
pukul 10 pagi,wulan sudah cantik berdandan,ia menunggu ben yg belum datang ke kafe tempat mereka pernah bertemu sebelumnya,segelas juss melon masih terisi penuh di gelas tinggi milik wulan,gadis itu masih setia menunggu sambil memainkan game ular di ponselnya.
tak lama ponselnya berdering,nama manly boy muncul disana,wulan antusias segera mengangkatnya.
"hallo,kakak dimana?."tukas wulan sambil matanya mencari2 sosok yg mungkin sudah ada di sana.
"keluarlah,aku di mobil." hanya itu yg infokan ben,ponselnya di matikan secepat ia bicara,wulan bersungut memonyongkan bibirnya kesal,ia lalu menyesap jus melonnya dengan cepat tanpa menghabiskannya ia pun pergi meninggalkan kafe menuju parkiran.
benar saja,ben masih ada di dalam mobil,dari balik kaca mobilnya ben tersenyum melihat wulan yg berjalan menghampiri mobilnya dengan wajah kesal, terlihat gadis itu merapihkan rambutnya yg tertiup angin,sebelum ben melihatnya berantakan wulan berinisiatif untuk menguncir rambutnya.
tuk..tuk.. suara kaca pintu mobil di ketuk, wulan menunduk,ben membuka kaca mobil menahan senyum.
"kenapa kakak gak masuk dulu?."
"apa kau belum sarapan?."
"apa? tidak aku sudah sarapan pagi tadi di kossanku."
"jadi untuk apa aku masuk kesana?".
"kakak kan bisa minum kopi dulu sambil mengobrol denganku."
"kita bisa melakukannya di dalam mobil, masuklah." perintah ben,wulan menghela nafas menyudahi pembicaraannya yg sia2, sebenarnya ia hanya kesal karna ben tidak masuk ke kafe untuk hanya sekedar menjemputnya.
wulan duduk disamping ben,ia mengenakan sabuk pengamannya dengan cepat,dan sedikit terkejut saat ben meraih belakang tengkuknya dan melorotkan karet kuncirnya,melepaskannya tanpa ijin membuat rambut wulan terburai kemana2.
"kakaaakkk...". wulan merajuk,ia tidak pede menunjukan rambutnya yg berantakan karna di acak2 angin tadi.
"kau mau pamer atau menggodaku? kita akan pergi ketempat yg di lihat orang,berani2nya kau mengumbar lehermu di depan orang lain,tunjukan itu hanya jika sedang bersamaku saja."
seketika wulan terdiam,ada rona tersipu malu di wajahnya yg imut,ben mengusap anak rambut di wajah wulan,membuat wulan semakin berdebar di perlakukan selembut itu.
"apaan sih kakak,kakak membuatku malu." wulan memegangi pipinya yg terasa memanas.
__ADS_1
"kau terlihat lucu dengan telinga memerah begitu." ben tersenyum,ia menyalakan mesin mobilnya,bersiap meninggalkan area parkir di kafe itu.
****
di tempat lain,aldo sedang mengantri tiket nonton di bioskop salah satu mall terbesar di kota ini, di kursi tunggu dekat lorong area pintu bioskop nisa asik terkekeh geli menatap laki2 yg kini tanpa malu rela2 mengantri untuk menuruti keinginannya di hari libur begini,dua buah popcorn dan dua buah gelas minuman bersoda tergeletak di samping nisa.
akhirnya mereka dekat,walaupun kejadian malam itu pernyataan aldo yg membuat nisa sedikit kecewa karena tidak ada kejelasan dalam hubungannya saat ini.
malam dimana nisa menantang aldo dengan kata2nya tidak membuat aldo menyatakan perasaan yg sebenarnya.
"ica, kamu hanya perlu belajar dengan rajin, kamu harus lulus dan melanjutkan sekolah kamu ke bangku kuliah dengan cita2 kamu yg sekarang jadi tujuan kamu."tukas aldo malam itu sambil menatap nisa yg masih berharap padanya lewat tatapan matanya.
"jangan membuat komitmen dengan laki2 manapun,meski cuma sebentar hubungan kalian mas aldo gak mau kamu jadi terjerumus ke pergaulan bebas seperti yang kamu ceritakan ke mas kalau beberapa teman kamu ada yg seperti itu." aldo meraih tangan nisa,mengusap2 punggung tangan gadis itu dengan lembut dan hangat,ia sudah siap melanjutkan kata2nya.
"ica,sekarang mas gak bisa bilang bagaimana posisi kita saat ini,tapi mas bakal jagain kamu sebisa mas,seperti ditya jagain kamu,jujur kamu udah mas aldo anggap sebagai ade sendiri,tapi mas juga gak bisa mandang kamu seperti anak kecil."
"maksud mas aldo?". nisa berkernyit,mencoba memperjelas setiap kalimat yg aldo keluarkan untuknya.
"mas aldo mau nunggu nisa?." sumringah lebar terpancar di wajah manis nisa
"mas gak janji,kamu berhak dapet yg lebih baik dari mas,tapi...untuk saat ini...
