
Baru saja kita berbagi cerita
Gelak tawa hadir diantara kita
Tanpa ada duka dan luka
Tanpa sadar, aku ini siapa?
Jejakmu tersapu kabut hitam
Hilangkan pandangan untuk sedetik dan beribu detik
Masih enggan diriku untuk menjauh darimu
Sampai kau benar hilang sepenuhnya
Tiada kata yang bisa kuucap
Selain menangis diantara beribu rasa
Mematahkan hati atas cinta yang telah bertahta
Menyendiri dengan air mata kecewa
Memang ini salahku
Mencintaimu tanpa tau siapa aku
Mengharapkanmu walau aku tau kamu bukanlah untukku
Meski aku menanti, selamanya kan tetap begitu
Jika saja dengan pergi jauh mampu membuat perasaan yang tertata untukmu hilang
Ingin sekali aku pergi
Ingin sekali aku bertualang ketempat yang jauh
Tempat dimana aku bisa menghilangkan perasaan yang ada dan mampu menghilangkanmu dari ingatanku
Namun kau tau..
Sejauh apapun langkah ini
Sejauh apapun tempat yang akan kusinggahi
Jika senyum indahmu tetap mengikuti
Bagaimana aku bisa??
Hangatnya perapian malam ini
Mengingatkanku akan hangatnya pelukanmu
Keindahan bulan dan bintang malam ini
Bagai menatap senyum manismu
Di mana belas kasih itu?
Bersamamu seperti mimpi semu
Hanya bisa merasakan abadinya duka
Dalam hati tersimpan banyak doa
Kau bilang kita pasti bisa
Bisa saling mencintai
Bersama sampai tua
Bersatu hingga mati
Kau bilang perbanyak doa dan harapan
Impian kita pasti kan terwujud
Namun apa yang terjadi kini?
Biarlah langit yang memutuskan
Satu keinginan
Cinta kita jangan sampai berubah
Hati kita tetap menyatu
Menciptakan bahagia bersama
Tak semudah yang kita duga
__ADS_1
Bagaimana harus ku hentikan air mata?
Impian kita hanya sebatas dalam mimpi
Biarlah langit yang memutuskan
Tentang akhir cerita cinta kita
Di bawah hamparan langit gelap luas
yang bertabur bintang
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu dirimu
Yang kini jauh seakan hilang
Selama ini
Aku mencoba tuk selalu mengerti hatiku
Namun ternyata semua masih
semu ku rasakan
Nama yang terukir dalam karang hatiku
Kini seakan terkikis
Oleh ombak yang menghantam
Aku dan jenuhku, bersama membisu
Terlalu jauh untuk meraih bintang
yang sedang ku tatap
Aku dan senyumku
Mengikuti diam termenung
Namun tercipta sebuah mimpi
Yang hilang hanya dalam sekejap
Ku teriak tanpa suara
Hanya merasakan sakitnya hati
Begitu tersiksa menunggu yang di nanti
Begitu berat melepaskan rasa ini
Yang sudah merasuk dalam hati
Mungkin bila aku nanti mati
Sesalku akan abadi
Akankah penantian ini berujung bahagia
Ataukah hanya asa semata
Tapi hatiku kan selalu tegar menghadapinya
***Walau akhirnya hanya membuat luka
Entah sudah berapa banyak tetesan airmata yang aku keluarkan saat ini
Saat aku melihat keluar jendela ternyata langit pun ikut merasakan apa yang aku rasakan
Hatiku menangis
Hatiku merasakan luka yang teramat sangat menyakitkan
Aku melihat bunga yang tadi pagi mekar amat indah pun ikut layu merasakan apa yang aku rasakan
Langit malam berusaha menghibur ku dengan hamparan bintang yang indah
Angin pun menyanyikan sebuah lagu agar aku melupakan apa yang aku rasakan sekarang
Tapi hatiku seketika tuli
Airmata terus jatuh dari mata ini
Betapa amat jahatnya kamu
Melukai hatiku yang lembut dan rapuh ini
__ADS_1
Hati yang memberikan ketulusan pada mu
Tapi kamu goreskan luka hati yang teramat tajam
Aku sendirilah yang membuat patah hati ini
Sebab meletakan harapan
Kepada seseorang lelaki pecundang
Yaitu kamu***
\***SITA PASTI BISA**\*
Tidak ada waktu untuk bersedih
Pada lembaran hidupku
Apalagi lari dari kehidupan ini
Aku tahu
Masa depan sedang menunggu
Untuk kusentuh sembari penuh senyuman
Karena di sana ada harapan penuh kebahagiaan
Retak, namun aku belum hancur
Walau berulang kali terjatuh aku tetap bangkit
Mencoba menyusun kepingan teka-teki hidup
Untuk mencari arti yang hilang
Aku telah terluka berulang kali
Namun waktu memulihkan ku
Membuatku terbiasa pada perihnya
Menjadikan kulitku lebih kuat
Jauhnya perjalanan yang ku tempuh
Sepinya hari yang kulalui
Akan terbayar saat aku tiba disebrang
Kembali bersama setengah hatiku yang tertinggal dahulu
***Ada perasaan yang tidak biasa ketika pertama kali melihatnya, seiringi dengan berjalannya waktu, aku pikir akan ada perjalanan panjang yang bisa kita habiskan bersama.
Mengenalnya seperti cahaya terang yang bisa kunikmati, dalam rangkaian cerita yang tentu tidak semuanya mudah.
Namun, cahaya terang itu redup ketika harapan untuk melihatnya tersenyum berakhir ditangan orang lain, aku menyadari apa yang menjadi pilihannya dan takkan bisa membatasi.
Walau memang caranya tak pantas, tapi aku mengerti, ternyata dia bukan pelepas segala dahagaku***.
***Tentang mewujudkan satu cita-cita itu, ternyata aku melupakan hal yang amat penting, bahwa tak ada kuasaku untuk memastikan semua terjadi sesuai harapan.
Tuhan memang punya rencana lain. Sebab sabar memang selalu diucapkan lebih dulu, lalu kemudian aku bersyukur.
Berjumpa dan berpisah hanya masalah waktu, menanti dirimu datang menjadi bait-bait dalam doaku kini***.
Dimana kamu? Adakah yang terlewat olehku?
Sungguh aku ingin segera bertemu.
JODOHKU.
*************************
Sita memutuskan untuk menerima tawaran Direktur sebelumnya yang mana akan memindahkan Sita ke Papua.
Tekadnya itu semakin bulat ketika Sita mendengar kalau Enggar dan istrinya akan stay di Medan.
Ia tak ingin terluka dan melukai siapapun nantinya.
Sita mencoba untuk membuka lembaran baru di kota orang meski sedikit sulit untuk ia lewati.
Ia bekerja di salah satu anak perusahaan tempat ia bekerja ketika di Medan.
Semua kebutuhan Sita di fasilitasi oleh perusahaan termasuk biaya transportasi pengiriman barang yang setiap bulan ia kirim ke keluarga dan panti asuhan nya.
...Teman-teman bantu up dong...
...like dan di koment ya...
...biar author semangat buat ngelanjut🌷...
__ADS_1