
Tak Lama setelah lelaki seksi itu meneleponku, aku dikagetkan oleh berita duka yakni orangtua dari sahabatku telah meninggal dunia.
Aku syok banget dan tak terasa airmata ku jatuh begitu saja. Ayah temanku ini sangat baik. Beliau seorang Pendeta yang selalu menolong orang susah, selalu peduli kepada sesama dan memiliki jiwa pejuang, apalagi untuk anak"nya. Jadi sedih sekali rasanya ketika mendengar berita duka ini. Semoga semua keluarga dikuatkan dan kita juga tetap menjaga protokol kesehatan.
Aku mencoba untuk menelpon Uli, temanku yang Ayahnya meninggal.
"Halo Uli, ucapku dengan suara menangis".
"Sita......Ayahku udah pergi, dia tak menyayangiku, Aku sudah tak punya ayah lagi, jawabnya dengan suara tangisan yang sudah melemah".
"Sabar Uli, kamu harus kuat. kamu wanita hebat, kamu pasti bisa melalui ini. Jadi dimana kamu sekarang, tanyaku".
"Aku dan keluarga menunggu di luar rumah sakit, Ayahku tak bisa dibawa pulang kerumah karena dikelompokkan ke jenazah covid, jawabnya dengan nada sedikit kesal dan sambil menangis".
"Dari hasil pemeriksaan, covid kah?" tanyaku.
" Tidak, aku udah gatau mau bilang apalagi, aku udah lelah sekali, jawab Uli dengan suara melemah".
"Ok, baiklah aku dan kawan-kawan akan kesana" jawabku
"Iya, ucapnya".
Aku dan teman" yang lain bergegas menuju ke rumah sakit dan kami menjumpai Uli dan kedua adiknya sedang menangis di pojok ruangan tunggu rumah sakit tersebut. Aku memeluknya.
__ADS_1
"Semua baik" saja, Sabar ya. Kamu pasti kuat. kamu pasti bisa menghadapi ini, ucapku sambil meneteskan air mata".
"Dimana sekarang jenazah tulang itu, tanya salah seorang temanku".
"Disitu, jawab Uli sambil menunjuk ke sebuah gedung yang bertepatan di samping kami".
" Dia kasihan, dia sendirian disana. Ayahku tidak covid. Dia baik-baik saja. Dia hanya kelelahan kemarin setelah vaksin. Diaaaa kedinginan disana, ucap Uli dengan suara menangis sejadi-jadinyaππ".
"Sudah Uli. Kamu pasti kuat, ujar salah satu teman kami".
Uli mencoba untuk tetap tegar tapi tak bisa disembunyikan, dia terus menangis.
"Kenapa Ayahku harus meninggal dengan cara seperti ini, Dia orang baik. Kenapa Ayahku tak bisa kulihat untuk terakhir kalinya, Ucap Uli sambil merengek nangis".
Sontak kami semua menangis, ketika kami mendengar keluhan ayahnya dalam video
"Aku sudah capek. Aku sudah tak kuat. Aku benar-benar tak bisa sehat. Kalian harus kuat. Kalian harus sehat. Tidak boleh sakit sepertiku. Kalian semua harus bisa, ucap ayahnya yang saat itu dalam keadaan sesak nafas yang terdapat dalam sebuah video yang kami putar tersebut".
Kami terus menguatkan Uli sampai akhirnya jenazah dapat dibawa oleh pihak keluarga dengan bantuan sebuah Organisasi.
Setelah jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halaman mereka, akhirnya kami kembali ke rumah masing" dan tetap menjaga protokol kesehatan.
-------Sampai di rumah----------
__ADS_1
Aku bergegas untuk mandi dan membersihkan seluruh bajuku.
Setelah itu, aku makan malam bersama adikku. Aku kaget karena hidangan makan malam waktu itu sangat banyak.
" Banyak banget makan malam kita dek, tanyaku kepadanya".
"Iya, tadi ibu kos antar makanan karena anaknya ulang tahun".
"Oh, ucapku".
Setelah makan malam selesai, aku masuk ke dalam kamar dan entah kenapa pikiranku langsung tertuju kepada lelaki seksi tadi siang..
Bagaimana mungkin aku bisa memikirkannya?
Oh tidak tidakkkk.....
Wajah lelaki seksi itu terus membayangiku, cara ia berbicara, cara ia merayuku.
Haduhhhh bagaimana aku bisa tidur terlelap tanpa harus memikirkannya?
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Turut Berdukacita atas meninggalnya ayahanda dari Teman saya Uli. Semoga Uli dan semua keluarga dikuatkan oleh Tuhan yang Maha Esa.
__ADS_1
Amin amin