Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Club Malam


__ADS_3

Sita sedari tadi terus berusaha menelepon Enggar untuk menanyakan pernyataan pak Chong yang mengacaukan pikirannya.


Sita duduk termenung meratap pilu di kursi kerjanya menundukkan kepala diatas meja.


Ia terus menelpon Enggar tanpa henti. Air matanya sudah mengalir deras sedari tadi ia ditinggal oleh Mila.


"Kalau kamu udah gak sayang lagi, kamu bisa bilang. Kalau memang kamu pada akhirnya tak ingin memperjuangkan aku seperti ini, mengapa kamu bawa aku sampai sejauh ini" tangis Sita tersedu-sedu.


Sudah hampir 20 kali Sita menelpon Enggar dengan telepon biasa tapi tak ada jawaban dari nya.


Sita pun dengan berani mencoba menghubungi mama Enggar.


Ia sudah tak sabar lagi menanyakan perihal isu bohong dari Pak Chong dan Enggar malam itu.


"Halo, selamat siang Namboru" ucap Sita memberi salam.


"Iya siang. Dengan siapa saya berbicara" jawab mama nya dengan lembut.


"Saya Sita namboru, pacar Enggar. Saya......."


"Heh.. Berani kamu nelpon saya ya? Memang tidak ada etikanya ya kamu. Setiap siapapun yang menelpon saya wajib harus melalui asisten saya terlebih dahulu. Lancang sekali kamu" ucap mama Enggar marah memotong perkataan Sita.


"Maaf namboru sebelumnya. Saya tidak tahu akan aturan itu. Kalau namboru tidak keberatan, boleh tidak Sita mengetahui keberadaan Enggar?" tanya Sita memohon.


"Apa urusannya dengan kamu? Kamu tak berhak mengetahui keberadaan nya. Kamu bukan siapa-siapa anak saya" ucap mamanya berbicara keras.


"Enggar sudah berjanji akan menjemput ku namboru tapi sampai sekarang ia tak menjemputku. hikssss.....hikssssss.....hiksssss" ucap Sita tiba-tiba menangis.


"Kamu tidak dengar ya kalau Enggar semalam sudah mengatakan kepadamu kalau ia akan menikah dengan kekasihnya? Ia tak mencintaimu wanita miskin" ucap mamanya tertawa sinis.


"Enggar akan menikah satu Minggu lagi. Awas kalau kamu merusak semuanya. Akan kuhancurkan kamu. Hidup kamu sekarang ada di tangan ku Sita tolol" ucap mamanya kembali merendahkan Sita.


"Namboru.. hiksssssss..... hiksssss....hikssssss. Aku hanya ingin menanyakan ini untuk terakhir kalinya. Tolong namboru jawab dengan jujur.


Apa benar Enggar akan menikah dengan paribannya?" tanya Sita memohon.


" Iya.....Sudah? Ia akan menikah satu Minggu lagi. Dan kamu jangan kembali menggangu hidupnya kalau kamu masih ingin tetap hidup" ucap mamanya.


"Cukup ma" ucap Enggar yang tiba-tiba teriak dari lantai dua.


"Aku sudah menuruti kemauan mama dan papa untuk menikah dengan Kezia. Aku mohon supaya mama jangan lagi menggangu dan menghina Sita seperti itu. Ia juga punya perasaan ma" ucap Enggar berlalu dengan keadaan marah besar sekali.


"Apa kamu???" ucap Enggar kepada wanita yang tiba-tiba muncul dari pintu depan rumah nya.

__ADS_1


Wanita itu tak lain adalah Kezia yang akan menjadi menikah dengan Enggar.


Enggar mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan seolah-olah ingin melampiaskan kemarahannya.


"Siallllllllllllllll" ucap nya marah-marah di dalam mobil.


Enggar pergi ke sebuah club malam. Ia mabuk berat sampai membuatnya berjalan sempoyongan.


Seorang wanita menghampiri nya dan mencoba untuk merayunya.


"Halo ganteng" ucap wanita seksi yang datang menghampirinya.


"Halooo sayang" balas Enggar sambil memeluk wanita itu.


"Mau disini atau di hotel aja" tanya wanita seksi itu.


"Kenapa harus di hotel kalau bisa disini" ucap Enggar yang mulai menggerogohi tubuh wanita itu.


"ehhhmmm ehmmmmmm. Emang kamu kuat?" tanya wanita itu.


"Ya kuat dong" ucap Enggar yang sedari tadi sudah sempoyongan untuk berjalan".


