Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Akankah ada kebahagiaan menghampiriku?


__ADS_3

Baru saja kita berbagi cerita


Gelak tawa hadir diantara kita


Tanpa ada duka dan luka


Tanpa sadar, aku ini siapa?


Jejakmu tersapu kabut hitam


Hilangkan pandangan untuk sedetik dan beribu detik


Masih enggan diriku untuk menjauh darimu


Sampai kau benar hilang sepenuhnya


Tiada kata yang bisa kuucap


Selain menangis diantara beribu rasa


Mematahkan hati atas cinta yang telah bertahta


Menyendiri dengan air mata kecewa


Memang ini salahku


Mencintaimu tanpa tau siapa aku


Mengharapkanmu walau aku tau kamu bukanlah untukku


Meski aku menanti, selamanya kan tetap begitu


Jika saja dengan pergi jauh mampu membuat perasaan yang tertata untukmu hilang


Ingin sekali aku pergi


Ingin sekali aku bertualang ketempat yang jauh


Tempat dimana aku bisa menghilangkan perasaan yang ada dan mampu menghilangkanmu dari ingatanku


Namun kau tau..


Sejauh apapun langkah ini


Sejauh apapun tempat yang akan kusinggahi


Jika senyum indahmu tetap mengikuti


Bagaimana aku bisa??


Hangatnya perapian malam ini


Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu


Keindahan bulan dan bintang malam ini


Bagai menatap senyum manismu


Di mana belas kasih itu?


Bersamamu seperti mimpi semu


Hanya bisa merasakan abadinya duka


Dalam hati tersimpan banyak doa


Kau bilang kita pasti bisa


Bisa saling mencintai


Bersama sampai tua


Bersatu hingga mati


Kau bilang perbanyak doa dan harapan


Impian kita pasti kan terwujud


Namun apa yang terjadi kini?


Biarlah langit yang memutuskan


Satu keinginan


Cinta kita jangan sampai berubah


Hati kita tetap menyatu


Menciptakan bahagia bersama


Tak semudah yang kita duga

__ADS_1


Bagaimana harus ku hentikan air mata?


Impian kita hanya sebatas dalam mimpi


Biarlah langit yang memutuskan


Tentang akhir cerita cinta kita


Di bawah hamparan langit gelap luas


yang bertabur bintang


Aku menatap satu bintang yang paling terang


Aku menatapnya dengan penuh harapan


Seolah itu dirimu


Yang kini jauh seakan hilang


Selama ini


Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku


Namun ternyata semua masih


semu ku rasakan


Nama yang terukir dalam karang hatiku


Kini seakan terkikis


Oleh ombak yang menghantam


Aku dan jenuhku, bersama membisu


Terlalu jauh untuk meraih bintang


yang sedang ku tatap


Aku dan senyumku


Mengikuti diam termenung


Namun tercipta sebuah mimpi


Yang hilang hanya dalam sekejap


Ku teriak tanpa suara


Hanya merasakan sakitnya hati


Begitu tersiksa menunggu yang di nanti


Begitu berat melepaskan rasa ini


Yang sudah merasuk dalam hati


Mungkin bila aku nanti mati


Sesalku akan abadi


Akankah penantian ini berujung bahagia


Ataukah hanya asa semata


Tapi hatiku kan selalu tegar menghadapinya


***Walau akhirnya hanya membuat luka


Entah sudah berapa banyak tetesan airmata yang aku keluarkan saat ini


Saat aku melihat keluar jendela ternyata langit pun ikut merasakan apa yang aku rasakan


Hatiku menangis


Hatiku merasakan luka yang teramat sangat menyakitkan


Aku melihat bunga yang tadi pagi mekar amat indah pun ikut layu merasakan apa yang aku rasakan


Langit malam berusaha menghibur ku dengan hamparan bintang yang indah


Angin pun menyanyikan sebuah lagu agar aku melupakan apa yang aku rasakan sekarang


Tapi hatiku seketika tuli


Airmata terus jatuh dari mata ini


Betapa amat jahatnya kamu


Melukai hatiku yang lembut dan rapuh ini

__ADS_1


Hati yang memberikan ketulusan pada mu


Tapi kamu goreskan luka hati yang teramat tajam


Aku sendirilah yang membuat patah hati ini


Sebab meletakan harapan


Kepada seseorang lelaki pecundang


Yaitu kamu***


\***SITA PASTI BISA**\*


Tidak ada waktu untuk bersedih


Pada lembaran hidupku


Apalagi lari dari kehidupan ini


Aku tahu


Masa depan sedang menunggu


Untuk kusentuh sembari penuh senyuman


Karena di sana ada harapan penuh kebahagiaan


Retak, namun aku belum hancur


Walau berulang kali terjatuh aku tetap bangkit


Mencoba menyusun kepingan teka-teki hidup


Untuk mencari arti yang hilang


Aku telah terluka berulang kali


Namun waktu memulihkan ku


Membuatku terbiasa pada perihnya


Menjadikan kulitku lebih kuat


Jauhnya perjalanan yang ku tempuh


Sepinya hari yang kulalui


Akan terbayar saat aku tiba disebrang


Kembali bersama setengah hatiku yang tertinggal dahulu


***Ada perasaan yang tidak biasa ketika pertama kali melihatnya, seiringi dengan berjalannya waktu, aku pikir akan ada perjalanan panjang yang bisa kita habiskan bersama.


Mengenalnya seperti cahaya terang yang bisa kunikmati, dalam rangkaian cerita yang tentu tidak semuanya mudah.


Namun, cahaya terang itu redup ketika harapan untuk melihatnya tersenyum berakhir ditangan orang lain, aku menyadari apa yang menjadi pilihannya dan takkan bisa membatasi.


Walau memang caranya tak pantas, tapi aku mengerti, ternyata dia bukan pelepas segala dahagaku***.


***Tentang mewujudkan satu cita-cita itu, ternyata aku melupakan hal yang amat penting, bahwa tak ada kuasaku untuk memastikan semua terjadi sesuai harapan.


Tuhan memang punya rencana lain. Sebab sabar memang selalu diucapkan lebih dulu, lalu kemudian aku bersyukur.


Berjumpa dan berpisah hanya masalah waktu, menanti dirimu datang menjadi bait-bait dalam doaku kini***.


Dimana kamu? Adakah yang terlewat olehku?


Sungguh aku ingin segera bertemu.


JODOHKU.


*************************


Sita memutuskan untuk menerima tawaran Direktur sebelumnya yang mana akan memindahkan Sita ke Papua.


Tekadnya itu semakin bulat ketika Sita mendengar kalau Enggar dan istrinya akan stay di Medan.


Ia tak ingin terluka dan melukai siapapun nantinya.


Sita mencoba untuk membuka lembaran baru di kota orang meski sedikit sulit untuk ia lewati.


Ia bekerja di salah satu anak perusahaan tempat ia bekerja ketika di Medan.


Semua kebutuhan Sita di fasilitasi oleh perusahaan termasuk biaya transportasi pengiriman barang yang setiap bulan ia kirim ke keluarga dan panti asuhan nya.


...Teman-teman bantu up dong...


...like dan di koment ya...


...biar author semangat buat ngelanjut🌷...

__ADS_1


__ADS_2