Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Supir (Pak Jufri)


__ADS_3

"Halo" ucap Sita menelpon Mila yang berada di kantor.


"Iya Bu" jawab Mila.


"Tolong kamu bereskan semua laporan hari ini. Perhatikan kinerja karyawan yang lain. Jangan lupa untuk makan siang" ucap Sita menegaskan.


"Siap Bu, akan Mila kerjakan dengan baik. Cepat sembuh ya Bu" ucap Mila.


"Iya. Terimakasih Mila sebelumnya. Sudah ya. Saya istirahat dulu. Selamat siang" ucap Sita.


"Siang Bu" ucap Mila menutup telpon nya.


Badan Sita lemas sekali. Ia tak berdaya. Ia mencoba untuk ke kamar mandi tapi tak bisa.


Sepertinya aku harus beristirahat untuk beberapa hari ini.


Aku sepertinya kelelahan. Semenjak aku masuk ke kantor ini, aku tak sedikit pun meluangkan waktu untuk refreshing dan istirahat di rumah.


"Maaf Mila mengganggu kembali" ucap Sita menelpon Mila kembali.


" Iya Bu tak apa" jawab nya.


"Tolong kamu buat surat cuti saya selama 3 hari. Saya perlu istirahat cukup sepertinya" ucap Sita.

__ADS_1


"Baik Bu".


Akhirnya Sita memutuskan untuk mengambil cuti dan menghubungi Bapak Chong Velin yaitu atasan Sita di perusahaan itu untuk memberitahu cuti yang telah ia rencanakan.


"Baik Sita, tak apa. Kamu cepat pulih ya. Tak usah buru-buru. Kamu ambil cuti satu Minggu saja juga tak apa. Kamu telah memberikan kontribusi yang cukup baik untuk perusahaan kita" jawab Pak Chong.


"Tidak pak, saya juga harus bekerja. Perusahaan membutuhkan saya lagian saya bosan pak kalau hanya berdiam diri di rumah" jawab Sita.


"Terserah Sita saja. Nanti akan saya proses surat cuti kamu ya" ucap Pak Chong.


"Baik pak. Terimakasih" ucap Sita memutus panggilan tersebut.


Sita juga menyuruh pak Jufri agar membelikan obat dan vitamin ke apotik di sekitar apartemen Sita.


"Baik Bu. Akan saya beli" ucap pak Jufri.


"Ini Bu" ucap pak Jufri sambil menyerahkan bungkusan berisi obat yang telah dipesan oleh Sita.


"Terimakasih Pak" ucap nya.


Saat itu, Sita teringat warung Mba Dien saat dia masih kuliah.


"Pak, mau tidak mengantar saya ke warung beli makanan?" tanyaku kepada pak Jufri.

__ADS_1


"Kenapa tidak Bu? Ini kan kewajiban saya" ucap pak Jufri tersenyum.


"Maaf ya pak sudah merepotkan" jawab Sita memohon maaf.


" Gak apa-apa neng Sita. Untuk neng Sita yang baik hati, selalu Pak Jufri siap" ucap Pak Jufri tersenyum ramah.


(Pak Jufri memiliki kepribadian yang lemah lembut dan baik. Ia selalu siap sedia ketika Sita meminta tolong kepadanya. Ia tinggal dekat dengan apartemen Sita. Ia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Salah satu anak Pak Jufry menyandang disabilitas. Pak Jufri bekerja keras untuk menafkahi keluarganya agar bisa membantu biaya perobatan anaknya. Tak sungkan-sungkan, Sita juga selalu memberikan sembako, uang jajan kepada anaknya bahkan bonus yang lumayan besar untuk pak Jufri. Sita selalu mengunjungi keluarga itu dan sesekali mengajak kedua anaknya untuk bermain ke Mall. Sita benar-benar menyayangi keluarga Pak Jufri. Itulah sebabnya Sita sangat kompak dengan Pak Jufri).


"Pak, tau gak cita-cita Sita sedari kecil?" tanya Sita kepada pak Jufri.


"Emang apa neng?" tanya pak Jufri penasaran.


"Sita pengen banget bisa mendirikan yayasan panti asuhan, panti jompo dan juga rumah kreatif untuk orang-orang yang menyandang disabilitas. Mohon maaf pak sebelumnya. Sita bukan menyinggung adik Reina" ucap Sita menjelaskan.


(Reina itu adalah anak pak Jufri yang menyandang disabilitas).


"Wahhh. Memang neng Sita orang baik ya. Udah cantik, pintar, baik, punya cita-cita mulia seperti itu, rasanya hanya 1 dari seribu anak muda yang memikirkan hal itu" ucap pak Jufri memuji Sita.


"Bapak mah selalu begitu. Selalu memuji Sita berlebihan" ucapku.


"Tidak neng. Bapak tidak berbicara berlebihan. Neng Sita memang orang baik. Selalu menolong orang lain, tidak menekan karyawan nya, selalu rendah hati. Pokoknya bersyukur banget deh laki-laki yang nantinya akan menjadi pendamping hidup neng Sita" ujar Pak Jufri sambil membelok ke arah kiri.


"Terimakasih pak sebelumnya. Tapi ya ini hanyalah titipan dari Tuhan. Kita harus kembalikan suatu saat nanti dengan perbuatan yang bermanfaat yang harus kita lakukan selama di bumi ini. Jangan kita kembali tapi tak mempersiapkan apapun untuk dijadikan laporan kepada yang diAtas" ucap Sita tertawa.

__ADS_1


"Mulia nya hati neng Sita" balas pak Jufri.


__ADS_2