku ke lehernya, wangi khas nisa tercium sempurna disana,aku menghisapnya,membuat nisa melenguh dan itu membangunkan gairahku,entah sampai dimana tanganku menjelajah, lidahku terus menjilat lehernya yg putih dan wangi,sampai pada titik kenyal sentuhanku,aku meremas milik bagian depan nisa dengan keras.


"aakhh maasss....".suara nisa di barengi lenguhan nafasnya terasa sangat menggodaku,jemarinya meremas2 rambutku, seketika,aku menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurku.


bersambung.....

__ADS_1


🤭mohon kebijakannya dalam membaca🙇‍♀


__ADS_2