"Kamu cantik sekali" ucap Enggar kembali sambil memasukkan tangannya kedalam bra wanita itu.


Wanita seksi itu semakin menggila ketika melihat ketampanan Enggar yang membuatnya pasrah untuk diudelin oleh Enggar.


Sesekali keluar dari mulut Enggar yang terus memanggil nama seseorang.


Sitaa......Sitaaaa....Sitaaaaaa...Sitaaaaa


Wanita itu sempat bingung dengan Enggar karena Ia menyebutkan nama itu dengan mengeluarkan air mata.


"Kamu sudah mabuk berat deh sepertinya sampai kamu bicara tak jelas begini" ucap wanita itu duduk sambil membuka kancing baju Enggar.


"Kamu bilang aku gak jelas? Sita itu kekasihku. Ia belahan jiwaku. Ia membuatku gila. Aroma tubuhnya menghanyutkan pikiranku. Aku mencintainya. Kamu jangan menghina kekasihku" ucap Enggar melemparkan wanita itu dari hadapan nya dengan kedua tangannya.


"Anj*ing banget ya kamu" ucap wanita itu kesakitan karena jatuh ke lantai akibat didorong Enggar.


Enggar tetap minum sepuasnya dan l sesekali berjoget menaikkan tangannya memanggil nama Sita.


Sitaa...Sitaa....Sitaaa....Sitaaaaa


Kembali ia tertidur diatas sofa dengan keadaan baju yang sudah tak terkancing sempurna.

__ADS_1


Wanita itu dengan bringass duduk diatas perut Enggar dan mulai mencium Enggar dengan nafsunya.


Enggar terus mengikuti gerakan lidah yang wanita itu mainkan diatas bibir Enggar.


"Kalau mau main, di hotel aja Anya" ucap seorang bos besar di cafe itu.


"Ia nihhhh om. Birahi ku udah gak tahan lagi melihat ketampanan lelaki ini. nanuuu miliknya sepertinya besar sekali. Aku bisa merasakan nya dari dadanya yang begitu luas dan berotot" ucap wanita itu malu-malu dan menciumi tubuh Enggar.


"Udah Anya bawa dia ke kamar 07. Kamu bisa sepuasnya bermain dengannya" ucap bos itu tertawa.


Wanita itu menatang Enggar untuk berjalan menuju kamar 07 yang jaraknya tak jauh dari sofa yang mereka duduki.


Anya mulai membaringkan Enggar diatas ranjang itu. Ia kembali membuka kancing baju Enggar yang sedari tadi belum terbuka sepenuhnya.


Ketika Anya mulai naik keatas tubuh Enggar, Enggar melihat nya dengan pandangan bahwa wanita itu adalah Sita.


Dengan kencang Enggar memeluk wanita itu.


Ia mulai menciumi tubuh wanita itu dengan ganas seolah itu adalah Sita.


"Aku sudah merindukanmu. Pikiranku selalu kepadamu" ucap Enggar menangis mengecup bibir wanita itu dengan dalam.


"Aku minta maaf. Aku gak bisa menepati janjiku" ucap Enggar kembali menangis dan langsung memeluk wanita itu.


Anya yang risih akan dumelan Enggar tersebut langsung bangun dan membenahi dirinya menggunakan pakaian.


"Bisa-bisanya bermain denganku tapi menyebut nama wanita lain" ucap Anya kesal.


Enggar mabuk berat sampai ia tak sanggup lagi berdiri dan langsung tertidur begitu saja tanpa menggunakan baju.


Anya yang juga kasihan dengan Enggar memakaikan baju nya agar tidak masuk angin.


"Dasar lelaki ganas" ucap Anya memakaikan baju Enggar.


Enggar tiba-tiba menarik tangan Anya dan memeluknya erat.


"Jangan tinggalkan aku. Aku sayang sama kamu" ucap Enggar kembali ngedumel.


"Ihhhhh.... Aku bukan Sita. Aku Anya" ucap wanita itu kesal dan melepaskan pelukan Enggar.


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB


Enggar belum saja sadar dari tidurnya.

__ADS_1


Ia mulai mabuk dari jam 2 siang tadi sampai sekarang.


"Gimana ya bawa ini anak. Udah rumah nya aku gak tahu. Siallllllllll.. Pendapatan ku malam ini pasti sedikit. Pelanggan ku pasti kesepian nih mencari ku. Secara aku yang paling hot dan syurrrrrrrrr dalam mendungkurrrr nannuu mereka" ucap Anya.


__ADS_2