Cintaku Rapuh

Cintaku Rapuh
Ciuman di lift


__ADS_3

Titttt.tiiiiiitt


Aku masuk bersama Enggar kedalam lift. Saat itu, kebetulan tidak ada orang bersama dengan kami.


Enggar menekan tombol 15 dan langsung menutupnya.


"Loh kok ke lantai 15 sayang" tanyaku penasaran.


" Iya sayang. Gak apa-apa" jawab Enggar sambil mendekat kepadaku.


Enggar menarik wajahku dan ia mulai mencium bibirku yang merah merona.


Ia mendekap ku dengan hangat sampai aku tak bisa bergerak.


Ia dengan ganasnya menciumi bibirku dan juga leherku.


"Aku mencintaimu Sita, sungguh" ucapnya dengan suara hangat sambil menciumi tubuhku.


Aku hanya bisa terdiam dan menikmati keadaan itu.


Ia menarik pinggulku. Dekapan hangat Enggar mengalir ke tubuhku sehingga membuatku semakin menikmati keadaan itu


Sampai pintu lift itu terbuka. Enggar tetap saja mengecup bibirku.


Orang yang ingin masuk ke dalam lift hanya memperhatikan kami dan tak mau masuk karena takut mengganggu kehangatan yang saat itu terjadi.


Enggar kembali menekan tombol menuju lantai 1.


"Aku akan segera melamarmu, membawamu ke rumah orangtuaku" ucap Enggar berbisik di telingaku.


"Iya sayang" jawabku.

__ADS_1


Enggar saat itu benar-benar mengecup bibirku dengan hangat dan tanpa terkontrol.


"Astagaaaa, maaf sayang" ucap Enggar sambil memelukku.


"Maaf, aku gak bermaksud untuk begini" ucapnya memohon.


Sontak aku langsung menarik tubunya dan mengecup bibirnya.


"Aku juga menikmatinya sayang. Terimakasih telah mengembalikan hatiku yang selama ini rapuh menjadi kuat kembali" ucapku menangis sambil mencium nya.


Enggar menghapus air mataku dan ia berjanji akan segera mempertemukan aku dengan orangtuanya.


*******Sampai di lantai 1********


Enggar merasa seperti bersalah atas kejadian di dalam lift tadi. Enggar hanya diam saja pasca kejadian tersebut.


"Kenapa diam? tanyaku meledeknya sambil tertawa.


"Gak apa-apa" jawabnya malu-malu.


"Hmmmmm" ucapku tersenyum.


"Gak kebayang deh kalau kita nikah nanti. Kamu ganas banget ihh soalnya" ucapku kembali meledeknya.


"Ihhh apa sih" ucap Enggar kesal sambil memalingkan wajahnya kepadaku.


"Gitu aja malu. Ihh..."ucapku .


"Udah gak usah dibahas yang tadi. Anggap aja gak pernah terjadi" ujar Enggar sambil berjalan di depanku.


"Rapikan tuh rambut kamu, berantakan" kembali Enggar berbicara.

__ADS_1


"Iya" jawabku.


"Maaf tulang, nantulang lama. Sita nih kebanyakan foto" ucap Enggar melotot kepadaku.


"Hmmmm" jawabku.


"Ayokk yokk supaya kita makan siang" jawab mama.


Setelah acara wisuda itu selesai, kami mengadakan acara syukuran kecil-kecilan di kos aku.


"Semoga kamu sehat-sehat ya nak, cepat dapat kerja, semua doa-doamu segera tercapai" ucap papa sambil menyerahkan daging ikan mas yang sudah diatur sedemikian rupa diatas piring yang diselimuti dengan nasi.


"Sita udah dapat gelar sarjana, udah gak anak-anak lagi. Udah harus bisa mandiri tanpa mama. Udah harus bisa bekerja sendiri. Cepat dapat kerja ya nak, Cita-cita Sita yang ingin mendirikan yayasan semoga dijabah oleh Tuhan dan cintamu juga dilancarkan. Amin" ucap mama memelukku sambil menangis.


"Terimakasih ma, pa untuk doa dan dukungan mama papa selama ini sampai bisa menghantarkan Sita mendapatkan gelar sarjana ini. Doakan Sita, supaya Sita cepat dapat kerja dan semua cita-cita Sita tercapai" ucapku memeluk papa dan mama.


Saat itu haru tangis bahagia menyelimuti kami.


Kemudian disambut dengan makan siang yang dimana makanananya semua mama sendiri yang masak. Pasti enak nihhhhhhhh.


Selama makan berlangsung, mama selalu memperhatikan Enggar. Sesekali mama memberikan daging kepadanya, memberikan ikan mas ke piringnya layak nya seperti anak nya sendiri.


"Yessssss.... Mama ku juga nyambung dengan Enggar" pikirku dalam hati


"Tinggal nyuruh Engggar bawa martabak aja nih kerumah yang dikampung terus cerita tentang sinamot deh sama mama... Ehh jadi deh" gumam Sita bahagia dalam hatinya.


********Flashback**********


Ketika Engggar mencium bibir Sita, jantung Sita berdegup kencang dan seluruh tubuh Sita kaku tak bisa bergerak.


Sita sangatlah bahagia ketika Enggar mengkecup bibirnya.

__ADS_1


Ciuman bibir Sita terjadi ketika berada dalam lift hotel mewah itu.


"Aku tak akan melupakannya" ucap Sita sambil menarik selimutnya untuk tidur.


__ADS_2