"tuh kan mas aldo mah gak mungkin bisa setia sama satu cewek,nisa tau mas aldo genit,kata mas ditya juga mas aldo suka gonta ganti cewe,jadi mas aldo gak berhaklah ngatur2 nisa deket sama siapa atau nisa jalan sama siapa,mas aldo aja gak bisa ngasih kepastian sama perasaan mas sendiri." nisa menghempaskan tangannya yg tadi di pegang aldo
"kamu kok bisa ngomong gtu sih ca? mas aldo kan cuma pengen ngelindungin kamu dari laki2 yg bisa bikin kamu terjerumus."
"nisa udah gede mas,nisa bisa jaga diri sendiri,mas ditya aja percaya sama nisa jadi mas aldo gak usah cari alesan cuma buat ngatur2 nisa."
saat itu nisa sudah berbalik ingin melepaskan aldo yg sepertinya belum ada minat untuk bersamanya,nisa berfikir ia akan kembali lagi nanti saat ia semakin dewasa lagi dan menghancurkan ke playboyan aldo saat ini,tapi tanpa di duga,aldo meraih tangannya kembali,mencengramnya lebih kuat suapaya tidak di hempaskan lagi oleh nisa dengan mudah,meski ada keraguan di mata aldo,ia mencoba meyakinkan gadis yg saat ini entah kenapa tak hilang dari fikirannya sejak pertemuan pertamanya di kafe itu.
"mas gak akan nunggu kamu nis,mas akan nemenin kamu dari sekarang,sampai kamu lulus,kuliah dan lulus lagi,asal kamu gak bosen setiap hari bakal di ganggu mas terus."
entah itu kalimat komitmen atau bukan,yg jelas nisa sudah menyambutnya dengan menggebu2 dan senang luar biasa,tanpa sadar ia memeluk aldo,tentu saja aldo membalas kembali,tubuh hangat nisa dan bau harumnya sudah sejak awal ingin dirasakan aldo saat ini.
__ADS_1
sebodolah ia dikatakan pedofilpun oleh ditya temannya sendiri,jika dia tau target incarannya adalah adiknya mungkin ditya akan syok sendiri.
jadilah kencan hari ini terjadi,sejak pagi tadi aldo yg terus menelfon nisa dengan hati yg berdebar2 karna ingin bertemu,ia sampai memaksa nisa yg masih berpiama tidur harus segera mandi dan mengajaknya keluar untuk makan bersama,lalu saat nisa mengajaknya pulang aldo malah merengek bilang ingin mengajak nisa jalan2,akhirnya nisa berinisiatif ingin mengajak nonton aldo seoerti pasangan remaja pada umumnya,nisa ingin tau aldo akan malu atau tidak di ajak ketempat ramai saat bersamanya,tapi aldo malah kegirangan dan terus menggandeng tangan nisa seperti tak mau di lepasnya.
*****
dua tiket sudah di tangan ben,wulan sedikit ragu tadi saat ben mengajaknya nonton di bioskop padahal ini masih terbilang pagi,ben hanya beralasan kalau di jam segini tidak banyak orang yg akan menonton jadi ia bisa leluasa bergandengan tangan dengan wulan,tidak menyangka dengan sifat ben yg manly ternyata dia akan menjadi kekanakan di depan wulan,padahal wulan saja tidak senorak dan sekekanakan ben yg berbadan besar itu.
"ayo masuk."tukas ben,wulan terkekeh
"kan belum di umumkan kalu pintunya sudah dibuka atau belum kak."
"hah?apa harus nunggu di buka dulu ya? bukannya yg penting kita punya tiket."
"iya tapikan ada waktunya,coba lihat kita msuk di jam berapa?."
ben melirik tiketnya,masih ada 20 menit lagi untuk pemutaran filmnya, wulan nampak geli melihat reaksi ben yg kaku dan sedikit malu dengan tingkahnya sendiri,akhirnya wulan mengajaknya untuk masuk ke kafe yg tidak jauh berada area bioskop tempatnya nonton,sambil menunggu mereka akan ngopi2 sebentar fikir wulan.
"pak aldo."suara wulan menghentikan langkah ben yg memasuki kafe bernuansa serba kopi itu,di meja dekat pintu masuk wulan tadi aldo bersama seorang gadis tengah menatapnya terkejut.
shit,ngapain sih dia kesini. aldo menatap ben yg tanpa ekspresi,sepertinya dia juga tidak senang merwka bertemu dibtempat seperti ini.
"pak aldo lagi kencan ya?". wulan melirik wanita di dekat aldo dengan senyuman menggoda
"kamu ngapain lan ngajak beruang besar kesini?dia gak cocok ada disini." aldo akhirnya mengejek ben yg diam sejak tadi.
"kak ben yg ngajak aku kesini,dia bilang dia mau nonton."
"HAH?". aldo menganga lebar,ben menghela nafas membuang rasa malunya, seumur2 ben gak pernah menginjakan kakinya di bioskop meski hanya untuk beli kopi,tapi apa yg aldo dengar saat ini benar2 di luar nalar orang yg kenal ben,ia jadi bingung berekspresi,haruskah ia gembira karna wulan bisa membuat laki2 manly itu seperti manusia normal lainnya?
bersambung....
🤓
__ADS_1